
Lusi membantu Marsya untuk siap siap berangkat ke peresmiannya Marsya sebagai penggantinya Nando di perusahaannya, selama ini Marsya sudah mempelajari apapun yang dikerjakan oleh Nando, bahkan Marsya sering bantuin Nando mengerjakan proyeknya demi menguasai pekerjaan yang nantinya akan Marsya kerjakan.
" Anak bunda sudah cantik, dengan pakaian formalnya dan makeup nya membuat Marsya semakin cantik." Ucap Lusi merapihkan rambutnya Marsya
" Terimakasih bunda sudah bantuin Marsya siap siap, Marsya gugup sekali, harus bicara didepan banyak orang nantinya." Ucap Marsya yang takut salah saat pidato nanti
" Tenang saja sayang, jangan terlalu gugup yah, baca pidatonya juga santai saja oke." Ucap Lusi tidak menyangka anak angkatnya sudah dewasa
" Iyah bunda pasti kok, yah sudah Marsya rapih kan dulu yah kertas untuk pidatonya supaya tidak ketinggalan ke di rumah." Lanjut Marsya langsung merapihkan kertas yang ada di meja belajarnya dan dimasukin kedalam tasnya.
Lusi ngajak Marsya untuk keluar dari kamarnya, dan gabung bersama Nando dan Ucok yang akan ikut ke kantor, acara peresmian jabatannya Marsya hari ini.
Dilain sisi, anak buahnya Ucok sudah menyebar di setiap kota yang ada di Indonesia, dan sewa beberapa orang untuk membantu pencarian Anisa, awalnya minta bantuan pihak berwajib tapi tidak jadi dilakukan karena kwartir akan ada masalah untuk mencari keberadaan orang tuanya Anisa.
" Kita akan cari ke setiap daerah daerah, jika kalian menemukan orang ini dalam kondisi baik baik, akan saya berikan bonus, ingat jangan bikin masalah yah." Tegas bodyguard nya Ucok, yang sudah dilengkapi perlindungan diri oleh Ucok
" Beres pak, kita akan hati hati pak." Tegas orang suruhan bodyguard nya Ucok
" Yah sudah kalian berpencar yah, saya disini untuk jualan, jika ada kabar kasih tahu saya." Lanjut bodyguard nya Ucok, memilih jualan kopi kelliling dan rokok, supaya mempermudah pencarian
" Siap" Lanjut Orang suruhan bodyguardnya Ucok
__ADS_1
Bodyguard nya Ucok langsung sibuk dengan hanphone nya untuk kasih kabar ke Ucok jika dirinya sudah sewa beberapa orang untuk membantunya, mencari keberadaan Anisa di kota pertama dikunjunginya
Dilain sisi, Anisa merapihkan baju kotornya untuk di laundry karena Anisa tidak pernah cuci baju sama sekali, karena dilarang oleh Citra, jika anak buahnya dilarang mencuci sendiri bajunya.
" Baju terakhir ketemu dengan Marsya masih ada, mungkin suatu saat akan pakai baju ini lagi, pas ke Jakarta dan berharap bisa dengan cepat ketemu dengan Marsya lagi" Batin Anisa merapihkan baju lama nya dan langsung angkat cucian kotornya untuk dicuci ditempat laundry
Anisa tidak ingin terlalu lama melihat bajunya bisa bisa kembali mellow, meratapi kesalahan dan kesedihannya.
Dilain sisi, Ucok mempersilahkan Nando, Lusi, dan Marsya. naik keatas panggung, untuk menyaksikan pidato yang akan diberikan leh Nando dan terakhir pidato yang diberikan oleh Marsya sebagai CEO penggantinya Nando.
" Terimakasih kalian sudah menjadi orang tua sempurna untuk Marsya, karena ayah Nando dan bunda Lusi Membuat Marsya bisa selesaikan pendidikan Marsya sampai selesai, Marsya sengaja minta ayah Nando untuk menggantikan posisi jabatannya disaat Marsya baru selesai kuliah, sebagai bakti seorang anak ke orang tua dan tidak membiarkan ayah Nando cape bekerja lagi, biarkan Marsya yang mulai bekerja secara profesional diperusahaan ini, atas ijin ayah Nando insya allah Marsya mampu menjadi seorang pemimpin yang bijaksana dan bisa membuat perusahaan ini jauh lebih berkembang lagi." Ucap Marsya menyampaikan pidatonya, dengan tenang dan jelas.
Suara tepuk tangan meriah terdengar jelas didalam ruangan aula, di hadiri karyawannya Nando, yang menyaksikan serah terima jabatan untuk Marsya, karyawannya Nando tidak ragu dengan keputusan Nando untuk Marsya menggantikan jabatannya, karena hasil pekerjaannya Marsya selama ini sangat membanggakan.
" Terimakasih nak, sudah mau menggantikan ayah di perusahaan ini, dan tidak ingin melihat ayah sibuk bekerja lagi. ayah percaya Marsya pasti mampu menjalan kan perusahaan ini dengan baik" Ucap Nando optimis jika Marsya bisa menjalan kan perusahaannya
" Insya allah ayah, dibantu dengan karyawan yang rajin bekerja, insya allah Marsya juga bisa" Llanjut Marsya optimis, tidak ingin mengecewak siapapun terutama Nando dan Lusi
" Jika suatu saat ibu kandung Marsya melihat anaknya seperti ini, pasti ikutan bangga dan bahagia karena harapan anaknya memiliki kehidupan yang lebih baiknya terwujud dengan baik. Marsya anak yang baik, rajin, dan cerdas. layak mendapatkan masa depan yang baik seperti ini" Batin Lusi merasa bahagia karena mampu mewujudkan keinginan orang tuanya Marsya.
Lusi ingat awal awal mengurus Marsya tidak lah sulit, karena Marsya tipe anak yang pendiam dan penurut, membuat Lusi tidak tega jika mengurus Marsya dengan kasar dan seenaknya, Lusi berusaha menjadi orang tua angkat yang sabar dan baik untuk Marsya dalam ucapan maupun sikap.
__ADS_1
Suara tepuk tangan para tamu undangan, semakin meriah saat Nando dan Marsya potong pita, sebagai simbol Marsya resmi menggantikan posisinya Nando, setelah acara peresmian selesai, membuat Marsya menghampiri Satria dan kedua orang tuanya yang hadir dalam peresmian jabatannya.
" Selamat yah Marsya menjadi CEO muda, tidak sabar melihat kamu setiap hari sibuk dengan pekerjaannya, kita saingan mendapatkan proyek, dan bisa kerjasama dalam menjalan kan proyek," Ucap Satria senyum manis melihat Marsya yang hari ini, pertama kalinya memakai baju formal terlihat sangat cantik
" Terimakasih Satria atas pujiannya, iyah nih mulai besok akan sibuk dengan pekerjaan, dan setiap pulang kerja selalu ajak ayah dan bunda jalan jalan, menikmati masa tuanya" Ucap Marsya yang ingin memanjakan kedua orang tua angkatnya.
" Tentu boleh sayang, dengan senang hati" Ucap Nando, yang akan merasakan seharian di rumah, tanpa bekerja sama sekali.
" Selain ini, ada peresmian yang akan Marsya hadiri sekarang bersama pak Nando, bu Lusi, dan Marsya. sekarang mari ikut saya, jika Satria dan orang tuanya mau lihat boleh ikut sekarang" Ucap Ucok, yang sudah mendapatkan kabar, jika makanan untuk menyambut rombongan Ucok sudah siap
" Peresmian apa om? memangnya ayah siap kan apa untuk Marsya?" Tanya Marsya heran langsung melihat Ucok dan Nando
" Nanti juga kamu akan tahu nak, hayo kita sekarang ke sana" Lanjut Nando yang tidak sabar mau melihat reaksi Marsya
" Wah ada surpirize nih, saya juga jadi tidak sabar mau melihatnya juga om." Lanjut Satria ikutan penasaran, karena orang tuanya Marsya menyiapkan sesuatu untuk Marsya
" Nanti juga Satria akan tahu kok, yah sudah mari ikut kita sekarang." Ucap Ucok sengaja ajak keluarganya Satria juga, karena Satria sudah dianggap bagian dari keluarganya Nando.
" Hayo lah, saya juga penasaran, karena tidak ada yang kasih tahu sebelumnya jika menyiap kan sesuatu untuk saya" Lanjut Marsya semakin penasaran, karena Ucok, Nando, dan Lusi. tidak ada yang cerita maksud ucapannya Ucok tadi
Lusi langsung gandeng tangannya Marsya untuk ajak Marsya jalan, supaya tidak semakin penasaran dengan ucapan Ucok tadi, membuat Marsya dengan pasrah ikuti Lusi jalan walaupun tidak dikasih tahu mau kemana tapi Marsya tetep ikutin saja.
__ADS_1
Satria dan kedua orang tuanya langsung ikut ke tempat peresmian yang dimaksud oleh Ucok tadi, walaupun Satria juga penasaran mau diajak kemana, karena tidak dikasih tahu sama sekali peresmian apa yang disiap kan oleh orang tuanya Marsya untuk Marsya sekarang