KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
Apa yang harus kita lakukan sekarang


__ADS_3

Nando, Ucok, dan Lusi. disambut oleh Boby yang kasih kabar jika Anisa koma, dan di rawat di rumah sakit, membuat Lusi merasa kwatir dengan kondisinya Anisa sekarang


" Sekarang kita ketemu dengan temennya Bunda dulu, bahas strategi untuk bawa Anisa dengan baik baik, dan baru kita jenguk Anisa melihat langsung kondisinya" Ucap Nando yang ingin satu persatu rencananya di jalan kan, tidak semuanya dijalan kan, dalam waktu yang bersamaan, apa lagi sekarang Anisa lagi sakit seperti ini.


' Bagus juga idenya, dan sekarang kita kesana sekarang, jangan biarkan Anisa seperti ini, kasihan jika Marsya tahu kondisi Anisa yang sebenarnya" Ucap Ucok yang tidak tega membayangkan, Marsya sedih saat tahu kondisi Anisa yang sebenarnya


" Yah sudah hayo, dijalan saja kita telefonnya dan dia yang akan kasih tahu enaknya ketemuan dimana membahas Anisa." Ucap Lusi, langsung keluarin hanphonenya dan siap siap telefon temennya, untuk janjian ketemuan untuk bahas Anisa.


Boby langsung ajak Ucok, Nando, dan Lusi. jalan ke parkiran di bandara, dan masuk kedalam mobi, berharap bisa membawa pulang Anisa dalam keadaan sehat dan bisa ketemu dengan Marsya dengan penuh kebahagiaan.


Dilain sisi, Marsya melihat jadwal kerja hari ini, ternyata ada rapat bersama Ucok dengan perusahaan asing, membuat Marsya menyiap kan dokumen yang sudah disiap kan oleh Ucok sebelumnya.


" Kepentingan apa sebenarnya, membuat om Ucok tidak terlalu banyak pekerjaan di kantor sih, heran deh dengan Ayah dan bunda, kenapa harus ajak om Ucok segala sih" Batin Marsya merasa aneh dan penasaran, karena tidak biasanya Ucok diajak pergi selama ini.


Marsya akhirnya ketemu juga dengan dokumen yang dibuthkan, dan berusaha membacanya sampai akhir, supaya rapat nanti berjalan dengan lancar.


Dilain sisi, Lucky adalah pihak berwajib temennya Lusi, yang fokus mendengarkan penjelasan Nando dan melihat fotonya Anisa yang diberikan oleh Lusi, membuat Lucky merasa tidak tega dengan nasipnya Marsya yang harus jauh dari ibu nya, tapi merasa bersyukur karena Marsya di besarkan oleh orang sebaik Nando dan Lusi.


" Kita harus ketemu dengan dokternya dulu, minta pendapat dokternya, bagaimana enaknya untuk Anisa, apa lagi Anisa kan koma jadi tidak mudah diajak pergi kan." Ucap Lucky yang harus hati hati bawa orang sakit

__ADS_1


" Iyah kita tahu itu Lucky, oleh karena itu kita kesini untuk minta pertolongan kamu, bagaimana baiknya untuk bawa Anisa pergi, kita tidak ingin Anisa mengalami seperti ini lagi, dan Anisa bisa ketemu dengan anaknya dalam keadaan baik baik saja" Ucap Nando yang ingin semua niat baiknya berjalan dengan lancar


" Baik kalo begitu, sekarang kita ke rumah sakit, untuk melihat kondisinya Anisa dan Boby siap siap seolah tamu yang biasa ajak Anisa makan bersama yah, dan kamu pura pura kaget melihat Citra ada di rumah sakit." Lanjut Lucky kasih tahu strategis hari ini


" Baik pak, saya akan menjalan kan tugas ini sebaik mungkin" Ucap Boby yang sudah tidak sabar ketemu Anisa dan melihat kondisinya Anisa


" Semoga secepatnya Anisa bisa sadar yah, dan jangan lagi kerja seperti ini" Ucap Lusi berharap Anisa bisa menjadi perempuan baik baik


" Amin, pasti bisa kok selama lingkungan baik dan menghargai keinginan Anisa untuk berubah, insya allah akan bisa berubah jadi perempuan baik baik kok" Ucap Ucok yakin, jika Anisa bisa berubah jauh lebih baik, asalkan di dukung dan dihargai pasti bisa


Lusi dan Nando berharap hal yang sama, seperti Ucok. Berharap bisa menjalan kan kegiatan bersama Anisa selama ada di Jakarta.


" Enaknya makan dimana yah, selama kerja jadi lebih sulit ketemu dengan Marsya, tidak bisa dari pagi sampai malam. Pekerjaan yang menyebalkan sekali." Ucap Satria kesel, karena waktu kebersamaan dengan Marsya jadi berkurang seperti ini.


Dilain sisi, Dokter yang menangani Anisa merasa kaget, karena ada penegak hukum datang ke ruangannya bersama laki laki tadi yang tanya kondisinya Anisa.


" Tolong kasih tahu bagaimana kondisi Anisa sekarang?" Tanya Lucky melihat dokter yang merawat Anisa.


" Kalian sebenarnya siapa pasien? Kenapa kalian mau tahu kondisi pasien itu?" Tanya dokter yang ingin tahu, siapa sebenarnya orang orang yang tanya kondisinya Anisa.

__ADS_1


" Baik lah akan saya jelaskan semuanya" Lanjut Lucky berusaha santai dan tidak emosi, berusaha memaklumi dokter yang merawat Anisa.


Lucky akhirnya kasih tahu siapa Anisa sebenarnya, kenapa Lucky, Nando, Lusi, dan Ucok. Mau ketemu langsung dengan Anisa. Sekaligus rencana untuk membawa Anisa pergi sekarang.


" Pasien yang lagi koma, dibawa paksa pergi itu sangat berbahaya untuk kondisi pasien.kalo kalian mau ajak pergi setelah pasien sudah sadar dan setelah sadar terserah kalian bagaimana caranya bawa pasien pergi dari disini. Saya setuju pekerjaan seperti itu memang berbahaya, pasti akan mengalami seperti ini, setiap ketemu orang yang suka main fisik sebelum olahraga panas." Penjelasan dokter yang tidak ingin mengambil resiko, walaupun tujuannya baik.


" Baik lah jika memang itu yang baik untuk pasien, saya harap anda tidak kasih tahu keberadaan kita,supaya Anisa tidak dipindah secara paksa dan tetep dirawat disini, oh yah jika pasien sudah sadar tolong kasih tahu Boby yah, supaya Boby yang akan jenguk Anisa, karena didalam ruangannya Anisa ada bosnya Anisa, bahaya jika perempuan itu curiga melihat Boby yang sering datang." Ucap Nando melihat Boby yang sudah keluarin handphone nya.


" Nomor anda berapa dokter? Supaya saya tahu kondisi Anisa langsung dari anda?" Tanya Boby yang ternyata tugasnya jadi ribet seperti ini, karena Anisa koma.


" 0812345, Dokter Burhan, saya siap membantu kalian, demi menolong orang lain." Lanjut Dokter Burhan yang tidak merasa keberatan, diminta bantuan selama demi kebaikan akan Dokter Burhan bantuin semaksimal mungkin.


" Sudah saya save dan sudah sayang kirim chat yah dokter, terimakasih atas kerjasamanya dokter" Lanjut Boby yang langsung masukin handphone nya kedalam saku bajunya.


" Boby sekarang kamu lewat ruang UGD dan pura pura tidak sengaja ketemu dengan Citra dan ajak Citra pergi sampai kita minta kembali ke ruangannya Anisa yah." Ucap Lusi yang sudah tidak sabar mau melihat langsung kondisinya Anisa sekarang


" Baik Bu, kalo begitu saya duluan." Lanjut Boby langsung pergi dari ruangan dokter Burhan.


" Kita tunggu sampai Citra pergi, perempuan jahat itu sudah membuat Anisa seperti ini." Protes Ucok kesel, karena Citra perempuan kejam karena kerja dari pagi sampai malam, tidak boleh istirahat sama sekali.

__ADS_1


Dokter Burhan mempersilahkan tamunya untuk melihat langsung kondisinya Anisa, dokter Burhan melihat fotonya Anisa lima belas tahun yang lalu, dan mendengar penjelasan Lucky membuat dokter Burhan membiarkan Lucky melakukan pekerjaannya dengan baik sampai selesai.


__ADS_2