
Marsya, Anisa, dan Lusi. mulai membuat adonan kue untuk menyambut kedatangan Satria dan orang tuanya. Marsya melihat Lusi dan Anisa bisa kompak walaupun baru kenal, membuat Marsya bahagia melihatnya.
" Mamah dan bunda wanita wanita baik dan mudah akrab, padahal mereka baru kenal dan sudah seakrab seperti ini. Bunda pasti setuju jika mamah boleh tinggal disini selamanya." Batin Marsya yang ingin Anisa tinggal bareng, supaya Marsya tidak jauh juga dengan Nando dan Lusi.
" Bagaimana kalo satu kue satu orang yang buat? jadi lebih cepat selesai dan biar tahu semuanya bisa bikin kue bagaimana?" Tanya Lusi, karena Lusi ingin mencoba kue buatan Marsya dan Anisa.
" Ide yang bagus Lusi, yah sudah kalo begitu kita buat masing masing yah" Ucap Anisa yang tidak keberatan membuat kue sesuai kemampuannya Anisa.
" Bunda, mamah apa boleh tinggal disini selamanya? soalnya jika mamah ngontrak rumah, pasti Marsya akan kurang waktu ketemu bunda dan ayah. Marsya juga tidak ingin pindah pindah tempat tinggal, boleh kan?" Tanya Marsya berharap jika Lusi mengijinkan Anisa untuk tinggal bareng, karena Marsya ingin berbakti ke orang tuanya secara langsung, tidak beda tempat tinggal.
" Tentu boleh sayang, lagian jika ngontrak kasihan mamah akan tinggal sendirian, setiap Marsya disini kan. kamar juga sudah Marsya bersihkan, ayah juga tidak keberatan ada mamah disini karena kita kan satu keluarga sayang." Lanjut Lusi yang mengijinkan Anisa tinggal bersama, lagian bahaya jika Anisa tinggal sendirian karena masa lalunya kapan saja menghampiri Anisa.
" Terimakasih yah Lusi sudah anggap saya sebagai keluarga kamu juga, terimakasih semua kebaikan kamu untuk saya dan Marsya selama ini." Lanjut Anisa merasa bahagia sekali karena tidak menyangka, jika Lusi anggap Anisa sebagai saudaranya juga.
" Terimakasih bunda sudah ijin kan mamah tinggal disini, Marsya bahagia sekali bunda." Lanjut Marsya langsung peluk Lusi saking bahagianya, karena Marsya tidak akan jauh dari Anisa setiap kali tinggal di rumah Lusi.
__ADS_1
" Sama sama Marsya sayang, dan sama sama Anisa. kita akan menjalani kehidupan baru kita sebagai orang tuanya Marsya dan Marsya punya dua ibu yang sangat mencintai Marsya sepenuh hati." Lanjut Lusi akan melakukan apapun demi Marsya bahagia
Marsya bahagia mendengar ucapan Lusi, Marsya ajak Lusi dan Anisa bikin kue kembali karena beberapa jam lagi Satria tiba di rumahnya.
Dilain sisi, Bunda nya Satria membuat masakan Sunda, masakan yang sangat dikuasi ibu nya Satria.
" Nyonya, apa makan siang ini sekalian melamar nona Marsya sekalian?" Tanya ART nya Satria
" Tidak bik, Satria belum mau menikah cepat cepat, soalnya Satria kan baru kerja dan baru menjadi CEO kan, begitu juga dengan Marsya yang belum siap jadi istri, Marsya juga kan baru mulai berkarir kasihan jika Marsya diminta jadi ibu rumah tangga biasa, berarti kan pengalaman kerja Marsya sedikit karena pekerjaan. makan siang ini karena menyambut kedatangan ibu kandungnya Marsya, sekalian kenalan langsung dengan ibu kandungnya Marsya." Ucap Bunda nya Satria, yang sedikit tahu tentang Marsya karena Satria cerita ke orang tuanya.
" Iyah bik, Alhamdulillah Nando dan Lusi mau membantu mencari ibu kandungnya Marsya dan kemungkinan ibu kandungnya akan tinggal bersama di rumahnya Nando dan Lusi." Lanjut Bunda nya Satria yang semakin penasaran dengan wajah ibu kandungnya Marsya.
" Semoga ibu kandungnya Marsya tidak jadi plakor yah nyonya, karena tinggal bersama tuan Nando dan nyonya Lusi, orang sebaik itu tidak pantas disakiti" Lanjut ART nya Satria berhaarap, jika Anisa perempuan baik baik.
" Amin bik, yah sudah sekarang masukin masakan ini ke dalam tempat makan yah, saya mau siap siap ke rumahnya Lusi." Lanjut Bunda nya Satria langsung pergi meninggalkan dapur, dan langsung siap siap untuk kerumahnya Marsya.
__ADS_1
Dilain sisi, Nando dan Ucok rapat disebuah cafe yang sudah cukup lama berdiri, dan tempat nya cukup ramai sekali.
" Sepertinya saya pernah melihat anda pak Nando?" Tanya client nya Nando, wajahnya Nando seperti tidak asing dan merasa pernah melihat sebelumnya
" Dimana yah pak, apa karena anda pernah rapat sebelumnya dengan saya?" Tanya Nando penasaran dengan ucapan client nya tiba tiba
" Mungkin sih pak Nando, yah sudah kalo begitu saya akan berikan jawaban dari hasil rapat hari ini, kalo begitu saya permisi dulu" Lanjut Client nya Nando, merasa pernah melihat Nando, seperti sudah lama pernah melihatnya tapi lupa dimana dan kapan waktunya
" Memangnya anda pernah melihat dia sebelumnya pak? kenapa dia bisa bicara seperti itu?" Tanya Ucok penasaran, karena selama ini Ucok tidak terlalu tahu siapa saja yang ditemui oleh Nando.
" Saya tidak merasa pernah melihat dia, yah sudah lah jangan difikirkan Ucok, oh yah jika dia kasih kabar untuk setuju pembangunan panti asuhan kasih tahu saya yah, saya akan kasih surprise untuk Marsya karena saya beli tanah cukup luas supaya Marsya dengan mudah membuat desain panti asuhan yang dia ingin kan." Lanjut Nando yang mau fokus tentang pekerjaan, dari pada penasaran dengan ucapan client nya barusan.
" Iyah Nando, oh yah Anisa bakal tinggal dimana? apa Anisa akan tinggal dirumah kamu?" Tanya Eki penasaran, karena Nando tidak mencari rumah sama sekali untuk Anisa.
" Lusi sih maunya Anisa tinggal di rumah, karena Lusi tidak ingin Marsya bagi waktu untuk tinggal soalnya, selama ini kan Lusi dan Marsya kemana pun selalu bersama. kasihan juga Lusi bakal sedih setiap kangen Marsya eh lagi giliran Marsya tinggal bersama Anisa dan begitu sebaliknya ke Anisa, baru ketemu eh harus ikhlas membiarkan Marsya tinggal bersama kita walaupun beberapa hari kan. jadi keputusannya Anisa tinggal bersama kita supaya Lusi dan Anisa bisa menikmati waktu kebersamaannya dengan Marsya selama dua puluh empat jam, tidak ada rasa iri dan kangen Kangean segala." Lanjut Nando panjang kali lebar, Nando juga tidak ingin ketika rasa kangen cuman bisa Vidio call dan tidak bisa paksa Marsya untuk pulang.
__ADS_1
" Keputusan yang bijak dan adil, syukur lah jika Lusi sendiri yang minta, dari pada harus bagi waktu segala, akan kasihan juga ke Marsya nya kan." Lanjut Ucok merasa lega, karena urusan sepele tempat tinggalnya Anisa sudah diatasi oleh Lusi sendiri, tidak akan mengganggu pekerjaan Nando dan Marsya karena mengurus tempat tinggal untuk Anisa.