KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
Terimakasih sudah mau


__ADS_3

Marsya, Anisa, dan Lusi. akhirnya selesai juga merapihkan kue buatannya dan langsung ke kamar untuk siap siap.


" Mamah dan bunda sebentar yah, Marsya mau ke supermarket dulu yah, minuman penyegarnya lupa Marsya beli." Ucap Marsya langsung ambil dompetnya


" Ditemani?" Tanya Anisa melihat Marsya yang sudah rapih yang tinggal berangkat ke supermarket


" Tidak usah, mamah disini saja bersama bunda. yah sudah Marsya berangkat dulu yah." Lanjut Marsya langsung mencium telapak tangannya Anisa dan Lusi bergantian


" Hati hati dijalan yah sayang" Ucap Lusi


" Beres bunda" Lannjut Marsya langsung pergi, Marsya lupa beli minuman penyegar dan langsung keluar rumah


" Anisa, apa kamu lupa pertama kalinya unboxing?" Tanya Lusi menatap Anisa yang lagi merapihkan kasurnya Marsya


" Saya ingat Lusi, memangnya kenapa? apa kamu masih kefikiran tentang ayah kandungnya Marsya?" Tanya Anisa menatap Lusi masih berdiri didepan pintu


" Iyah, saya dan mas Nando merasa jika Marsya pasti ingin tahu tentang ayah kandungnya, apa tidak sebaiknya dikasih tahu saja. jika kamu tahu identitas lengkapnya. seorang anak pasti mau ketemu orang tuanya bagaimana pun bentuknya dan bagaimana pun sifatnya, apapun sifat orang tua tetep harus diterima walaupun sepahit apapun kenyataannya" Lanjut Lusi duduk di kursi


" Tapi apa mungkin mau akui kesalahannya lima belas tahun yang lalu?" Tanya Anisa ragu jika ayah kandungnya Marsya mau akui Marsya anak kandungnya


" Kita bisa melakukan tes DNA, saya yakin kok ayah kandungnya pasti bangga dengan Marsya dan mau akui Marsya sebagai anak kandungnya sendiri, kita coba saja dulu ketemu dan ajak bicara baik baik." Bujuk Lusi yang ingin masalah orang tuanya Marsya bener bener selesai

__ADS_1


" Baiik lah Lusi, tapi temani saaya yah untuk ketemu orang nya dan semoga masih hidup sampai sekarang, saya tidak berharap untuk dia bertanggung jawab atas kesalahannya, tapi ketemu dengan dia semuanya karena Marsya" Lanjut Anisa sadar diri, pasti laki laki itu sekarang sudah punya istri, anak, dan cucu.


" Baik lah,pas Marsya kerja saja yah, apa mau ditemani mas Nando atau supir saja?" Tanya Lusi yang takut kenapa kenapa, saat ketemu ayah kandungnya Marsya


" Supir saja, saya tidak ingin merepotkan Nando untuk ketemu laki laki itu." Lanjut Anisa yang sudah banyak merepotkan Nando, dan sekarang tidak ingin merepotkan Nando lagi.


Anisa berharap ayah kandungnya Marsya masih hidup dan sehat, Anisa mau ketemu dengan ayah nya Marsya demi Marsya tidak penasaran lagi soal Ayah kandungnya.


Dilain sisi, Rangga yang setelah rapat bersama Nando dan Ucok, langsung masuk kedalam ruangannya untuk istirahat sebentar.


" Perasaan pernah melihat pak Nando, tapi dimana yah, astaga kenapa lupa sih sepertinya Sudah lama sekali ketemu pak Nando." Ucap Rangga, yang semakin yakin pernah ketemu dengan Nando


" Pak Rangga, ada kabar penting." Ucap Rudi tiba tiba masuk kedalam ruangannya


" Maaf sih pak, tadi saya temani istri saya belanja di pasar, saya seperti melihat Anisa dipasar pak, walaupun wajahnya sudah berubah tapi saya yakin jika saya ketemu dengan Anisa lagi." Lanjut Rudi yang tadi tidak sengaja berpapasan dengan Anisa bersama dua perempuan


" Seriusan? terus sama siapa perempuan itu?" Tanya Rangga penasaran, walaupun Rangga seenaknya mengusir Anisa disaat usia kandungannya Anisa lima bulan, karena Rangga belum siap menjadi seorang ayah dan masih ingin bebas.tapi Rangga masih sering memantau apapun yang dilakukan Anisa sampai terakhir, Anisa meninggalkan anaknya di pasar dan dibawa oleh Nando dan Lusi.


" Serius pak, sepertinya bersama Putri nya pak, soalnya manggil Anisa dengan sebutan mamah, dan lebih deket ke Anisa walaupun ada perempuan disebelahnya tapi tetep lebih akrab dan manja ke Anisa." Lanjut Rudi yang merasa yakin, jika orang Yang dilihatnya benar Anisa dan anak kandungnya


" Anaknya Anisa? apa itu anak saya yah? kamu cari tahu mereka tinggal dimana yah? walaupun saya dulu meninggalkan Anisa tapi saya penasaran dengan anak saya sendiri. sepertinya ada yang bantuin Anisa untuk ketemu lagi dengan anak kandungnya." Lanjut Rangga yang tahu lima belas tahun yang lalu, dimana Anisa meninggalkan anaknya begitu saja, walaupun anaknya nangis tapi Anisa tetep pergi masuk kedalam pasar dan tidak muncul muncul lagi

__ADS_1


" Baik pak, saya akan cari tahu pak, saya ikut bahagia karena Anisa bisa ketemu lagi dengan anaknya, terus apa anda sudah siap melamar Anisa pak? sepertinya orang yang membesarkan anak anda bukan orang biasa pak?" Tanya Rudi, Rudi tahu jika Rangga meninggalkan Anisa karena merasa belum mapam seperti sekarang.


" Entah lah, saya kan sudah punya istri dan anak, tidak tahu juga yah, jika anak kandung saya mau kita bersatu yah itu semua tergantung dari Anisa sendiri mau atau tidaknya menerima saya dan memaafkan keegoisan saya dimasa lalu" Lanjut Rangga yang tidak bisa prediksa Anisa mau diajak bersama atau tidaknya


" Baik lah, saya akan cari tahu tentang anaknya Anisa pak, saya sempet foto mereka saat mereka belanja tadi" Lanjut Rudi langsung memberikan hanphone nya dan kasih lihat fotonya Anisa bersama Marsya dan Lusi tadi dipasar.


Rangga memperhatikan foto yang diambil oleh Rudi tadi, Rangga senyum bahagia melihat fotonya Marsya sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan Anisa walaupun sudah berumur tapi terlihat cantik dan bersama orang yang sepertinya pernah dilihat oleh Rangga walalupun Rangga lupa kapan, tapi wajahnya sepertinya tidak asing bagi Rangga.


Dilain sisi, Satria menjemput bunda nya, yang sudah siap dengan makanan buatannya, dan ayah nya mau ikut makan siang  bersama Marsya dan ke dua ibu nya.


" Kenapa tidak sekalian acara lamaran saja sih bunda, kita sudah bawa makanan seperti ini?" Tanya Ayah nya Satria, godain anaknya


" Nanti saja lah ayah, tahun depan baru Satria lamar Marsya, kasihan juga Marsya jika sudah menikah harus pindah rumah kan, padahal baru ketemu dengan tante Anisa" Ucap Satria, yang tidak ingin terlalu cepet  untuk menikah


" Dasar anak ini, yah sudah lah cepetan masukin masakan bunda kedalam mobil, padahal nikah itu enak loh" Lanjut Ayah nya Satria  semakin semangat isengin anaknya


" Jangan didengerin Satria, nabung dulu saja untuk persiapan pernikahan kamu, beli rumah, dan sebagainya, jika bener bener siap secara finansial baru lamar Marsya, jangan terlalu cepet menikah tapi kamu belum punya apa apa, jangan menikah karena ucapan orang lain, tapi menikah saat kamu siap secara mental dan finansial." Ucap Bunda nya Satria, yang ingin anaknya mandiri untuk menjalan kan rumah tangga dan tidak bergantung dengan orang tua.


" Tuh dengerin apa kata bunda" Lanjut Ayah nya Satria, Ayah nya Satria masuk duluan kedalam mobil


" Dih, kok Satria yang dengerin apa kata bunda sih" Protes Satri heran, karena ayah nya seolah merasa Satria yang salah bicara

__ADS_1


Ayah nya Satria ketawa puas ledekin anaknya, bunda nya Satria cuman cubit suaminya yang isengin Satria tadi, Ayah nya Satria langsung menyalakan mobilnya, dan tidak ada niatan untuk minta maaf karena sudah isengin Satria.


__ADS_2