KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
Kenapa pada diam


__ADS_3

Nando ngajak Marsya, Lusi, dan Anisa. menikmati masakan Marsya karena Nando sebentar lagi berangkat kerja. membuat Marsya langsung diam dan menikmati sarapannya, Marsya bener bener kesel dan semakin penasaran siapa sebenarnya ayah kandungnya dan kenapa Nando, Lusi, dan Anisa. seperti menutupi identitas ayah kandungnya.


Setelah makan Lusi anterin Nando ke depan pintu untuk Nando masuk kedalam mobil.


" Bunda, apa sebaiknya kita kasih tahu yang sebenarnya, ayah tidak tega melihat Marsya penasaran seperti ini sayang?" Tanya Nando melihat Lusi yang berdiri didepannya.


" Itu tergantung dari Anisa sendiri ayah, mau sampai kapan menutupi rahasia ini dari Marsya, karena kita tidak punya hak untuk kasih tahu yang sebenarnya ke Marsya." Ucap Lusi pelan, supaya Marsya tidak denger pembicaraan bersama Nando.


" Yah semoga saja Anisa mau jujur, karena sepahit apapun masa lalu tetep saja Marsya punya hak tahu yang sebenarnya sayang." Lanjut Nando, Nando langsung masuk kedalam mobil.


"Baik lah ayah, nanti akan bunda bahas langsung ke Anisa pas Marsya lagi tidak bersama kita nanti." Lanjut Lusi, Lusi langsung mencium telapak tangannya Nando dan tutup pintu mobilnya Nando.


" Iyah sayang, aku berharap Marsya tidak penasaran dan sedih lagi, walaupun setelah tahu keberannya Marsya semakin sedih tapi setidaknya tidak penasaran sayang" Lanjut Nando, Nando buka kaca mobilnya untuk lanjut ngobrol bersama Lusi.


" Iyah sayang, nanti kita akan bahas kok. yah sudah hati hati dijalan yah sayang" Lanjut Lusi, Lusi membiarkan Nando untuk jalan ke kantor.


Nando langsung menyalakan mobilnya dan meninggalkan rumahnya untuk jalan ke kantornya, Nando berharap Marsya bisa tegar setelah mendengar kenyataan pahit soal ayah kandungnya.


dilain sisi, Anisa dan Marsya mencatat apa saja yang akan dibeli untuk membuat kue nanti, Marsya sudah tidak tanya soal ayah kandungnya, Marsya merasa akan percuma karena Anisa pasti akan memberikan jawaban yang bukan sebenarnya.


" Kita ke pasarnya bertiga?" Tanya Anisa setelah selesai mencatat bahan membuat kue


" Iyah mah, Marsya bahagia sekali hari ini bener bener menghabiskan waktu bersama kalian, sebelum Marsya kembali bekerja." Ucap Marsya yang tidak menyangka seharian bersama kedua orang tuanya.

__ADS_1


" Yah sudah kita siap siap yuk, ke pasar belanja bahan membuat kue." Lanjut Anisa, Anisa kepikiran soal ayah kandungnya Marsya, Anisa tidak tahu mau sampai kapan sembunyikan kenyataan pahit ini dari Marsya.


Dilain sisi, Ucok melihat pekerjaan yang kemarin di kerjakan oleh Marsya, Ucok bangga karena Marsya menyelesaikan semua pekerjaannya.


" Memang anak keren Marsya ini, tanpa diminta dia kerjain semua pekerjaan saya, membuat saya hari ini pekerjaannya sedikit." Ucap Ucok merasa lega dan bangga karena Marsya mau kerjain tugasnya, tanpa diminta duluan oleh Ucok.


Ucok melihat pintu ruangannya terbuka, membuat Ucok berhenti kerja dan mempersilahkan Nando untuk masuk kedalam ruangannya.


" Ada yang bisa saya bantu pak?" Tanya Ucok melihat Nando duduk di kursi


" Menurut kamu, apa kita melakukan pencarian siapa ayah kandungnya Marsya?" Tanya Nando tiba tiba, karena Nando ke fikiran keinginannya Marsya.


" Sulit pak, karena kita tidak tahu fotonya dan Anda tahu sendiri kan pekerjaannya Anisa seperti apa? akan lebih sulit mencari ayah nya dari pada mencari Anisa sendiri pak. beda kalo dari masa lalu Anisa tiba tiba ketemu dengan Anisa, dan kita bisa minta tes DNA ke cocokannya anak dan ayah pak. kalo sekarang yah kita tidak bisa apa apa pak, selain terima kenyataan pahit jika Marsya lahir karena masa lalu suramnya Anisa." Lanjut Ucok terus terang, tidak ingin melakukan pekerjaan yang belum tahu akhirnya seperti apa.


Dilain sisi, Lusi minta Supir untuk temani belanja, karena Marsya ingin sekali duduk di kursi belakang bersama Lusi dan Anisa, Marsya berusaha untuk bersikap adil ke Lusi dan Anisa.


" Kita mau buat berapa kue Marsya?" Tanya Anisa melihat Marsya duduk di tengah tengahnya Anisa dan Lusi.


" Tiga kue mah, supaya bikin banyak dan orang tuanya Satria bisa bawa pulang kuenya dan bisa makan di rumah." Ucap Marsya yang ingin sekali, orang tuanya Satria bisa menikmati kue buatannya lebih banyak.


" Boleh sayang, semoga mereka suka dengan buatan Marsya yah, calon menantu yang bisa bikin kue." Ucap Lusi yang tidak sabar menunggu Satria lamar Marsya, supaya Lusi punya cucu pertama.


" Amin bunda, Marsya juga penasaran sih mendengar pendapat bunda nya Satria soal masakan Marsya untuk mereka." Lanjut Marsya, pertama kalinya Marsya membuat kue untuk orang tuanya Satria.

__ADS_1


Dilain sisi, Ucok tidak bisa fokus dengan pekerjaannya karena kefikiran dengan ucapannya Nando tadi, sejujurnya Ucok penasaran sebenarnya siapa ayah kandungnya Marsya.


" Andaikan ada petunjuk foto pasti dengan mudah mencarinya, dan ayah nya pasti bangga melihat Marsya sekarang sukses dan jadi orang hebat seperti ini." Ucap Ucok menatap layar komputernya, Ucok justru membahas masalah pribadinya Marsya dan Anisa. membuat Ucok tidak fokus kerja seperti ini.


Dilain sisi, Marsya nangis baru turun dari mobil, ingatan Marsya kembali ke lima belas tahun yang lalu. dimana Anisa dengan teganya meninggalkan Marsya dipasar ini.


" Maafkan mamah sayang, sudah jangan nangis sayang, kita kan mau belanja bahan kue untuk orang tuanya Satria." Ucap Anisa yang mengerti, apa yang sekarang Marsya fikirkan dan apa yang membuat Marsya tiba tiba nangis.


" Sudah Marsya, jangan nangis lagi yah sayang, ikhlas kan masa lalu kamu, dan sekarang kan mamah sudah ada didepan Marsya kan." Ucap Lusi ikut sedih, melihat Marsya nangis seperti ini.


" Iyah bunda, Marsya ikhlas kok bunda, tapi yah manusiawi bunda, tapi yah sudah lah yang penting Marsya sudah ketemu dengan mamah kan, yuk kita lanjut belanja mamah dan bunda" Ucap Marsya berusaha santai, karena jika Marsya sedih dan marah takutnya membuat Anisa pergi dari kehidupan Marsya lagi.


Marsya langsung gandeng tangannya Lusi dan Anisa untuk melanjutkan jalannya ke dalam pasar, Marsya berusaha tenang dan tidak mengingat masa kecil yang ditinggal oleh Anisa.


Dilain sisi, Satria melihat jam di tangannya, Langsung telefon Marsya tanya Marsya apa jadi membuat kue untuk Satria dan orang tuanya nanti.


" Hallo sayang, lagi apa nih?" Tanya Satria setelah saluran telefon terhubung


" Baru selesai belanja sayang, aku baru mau mulai masak nih sayang, kenapa sudah tidak sabar yah mau makan kue buatan aku?" Tanya Marsya diseberang telefon


" Yah dong sayang, aku penasaran dengan kue buatan kamu sayang, ini kan pertama kalinya aku makan kue buatan kamu" Lanjut Satria yang sudah tidak sabar mau ke rumahnya Marsya


" Sabar sayang, fokus bekerja saja yah sambil menunggu siang yah sayang" Lanjut Marsya diseberang telefon

__ADS_1


" Yah deh sayang, yah sudah aku matikan telefon nya yah, supaya kamu bisa lanjutin bikin kuenya." Lanjut Satria langsung matikan telefon nya dan melanjutkan pekerjaannya lagi, sampai jam makan siang tiba


__ADS_2