
Iis melihat ART nya menyiapkan bahan masakan yang cukup banyak, membuat iis penasaran, karena tidak merasa bakal bikin acara apapun dirumahnya.
"Siapa yang suruh masak banyak bik? perasaan saya tidak mengadakan acara apapun dirumah?" Tanya Iis penasaran, karena Iis baru turun sudah melihat ART nya sibuk seperti ini.
" Tadi pagi tuan kasih uang ke saya, suruh masak banyak nyonya, soalnya nanti malam bakal ada tamu yang akan makan disini?" Tanya ART nya Rangga, yang nurut saja disuruh masak oleh Rangga.
" Oh iyah lupa, dua perempuan parasit itu bakal makan malam disini, bikin repot saja mereka seperti ini. tuan suruh masak apa bik?" Tanya Iis penasaran karena Iis melihat ayam, daging, dan sayur. ada diatas meja makan.
" Ayam saos tiram, semur daging, dan sayur sop. Tuan minta masak ini nyonya. dua perempuan parasit maksudnya siapa nyonya?" Tanya ART nya Rangga penasaran yang dimaksud Iis tadi.
" Mantan istri suami saya dan anaknya mau makan malam disini bik, tuan mau ajak rujuk bik, menurut bibik wajar tidak sih menjalankan pernikahan poligami seperti itu?" Tanya Iis melihat ART nya yang sibuk potong potongin daging.
" Walaupun dibilang wajar sih tidak nyonya, tapi jika rujuk karena sudah punya anak, dan demi anak yah kenapa tidak untuk bersatu kembali, walaupun menerima kenyataan jika suami punya istri lagi dan mau dimadu istri pertama yah tidak masalah nyonya, selama tuan bisa bersikap adil yah kenapa harus ditolak." Lanjut ART nya yang sudah menduga jika tamu yang datang mau diajak rujuk oleh Rangga
" Janjinya seperti itu sih bik, yah sudah lah sana masak sendiri buat tamu parasit sampai selesai bik." Protes Iis kesel, karena Rangga mau keluarin uang banyak demi makan malam nanti.
Dilain sisi, Rudi yang tidak sengaja melihat mobilnya Natalia ada dipinggir jalan, membuat Rudi langsung menghampiri Natalia.
" Ada apa? kenapa berhenti dipinggir jalan seperti ini?" Tanya Rudi saat Natalia membuka kaca mobilnya, dan melihat matanya Natalia bengkak habis nangis.
__ADS_1
" Eh om Rudi, masuk om nanti saya ceritain didalam mobil." Ucap Natalia yang tidak menyangka ketemu Rudi dipinggir jalan seperti ini
" Oke, om sudah didalam mobil dan sekarang ceritakan lah kenapa nangis dipinggir jalan seperti ini?"Tanya Rudi yang sudah jalan muter untuk masuk kedalam mobilnya Natalia.
" Saya habis putus dari Sakti om, dan ternyata dia sudah punya pacar om, pacarnya sama seperti Natalia yang selalu memberikan apapun untuk Sakti, bahkan perempuan itu juga sama memberikan kartu ATM untuk Sakti. kita berdua sepakat putus dari Sakti om, cowok itu jahat sekali om, tega menduakan cinta dua orang perempuan sekaligus." Lanjut Natalia dengan lirih, tidak menyangka selama ini terlalu bodoh terlalu percaya dengan ucapan manisnya Sakti.
"Sial, jahat sekali cowok itu dan berani berani nya menyakiti perasaan kamu, tapi untung lah kalian sudah putus, bearti tidak dimanfaatin lagi oleh Sakti, tapi kok bisa tahu Sakti punya pacar?" Tanya Rudi penasaran dan lega akhirnya tahu alasan kenapa Natalia selama ini boros dan menghabiskan uangnya Rangga dengan berlebih.
" Tadi ke kantornya Sakti niatnya mau kasih surprise untuk ajak makan siang bersama, eh ternyata saya yang dikasih surprised ternyata Sakti lagi duduk berdua dengan santai didepan kantornya om." Lanjut Natalia masih inget bagaimana kagetnya Sakti, saat Natalia muncul tiba tiba dikantornya.
" Oh pantas ketahuan, yah mungkin itu cara allah untuk kamu tahu jika Sakti bukan cowok setia dan jujur, kalian putus sebelum menikah, bahaya sekali perusahaan pak Rangga jika dipegang oleh Sakti." Lanjut Rudi yang merasa bersyukur jika Sakti tidak setianya, ketahuan sebelum Natalia resmi menikah dengan Sakti, bisa bangkrut Rangga jika perusahaan dipegang oleh menantu matre seperti Sakti.
Dilain sisi, Rangga senyum ramah melihat Marsya masuk kedalam ruangannya, Marsya selesai rapat bersama client nya diruang rapat karena diruangannya ada Rangga.
" Maaf yah pah, nunggu lama yah" Ucap Marsya merasa tidak enak membuat Rangga sendirian didalam ruangannya.
" Tidak masalah nak, papah justru bangga sekali, bisa melihat langsung kamu kerja seperti ini dan sibuk menyiapkan bahan untuk rapat sendiri." Ucap Rangga merasa bangga, karena Marsya bisa mandiri siapkan bahan rapat tadi
" Terimakasih papah sudah bangga, oh yah nanti sore kita ketemuan dimana pah? supaya Marsya dan mamah bisa kerumah papah?" Tanya Marsya penasaran, karena Marsya tidak tahu dimana rumahnya Rangga.
__ADS_1
" Nanti Marsya dan mamah dijemput asisten papah yah, pak Rudi yang waktu itu ikut ke rumahnya ayah. supaya pulang makan malam. kita bisa jalan jalan sebentar sebelum kamu dan mamah pulang ke rumah ayah Nando." Lanjut Rangga yang ingin menghabiskan waktu bersama Anisa setelah pulang makan malam bersama.
" Boleh saja pah, nanti Marsya bilang mamah kalo begitu." Lanjut Marsya duduk disebelahnya Rangga, sambil simpan dokumen yang tadi dipakai untuk rapat.
Rangga membahas pekerjaan supaya bisa ngobrol banyak hal, yang membuat Marsya mau cerita banyak pengalamannya pernah membantu Nando mengerjakan proyek kantor, yang akhirnya Marsya bisa memahami pekerjaannya Nando.
Dilain sisi, Nando, Lusi, dan Anisa. kaget saat Ucok cerita jika dari pagi dikantor ada Rangga yang temani Marsya kerja, dan masih betah ada diruangannya Marsya.
" Kenapa Marsya tidak cerita ada Rangga dikantor? " Tanya Anisa merasa heran karena biasanya Marsya akan cerita apapun ke Anisa dan Lusi
" Lagian kurang kerjaan sekali berlama lama dikantor anak seperti itu sih, memangnya dia tidak ada kerjaan apa?" Tanya Lusi merasa heran, Karena Rangga bisa bisanya punya niat ke kantor dan dikantor selama empat jam.
" Mungkin Rangga ingin melihat Marsya kerja dan waktu bersama Marsya kan berkurang karena sama sama bekerja sampai sore. jadi dimaklumi saja." Ucap Nando berusaha berfikir positive dari pada menduga yang tidak tidak
" Bisa jadi sih, apa lagi nanti malam kan mau makan bersama, mungkin Rangga mau mencari topik yang enak dijadikan bahan obrolan nanti" Lanjut Lusi berusaha berfikir positive.
" Yah biarin saja deh, Rangga berlama lama disana, selama tidak menimbulkan masalah saya tidak akan melarang, membuat Marsya bisa deket dengan Rangga." Lanjut Anisa yang tidak akan melarang waktu bersama Marsya dengan Rangga, selama Marsya bahagia yah ikut bahagia dan jika dikin sedih, baru dilarang Untuk ketemu lagi.
Nando dan Lusi setuju, Marsya diam diam ketemu dengan Rangga dikantor lagi selama empat jam.
__ADS_1