KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
Aku ingin ketemu Marsya


__ADS_3

Rangga melihat jam di komputernya rasanya waktu berjalan sangat lama sekali, padahal Rangga sudah tidak sabar ingin segera ketemu dengan Marsya dan bilang siapa Rangga yang sebenarnya.


" Masih dua jam lagi menuju pulang kerja, apa sebaiknya sekarang saja yah  kesana, nunggu didepan kantor, atau didepan rumahnya pak Nando yah?" Tanya Rangga yang bingung dan semakin tidak sabar ingin ketemu dengan Marsya, anak yang sangat dirindukan oleh Rangga selama ini


Rangga berusaha kembali kerja dan berusaha kembali fokus , sampai jam pulang kerja tiba baru bisa ketemu  langsung dengan Marsya.


Dilain sisi, Marsya bingung melihat Satria tiba tiba jongkok didepan Marsya dan disaksikan langsung oleh Nando, Lusi, dan Anisa. setelah makan siang selesai.


" Mau kah kamu menjadi belahan jiwa aku, bahagia bersama, dan saling berbagi?" Tanya Satria dengan serius, Satria sudah tidak sabar ingin segera menghalalkan hubungannya bersama Marsya


" Menikah? katanya mau sampai tahun depan sayang? kita kan sama sama baru mulai berkarir sayang? apa tidak terlalu cepat?" Tanya Marsya yang tidak ingin menikah cepet, karena belum siap melepaskan pekerjaannya karena baru saja membuat orang tuanya bangga, dengan pencapaian yang Marsya dapatkan


" Aku ijin kan kamu untuk bekerja sayang, selama kita belum memiliki anak, maaf yah aku  ingin mempercepat hubungan kita resmi, karena aku sudah tidak sabar mau membahagiakan kamu, berbagi bersama, dan menjalankan kehidupan berdua sebagai sepasang suami istri sayang" Lanjut Satria terus terang, karena sudah merasa iri melihat temen temennya sudah pada menikah dengan pasangannya masing masing


" Ayah menyerahkan keputusan menikah ke kamu sayang, ayah tidak akan ikut campur, soal perusahaan ini, otomatis akan dijalankan oleh Satria dengan status wakil CEO pengganti ayah, selama kalian menjalankan pernikahan kalian, dan ayah juga ingin melihat kalian halal, bukan berlama lama pacaran Marsya" Ucap Nando yang tidak mempermasalahkan anaknya cepet menikah atau tidak.


" Mamah juga setuju sayang, supaya ada yang temani Marsya kemana pun Marsya pergi,dan melihat kehidupan Marsya sempurna dengan memiliki suami." Ucap Anisa tidak melarang Marsya berrumah tangga, karena Anisa berfikir jika Marsya sudah dewasa dan seharusnya siap menjalankan hubungannya kejenjang yang lebih serius bersama Satria

__ADS_1


" Bismillah, yah aku siap sayang  untuk meresmikan hubungan kita sayang, terimakasih ayah, bunda, dan mamah. setuju Marsya menikah dengan Satria" Lanjut Marsya merasa bahagia sekali, karena ketiga orang tuanya setuju jika Marsya dan Satria segera menikah.


" Sama sama sayang, Satria segera ajak keluarga besar kamu untuk acara lamaran resmi antar keluarga yah" Ucap Lusi yang mau cepetnya acara bahagianya Satria dan Marsya disenggarakan.


" Siap bunda,akan Satria ajak keluarga Satria untuk melamar Marsya. terimakasih Mamah, Bunda, dan Ayah. sudah memberikan restu kalian untuk Satria, insya allah Satria akan membahagiakan Marsya selama kita menjalankan rumah tangga kita." Lanjut Satria bahagia, Satria memberikan cincin pertama untuk Marsya pakai sebelum acara pernikahannya dimulai.


Marsya merasa bahagia sekali, karena Satria ajak menikah secepat ini, dan mau meresmikan hubungannya bersama Marsya, Marsya berharap pernikahannya akan bisa bahagia seperti Nando dan Lusi selalu bahagia dan tidak pernah ribut sampai sekarang.


Dilain sisi, Rangga kaget saat keluar kantor ternyata ada Iis dilobi kantor, Rangga jadi panik melihat Iis ada dikantornya, padahal Rangga ingin ketemu Anisa dan Marsya sekarang.


" Ngapain kamu kesini? ini kan jam pulang kerja?" Tanya Rangga bener bener tidak suka dengan kehadirannya Iis dikantor.


" Maaf sayang, aku ada urusan kerjaan sebelum pulang bersama Rudi, kita mau melihat proyek yang lagi dikerjain sayang, aku pulang ke rumahnya masih lama, apa bunda mau cape ikut aku kerja sampai malam?" Tanya Rangga pura pura serius menatap Iis


" Masih kerja? maaf yah sayang, aku kesini tidak kasih kabar karena aku mau memberikan surprize tadinya, yah sudah baik lah sayang, aku pulang saja dan menunggu ayah dirumah kalo begitu" Lanjut Iis, malas sekali temani Rangga kerja, lebih baik ketemu Rangga dirumah saja kalo begitu


" Hati hati dijalan yah sayang, tunggu aku dirumah sayang"  Lanjut Rangga pura pura sedih, dan Rangga mencium keningnya Iis

__ADS_1


" Iyah sayang" Lanjut Iis terpaksa pulang sendirian, padahal Iis takut sekali jika Rangga ketemu dengan Anisa dan minta rujuk lagi. tentunya Iis tidak akan membiarkan itu terjadi, dengan perasaan kecewa akhirnya Iis langsung pulang dan percaya dengan ucapannya Rangga jika ada pekerjaan bersama Rudi sampai malam.


"Aku ingin ketemu Marsya, jika kamu ikut semua harapan aku akan hancur begitu saja" Batin Rangga senyum puas melihat Iis pulang sendirian dan percaya dengan ucapannya.


Dilain sisi, Nando dengan terpaksa melarang Satria untuk ke rumah sore ini, karena Nando akan ketemu orang yang penting bagi hidupnya Marsya, dan Nando berfikir jika Satria belum waktunya ketemu dengan Rangga.


" Yah sudah lah, sampai ketemu besok calon istri aku, dan terimakasih sudah menerima lamaran aku sayang" Ucap Satria berusaha santai, dan tidak protes karena dilarang ke rumahnya Marsya


" Sama sama sayang, aku akan menunggu kehadiran kamu bersama keluarga kamu untuk membahas pernikahan kita sayang" Ucap Marsya, sejujurnya merasa heran karena tidak biasanya Nando melarang Satria untuk ke rumah


" Hati hati dijalan semuanya,kalo begitu saya pulang duluan" Lanjut Satria, Satria langsung salim ke Nando, Lusi, dan Anisa. baru Satria masuk kedalam mobil, dan meninggalkan kantornya Nando dengan perasaan bahagia karena lamarannya diterima oleh Marsya dan ketiga orang tuanya pun setuju jika Satria dan Marsya menikah cepat.


Dilain sisi, Rudi terpaksa ikut Rangga ke rumahnya Nando untuk ketemu langsung dengan Marsya dan Anisa sekarang, Rudi mendapatkan kabar jika Marsya sudah dijalan ke rumahnya,membuat Rangga semakin tidak sabar ingin secepatnya ketemu dengan Marsya.


" Kamu harus bantuin saya untuk meyakinkan Marsya untuk mau ikut bersama saya tinggal dirumah, dan bantuin Marsya untuk minta saya dan Anisa rujuk demi masa depan keluarga kita. kalo saya sendiri gugup dan takut gagal soalnya" Ucap Rangga tidak percaya diri, dan takut ditolak lagi oleh Anisa


" Payah anda ini, baik lah jika saya bisa bantu, yah akan saya bantu sebisa saya yah, dan jika mereka tetep menolak kehadiran anda yah harus terima dengan ikhlas, walaupun Marsya menikah walinya pak Nando karena pak Nando resmi sebagai ayah angkatnya Marsya." Ucap Rudi sejujurnya ragu, tapi jika Rangga tidak dibantu kasihan juga berjuang sendirian,demi mendapatkan kata maaf dan membuat Anisa dan Marsya bersedia ikut ke rumahnya Rangga.

__ADS_1


" Iyah baik lah Rudi, saya tidak akan membiarkan Nando yang menjadi wali nikahnya Marsya, mau bagaimana pun saya ayah kandungnya, dan punya hak lebih menikahi anak sendiri" Lanjut Rangga tidak ikhlas jika acara anaknya diganti oleh Nando


" Yah semoga saja Marsya mau yah, dan kita juga tidak tahu Marsya nikahnya kapan,yang penting sekarang anda berjuang meyakinkan anak dan istri anda, untuk ajak rujuk Anisa bisa membuat Marsya bahagia karena memilik orang tua lengkap, yang selama ini Marsya impikan" Lanjut Rudi berharap yang terbaik bagi kehidupannya Rangga  dan keluarganya, tidak ada hati yang tersakiti karena keinginan Rangga.


__ADS_2