KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
Bagiamana acara tadi


__ADS_3

Waktu terus berjalan dengan cepat, tidak terasa sudah jam sembilan malam, Rangga siap  siap untuk anterin Anisa dan Marsya pulang ke rumahnya Nando, sejujurnya ingin sekali membuat Anisa tinggal dirumahnya tapi harus sabar menunggu sampai menikah baru bisa tinggal bareng.


' Lain waktu kesini lagi yah, kita makan bersama, shooping beersama, dan ngobrol bersama lagi" Ucap Iis berusaha ramah, supaya Anisa betah tinggal bareng,Iis tidak akan membiarkan Anisa bawa pergi suaminya begitu saja


" Iyah pasti kesini lagi kok,yah sudah kalo begitu saya dan Marsya pulang dulu yah Iis dan Natalia" Ucap Anisa ramah


" Sayang, aku antar mereka pulang yah' Ucap Rangga bahagia, Rangga mencium Iis supaya adil, dan berusaha untuk tidak membuat Iis cemburu, karena jika cemburu semua niatnya akan gagal total.


" Bunda, Marsya pulang dulu yah, nani kesini lagi bersama mamah dan kita akan jalan jalan berempat yah" Ucap Marsya, yang nurut saja diminta panggil Iis dengan sebutan bunda, karena permintaannya Rangga


" Hati hati dijalan ka Marsya dan mamah" Ucap Natalia berusaha santai, Natalia sudah merencanakan tempat  mana saja yang mau dikunjungin bersama Anisa dan Marsya.


Natalia terpaksa mencium tangannya Anisa dan membiarkan Anisa menyusul Rangga dan Marsya yang sudah duluan masuk kedalam mobil.


" Ternyata dia bukan anak yang biasa yah, kita bisa manfaatin Marsya, untuk beli barang barang mewah,apa lagi Anisa akan tinggal disini sendirian tanpa Marsya, bisa kita manfaatin untuk belanja sepuas kita" Ucap Iis yang akan memanfaatkan Anisa selama tinggal dirumah


" Natalia kira anaknya tidak sehebat ini, ternyata wow banget, sudah punya uang sendiri, yang bisa kita pakai demi kepentingan kita, dan tante Anisa tidak jelek jelek amat diajak jalan jalan" Ucap Natalia yang tidak akan merasa malu,jika ajak Anisa ke mall bareng atau beli makan bersama.

__ADS_1


Iis setuju dengan ucapan Natalia, Iis juga akan ajak Anisa ketemu temen temennya atau tidak sengaja ketemu dijalan tidak akan merasa malu, jika ketemu dengan Anisa.


Dilain sisi, Lusi sengaja tidak tidur karena mau menunggu Marsya pulang habis makan malam keluarga bersama Rangga, Nando yang tahu keinginan istrinya langsung temani Lusi sambil kerja.


" Itu dia mereka sudah pulang" Ucap Nando merasa lega karena akhirnya Marsya pulang juga ke rumah, dan tidak membuat Lusi sedih karena terlalu lama menunggu Marsya pulang.


" Ayah dan bunda maaf yah kita kelamaan pulangnya" Ucap Marsya langsung peluk Lusi, padahal baru beberapa jam pergi tanpa Lusi tapi membuat Marsya sudah merasa rindu sekali.


" Bagaiamana acara tadi sayang" Ucap Lusi merasa bahagia sekali, karena Marsya tidak terlihat habis nangis begitu juga dengan Anisa, Lusi merasa lega karena acara makan makan nya berakhir bahagia


" Seru bunda, kita bahkan merencanakan jalan jalan bersama bunda" Lanjut Marsya berusaha menceritakan yang bagus bagus saja ke Lusi dan Nando supaya kedua orang tuanya tidak kwatir


" Pasti kita datang besok, kita ketemuan di restoran yang anda mau saja, supaya tidak terlalu lama jemput kita segala" Ucap Nando bahagia karena keinginan Rangga bener bener membuat Marsya bahagia ada disampingnya Rangga.


" Yah baik lah jika itu yang bagus, yah sudah sampai ketemu besok semuanya, kalo begitu permisi" Lanjut Rangga melihat Marsya yang terlihat bahagia,ikut bahagia melihatnya


Anisa dan Marsya mencium tangannya Rangga dan membiarkan Rangga masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan rumahnya Nando.

__ADS_1


Nando langsung ajak Lusi, Marsya, dan Anisa. masuk kedalam rumah setelah Rangga sudah pergi jauh dari rumahnya.


Dilain sisi, Rangga awalnya kesel saat ingat Iis dan Natalia terlihat sangat merendahkan Anisa dan Marsya, walaupun akhirnya mereka sendiri lah yang merasa malu  karena prestasi yang dimiliki Marsya sendiri dan sudah tidak berani merendahkan Marsya begitu saja


" Bagaimana apa ayah bahagia, melihat respon baik kita menyambut kedatangan Anisa dan Marsya?" Tanya Iis melihat Rangga baru masuk kedalam kamar


" Sangat bahagia, tapi kasihan dengan bunda dan Natalia seenaknya merendahkan orang lain karena masa lalu, tapi kalian sendiri terlihat malu dan iri saat tahu prestasi yang dimiliki Marsya dan punya calon suami orang hebat seperti Marsya" Ucap Rangga langsung ganti baju tidur, Rangga merasa bahagia sekali, karena acara melamar Anisa berjalan dengan lancar


" Biarin saja, yang penting keinginan ayah kan tercapai, bunda cuman berharap janji ayah akan bersikap adil dan jatah bunda sama Natalia tidak dikurangi karena kehadiran Anisa dan Marsya." Lanjut Iis yang  tidak mempersalahkan Rangga nikah lagi, yang penting haknya tidak dikurangi sama sekali.


" Bunda tenang saja, jatah bunda tetep sama saja, tapi ayah memikirkan kapan ayah pensiun dari kantor yah bunda, karena kan ayah sudah tua,pasti tidak selamanya bisa menjalankan perusahaan, karena fakto usia juga, Natalia mana bisa menggantikan posisi ayah, apa sebaiknya perusahaan ayah akan dijalankan oleh Marsya yah, toh Marsya juga sebentar lagi mau menikah, pasti bisa membantu Marsya menjalankan perusahaan ayah supaya tidak bangkrut karena ada penerusnya" Lanjut Rangga yang mulai memikirkan nasip perusahaannya dan ingat alasan Marsya menggantikan posisinya Nando dikantor.


" Kata siapa Natalia tidak bisa? anak itu jika diajarin pasti bisa jadi pemimpin kok ayah, dicoba saja dulu kelayakan Natalia beberapa bulan menjalankan perusahaan ayah, jangan kasih ke Marsya dong, Marsya kan sudah ada dari Nando masa dari ayah juga dapat?" Tanya Iis kesal, karena Rangga langsung tawarin Marsya tanpa membahas dengan Natalia juga


" Baik lah, besok kita akan bahas ini bersama Natalia dan Marsya juga, karena keduanya punya hak yang sama, untuk menjalankan perusahaan ayah, sebagai penerus ayah" Lanjut Rangga, sejujurnya Rangga ragu minta Natalia menggantikan posisinya, karena dulu Natalia saja bekerja selama tiga tahun juga sering tidak masuk kerja, alasannya cape dan pusing, akhirnya mundur dari jabatan seketaris yang diberikan Rangga


" Nah begitu dong, ayah harus adil dengan anak kita, jangan terlalu mementingkan Marsya saja, Natalia juga punya hak yang sama" Lanjut Iis yang tidak akan membiarkan perusahaan besar milik Rangga harus dijalankan oleh Marsya, karena IIs takut jika Natalia tidak mendapatkan haknya semestinya

__ADS_1


Rangga cuman bisa berharap Natalia bisa seperti Marsya yang bisa membanggakan dengan menjalan kan perusahaan miliknya dan tidak mengalami kebangkrutan.


__ADS_2