KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
Selamat datang


__ADS_3

Satria dan Marsya menyambut kedatangan kelima orang tuanya Marsya sekaligus, membuat Satria merasa bahagia sekali karena keinginannya semuanya bisa berkumpul seperti ini.


" Selamat datang mertua kesayangan Satria, hayo silahkan duduk semuanya." Ucap Satria bahagia sekali, karena bisa ketemu langsung dengan Iis sebelum acara pernikahannya dimulai bersama Marsya.


" sayang, kenalin ini pak Nando dan bu Lusi Orang tua angkatnya Marsya, yang akan menjadi keluarga kita." Ucap Rangga memperkenalkan Nando dan Lusi ke Iis.


" Salam kenal, terimakasih sudah menerima Marsya dengan baik, semoga kita semua bisa menjadi keluarga yang akur, kompak, dan bisa membahagiakan Marsya dan keluarga kecilnya" Ucap Nando berharap Iis tidak menyakiti fisik maupun hatinya Marsya dengan ucapannya


"Oh orang ini, yang membuat Marsya bisa kaya mendadak seperti sekarang ini, jika bukan karena dia, Marsya tidak akan hidup seenak ini. tampan juga pak Nando" Batin Iis mengagumi ke tampanan Nando, walaupun sudah berumur tapi Nando masih terlihat tampan dan badannya masih tegap.


" Salam kenal juga pak Nando dan bu Lusi semoga kita bisa saling berbagi yah, bisa menjadi keluarga yang kompak." Ucap Iis kagum dengan ketampanan Nando.


" Hayo dinikmati semuanya makanan yang sudah, Satria siapkan setelah makan kiya akan ngobrol ngobrol bersama sebelum kembali kekantor." Ucap Marsya, Marsya bahagia sekali akhirnya bisa makan siang bersama orang tua tanpa terkecuali.


" Iyah ka Marsya, Selamat makan " Ucap Natalia ramah, Natalia memperhatikan Satria terus.


Satria, Marsya, Natalia, dan orang tuanya Marsya langsung menikmati makanan yang sudah dipesan oleh Satria, Satria melihat Marsya berusaha akrab dengan ibu dan adik tirinya, merasa senang karena Marsya berusaha tidak menjaga jarak samasekali.

__ADS_1


" Satria,katanya ada yang mau dibahas ke semua?" Tanya Nando mulai ajak bicara saat makanan sudah selesai dimakan.


" Begini, kan rencananya mamah dan papah juga mau menikah kan, nah yang mau Satria bahas ke kalian,kapan pernikahan dilaksanakan? karena kita berdua sepakat pernikahan kita dilaksanakan setelah mamah dan papah resmi menikah, terus yang membaca ijab kabul didepan penghulu siapa? dan waktu bergantian duduk diatas pelaminan saat kita menikah, karena Marsya ingin sekali semuanya bisa ada diatas pelaminan saat resepsi pernikahan kita, mamah, papah, dan bunda, terus bunda dan ayah juga harus ada diatas pelaminan juga. Satria mau tanya tentang itu?" Tanya Satria dengan serius, karena Satria berusaha bersikap adil ke semua orang tuanya Marsya


" Marsya tidak mau tidak ada yang duduk diatas pelaminan, karena Marsya sayang semuanya, oleh karena itu Marsya mau bersikap adil ke semuanya" Ucap Marsya terus terang, walaupun Iis ibu tiri tapi Marsya berusaha menghargai Iis sebagai istri pertama Rangga membuat Marsya memperbolehkan Iis hadir.


" Kalo saat ijab kabul, jelas papah yang punya hak, karena ayah kandung kamu yang bisa hadir, beda jika meninggal dunia pasti otomatis ayah yang gantian posisi ayah." Ucap Nando berusah sadar diri, dan tidak mau mengambil haknya Rangga karena mau bagaimana pun Rangga ayah kandungnya


" Terimakasih Nando sudah memberikan ijin untuk saya, melakukan ijab kabul diacara pentingnya Marsya, soal pernikahan papah dan mamah, cukup acara ijab kabul saja yang penting sah dimata agama dan negara, supaya tidak terlalu lama menunggu giliran kalian menikah,bagaimana Anisa apa kamu setuju jika kita acara ijab kabul saja?" Tanya Rangga melihat Anisa, karena acara pernikahannya bareng dengan pernikahan Marsya dan Satria, akhirnya Rangga berusaha mengalah


" Tidak masalah, bagaimana kalo kita yang ijab kabul duluan baru mereka, dihari yang sama? sepertinya seru tuh, soal yang duduk diatas pelaminan, biar saja Nando dan Lusi saja dulu, saat kita bertiga sore sampai malam bagaimana?" Tanya Anisa yang ingin pernikahannya dilaksanakan bareng dengan pernikahan Marsya dan Satria, Anisa mengijin kan Nando dan Lusi yang duluan duduk diatas pelaminan


" Marsya mau seperti itu tidak sayang?" Tanya Satria melihat Marsya


" Boleh sayang, biar seru di masjid ada dua pengantin yang ijab kabul dan diatas pelaminan juga, terimakasih mah memberikan ijin untuk ayah dan bunda duluan yang ada diatas pelaminan." Lanjut Marsya bahagia sekali, akhirnya Nando dan Lusi mendapatkan hak yang sama.


" Duh, ngapain sih kasih ide nikah dihari yang sama, bikin malu saja mereka ini, tapi jika dilarang bahaya huh" Batin Iis kesel, karena pernikahan Rangga dan Anisa dibarengi dengan pernikahan Marsya dan Radit.

__ADS_1


" Yah sudah Satria, bearti kita sama sama ke kantor KUA urus pernikahan kita, biar perempuan perempuan kesayangan kita yang urus resepsi pernikahan keinginan mereka dan baju yang dipakai saat diatas pelaminan mereka yang menentukan, biar mereka bahagia." Lanjut Rangga merasa lega karena hari pernikahannya sudah ditentukan dan digabung bersama pernikahannya Marsya dan Satria.


" Saya akan memberikan empat tiket bulan madu untuk kalian, dua tiket bulan madu untuk Rangga dan Annisa, dan yang satu buat anak anak bulan madu." Lanjut Nando yang ingin memberikan kado pernikahan untuk Rangga, Anisa, Satria, dan Marsya.


" Kok cuman dua sih? Saya nya tidak dikasih?" Tanya Iis yang kesel, karena jalan jalan tapi dirinya tidak diajak sama sekali, Iis tidak peduli dianggap mengganggu pengantin baru, yang penting bisa menikmati jalan jalan bersama Rangga juga. Enak saja mau nikah minta restu, disaat jalan jalan diabaikan begitu saja.


" Iyah nya om, masa bunda saya ditinggal sendirian, disaat ayah dan mamah jalan jalan sih? Yang adil dong, kan mereka bisa menikah juga karena restu istri pertama jika tidak direstui mana bisa mereka menikah dan rujuk?" Tanya Natalia sengaja, Natalia rela tidak ikut jalan jalan demi kerja, yang penting Iis ikut jalan jalan bersama Rangga dan Anisa.


" Oh yah, baik lah akan saya tambah, havefun buat kalian setelah menikah nanti" Lanjut Nando berusaha mengerti, dan merasa bersalah kasih cuman dua tiket seharusnya tiga supaya bisa adil. Dan tidak ada rasa cemburu diantara Iis dan Anisa.


" Ngapain sih ikut bulan madu, tidak bisa membiarkan waktu berdua sama sekali, padahal dia bisa jalan jalan setelah bulan madu juga." Batin Rangga yang ingin memiliki waktu berdua saja, mumpung momentum nya sangat tepat, jalan jalan setelah menikah, menikmati waktu berdua saja tanpa ada yang ganggu sama sekali, walaupun yang ikut istri pertama tapi merasa terganggu.


" Alhamdulillah, jika semuanya setuju pernikahan dilaksanakan bersamaan, resepsinya juga dilakukan bersamaan, dan ayah bunda dapet kesempatan untuk hadir diatas pelaminan pertama kali tiba di gedung pernikahan." Lanjut Marsya bahagia sekali, karena keinginannya semua tercapai.


Satria, Rangga, Anisa, Nando, dan Lusi. Ikut bahagia mendengar Marsya bahagia karena pernikahannya Rangga dan Anisa dilaksanakan bersama pernikahannya juga. Beda dengan Iis dan Natalia yang tidak terlalu peduli dengan perasaan Marsya sekarang, yang penting Iis bisa ikut jalan jalan gratis dari Nando selama Rangga dan Anisa jalan jalan bulan madu.


....................TAMAT.......................... TAMAT...................... TAMAT............................... TAMAT....................TAMAT...........

__ADS_1


Terimakasih yang sudah membaca karya saya sampai episode ini, saya akan menambahkan ekstra part sampai 6 episode tambahan. Happy ending


__ADS_2