KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
Penampilan mereka modis


__ADS_3

Rangga merasa bahagia sekali, karena akhirnya bisa satu mobil bersama Anisa dan Marsya, menuju rumahnya Rangga.


" Sayang, aku masak banyak loh, tadi pagi aku minta ART dirumah masak banyak untuk kita bisa makan dirumah sayang." Ucap Rangga bahagia sekali, bisa sedekat ini memperhatikan wajah cantiknya Anisa.


" Astaga Rangga, pasti merepotkan ART dan istri kamu yah, untuk makan makan ini. saya jadi tidak enak dengan istri kamu jadinya " Protes Anisa merasa tidak enak, kenapa harus masak banyak segala,pasti Iis merasa direpotkan karena kehadiran Anisa dan Marsya


" Repot apaan, Iis dan Natalia tidak bisa masak sama sekali, mereka selalu beli diluar sayang, atau makan dirumah juga yah makan masakan ART sayang, dia mana mau kotor baju, tangan dan wajahnya sayang. tadi pagi aku minta ART saja yang masak." Lanjut Rangga, selama dua puluh tahun berumah tangga bersama Iis, tidak pernah merasakan masakan Iis sama sekali.


" Papah terlalu memanjakan istri papah sih, jadinya seperti itu deh, tapi yah biarin lah jika mereka malas masak, mamah masih bisa membuatkan makanan khusus papah saja dirumah." Ucap Marsya, untungnya sebelum ketemu Rangga, Marsya minta Anisa untuk kuat dan tidak mudah ditindas oleh Iis dan Natalia selama tinggal dirumah nya Rangga, karena Anisa sendirian tinggal di sana, karena Marsya akan tinggal dirumahnya Nando dan Lusi, menemani orang tua angkatnya


" Boleh juga, saya akan masak untuk makan pagi dan makan malam kita saja, boleh kan saya masak buat kamu saja, tidak dengan Iis dan Natalia,karena takut dimanfaatin oleh mereka jika saya keseringan masakin merek " Lanjut Anisa yang tidak ingin dimanfaatin oleh istri dan anaknya Rangga.


" Tenang saja, soal mereka itu urusan saya, kamu dirumah sama seperti Iis sebagai ratu sayang, dan aku tidak akan membiarkan mereka seenaknga ke kamu. aku kan sudah janji membuat kamu nyaman selama di rumah " Lanjut Rangga yang tidak akan membiarkan Iis dan Natalia memanfaat kan kebaikannya Anisa


Anisa setuju, karena Anisa akan masak cuman untuk Rangga saja, tidak ada masakan untuk Iis dan Natalia sama sekali.


Marsya berharap Anisa bisa bahagia, tidak ditindas dan dimanfaatin oleh Iis dan Natalia


Dilain sisi, Nando ajak Lusi jalan jalan berdua, mumpung tidak masak sama sekali dirumah, Lusi setuju diajak jalan oleh Nando sambil makan malam berdua.

__ADS_1


" Jadi ingat yah sayang, waktu Marsya kecil, setiap ayah baru pulang kerja dan ganti baju. kita bertiga pasti langsung pergi seperti ini yah, ajak jalan Marsya sampai Marsya tidur karena kelelahan, baru kita bawa pulang." Ucap Lusi merasa rindu dimana Marsya bisa tidur relap dalam gendongannya Nando dan Lusi


" Sama sayang, aku juga ingat soal itu, apa lagi seharian aku sibuk tapi aku paksain untuk kita bertiga bisa jalan jalan, supaya Marsya tidak merasa bosan kebanyak waktu dirumah." Ucap Nando yang pernah merasa lelah, tapi harus temani Marsya jalan, untungnya saat Marsya sudah sekolah, Nando dan Lusi memperbolehkan Marsya main, walaupun dikasih batas waktu.


" Anak itu sudah dewasa dan sebentar lagi jadi istri orang, dan berharap bisa memberikan keturunan yah ayah." Lanjut Lusi berharap Marsya bisa dengan lancar diberikan anak setelah halal bersama Satria.


" Amin, kita akan bantu Marsya untuk cek kondisi Marsya, supaya bisa mempunyai anak setelah halal." Lanjut Nando yang akan memberikan yang terbaik untuk Marsya.


Lusi angguk setuju, Lusi juga akan melakukan yang sama ke Marsya, akan membantu Marsya periksa kondisi kesehatannya demi kebahagian rumah tangganya, supaya Marsya tidak merasa kan sepeti Lusi rasakan sampai sekarang, menjalan kan rumah tangga tanpa ada anak sama sekali.


Dilain sisi, Iis dan Natalia melihat Anisa dan Marsya jalan masuk kedalam rumahnya bersama Rangga, berusaha ramah dan bahagia menyambut kedatangan tamu agungnya.


" Tidak mungkin lah, mereka pasti dibelikan ayah, mereka mana mampu sih beli barang barang mewah itu." Ucap Iis pelan, karena Iis tahu tas yang dipegang Anisa tas mahal.


" Selamat malam, maaf yah kita terlambat datang, soalnya Marsya baru pulang kerja." Ucap Anisa ramah, pertama kalinya Anisa ketemu istirnya Rangga.


" Kerja dimana?" Tanya Iis dengan sinis


" Diperusahan ABCD Tante." Ucap Marsya sopan, Marsya langsung mencium tangannya IIs dengan sopan.

__ADS_1


" Kerja sebagai apa?" Tanya Natalia melihat Marsya dari atas sampai bawah, semuanya barang barang ber merek.


" Pemimpin perusahaan ABCD, Alhamdulillah baru lulus kuliah langsung menggantikan posisi ayah angkat saya." Lanjut Marsya sedikit sombong, karena Marsya melihat dua perempuan didepannya menatap sinis kearahnya dan meremehkan penampilannya.


" Pemimpin? hahaha orang susah saja bermimpi menjadi pemimpin perusahaan besar hahaha, jangan mimpi terlalu tinggi deh kamu." Ledek Iis menatap Marsya dengan tatapan menghina.


" Apa yang dia bilang benar, Marsya adalah anak angkatnya pak Nando, lulus terbaik dikampusnya, ayah dengar dari asistennya pak Nando beberapa prestasi yang Marsya kerjakan untuk kantornya. membuat pak Nando tidak ragu untuk memberikan kepercayaan pimpinan kantor dipegang oleh Marsya walaupun baru lulus kuliah." Ucap Rangga yang tidak terima anaknya, dianggap rendah oleh Iis dan Natalia, apa lagi Natalia tidak lebih baik dari Marsya.


" Oh yah Natalia, pernah dengar pak Nando angkat anak, wah beruntung sekali kamu yah dibuang orang tua, dan dipungut orang hebat sepeti pak Nando." Lanjut Natalia menatap sinis kearah Marsya, sejujurnya Natalia merasa iri karena Marsya hebat karena bisa memimpin perusahaan besar


" Biarin saja, yang penting saya bisa membanggakan orang tua saya, baik orang tua angkat maupun orang tua kandung, Alhamdulillah mereka bangga dengan prestasi yang saya capai." Lanjut Marsya, Marsya harus siap siap mendapatkan cobaan jika Natalia dan Iis bertingkah


Marsya tidak akan membiarkan keluarga tirinya merendahkan Marsya, cuman karena anak angkat. karena Marsya tidak mau nenyalahkan Anisa dan Rangga, dan bersyukur mendapatkan orang tua super baik seperti Nando dan Lusi


" Hayo kita makan dulu, bicaranya nanti saja dilanjut " Lanjut Rangga langsung ajak Iis, Anisa, Natalia dan Marsya. untuk makan malam, Rangga bener bener kesel karena Iis dan Natalia membuat Marsya bicara seperti itu, walaupun ucapan Marsya bener tapi tidak usah diungkit masa lalunya


Anisa berusaha diam saja, membiarkan Marsya bicara apa yang harus dia sampaikan dan tidak membiarkan orang lain merendahkan nya


" Baik lah silahkan masuk" Lanjut Iis, Iis salut dengan Marsya walaupun anak angkat, tapi Marsya punya banyak prestasi tidak seperti Natalia, yang tidak ingin kerja sama sekali, lebih suka jalan jalan dan foya foya setiap harinya.

__ADS_1


__ADS_2