
Marsya minta Bik Sumini dan Bodyguard nya untuk membawakan masakannya ke halaman belakang rumah, Marsya ingin sekali makan malamnya nuansa alam dan kursi ruang makan tidak muat untuk Satria dan Anisa
" Didepan pintu juga dipasang Spanduk dan balon yah, untuk sambut kedatangan mamah, bunda, dan ayah." Ucap Marsya yang melihat persiapan penyambutan Anisa, Lusi, dan Nando.
" Baik nona muda, apa ada lagi yang harus kita siap kan nona?" Tanya Bik Sumini yang ikut bahagia karena seharian membantu Marsya siapin perlengkapan untuk menyambut kedatangan Anisa.
" Sepertinya sudah semua Bik, terimakasih yah sudah bantuin saya dari pagi untuk siapin ini semha." Ucap Marsya merasa bahagia sekali, karena cuaca hari ini pun mendukung karena seharian tidak hujan sama sekali.
" Sama sama nona, yah sudah kalo begitu saya ke dalam rumah dulu nona permisi" Lanjut Bik Sumini langsung pergi dari halaman belakang rumah, membiarkan Marsya bersama Satria dibelakang rumah.
" Sayang kamu tidak mandi? dan siap siap menyambut kedatangan orang tua kamu?" Tanya Satria karena seharian Marsya belum mandi sama sekali, karena sibuk menyiapkan masakan dan membersihkan kamar untuk Anisa sendirian tanpa dibantu oleh siapapun.
" Mandi dong sayang, yah sudah aku ke kamar dulu yah sayang, tunggu disini sebentar yah sayang, aku mau siap siap sebelum orang tua aku pada pulang." Lanjut Marsya langsung jalan masuk kedalam rumahnya untuk siap siap sebelum orang tuanya sampai di rumah
Satria menunggu Marsya di halaman belakang rumahnya Marsya, suasana halaman belakang rumah sungguh romantis dibuat oleh Marsya, karena Marsya pertama kalinya makan di halaman belakang rumah untuk menyambut kedatangannya Anisa.
Dilain sisi, Anisa membayar belanjaannya yang cukup banyak, padahal Lusi sudah menawarkan untuk bayarin belanjaannya Anisa tapi ditolak karena merasa sudah cukup banyak merepotkan Lusi dan Nando.
" Sudah selesai waktunya pulang deh" Ucap Anisa bahagia, karena belanja bersama Lusi akhirnya selesai juga.
" Alhamdulillah yah, dapat banyak baju yang cocok untuk kamu." Ucap Lusi yang merasa lega karena baju pilihannya Anisa, tidak terlalu seksi dan masih terlihat sopan dan enak dilihat.
" Iyah Alhamdulillah sekali, tidak sia sia keliling mall ini selama dua jam. pulang yuk saya juga sudah tidak sabar mau ketemu dengan Marsya dan kita bisa makan malam bersama Marsya." Lanjut Anisa yang merasa bersyukur, karena baju pilihannya sangat cocok untuk Anisa pakai.
__ADS_1
Lusi dan Anisa jalan ke parkiran mobil, karena Nando, Boby, dan Ucok. memilih nunggu didalam mobil dari pada ikut keliling mall yang pastinya akan membuat lelah Nando dan yang lain.
Dilain sisi, Citra murka melihat Eli yang ikut nyusul Citra ke tempat yang paling mereka takuti, Citra pukul Eli berkali kali saking keselnya dan bisa bisa meninggalkan Anisa sendirian di rumah sakit.
" Jadi perempuan jangan curang yah, karena ditawarin uang banyak jadi kena tipu seperti ini, dan sekarang kamu tinggalkan Anisa sendirian di rumah sakit." Bentak Citra kesel melihat Eli yang seenaknya menerima tawaran, yang ternyata jebakan
" Maafin saya madam, saya fikir cuman sebentar madam ternyata saya dibawa kesini madam. saya tidak tahu nasipnya Anisa sekarang bagaimana di rumah sakit, enak dong Anisa bisa kabur madam. andai saya tahu ada razia tentunya saya tidak akan keluar cari makan madam" Ucap Eli menahan sakit karena dipukuli oleh Citra berkali kali.
" Bukan cari makan yang jadi masalah, tapi keegoisan kamu mencari job sendirian yah begini jadinya apes. andaikan saya tidak ajak kamu keluar dari sini bagaimana? karena saya kesel karena kamu seenaknya menerima job tanpa bilang saya sama sekali?" Tanya Citra semakin kesel, tidak menyangka jika Eli bisa seegois ini.
" Yah jangan dong madam, saya juga mau ikut pulang madam jika bisa pulang seperti dulu lagi." Lanjut Eli menyesal karena sudah curang, dan disaat Citra bisa pulang mau ikut.
" Dasar serakah jadi perempuan" Bentak Citra penuh emosi sambil dorong Eli sampai jatuh ke lantai.
Dilain sisi, Marsya mendengar suara mobilnya Nando masuk kedalam halaman rumah, semakin tidak sabar melihat langsung Anisa setelah sekian lama berpisah.
" Aku tidak sabar sayang" Ucap Marsya tidak sabar menyambut kedatangan Anisa
" Sabar sayang, mereka turun dari mobil sayang." Ucap Satria, yang diajak Marsya untuk menyambut kedatangan Anisa karena Satria juga penasaran dengan ibu kandungan Marsya.
" Mereka semakin dekat dengan pintu masuk nona" Ucap Bik Sumini yang sudah siap dengan terompet yang dipegangnya.
Marsya pegangan tangannya Satria saking tidak sabarnya, menyambut kedatangan Anisa, Nando, dan Lusi. Bodyguard hitung mundur sampai Nando membuka pintu rumah membuat Bodyguard yang lain dan Bik Sumini tiup terempot yang dipegangnya saat Nando, Lusi, dan Anisa masuk kedalam rumah.
__ADS_1
" Mamah" Teriak Marsya bahagia, Marsya langsung peluk Anisa dengan tangisan kebahagian dan tangisan kerinduan yang amat mendalam
" Marsya kesayangan mamah" Ucap Anisa haru, karena bener bener tidak menyangka jika akhirnya Anisa bisa ketemu lagi dengan Marsya tanpa menimbulkan masalah apapun
Nando, Lusi, Ucok, Satria, dan Bik Sumini ikutan nangis terharu melihat anak dan ibu saling pelukan saking rindunya bertahun tahun tidak ketemu sama sekali.
" Kita masuk yuk ke dalam, Marsya sudah siap kan makan malam dihalaman belakang rumah, kalian pasti sudah lapar kan." Ucap Satria ikut terharu melihat Marsya dan ibu kandungnya nangis, melepas rindu.
" Kamu masak? yah ampun Marsya,terimakasih yah sayang kita memang rencana mau pesan makanan saja, supaya praktis ternyata masak?" Tanya Lusi tidak menyangka jika Marsya mau cape cape masak seperti ini.
" Iyah bunda, supaya kalian makan masakan Marsya saja, dari pada beli kan. lagian Marsya bisa masak" Lanjut Marsya yang masih setia peluk Anisa, saking kangennya dengan Anisa.
" Yah sudah yuk semuanya kehalaman belakang rumah, kebetulan sudah jam makan juga kan." Ucap Nando terharu melihat Marsya bahagia seperti ini, akhirnya perjuangan beberapa hari selesai juga, dan berhasil membawa Anisa ke rumahnya.
Marsya gandeng tangannya Anisa dan Lusi untuk jalan bersama ke halaman belakang rumah, Nando, Ucok, Satria, dan Boby. melihat Marsya begitu adil gandeng tangan orang tuanya merasa bangga sekali, karena Marsya tidak cuek dengan Lusi karena ada Anisa disampingnya.
Bik Sumini dan beberapa bodyguard langsung menyusun piring sesuai kursi yang sudah disiapkan oleh Marsya, Marsya mau duduk disebelahnya Anisa dan Lusi bagi Marsya, Lusi juga orang tua yang sangat di kagumi dan disayangi oleh Marsya sayangnya Marsya seperti sayangnya ke Anisa.
" Mari makan semuanya" Ucap Marsya bahagia, Marsya tidak lepas dari senyumannya dari awal ketemu Anisa sampai sekarang di halaman belakang rumahnya Nando.
" Selamat makan juga Marsya" Ucap Satria yang ikut bahagia melihat Marsya duduk disebelah orang tua yang sangat Marsya sayangi
Marsya langsung makan masakannya sendiri, Marsya sesekali suapin Anisa dan gantian suapin Lusi, Marsya bener bener merasa mimpi indah jadi kenyataan bisa makan satu meja dengan Anisa seperti ini.
__ADS_1