
Marsya bangun tidur langsung pegang hanphone nya dan langsung menghubungi Lusi, Marsya ingat semalam bisa melihat Anisa pas vidio call bersama Anisa.
"Bunda angkat dong, Marsya mau lihat mamah nih" Ucap Marsya merasa tidak sabar, karena Lusi tidak angkat telefonnya sama sekali.
Marsya langsung keluar kamar dan langsung masuk kedalam kamar tamu, langsung Marsya rapihkan sebelum Anisa, Nando, dan Lusi. datang ke rumah.
Dilain sisi, Lucky minta temen temennya langsung razia cafe milik Citra pagi ini, karena melakukan Razia cukup lama dilakukan.
" Usahakan ibu Citra kita bawa karena dia cukup merisaukan orang orang disana, dan supaya cafe disana bisa langsung kita tutup" Ucap Lucky melihat temen temennya, yang sudah dilengkapi perlindungan diri
" Gawat dikamar perawatannya Anisa masih ada Eli nih, bagaimana apa kita ajak juga?" Tanya Boby yang baru ingat jika Anisa sekarang dijagain oleh Eli orang suruhannya Citra
" Jangan, jika ada masalah nantinya akan buka aibnya Anisa kasihan nantinya, biarin temennya Lucky yang bawa tapi kita suruh ke depan rumah sakit dulu supaya tidak membahayakan Anisa." Ucap Lusi yang bener bener ingin memastikan Anisa setelah pulang ke rumah, tidak akan ada masalah apapun dengan masa lalunya.
" Baik lah, disana ada temen saya kok, Eli pasti akan keluar kamar untuk beli makan dan disaat itu lah langsung kita bawa Eli jadi tidak akan menimbulkan masalah apapun" Lanjut Lucky yang sudah minta temennya untuk jagain Anisa didepan kamar perawatannya.
" Ooke sekarang kita berangkat" Ucap Nando yang langsung pegang tangannya Lusi, sejujurnya Nando tidak ingin ajak Lusi dalam situasi yang tegang seperti ini, tapi Lusi mau ikut karena ketemu langsung dengan Anisa.
Dilain sisi, Citra merasa panik mendengar suara teriakan dari luar cafe, Citra langsung perintah kan anak buahnya untuk kabur sebelum dibawa paksa oleh satpam.
" Kenapa ada razia sepagi ini, belum ganti baju dan bagaimana ini Eli dan Anisa ada di rumah sakit" Uucap Citra berusaha kabur dari pintu belakang
" Mau lari kemana kamu" Bentak Pihak berwajib yang sengaja jaga jaga dipintu belakang, saat Citra keluar dari pintu langsung kaget karena sudah ada pihak berwajib.
" Lepasin, kita bisa bicara baik baik pak" Ucap Citra berusaha melepaskan tangannya dari pihak berwajib yang pegang tangannya dengan kenceng
__ADS_1
Pihak berjawib tidak mendengar ucapan Citra sama sekali, dan langsung bawa Citra untuk masuk kedalam mobil yang sudah disediakan, Citra terus dan terus berusaha untuk dilepasin tangannya dan bisa kembali pulang. Citra melihat anak buahnya bannyak yang dibawa paksa oleh pihak berwajib.
" Kalian payah sekali sih, bisa dibawa paksa oleh mereka" Bentak Citra kesal, karena semua karyawannya dibawa paksa oleh pihak berwajib
' Maaf madam,di razianya masih pagi dan kita masih ada didalam kamar otomatis langsung dibawa madam, bagaimana nasipnya Eli dan Anisa madam?" Tanya Anak buahnya Citra merasa Anisa dan Eli hoki sekali disaat seperti ini mereka tidak ada di cafe
" Entah lah, tapi saya juga tidak rela jika mereka bisa bebas diluar sedangkan kita tidak bisa sama sekali" Lanjut Citra kesal, karena merasa apes sekali
Citra berusaha telefon temennya yang biasa membantu Ctira setiap mengalami hal seperti ini. Citra tidak akan tinggal diam membiarkan Eli dan Anisa ada diluar seperti ini.
Dilain sisi, Eli merasa ada yang ikutin disaat Eli jalan ke kantin rumah sakit, Eli melihat belakang ternyata ada laki laki yang pakai masker, topi, dan kacamata hitam ikutin Eli ke kantin rumah sakit.
" Kamu Eli yang dari cafe madam Citra kan? kamu ngapain disini? semalam saya ke cafe mau ketemu kamu tapi tidak ada sama sekali" Ucap Temennya Lucky pura pura, dan sengaja wajahnya tidak terlihat jelas oleh Eli
" Iyah saya Eli, saya disini lagi menunggu teman yang lagi sakit nih, maaf yah jika tadi malam saya tidak temani kamu makan malam" Ucap Eli berusaha santai, dan hati hati dalam berbicara karena Eli tidak ingin orang luar tahu pekerjaan Eli yang sebenarnya
" Sampai sore? apa tidak sampai jam makan siang selesai saja? saya takut jika madam Citra kesini tapi saya tidak ada di rumah sakit, bisa bisa saya dimarahin oleh madam" Lanjut Eli yang takut kelamaan bisa bisa dimarahin oleh Citra
" Boleh hayo" Lanjut Temennya Lucky setuju, dari pada rencananya gagal, karena Eli menolak diajak sampai sore
Eli senyum bahagia karena temani Anisa di rumah sakit dari kemarin mendapatkan job tambahan, dan membuat tabungan Eli lebih banyak dari biasanya, Eli ikut ajakan orang yang ngaku ngaku sering diajak makan bersama Eli.
Dari kejahuan beberapa pasang mata, senyum bahagia melihat Eli akhirnya bisa diajak pergi dari rumah sakit, membuat Lucky, dan Boby langsung nyusul ke kamar perawatannya Anisa.
" Alhamdulillah satu kuman sudah selesai kita bawa, dan sekarang bisa tenang membawa Anisa dari sini" Ucap Lucky merasa bersyukur karena dengan lancar membantu Lusi membawa pergi Anisa dari sini
__ADS_1
" Hayo kesana, mereka pasti sudah menunggu kedatangan kita" Ucap Boby merasa lega karena pekerjaannya sebentar lagi akan berahir
Boby dan Lucky langsung jalan menuju kamar perawatannya Anisa, dan kasih tahu Nando, Lusi, dan Uucok. jika sekarang Anisa sudah bisa dibawa pulang.
Dilain sisi, Satria setuju dengan ajakannya Marsya untuk tidak berangkat kerja hari ini, karena bantuin Marsya masak dan beli beberapa barang untuk Anisa sebagai surprise sambutan dari Marsya untuk Anisa.
" Wajah mamah kamu, mirip sekali dengan kamu yah sayang, pantesan saja Ayah dan bunda pergi diem diem untuk jemput mamah kamu" Ucap Satria melihat foto yang ada didalam hanphone nya Marsya
" Iyah sangat mirip,kemarin bunda dan mamah vidio call sebelum tidur, katanya mereka sore sampai sini sayang, tadi aku sudah bersihkan kamar tamu yang selama ini aku impikan menjadi kamarnya mamah." Ucap Marsya merasa bahagia sekali karena impiannya terwujud
'Aku ikut seneng melihat kamu bahagia seperti ini sayang" Lanjut Satria ikut seneng karena akhirnya sebentar lagi Marsya bisa ketemu lagi dengan ibu kandungnya
Marsya dan Satria masak bersama untuk menyambut kedatangan orang tuanya Marsya yang sekarang masih ada diluar kota
Dilain sisi, Dokter melakukan pemeriksaan terakhir untuk Anisa, Dokter bilang jika Anisa sudah boleh pulang dan kondisinya sudah stabil.
" Selamat yah bu akhirnya anda pulang juga dan anda bisa ketemu lagi dengan putri yang anda rindukan, saya sudah mendengar tentang anda dari orang orang disini" Ucap Dokter ikut bahagia melihat pasiennya bahagia karena bisa ketemu lagi dengan anak yang terpisah lama selama ini
' Alhamdulillah dokter, yah sudah sekarang kita pergi dari sini, pasti kalian ingin ketemu Marsya kan" Ucap Lucky yang tidak sabar melihat temen temennya pulang dengan aman
" Apa kamu tidak ingin ikut ke sana?" Tanya Ucok melihat Lucky yang masih pakai baju kerjanya
" Jangan sekarang, tapi lain kali saja, karena nanti Marsya akan curiga melihat saya ikut kalian kan. selamat menikmati kebahagian keluarga kalian" Lanjut Lucky yang sejujurnya rindu dengan Marsya, tapi tidak mungkin ikut sekarang karena masih hari kerja
" Terimakasih pak Lucky atas bantuannya dari awal sampai sekarang,maaf sudah merepotkan pak Lucky dan temen temennya pak Lucky untuk saya bisa kembali bertemu dengan putri saya" Ucap Anisa merasa bahagai dan tidak menyangka jika Anisa akhirnya bisa ketemu lagi dengan Marsya seetelah sekian lama
__ADS_1
" Sama sama Anisa, yah sudah mari kita tinggalkan rumah sakit ini dan kita kebandara supaya kalian bisa kembali ke rumah" Lanjut Lucky sejujurnya menyukai senyumnya Anisa sangat manis, tapi Lucky tidak ingin menyakiti perasaan istrinya untuk mengagumi perempuan lain dengan berlebihan.
Lusi langsung bantuin Anisa untuk berdiri dan jalan keluar dari rumah sakit, Nando ikut senang melihat Lusi begitu perhatian ke Anisa membuat Nando semakin senang menolong Anisa bisa ketemu lagi dengan Marsya. Ucok melihat Nando dan Lusi akhirnya bisa ketemu dengan Anisa itu artinya pekerjaan Ucok akhirnya berakhir juga dengan pencarian Anisa. Boby merasa bahagia sekali akhirnya perempuan yang sudah mengisi harinya beberapa kali akhirnya bisa ikut ke Jakarta dan ketemu dengan Marsya, Boby berusaha untuk tidak terlalu nafsongg melihat Anisa demi tetep bisa bekerja ditempatnya Nando dan tidak melakukan kesalahan apapun.