KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
Ini untuk kalian


__ADS_3

Marsya memberikan beberapa lembar uang merah untuk anak jalanan, setelah mendapatkan makanan keinginan mereka. membuat anak jalanan senang menerima pemberiannya Marsya.


" Beneran ka, ini untuk kita?" Tanya anak jalanan, bahagia menerima pemberian dari Marsya


" Beneran, kalian bagi bagi ke saudara atau temen temen kalian yah." Ucap Marsya, Marsya merasa anak jalanan ini nasipnya jauh lebih beruntung dari pada Marsya kecil, yang merasa diasingkan dan hidup sederhana.


" Terimakasih Kaka baik, kalo begitu kita permisi dulu." Lanjut anak jalanan, senang menerima pemberian dari Marsya dan langsung pulang dari pada melanjut kan ngamen apa lagi sudah mendapat kan banyak dari Marsya hari ini.


" Aku bahagia sekali melihat mereka senyum sayang" Ucap Satria yang cuman jadi penonton setia, Satria selalu merasa bahagia melihat Marsya selalu berbagi dengan orang lain.


' Sama sayang, kehidupan kekurangan mereka tapi masih bisa menikmati kebebasan mereka sayang. aku merasa kebebasan seperti mereka setelah ketemu dengan ayah Nando dan bunda Lusi sayang, sebelum ketemu mereka hidup aku seperti dikurung didalam rumah, dengan alasan yang masuk akal sayang." Lanjut Marsya selalu ingat alasan Anisa yang selalu ingat Anisa melarangnya main dengan alasan yang bisa dimengerti walaupun terpaksa dijalanin.


" Iyah sayang, kamu pernah cerita dan Alhamdulillah sayang kamu sudah merasa kan kebebasan kan sayang, sayang lanjut jalan jalan yuk, aku ingin kita melanjut kan jalan sebelum mengantar kamu pulang." Lanjut Satria yang melihat isi piringnya sudah kosong.


Marsya langsung berdiri dan membayar makanan yang dimakannya tadi, Marsya menolak Satria untuk membayar makanan tadi. membuat Satria setuju dengan permintaan Marsya tadi.


Dilain sisi, Anisa mulai mencuci bahan bahan untuk membuat ikan pepes, dan membersihkan sayuran untuk membuat gado gado besok. diberikan ke Boby saat sampai di cafe.


" Alhamdulillah sudah bersih semua, dan pekerjaan juga sudah selesai. waktunya istirahat deh, lumayan untuk bikin badan ini terasa lebih rileks" Batin Anisa langsung merapih kan bahan masakannya dan dimasukin ke dalam kulkas


Anisa melihat dapur sudah bersih langsung jalan ke kamarnya untuk istirahat, saat Anisa jalan tiba-tiba langkahnya dihentikan oleh Citra membuat Anisa memasang wajah semanis mungkin.


" Ada apa madam?" Tanya Anisa melihat Citra yang datang bersama laki laki asing


" Temani dia makan yah, dia maunya dengan kamu." Ucap Citra kasih tahu yang ingin ditemani makan oleh Anisa

__ADS_1


" Baik lah, mari ikut saya" Ucap Anisa berusaha santai, sejujurnya Anisa ingin sekali istirahat, tapi Anisa sama sekali tidak berani menolak perintahnya Citra


Anisa memasang wajah semanis mungkin, dan ajak laki laki disampingnya Citra untuk makan malam bersama.


Dilain sisi, Lusi melihat kalender di handphone nya, dan langsung ingat kan Nando untuk ke tempatnya Anisa supaya bisa ketemu dengan temennya Lusi.


" Kita kesannya bilang saja ada urusan sebentar, mungkin nginep dua hari, Bik Sumini yang akan temani Marsya di rumah tanpa ada kita bunda." Ucap Nando yang baru kepikiran alasan ke Marsya, karena tidak mungkin bilang ke Marsya mau membahas Anisa


" Yah sudah nanti kita bilang seperti itu ke Marsya, biar tidak curiga yah sayang, oh yah setelah ketemu apa Anisa tinggal disini atau kita bukain toko?" Tanya Lusi yang memikirkan tempat tinggal untuk Anisa, setelah tiba di rumahnya.


" Apa disini saja sayang? kalo toko biasa mau saja sih, cuman kalo tempat tinggal harus siap ikhlas melihat Marsya sepenuhnya tinggal bersama Anisa? sedangkan ke kita yah kadang kadang saja? aku sendiri setuju nya disini saja sayang, sekalian lindungi Anisa takut kenapa kenapa perempuan itu?" Tanya Nando yang tidak siap membagi waktu kebersamaan dengan Marsya


" Yah sudah deh, tinggal disini saja sayang, soal tempat usaha buat Anisa yah aku setuju, aku tidak siap membagi waktu Marsya dengan orang tua kandungnya walaupun hak Anisa bersama Marsya, tapi bunda tidak siap kehilangan Marsya sayang." Lanjut Lusi yang tidak ingin sehari tanpa Marsya


Lusi setuju dengan keinginannya Nando, membersihkan kamar kosong untuk dijadikan kamarnya Anisa selama tinggal di rumahnya.


Dilain sisi, Marsya merasa bahagia sekali setelah pulang kerja, langsung jalan jalan bersama Satria dan bisa berbagi dengan sesama.


" Hati hati dijalan yah sayang, sampai ketemu besok dan terimakasih untuk hari ini." Ucap Marsya senyum manis melihat Satria


" Iyah sayang, selamat istirahat yah, tidur yang cukup yah sayang, dan sampai besok juga, aku jemput yah." Ucap Satria yang mulai menyalakan mobilnya.


Marsya ngangguk, mundur selangkah dan membiarkan Satria pergi meninggalkan rumahnya, Marsya langsung masuk kedalam rumahnya setelah Satria pergi jauh.


Dilain sisi, Anisa menahan perih dikedua pipinya, Anisa sejujurnya sudah tidak kuat dengan pekerjaannya seperti ini, setiap kali mendapat kan tamu, ada saja tamu yang hobi pukul Anisa tanpa sebab.

__ADS_1


" Kamu kenapa?" Tanya Citra penasaran melihat wajahnya Anisa penuh dengan luka.


" Saya dapat pelanggan yang hobi mukul madam, padahal saya sudah melakukan pekerjaan dengan baik tapi masih saja di pukul seperti ini." Ucap Anisa berusaha santai dan menahan sakit di kedua pipinya.


" Yah sabar saja hadapi laki laki aneh, yang penting kan bayarannya mahal. wajah sakit seperti itu bisa sembuh kok Anisa dengan diobati kan, sudah sana diobatin dan istirahat supaya besok badan kamu lebih enakan." Ucap Citra yang cuek, karena sudah biasa laki laki aneh seperti itu melukai sebelum olahraga panas.


" Astaga, tega sekali perempuan ini" Batin Anisa kesel, karena selama ini jika Anisa luka luka, pasti Citra bicara seperti itu dan tidak ada rasa peduli sama sekali.


" Yah madam, baik lah, saya istirahat kalo begitu permisi" Lanjut Anisa berusaha santai, tidak emosi denger ucapan Citra.


Anisa langsung masuk kedalam kamarnya, untuk obati luka luka di wajah dan siap siap untuk tidur karena seharian Anisa banyak pekerjaan membuat Anisa merasa lelah.


Dilain sisi, Marsya merasa heran karena kedua orang tuanya, memutus kan untuk keluar kota, membuat Marsya sedih dua hari harus tinggal bersama Bik Sumini.


" Marsya kan sudah kerja sayang,masa ikut bersama kita sih? lagian besok kan bukan hari Sabtu sayang." Tanya Lusi yakini Marsya untuk tidak ikut


" Betul sayang, lagian kita cuman sebentar saja kok perginya, tidak akan lama lama sayang, tidak masalah cuman dua hari yah." Tegas Nando yang sejujurnya tidak tega membuat Marsya sendirian di rumah


" Baik lah ayah dan bunda, jika besok kalian mau pergi, insya Allah Marsya bisa sendirian di rumah tanpa kalian." Ucap Marsya berusaha tidak paksa ikut, karena Marsya sadar sudah punya tanggung jawab yang tidak bisa ditinggal seenaknya.


" Yah sudah mandi dan istirahat yah sayang, sudah malam dan besok kan kembali bekerja yah." Lanjut Lusi rangkul bahunya Marsya


" Selamat istirahat ayah dan bunda." Lanjut Marsya senyum ramah sebelum pergi


Marsya dengan berat hati turutin keinginan Nando dan Lusi untuk pergi selama dua hari, meninggal kan Marsya di rumah sendirian

__ADS_1


__ADS_2