
Rangga melihat jam dikomputer membuat Rangga siap siap pulang,dan jemput Anisa dan Marsya untuk berangkat bersama kerumahnya dan ketemu pertama kalinya dengan IIs dan Natalia dirumahnya.
" Sekarang saja ah pulangnya, setengah jam lagi pulangnya, sudah tidak sabar mau melihat Anisa dan Marsya lagi, dan duduk didalam mobil yang sama menuju rumah" Ucap Rangga merapihkan meja kerjanya, sebelum ke rumahnya Nando untuk jemput Anisa dan Marsya
" Anda mau kemana pak? sudah rapih rapih seperti itu?" Tanya Rudi penasaran karena masih jam segini tapi Rangga sudah merapihkan meja kerjanya
' Saya mau jemput Anisa dan Marsya, soalnya kan hari ini mau makan malam bersama dirumah saya, ada Iis dan Natalia juga." Ucap Rangga yang masukin dokumen kedalam tasnya
" Akhirnya pak, anda merasakan kebahagian, bisa kumpul lagi dengan istri anda. Have fun deh buat acara makan makannya pak, bersama Bu Iis, Bu Anisa, Natalia, dan Marsya." Lanjut Rudi berharap keluarganya Rangga merasakan bahagia, dengan menjalankan rumah tangga poligami ini
" Iyah Alhamdulillah, Iis dan Natalia sudah mau menerima kedatangan Anisa dan Marsya oleh karena itu malam ini saya jadi ajak Anisa dan Marsya untuk ketemu langsung, saya berharap sih pernikahan saya dan Anisa bisa disenggarakan secepat mungkin, supaya bisa secepatnya kembali halal." Lanjut Rangga berharap pernikahannya bisa secepatnya dijalanin.
" Amin pak, saya berharap bisa secepatnya bersatu yah kalian" Lanjut Rudi berharap jika Rangga bisa bahagia bersama kedua istrinya.
Dilain sisi, Satria menjemput Marsya ke kantor, Satria tidak masalah jika waktu pulang bersama Marsya cuman sebentar karena Marsya akan makan malam sekeluarga.
" Aku berharap bisa kompak dengan adik tiri aku sayang, supaya orang tua kita melihatnya bahagia, jika anak anaknya bisa kompak dan tidak ada keributan apapun sayang." Ucap Marsya berharap rumah tangga orang tuanya penuh rasa cinta dan kebahagiaan dari orang tua dan anak anaknya bisa kompak layaknya seorang adik dan kakak.
" Amin sayang, coba saja kamu bersikap manis dan ramah sayang, beberapa hari ketemu akan kelihatan bagaimana sifatnya sayang, jangan ada rebutan apapun karena kasihan orang tua melihat jika anak anaknya tidak bisa akrab." Ucap Satria yang selalu berharap keluarganya Marsya bisa kompak dan bahagia selalu.
" Amin sayang, aku berharap juga" Lanjut Marsya yang akan berusaha menjadi Kaka tiri yang baik untuk Natalia.
Satria penasaran dengan adik dan ibu tirinya Marsya, berharap mereka bisa menerima kehadiran Anisa dan Marsya dengan setulus hati.
Dilain sisi, Nando menceritakan ke Lusi jika rapat hari ini berjalan dengan lancar, membuat Lusi bangga karena Nando berhasil mendapatkan proyek yang seharusnya Dikerjakan oleh Ucok.
__ADS_1
" Alhamdulillah sayang, aku ikut senang mendengarnya, Marsya kalo tahu ayah nya masih hebat seperti ini, pasti bangga juga sayang ke ayah." Ucap Lusi yang selalu suka mendengar Nando berhasil mendapatkan proyek yang lagi dikerjakan oleh Nando.
" Sepertinya sayang, tapi aku tidak ingin bilang ke Marsya jika aku ikut kerja juga sayang, walaupun cuman sebentar dan satu proyek setiap harinya. Biarin Marsya berkarya sampai dia bisa menjadi CEO muda yang hebat dan mandiri. Jika tahu aku masih kerja takutnya orang orang mengira jika Marsya tidak bisa mandiri dan bergantung dengan aku sayang." Lanjut Nando yang tidak ingin membuat Marsya dianggap tidak mampu menjalankan perusahaan sendiri dengan tenaga sendiri tanpa bantuan Nando sama sekali.
" Aku setuju sayang, aku juga tidak ingin bilang apapun ke Marsya soal ayah kerja diam diam seperti ini, dan Anisa juga sudah aku kasih tahu sayang, untuk menjaga rahasia ini juga, supaya Marsya tidak merasa diragukan kemampuannya dalam bekerja." Lanjut Lusi yang selalu berusaha menjaga perasaannya Marsya.
Nando juga sama seperti Lusi, yang ingin berusaha menjaga perasaannya Marsya cuman karena Nando masih ingin bekerja dikantor.
Dilain sisi, Satria mencium telapak tangannya Anisa saat Satria sampai rumahnya Nando, Satria melihat Anisa berpenampilan beda lebih cantik, membuat Satria tidak bisa tidak memuji kecantikan Anisa.
" Mamah mertua makeup cantik seperti ini, pasti mau makan malam bersama papah mertua yah. Beda loh penampilannya." Ucap Satria terus terang, Satria senang melihatnya, Anisa berusaha berpenampilan menarik karena mau ketemu istri dan anaknya Rangga.
" Terimakasih pujiannya, tadi Marsya juga bilang, kamu dan papah nya Marsya ikut makan siang bersama yah, dan tidak menyangka jika papah nya Marsya pernah menjalankan proyek bersama papah kamu." Ucap Anisa tidak menyangka jika Rangga selama ini kenal dengan Satria dan orang tuanya
" Maaf menunggu lama yah sayang, aku ganti baju dulu." Ucap Marsya tiba tiba keluar dari dalam rumah.
" Tidak masalah sayang, aku disini sampai papah kamu tiba yah, aku mau melihat kamu jalan bersama papah dan mamah kamu." Lanjut Satria melihat Marsya pun sama seperti Anisa penampilannya lebih cantik dan manis dilihatnya.
" Terimakasih sayang, boleh sayang kamu disini sampai ayah aku datang." Lanjut Marsya, Marsya ajak Anisa ngobrol bersama Satria juga sambil menunggu kedatangannya Rangga.
Dilain sisi, Iis dan Natalia melihat meja makan yang sudah disusun rapih dan penuh makanan, membuat kedua nya sudah mulai lapar dan tidak sabar ingin menikmatinya.
" Anisa jika tinggal disini wajib masak untuk kita, enak saja numpang hidup saja dengan kita, kita tidak boleh membiarkan orang itu leha leha selama tinggal disini, bunda penasaran anaknya kerja apa yah?" Tanya Iis penasaran dan takut jika Marsya akan memanfaatkan Rangga untuk memenuhi kebutuhan nya dengan berlebihan.
" Entah lah bunda, kata ayah kan, ibunya diusir pas ayah lagi susah susahnya, jangan jangan sekarang masih susah lagi? Duh pasti malu deh melihat penampilan Kaka tiri yang kampungan dan tidak modis sama sekali. Pantauan saja ayah mau memungutnya kembali, kasihan mungkin yah hidupnya serba kekurangan." Ucap Natalia tidak bisa membayangkan melihat penampilan Marsya dan Anisa yang dianggap kampungan.
__ADS_1
" Duh jika bener yah Natalia, bunda tidak akan mengakui Anisa sebagai istri ke dua ayah kamu, mau ditaruh dimana wajah kita coba, akan malu karena penampilan mereka yang kampungan dan sederhana itu." Lanjut Iis yang tidak sanggup menahan malu jika temen temen sosialita pada tahu istri kedua suaminya orang susah.
Natalia dan Iis sama sama tidak bisa membayangkan jika Marsya dan Anisa orang susah dan penampilan kumel pasti membuat Natalia dan Iis malu jika temen temennya melihat kehadiran Anisa dan Marsya dirumahnya.
Dilain sisi, Nando, Lusi, Anisa, Marsya, dan Satria. Senyum lega melihat Rangga sudah datang untuk ajak Anisa dan Marsya makan malam bersama, sejujurnya Lusi berat membiarkan Marsya ikut acara makan malam bersama orang tuanya, Tapi Lusi berusaha tidak egois dan membiarkan Marsya untuk ikut makan dirumahnya Rangga.
" Malam semuanya, pak Nando dan Bu Lusi, saya ijin bawa Marsya ikut makan malam yah dirumah saya malam ini." Ucap Rangga yang merasa tidak enak hati ajak Marsya ajak makan malam bersama seperti ini.
" Silahkan saja, semoga makan malam ini awal yang bagus untuk kerukunan keluarga anda, dan anda bisa membuat Marsya selalu bahagia ada atau tanpa anda pak Rangga, ingat jika saya tahu Marsya sedih selama bersama anda dan keluarga anda. Saya yang akan keras melarang anda untuk menemui Marsya lagi." Tegas Nando yang tidak akan membiarkan siapapun membuat Marsya sedih apapun alasannya.
" Siap pak, saya janji dengan anda, saya sebagai ayah kandungnya juga ingin memberikan yang terbaik untuk anak saya sendiri pak.jadi jangan kwartir pak Nando." Lanjut Rangga yang berusaha tidak protes, karena rasa kwartir yang dirasakan Nando itu hal yang wajar.
" Have fun yah sayang, makan malam hari ininya." Ucap Lusi merapihkan rambutnya Marsya yang sedikit berantakan.
" Iyah bunda, maaf yah bunda, karena acara makan malam ini, Marsya jadi tidak bisa makan bersama ayah dan bunda dirumah." Ucap Marsya sedih karena malam ini membuat Nando dan Lusi makan berdua saja.
" Santai saja sayang, sudah sana ikut papah kamu untuk makan bersama sekeluarga." Lanjut Lusi berusaha tidak sedih, karena membiarkan Marsya makan malam bersama orang tua kandungnya.
" Saya pamit dulu yah Nando dan Lusi.", Ucap Anisa yang gugup berusaha tenang karena jika terlalu gugup tidak enak juga, saat ngobrol nantinya.
" Karena calon papah mertua sudah datang, Satria juga pamit untuk pulang." Ucap Satria langsung mencium tangannya Nando, Lusi, Anisa, dan Rangga.
" Terimakasih yah sayang, mau tungguin papah aku sampai datang." Lanjut Marsya senyum manis melihat Satria yang tidak protes menunggu Rangga terlalu lama datang ke rumah.
" Sip sayang" Lanjut Satria yang langsung jalan ke mobilnya dan siap siap untuk kembali ke rumahnya, Satria berusaha santai menunggu Rangga datang untuk menjemput Marsya dan Anisa untuk makan malam
__ADS_1