KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
Ayah dan bunda setuju


__ADS_3

Satria ngajak Marsya untuk pulang, karena besok Marsya akan menghadiri acara pengangkatan jabatan, Marsya sebagai CEO pengganti ayah angkatnya, karena Marsya merasa ayah angkatnya berhak menikmati masa tuanya di


rumah saja, tanpa harus bersusah payah lagi untuk bekerja.


“ Besok aku datang sayang, sebelum acaranya dimulai dan besok aku datang ditemani ayah dan bunda aku, untuk melihat pacar cantic aku menjadi CEO diperusahaan terkenal” Ucap Satria melihat Marsya sudah tenang dan


tidak nangis lagi karena mengingat nasipnya


“ Aku bahagia sekali sayang, terimakasih yah sudah mau meluang kan waktu untuk aku besok, dan ayah bunda pasti bahagia sekali melihat kehadiran kamu dan orang tua kamu besok” Ucap Marysa pakai sabuk pengaman.


“ Besok saat pidato jangan tegang yah sayang, supaya lancer menjelaskan kata sambutan kamu besok, apa lagi besok kan hari sejarah untuk hidup kamu kan”Lanjut Satria perlahan menjalan kan mobilnya, meninggal kan


taman dan antar Marsya untuk pulang.


Dilain sisi, Anisa bahagia sekali karena pelanggan satu satunya yang baik, akhirnya datang juga ke café, Anisa menceritakan keinginannya untuk meninggalkan cafenya Citra dan akan mulai mencari keberadaan


Marsya karena Anisa semakin  rindu dengan Marsya.


“ Tapi tadi Citra melarang aku untuk kembali ke Jakarta, bagaimana aku bisa ketemu dengan anak aku?” Tanya Anisa sedih, karena keinginannya tidak berjalan sesuai harapannya


“ Kamu serius mau keluar dari sini?” Tanya Pelanggannya Anisa menatap Anisa dengan serius


“ Yah aku serius dong, sekarang Marsya pasti sudah lulus sekolah dan aku penasaran bagaimana nasip anak aku sekarang, walaupun Marsya marah dan menolak kehadiran aku tidak jadi masalah, yang penting bisa ketemu

__ADS_1


langsung dan melihat langsung penampilan, kehidupan Marsya sekarang, dan penasaran siapa yang membesarkan Marsya. Lanjut Anisa dengan lirih, Anisa berusaha untuk tidak nangis karena menahan rindu ke Marsya


“ Seperti itu yah, baik lah akan aku cari cara untuk kamu keluar dari sini, tanpa kamu dilukai dan tanpa ada masalah sama sekali.” Lanjut Pelanggan nya Anisa, yang begitu peduli dengan nasipnya Anisa


“ Seriusan? Terimakasih yah jika kamu mau bantu aku, untuk kembali bertemu dengan Marsya dan aku tunggu kabar baik nya.” Lanjut Anisa langsung peluk pelanggannya saking bahagianya, karena ada harapan untuk kembali


bertemu dengan Marsya


Pelanggannya Anisa senyum bahagia, melihat Anisa tidak sedih. Pelanggannya Anisa langsung ngajak gullet panas sebelum pulang, membuat Anisa siap siap untuk melakukan gullet panas.


Dilain sisi, Ucok perintah kan Bodyguard nya dan bodyguard nya Nando untuk keluar kota, demi melancarkan pencarian ibu kandungnya Marsya, Ucok memberikan sejumlah uang tunai, dan kebutuhan untuk karyawannya demi pencarian ibu kandungnya Marsya.


“ Saran saya sih, kalian nyamar jadi penjual keliling apapun jualan yang kalian ingin kan, hasil jualannya boleh untuk kalian, demi melancarkan aksi kita, dari pada kalian keliling mencari tanpa menghasilkan


“ Ide yang bagus pak Ucok, baik lah saya mau keliling sambil jualan pak, batas maksimal pencarian sampai kapan pak?”Tanya bodyguard nya Ucok


“ Dua bulan, kalian bisa bayar orang untuk membantu kalian untuk pencarian, ingat kalian harus hati hati juga, dan bawa perlindungan diri, namanya tinggal diluar dan sendirian lagi kan, jadi supaya aman untuk kalian  juga” Lanjut Ucok yang tidak ingin terjadi apa apa dengan karyawannya.


“ Baik pak Ucok, kita akan menjalan kan perintah anda, dan kalo begitu kita pergi dari sini dan mulai pencariannya” Lanjut bodyguard yang pamit pulang, untuk siap siap pecarian dan sudah dibekali uang tunai dan fotonya Anisa.


Ucok mempersilahkan bodyguard nya untuk pergi, dan mulai pencarian kebedaraannya Anisa. Ucok kembali ke dalam kantor karena Ucok masih ada pekerjaan yang belum selesai dikerjakannya.


Dilain sisi, Marsya bilang ke Nando dan Lusi, jika Marsya ada rencana untuk membangun panti asuhan karena selama ini Marsya ingin sekali membanggunnya setelah lulus kuliah.

__ADS_1


" Ayah dan bunda setuju sayang, memangnya mau kapan pembangunnya? dan untuk anak asuhnya apa mau ayah bantu sayang?" Tanya Nando melihat Amanda yang punya niat baik


" Rencananya bulan besok ayah dan bunda, soalnya kan bulan ini Marsya mau fokus untuk menjalan kan proyek yang sudah berjalan, dan rencananya mau fokus mencari proyek sendiri baru bulan besok mengurus pembangunan panti asuhan" Ucap Marsya sudah merencanakan apa saja yang akan dikerjakan sebelum fokus membangun panti asuhan


"  Oh seperti itu yah rencana Marsya, jika butuh bantuan bunda dan ayah insya allah akan kita bantu semaksimal mungkin. bunda bangga sekali jika Marsya punya keinginan membantu sesama." Ucap Lusi merasa bangga sekali dengan keinginannya Marsya


" Pasti bunda, jika butuh sesuatu pasti akan bilang ke kalian sih, dan Marsya akan kasih tahu konsep bangunan dan konsep panti asuhannya seperti apa, dan akan kasih tahu kalian. minta saran dan jika ada tambahan dengan senang hati akan Marsya terima." Lanjut Marsya bahagia sekali, karena oang tua angkatnya selalu memberikan kebebasan untuk Marsya dan tidak pernah melarang Marsya melakukan apapun, selama keinginannya baik dan benar.


Nando dan Lusi setuju dengan keinginannya Marsya dan selalu siap untuk membantu Marsya setiap membutuhkan sesuatu, dan meringan kan apapun yang dilakukan oleh Marsya.


Dilain sisi, Ucok melihat warung yang lagi dibangun didepan pasar, dan sudah diisi perlengkapan untuk jualan makanan dan beberapa foto Marsya sudah dipasang dibeberapa sudut ruangan.


" Bagaimana pak Ucok, apa sesuai rencana pak Nando?" Tanya Bodyguard yang akan menjaga warung yang dibikin dengan perintah Nando


" Yah sesuai harapan saya, mulai besok kamu dan istri kamu bisa tinggal disini dan bisa mulai jualan, nanti saya kasih tahu pak Nando untuk kesini melihat langsung bersama Marsya dan bu Lusi juga, supaya tahu ada warung ini untuk Marsya." Ucap Ucok yang tidak sabar melihat ekspresinya Marsya saat tahu ada warung ini.


" Baik pak Ucok, semoga masakan istri saya cocok dengan lidahnya pak Nando, bu Lusi, dan Marsya." Lanjut bodyguard berharap masakan istrinya tidak mengecewakan keluarga bosnya.


" Amin, yah sudah saya mau pulang dan besok akan kesini." Lanjut Ucok mau pulang ke rumah karena sudah merasa lelah sekali hari ini, seharian banyak pekerjaan yang dilakukan Ucok.


Dilain sisi, Marsya melihat baju masa kecilnya yang sengaja Marsya simpan, dan baju terakhir Marsya ketemu dengan bunda nya di pasar lima belas tahun yang lalu, Marsya kembali rindu dengan Anisa yang tega meninggalkan nya di pasar.


" Bunda sebenarnya bunda ada dimana? Kenapa sampai sekarang tidak jemput Marsya bunda? Setiap hari Marsya selalu ke pasar dijam yang sama disaat bunda tinggalin Marsya, bunda tahu tidak Marsya lulus kuliah dengan nilai terbaik di kampus, dan orang tua angkat Marsya bener bener baik dengan Marsya, membesar kan Marsya penuh kasih sayang, selalu memanjakan Marsya, disaat sakit dirawat sampai sembuh, dan apapun yang Marsya ingin kan selalu diturutin dan tidak pernah marahin Marsya jika Marsya melakukan kesalahan. Beruntung sekali dibesarkan oleh orang tua seperti ayah Nando dan bunda Lusi. Bunda di mana apa selamanya Marsya tidak akan lagi ketemu dengan bunda?" Tanya Marsya sambil melihat baju kecilnya, air matanya Marsya terus menerus membasahi bajunya, Marsya bener bener sudah frustasi tidak akan ketemu lagi dengan Anisa, karena setiap hari bulak balik pasar tapi tidak pernah melihat Anisa sama sekali.

__ADS_1


Marsya yang sudah puas nangis, langsung keringkan baju yang dipegangnya basah dan disimpan kembali kedalam lemari. Marsya sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk ketemu dengan Anisa kembali.


__ADS_2