KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
Makanan pertama yang pasti di rindukan


__ADS_3

Ucok langsung turun dari pesawat pribadinya Nando, dan melihat Nando dan Lusi sudah menunggu kedatangan Ucok.


" Apa Anisa curiga?" Tanya Nando melihat Ucok


" Tidak sih pak, biasa saja pak, ini pak makanan pertama yang pasti dirindukan oleh Marsya." Ucap Ucok memberikan makanan yang dibawanya ke Lusi.


" Iyah pasti sangat rindu, yah sudah sekarang kita ke kantor dan makan ini bersama sama, untungnya Boby tadi minta banyak lauknya jadi kita bisa makan bersama." Ucap Lusi yang tidak sabar mau coba masakan Anisa.


Nando langsung ajak Lusi, dan Ucok keluar dari bandara untuk jalan ke kantor, supaya bisa bersama sama menikmati makanan buatan Anisa.


Dilain sisi, Boby yang sudah tidak tahan menahan nafsongnya, akhirnya ngajak Anisa olahraga bersama membuat Anisa senyum lega dan puas, akhirnya tamu yang menolak diajak olahraga bersama akhirnya minta juga.


" Lama kelamaan juga tidak kuat kan" Batin Anisa penuh kemenangan,walaupun Anisa tidak pernah memaksa pengunjungnya tapi jika sudah didalam kamar, tentunya tidak lah enak jika cuman ngobrol biasa.


" Luar biasa sekali Anisa" Ucap Boby naik naik kepuncak gunung, sambil menggerakkan pinggangnya dengan pelan.


" Aaaahhh, memang luar biasa dong, dari pada cuman nonton dan makan biasa aja." Desa han Anisa sengaja dibuat merdu, membuat Boby semakin semangat menggerakkan pinggangnya.


" Astaga, maafkan saya pak Nando saya tidak bisa menahan diri. perempuan ini sungguh luar biasa." Batin Boby menyesal tapi, sangat menik mati apa yang diinginkan Boby sendiri.


Boby terus ngajak Anisa untuk olahraga bersama, membuat Anisa nurutin apapun yang diinginkan Boby selama olahraga bersama.


Dilain sisi, Marsya merasa bahagia sekali melihat Nando, Lusi, dan Ucok. masuk kedalam ruangannya sambil bawa makanan dan beberapa minuman segar.

__ADS_1


" Bagaimana pekerjaan hari ini? apa mengalami kendala?" Tanya Nando melihat Marsya, yang masih berdiri dimeja kebesarannya


" Alhamdulillah tidak ada ayah, tadi clien yang seharusnya dapat dengan om Ucok, sudah diganti oleh Marsya tadi." Ucap Marsya yang langsung jalan menuju orang tuanya.


" Maafin saya yah Marsya, karena ada pekerjaan mendadak, buat saya tidak ada di kantor pagi sampai siang ini." Ucap Ucok merasa tidak enak, membuat Marsya kerja sendirian di hari pertamanya.


" Yah tidak masalah om, terus kalian bawa makan apa?" Tanya Marsya penasaran, karena mendadak orang tuanya ngajak makan bersama.


" Bawa gado gado,ikan pepes dan sambal terasi." Ucap Lusi, Lusi mendapat kan cerita dari Boby jika masa kecilnya Marsya sering dikasih gado gado oleh Anisa.


" Tumben sekali bawa makanan itu?" Tanya Marsya merasa heran, karena Nando dan Lusi tidak pernah makan Gado gado dan ikan pepes sama sekali.


" Iyah sayang, lagi kepingin saja, hayo kita makan." Lanjut Lusi, Lusi sudah selesai merapihkan makanan yang dibawanya.


" Enak sekali masakan ini, masakan sederhana ini enak sekali." Batin Nando yang baru pertama kalinya makan gado gado dan ikan pepes.


" Makanannya enak sekali, bunda dan ayah beli dimana makanan ini? Marsya mau beli lagi besok?" Tanya Marsya jadi ketagihan makan masakan Anisa.


" Besok, astaga bagaimana ini apa Anisa mau membuat kannya lagi?" Batin Nando panik, karena Marsya menginginkan nya lagi.


" Tentu bisa Marsya, om Ucok akan belikan besok." Ucap Ucok dengan lantang, tidak tega menolak keinginan Marsya apa lagi baru pertama kalinya makan masakan Anisa.


" Yah baik lah, Ucok besok tolong belikan lagi yah." Ucap Lusi yang mengerti maksud Ucok, Lusi sendiri tidak tega menolak keinginan Marsya

__ADS_1


" Loh kenapa harus om Ucok yang beli? Marsya sendiri bisa kok yang beli, memangnya beli dimana?" Tanya Marsya penasaran dan heran, kenapa harus Ucok yang repot repot beli


" Biarin saja om Ucok yang beli, sekarang kita lanjutin makan yah sayang." Lanjut Nando yang tidak ingin Marsya bingung karena kenapa harus Ucok yang beli gado gado.


Marsya langsung menikmati lagi gado gado, dan ikan pepes nya, walaupun penasaran tapi tidak ingin membahas lagi jika kedua orang tuanya tidak ingin membuat Marsya repot beli gado gado nya


Dilain sisi, Boby baca chat dari Ucok langsung merasa bahagia sekali, karena Boby akan melakukan olahraga bersama Anisa lagi besok.


" Anisa besok saya pesan gado gado dan ikan pepes lagi yah, kata temen saya masakan kamu enak sekali." Ucap Boby tangan nya masih betah naik naik kepuncak gunung.


" Temen kamu? terus kamu sendiri tidak menikmati masakan saya?" Tanya Anisa merasa heran, karena yang pesen siapa tapi yang makan siapa.


" Sudah lah, tolong dibuat kan lagi yah, kalo buat besok satu porsi saja yah. yah sudah selesai waktu saya, yah sudah saya pulang dulu terimakasih untuk hari ini yah Anisa, dan sampai ketemu besok lagi." Ucap Boby mencium wajahnya Anisa dan langsung pergi begitu saja, tanpa menunggu Anisa menjawab pertanyaan nya.


" Baik lah Boby, walaupun aneh tapi tetep saya buatkan besok.' Lanjut Anisa, Anisa siap siap untuk membersihkan badannya sebelum ada tamu baru yang datang.


Dilain sisi, Nando dan Lusi memperhatikan Marsya, yang mulai fokus dengan kerjaannya membuat Nando bangga melihatnya.


" Marsya bener bener membanggakan yah bunda, tidak meninggalkan pekerjaannya walaupun ada kita disini." Ucap Nando melihat Marsya yang mulai sibuk dengan berkas berkas yang ada di meja.


" Iyah ayah, Marsya ikutin sifatnya Ayah yah, yang rajin dan tidak seenaknya dengan pekerjaannya. bunda juga bangga sekali melihatnya sayang, tidak sia sia memberikan kepercayaan besar ke Marsya yah" Ucap Lusi, yang ikut bangga melihat Marsya, yang tidak keganggu dengan keberadaan Nando dan Lusi.


Lusi ambil foto Marsya yang lagi sibuk dengan pekerjaannya, dan minta Boby jadikan Story nya, nomor handphone Boby memang sengaja disiapkan hanya untuk ngobrol ke Anisa saja, bukan ke orang lain.

__ADS_1


__ADS_2