
Beberapa bulan kemudian, Nando ngajak Rangga dan Satria untuk membahas ulang tahunnya Marsya, dan membahas kado untuk Marsya.
" Alhamdulillah, ulang tahun Marsya tiba juga yah" Ucap Rangga pertama kalinya merayakan ulang tahunnya Marsya.
" Iyah Alhamdulillah, dengan begitu kado tanah untuk Marsya membangun panti asuhan bisa saya berikan untuk Marsya." Ucap Nando yang merasa bahagia karena kado yang sudah disiapkan untuk Marsya akhirnya bisa dikasih ke Marsya.
" Satria juga tidak menyangka jika keinginan Marsya, membangun panti asuhan akan terwujud juga, terimakasih ayah Nando udh kasih tempat yang luas untuk Marsya bisa wujudkan mimpinya." Ucap Satria ikut bangga dan bahagia, karena impian Marsya selama ini jadi kenyataan.
" Sama sama Satria, ayah memang ingin sekali memberikan kado yang bisa berguna untuk banyak orang melalui keinginan Marsya." Lanjut Nando yang sudah berniat memberikan kado spesial untuk Marsya.
" Andaikan saya yang tahu duluan, tentunya saya juga ingin memberikan kado yang bisa bermanfaat untuk banyak orang." Batin Rangga sedih karena sampai sekarang belum ada kado untuk Marsya.
" Terus ulang tahunnya Marsya mau dirayakan?" Tanya Rangga melihat Nando dan Satria
" Terserah Satria enaknya bagaimana? kalo menurut ayah, enaknya kita kita saja, dari pada karyawan diundang pasti ramai dan tidak spesial sama sekali?' Tanya Nando yang menyerahkan ulang tahunnya Marsya ke Satria.
" Keluarga saja deh ayah dan papah, bener kalo dirayakan tidak ada spesialnya sama sekali, kalo sekeluarga kan kita setelah rayain ulang tahunnya Marsya, bisa membahas panti asuhan keinginan Marsya kan." Lanjut Satria, yang tahu Marsya dari awal kenal waktu kuliah, tidak suka dirayakan sama sekali
" Yah sudah, saya saja yang menentukan tempat kita merayakan sederhana ulang tahunnya Marsya yah. saya ada villa di Bandung dan disana tempatnya enak lagi, private jika mengadakan acara." Lanjut Rangga, Rangga akan membuat acara ulang tahunnya Marsya berkesan.
" Boleh saja Rangga disana." Lanjut Nando tidak mempermasalahkan jika Rangga yang siap kan pesta ulang tahunnya Marsya.
Rangga bahagia sekali, walaupun tidak bisa memberikan kado yang diinginkan Marsya, tapi bisa memberikan tempat perayaan ulang tahun yang berkesan.
Dilain sisi, Ucok mendapatkan cerita dari Rudi, jika Natalia gagal terus mendapatkan proyek. membuat Ucok menceritakan masalah ini ke Marsya.
" Saya tidak mau ikut campur om, apa tidak sebaiknya itu jadi urusan papah dan Natalia saja?" Tanya Marsya yang tidak mau dianggap rakus, karena ikut campur urusan Natalia.
" Tapi Natalia selalu gagal Marsya, om Rudi sudah frustasi kerja sendirian terus, selama beberapa bulan ini proyeknya om Rudi selalu berhasil tapi bagian Natalia tidak ada yang berhasil. om juga takut bangkrut" Ucap Ucok merasa kasihan, karena Natalia sama sekali tidak bisa kerja sama sekali.
__ADS_1
" Sekarang om minta om Rudi kesini, Marsya coba tanya dulu, apa yang bisa Marsya bantu untuk perusahannya papah? sepertinya om Rudi dan Natalia tidak cerita ke papah soal ini?" Tanya Marsya curiga, jika selama beberapa bulan ini Rangga tidak tahu sama sekali masalah kantor.
" Entah lah, cuman om Rudi bilang begitu ke om, yah sudah om akan minta om Rudi untuk kesini, supaya kita cari solusi bersama sama." Lanjut Ucok bohong, Ucok sudah tahu kegagalan Natalia sebenarnya Rangga tahu, tapi Rangga sengaja diam supaya Rudi sendiri yang minta bantuan Marsya, seolah Rangga tidak tahu sama sekali.
" Yah sudah om, kita bicarakan hal ini bersama om Rudi." Lanjut Marsya, Marsya merasa tidak seharusnya sepenuhnya tidak peduli dengan perusahaan Rangga, mau bagaimana pun Marsya juga punya hak yang sama seperti Natalia.
Ucok senyum puas, karena Marsya akhirnya mau membantu kekacauan yang dilakukan oleh Natalia, dan Ucok langsung telefon Rudi untuk ketemu langsung.
Dilain sisi, Rudi melihat Natalia yang leha leha dimeja kebesarannya, merasa kesel sekali, karena Natalia tidak merasa bersalah karena gagal terus.
" Pak Rudi mau kemana? ini masih jam kerja?" Tanya Natalia melihat Rudi merapihkan meja kerjanya.
" Kamu tahu ini jam kerja? tapi kamu sendiri tidak mengerjakan apapun? saya mau rapat dan ada clien yang mau terima proyek yang saya kerjakan?" Tanya Rudi dengan tatapan semakin kesal
" Tidak sopan sekali, saya atasan anda, hargai saya dong jangan seenaknya bicara seperti itu." Lanjut Natalia kesal karena Rudi tidak menghargainya sama sekali.
Rudi langsung keluar ruangannya Natalia, Rudi sengaja satu ruangan dengan Natalia supaya bisa lihat langsung apa yang dikerjakan oleh Natalia. Natalia acak acak meja kerjanya saat melihat Rudi pergi begitu saja, Natalia bener bener kesel dengan tingkahnya Rudi.
Dilain sisi, Anisa dan Lusi mau membuat kue untuk ulang tahunnya Marsya, sedangkan Iis malas sekali membuat kue bagi Iis masak pekerjaan kotor dan sangat melelahkan.
" Kalian saja yang masak, saya tinggal makan bersama mas Rangga dan Natalia. saya tidak biasa kotorin tangan dan baju saya untuk masak sepeti ini." Ucap Iis dengan tatapan sinis melihat Anisa dan Lusi yang mau capek masak.
" Silahkan saja, saya tidak paksa kamu untuk ikut masak bersama kita." Ucap Lusi melihat Iis, semakin kesini semakin kelihatan kesombongannya Iis.
" Kita bikin kue, yang pernah kita buat untuk orang tuanya Satria yuk? kali ini kita saja yang buat untuk ulang tahunnya Marsya?" Tanya Anisa, yang tidak mau ambil pusing, Iis tidak mau bantu sama sekali.
" Kamu cari perhatian ke besan dengan masak seperti ini? kampungan sekali cara kamu Anisa?" Tanya Iis dengan tatapan sinisnya.
" Cari muka, terserah kamu, yang jelas kita memang pernah membuatnya dan mau membuat lagi untuk ulang tahunnya Marsya nanti." Lanjut Anisa langsung melihat isi kulkas, Anisa melihat di dapurnya Lusi banyak sekali bahan membuat kue.
__ADS_1
" Biarin saja Anisa suka suka dia saja, oh yah kita belanja saja besok dan besok baru kita buat kue dan kue ulang tahunnya, kita bawa ke villa nanti." Lanjut Lusi tidak mau ambil pusing, apapun yang diucap kan Iis, jika diambil pusing akan ribut nantinya
" Belagu sekali kamu Lusi" Bentak Iis kesel, Iis langsung pulang dan meninggalkan Anisa di rumahnya Lusi dari pada pulang bersama Anisa bakal membuat Iis semakin kesal.
Dilain sisi, Marsya melihat sepuluh dokumen yang dikerjakan Natalia, dan gagal membuat Marsya mengerti ketakutan yang dirasakan oleh Rudi sekarang.
" Marsya akan bahas langsung masalah ini, ke Papah dan Natalia, karena perusahaan tidak harus om sepenuhnya yang menjalankan, tapi Natalia juga harus bisa kerjain tanggung jawabnya." Ucap Marsya akhirnya mau ikut campur urusan perusahaan papah nya.
" Terimakasih yah Marsya, karena kamu mau saya repotkan seperti ini, saya tidak tega jika perusahaan pak Rangga diambang kehancuran." Ucap Rudi sengaja, Rudi berhasil membuat Marsya peduli seperti ini.
" Om tinggalin saja dokumennya, nanti saya sendiri yang akan membahas bersama papah dan Natalia setelah pulang kerja nanti." Lanjut Marsya yang akan membantu perusahannya Rangga sebisa mungkin.
" Oke deh, Marsya kalo begitu saya ke kantor lagi, terimakasih sudah mau saya repotkan seperti ini." Lanjut Rudi senyum bahagia, karena akhirnya Marsya luluh juga.
Dilain sisi, Satria merapihkan beberapa bajunya Marsya, Satria diam diam merapihkan bajunya Marsya untuk kasih surprise untuk istri tercinta nya
" Semuanya beres, tinggal jemput Marsya di kantor dan merayakan ulang tahunnya Marsya bersama orang tuanya." Ucap Satria langsung masukin baju bajunya Marsya kedalam koper.
Dilain sisi, Rangga bahagia sekalian, karena rencananya berhasil, membiarkan Natalia bekerja dan membiarkan Natalia gagal untuk bisa bujuk Marsya mau membantu perusahaannya.
" Marsya memang bisa dibanggakan dan diandalkan, dengan cara seperti ini Marsya akan menjadi pengganti Natalia secara otomatis dan Natalia tidak akan sesuka hati lagi dengan perusahaan saya. biarin saja anak itu merasa rendah suruh siapa seenaknya dengan perusahaan yang susah payah saya jalanin selama ini." Ucap Rangga bahagia, karena cara membujuk Marsya berhasil, Rangga tidak akan minta tapi melihat hasil kerja Natalia yang membuat Marsya sendiri yang mau membantunya.
" Bener pak, Marsya merasa tidak tega jika perusahaan anda bangkerut karena kegagalan yang terus dan terus Natalia lakukan pak, oh yah sekarang kita ke Bandung pak, untuk merayakan ulang tahunnya Marsya?" Tanya Rudi yang baru tahu jika ulang tahunnya Marsya dirayakan di villa milik Rangga.
" Iyah kita ke Bandung, tapi tidak bersama Marsya, karena dia bersama Satria dan pesta ulang tahun sederhana ini untuk Marsya surprize dari semua orang tua, mertua, dan Satria." Lanjut Rangga tidak sabar ingin secepatnya tiba di Bandung dan merayakan ulang tahunnya Marsya untuk pertama kalinya.
.................... TAMAT.............TAMAT.......... TAMAT
Maaf tamat endingnya digantung, karena saya akan membuat squelenya untuk cerita ini. terimakasih yang sudah baca novel ini sampai episode terakhir ini dan akan ada squele perjalanan Marsya menjalankan panti asuhan dan dua perusahaan dari kedua orang tuanya
__ADS_1