KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
Jika Marsya minta


__ADS_3

Anisa berusaha menghargai Rangga untuk menceritakan masa lalunya bersama Anisa, Anisa langsung nangis saat ingat masa lalunya yang suram dan betapa teganya Rangga usir Anisa saat lagi hamil cuman karena Rangga tidak


mampu memberikan kehiudpan yang layak saat menjalani pernikahan,dan merasa terharu karena Rangga sampai tahu Anisa pernah menitipkan Marsya di panti asuhan selama empat tahun, dan tepat usia Marsya lima tahun ditinggal begitu saja di pasar tradisional.


“ Maksud kedatangan saya ke ini, untuk ajak Anisa rujuk kembali, karena saya ingin menebus kesalahan saya dimasa lalu dengan Anisa dan saya ingin membesarkan Marsya bersama Anisa dan menjadi keluarga yang bahagia bersama, walaupun saya punya istri lagi, insya allah saya akan beusaha bersikap adil untuk kedua istri saya dan anak anak saya, apa Anisa mau rujuk kembali bersama saya?” Tanya Rangga berharap jika Anisa mau memberikan kesempatan untuk Rangga bisa menempati janjinya, dan bisa bahagia bersama dengan pernikahan poligami.


“ Mudah sekali kamu datang kesini untuk ajak rujuk, saya pribadi menolak ajakan kamu untuk rujuk, tapi jika Marsya minta kita rujuk, saya pasrah menerimanya semuanya demi kebahagiaan Marsya bisa memiliki orang tua lengkap” Ucap Anisa yang sudah menolak ajakan Rangga, sekarang Anisa tidak bisa memberikan hati untuk orang yang seenaknya usir dari rumah karena tidak mampu memberikan kehidupan yang layak


“ Saya juga setuju dengan Anisa tidak akan semudah itu merima ajakan rujuk, apa lagi anak kamu sudah dewasa dan tidak akan mudah menerima kehadiran Marsya sebagai kaka tirinya, jika saya boleh kasih saran, kamu boleh ketemu dengan Marsya tanpa ada ikatan apapun dengan Anisa, karena saya tidak yakin kehidupan poligami akan memberikan kehidupan bahagia terutama untuk Marsya, akan merasakan kesedihan dari sikap dan ucapan dari adik tiri dan ibu tirinya, apa lagi tadi anda bilang jika istri dan anak anda menolak kehadiran Anisa dan Marsya. Saya pribadi menolak Marsya tinggal bersama anda, tapi jika sekedar berkunjung saja saya masih mengijinkannya” Tegas Lusi terus terang, karena selama ini Lusi membesarkan Marsya tidak pernah marah, membentak, atau pun main fisik sama sekali, Lusi selalu berusaha membuat Marsya bahagia dan nyaman didekat Lusi dan Nando selama lima belas tahun membesarkan Marsya.


“ Betul sekali, saya sebagai ayah angkatnya Marsya tidak yakin Marsya akan bahagia tinggal bersama anda, tapi jika anda mau ketemu dengan Marsya untuk ajak jalan jalan bareng, tentu akan saya beri ijin, karena tidak akan membuat Marsya sedih dan mendapatkan prilaku buruk dari istri dan anak anda.”  Tegas Nando menolak jika


Marsya harus tinggal bersama Rangga, dan tidak akan membiarkan Marsya sedih sama sekali.


“ Baik lah, katanya kan keputusan ada ditangan Marsya, apapun keputusannya saya terima, dan terimakasih kalian semua mau memberikan ijin saya untuk ketemu Marsya walaupun tidak bisa ajak anak sendiri tinggal bersama. Lalu kapan saya bisa ketemu dengan Marsya langsung?” Tanya Rangga dengan pasrah, karena Rangga sadar penderitaan yang Anisa alami karena keegoisannya dimasa lalu, dan Rangga tidak akan paksa Anisa untuk rujuk, jika Marsya menolaknya.


“ Nanti sore, setelah Marsya pulang kerja, kita akan bahas hal ini langsung dengan Marsya, pantas saja anda memberikan harga jual tanah dengan harga murah, karena anda tahu saya yang adopsi Marsya?” Tanya Nando

__ADS_1


curiga dengan Rangga.


“ Iyah, setelah saya mendapatkan kabar dari asisten saya, pernah lihat Anisa, Marsya, dan istri anda belanja dipasar tradisional, dan cari tahu perempuan yang bersama Anisa ternyata istri anda, dan saat itu lah saya bilang ke asisten saya untuk menjual tanah dengan harga murah ke anda, apa lagi asisten anda bilang tanah yang anda beli untuk kado ulang tahunnya Marsya karena Marsya mau mendirikan panti asuhan.” Lanjut Rangga melihat Eki yang


sibuk dengan hanphonenya.


“ Sial jadi pertanyaan yang Rudi kasih ke saya itu, untuk cari tahu alasan pak Nando beli tanah dari anda, saat saya dan Rudi mengurus perpindahan kepemilikan tanah?” Tanya Eki kesel, Eki sama sekali tidak curiga dengan pertayaan yang disampaikan oleh Rudi beberapa hari yang lalu.


“ Betul sekali pak Eki, maaf yah jika anda merasa dibohongin, karena saya penasaran dengan maksud pak Nando beli tanah ke saya” Lanjut Rangga terus terang, Rangga merasa iri karena Nando bisa memberikan kado special untuk Marsya nanti.


“ Lebih baik kamu pergi dari sini, dan nanti Eki yang akan telefon kamu untuk kesini lagi dan ketemu dengan Marsya nanti sore.” Tegas Anisa malas sekali berlama lama berbicara dengan Rangga, karena Anisa bener


“ Yah sudah kalo begitu, semuanya saya pamit untuk ke kantor dan sore saya akan kesini lagi. Permisi semuanya” Lanjut Rangga, sejujurnya Rangga masih rindu dengan Anisa, tapi jika Anisa malas berbicara dengan Rangga


yah Rangga tidak bisa paksa, takutnya niat ketemu dengan Marsya gagal total karena Anisa marah kembali.


Rangga langsung meninggalkan rumahnya Nando dan memutuskan untuk ke kantor, Rangga merasa bahagia akhirnya bisa ketemu lagi dengan Anisa sekian lamanya dan nanti sore pertama kalinya Rangga ketemu dengan Marsya setelah dua puluh tahun tidak ketemu sama sekali.

__ADS_1


Dilain sisi, Marsya merasa lega karena akhirnya pekerjaan Marsya dan pekerjaannya Eki selesai juga, Marsya menghadiri dua kali rapat dalam waktu yang sama, demi bisa mengerjakan pekerjaan Eki.


“ Lelah sekali rasanya, om Eki baru balas chat saya, astaga  itu orang, baru mau ke kantor jam segini, untungnya om Eki sudah bekerja bersama ayah bertahun tahun dengan baik, jika tidak sudah dipastikan saya pecat seenaknya sekali kerja datang siang” Protes Marsya kesel, karena Eki baru mau ke kantor jam sebelas siang dan datangnya bersama Nando, Lusi, dan Anisa.


Marsya siap siap kembali ke kantor setelah menghadiri rapat walaupun masih pagi, tapi tidak Marsya tolak sama sekali, demi proyek yang sedang diajukan supaya berhasil.


Dilain sisi, Nando membiarkan Lusi  berbicara dengan Anisa empat mata, untuk menentukan Marsya mau menerima ajakan Rangga untuk tinggal di rumahnya Rangga tanpa kehadiran Anisa sama sekali.


“ Saya rasa Marsya akan menolak ajakan Rangga, walaupun dia ayah kandung,tapi karena dia kehilangan sosok ayah yang dibutuhkan Marsya selama ini, dan saya juga tidak rela Marsya tinggal bersama orang orang yang


sudah menolak kehadiran Marsya, pasti tidak akan rukun dan pasti selalu ada keributan, kasihan di Marsya nya” Ucap Lusi terus terang dan tidak rela jika Marsya menderita selama tinggal bersama Rangga


“ Sama Lusi, saya juga tidak ingin Marsya sedih selama tinggal dirumah Rangga, tapi mempertemukan mereka memang hak mereka untuk ketemu, ayah dan anak kandung memang punya hak untuk saling kenal, tapi untuk


tinggal bersama yah saya juga menolaknya, karena saya tidak ingin Marsya merasakan kesedihan lagi cukup selama lima belas tahun saja, jangan ada kesedihan lagi apa lagi didapat dari saudara tiri dan ibu tiri” Ucap Anisa yang tidak ingin mengambil resiko, membiarkan Marsya menderita demi bisa deket dan tinggal dirumahnya Rangga.


Lusi merasa lega karena Anisa menolak ajakan Rangga untuk rujuk, jika Anisa rujuk otomatis Marsya akan ikut tinggal bersama orang tua kandungnya, dan Lusi akan jarang ketemu lagi dengan Marsya, anak yang selama

__ADS_1


ini dibesarkan penuh cinta, perhatian,dan kasih sayang yang tulus, Lusi tidak pernah marah ke Marsya jika Marsya melakukan kesalahan apapun.


__ADS_2