KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
Membangun panti asuhan


__ADS_3

Nando siap siap pulang dari kantornya, Nando merasa penasaran dengan kue buatan Lusi, Anisa, dan Marsya.


" Akhirnya rapih juga" Ucap Nando keluar dari ruangannya dan tidak sabar mau makan kue bersama Anak dan istrinya di rumah.


Dilain sisi, Marsya buka laptop dan mencoba cari inspirasi membangun panti asuhan impiannya selama ini, Lusi dan Anisa masuk kedalam kamarnya Marsya melihat apa yang lagi dikerjain oleh Marsya.


" Marsya lagi cari inspirasi untuk membangun panti asuhan mamah dan bunda." Ucap Marsya santai sambil fokus melihat layar laptopnya


" Mau bikin panti  asuhan? inspirasi dari mana Marsya, alhamdulillah sekali Marsya punya niat sebaik itu, mamah bangga sekali dengan niat baik Marsya?” Tanya Anisa melihat Marsya yang punya niat sebaik itu


dan peduli dengan sesama.


“ Inspirasi dari pengalaman pribadi mah, mamah kan waktu Marsya masih bayi sampai usia empat tahun dititipin dipanti asuhan, dan usia lima tahun ditinggalin begitu saja dipasar, Marsya jadi punya inspirasi


membangun panti asuhan setelah Marsya lulus kuliah dan saat Marsya sudah kerja


mau nabung untuk membangun panti asuhan, diluar sana pasti banyak yang nasipnya


sama seperti Marsya, walaupun kita tidak tahu akan ketemu lagi dengan orang tua


kandung atau tidaknya.” Lanjut Marsya dengan lirih, Marsya merasa bersyukur


dibesarkan oleh pasangan suami istri sebaik dan orang mampu seperti Nando dan


Lusi membuat kehidupan Marsya jauh lebih dan lebih  beruntung.

__ADS_1


“ Maafkan mama sayang, karena ketidak mampuan hidup Marsya jadi seperti itu sayang, tapi Alhamdulillah Marsya besar mampu membangun panti asuhan dan mau berbagi ke sesame, mamah bangga sekali dengan Marsya” Lanjut Anisa terharu dan menyesal, andaikan dulu disaat diusir oleh Rangga, Anisa bisa mandiri membesarkan Marsya tidak akan seperti ini jalan hidupnya Marsya merasakan pahitnya hidup di panti asuhan selama empat tahun dan saat usia lima tahun justru ditinggal begitu saja.


“ Marsya selain itu juga sering sekali mengadakan bakti social, membagikan makanan, alat tulis, dan buku gratis untuk anak anak yang tidak mampu, bunda juga bangga sekali dengan Marsya yang mau berbagi rezeki karena pengalaman pribadinya Marsya” Ucap Lusi selalu ingat bagaimana  antusiasnya Marsya untuk berbagi kesesama


setiap bulannya.


Marsya nangis dalam pelukannya Lusi saat ingat bagaimana perasaannya Marsya dimasa lalu, Marsya tidak akan pernah lupa kalo Marsya pernah jatuh sakit karena tidak mau makan dan minum cuman karena ingin ketemu


dengan Anisa yang tidak pernah kunjung datang, semenjak itu Nando selalu berusaha ajak Marsya jalan jalan supaya tidak merasa sedih terus karena menunggu kehadiran Anisa waktu kecil.


Anisa melihat Marsya nangis dalam pelukannya Lusi, ikut sedih melihat anaknya seperti ini, tapi mau bagaimana lagi keadaan yang membuat Anisa tega meninggalkan Marsya sampai akhirnya Nando dan Lusi yang menemukannya.


Dilain sisi. Rangga tidak sabar ingin secapatnya pulang ke rumahnya, untuk kasih tahu ke Iis jika anak kandungnya sudah ketemu dan berharap Lusi mengijinkan Rangga untuk kembali bersama Anisa dan menjalankan rumah tangganya bersama Anisa juga.


“ Semoga Iis mau menjalankan rumah tangga poligami karena mau bagaimana pun Anisa masih berstatus istri saya, karena tidak ada perceraian sama sekali, walaupun dulu saya usir Anisa karena tidak mampu memberikan kehidupan layak untuk Anisa.” Ucap Rangga langsung masuk kedalam mobil, dan tidak sabar mau ketemu dengan Iis membahas kehadirannya Anisa dan anak kandungnya, rencana Rangga untuk rujuk kembali dengan Anisa.


“ Kamu yakin harga yang dikasih pak Rangga segitu? Murah sekali saya rasa?” Tanya Ucok merasa heran walaupun bersyukur karena kegiatan amal yang dilakukan Marsya berjalan dengan lancar, pembelian tanahnya.


“Yakin dong, sudah lah pak tidak usah bingung seperti itu soal harga, oh yah memangnya jadi membangun panti asuhannya? Baik sekali niat bos kamu?” Tanya Rudi sengaja soalnya sekalian cari tahu soal Marsya anak kandungnya Rangga.


“ Alhamdulillah jadi, rencananya pak Nando akan kasih surprise ke anaknya pembelian tanah ini, supaya anaknya tidak usah cape cape cari tanah yang cocok untuk kegiatan amalnya nanti” Lanjut Ucok terus terang, Ucok langsung masukin serfitikat tanahnya kedalam tasnya.


“ Pasti anaknya senang sekali,mendapatkan kado ulang tahun tanah untuk kegiatan sosialnya, saya ikut bangga.dengan niat baik anaknya pak Nando” Lanju Rudi yang sudah tahu jika Marsya bukan lah anak kandungnya Nando, melain kan anak angkatnya.


Dilain sisi, Iis nangis saat mendengar keinginannya Rangga untuk rujuk kembali bersama Anisa, perempuan yang selama ini Rangga abaikan dan mau rujuk karena kehadiran Marsya anak pertamanya yang ternyata beli tanah milik Rangga.

__ADS_1


“ Apa bunda iklas jika di madu? Aku tidak tahu jika Anisa baru ketemu dengan Marsya yang selama ini ditinggal oleh Anisa, aku ingin memperbaiki kesalahan aku ke Anisa dan Marsya, dan kita bisa menjalankan pernikahan poligami, saling memberikan segalanya dan berbagi segalanya.aku tidak tega membiarkan Marsya penasaran siapa ayah kandungnya sayang” Bujuk Rangga yang sejujurnya tahu perasaannya Iis sekarang, perempuan mana yang mau dimadu apapun alasannya.


“ Memangnya Anisa mau dimadu ayah? Yah sudah lah jika memang mau nembus kesalahan ayah, cukup bilang keadaan yang ada sekarang, memang Marsya tahu siapa ayah nya yah cukup datang kesini jika mau ketemu ayah, tapi kalo untuk menikahi Anisa lagi maaf bunda tidak mau dimadu, itu kesalahan ayah sendiri dimasa lalu, dan ayah sekarang juga punya anak dari pernikahan kita selama lima belas tahun ayah” Tegas Iis yang tidak ingin dimadu, karena pernikahan yang berbagi tidak akan mudah dijalankan dan pasti akan ada yang merasa.iri dan merasa kurang diperhatikan oleh Rangga.


“ Baik lah jika itu keinginan bunda, maaf kan ayah membuat.situasi pernikahan kita jadi seperti ini sayan, karena masa lalu yang tidak ayah selesai kan dengan sebaik baiknya sayang” Lanjut Rangga menyesal dengan apa yang dilakukannya dimasa lalu, usir seenaknya orang yang dicintainya dan.sekarang akan menyakiti hatinya Iis, Rangga peluk Iis yang nangis karena kesel mendengar keinginannya Rangga yang ingin rujuk kembali dengan Anisa.


Dilain sisi, Nando menikmati cemilan yang dibuat oleh Lusi, Marsya, dan Anisa. Lusi memberikan minuman penyegar untuk suami tercinta.


“ Bagaimana ayah, apa enak kue buatan kita?” Tanya Lusi penasaran, karena Lusi baru pertama kalinya membuat kue seperti ini


‘ Kuenya enak sekali, dan guring lagi ayah doyan nih dengan kue buatan kalian.” Ucap Nando sambil minum air yang diberikan oleh Lusi


“ Alhamdulillah jika ayah doyan dengan kue buatan kita” Ucap.Lusi senang karena suaminya doyan dengan masakannya


“ Ayah besok Marsya kerja kembali yah, Marsya tidak enak.membuat ayah cape kembali seperti ini. Apa boleh?” Tanya Marsya yang tidak ingin membuat Nando merasakan lelah kerja kembali seperti ini


“ Marsya yakin mau kerja kembali? Ayah sih santai saja bekerja seperti ini, karena ayah juga jika dirumah seharian tidak melakukan apapun juga merasa jenuh sayang.” Lanjut Nando terus terang, karena Nando sudah terbiasa bekerja dari pagi sampai sore


“ Yakin ayah, orang yang sudah pension pasti akan merasakan hal.yang sama seperti ayah kok, jadi ini saatnya ayah menikmati masa tua ayah, dirumah bersama bunda yah.” Lanjut Marsya yang tidak mau leha leha dirumah tapi.membuat Nando cape sendiri untuk bekerja


“ Baik lah jika memang itu keinginan Marsya akan ayah ijin kan” Lanjut Nando bangga karena Marsya mau merasakan kerja kantoran, dan membiarkan Nando menikmati masa tuanya dirumah bersama Lusi


“ Mamah juga mau melihat Marsya kerja sayang, mau melihat kantornya Marsya dan kita bertiga bisa makan siang bersama di kantor jika Marsya mau makan siang bersama kita” Ucap Anisa yang ingin tahu kegiatan Marsya kalo dikantor, dan Anisa mau temani Marsya untuk makan siang dikantor.


“ Mau mah, dengan senang hati Marsya makan siang bersama kalian dikantor” Lanjut Marsya merasa bahagia, karena Anisa akhirnya mau ke kantornya, dan kasih tahu karyawan karyawannya jika ibu kandungnya sudah ketemu dan sekarang tinggal bersama.

__ADS_1


Nando tidak merasa keberatan dengan keinginan Anisa untuk ke kantor dan makan siang dikantor bersama Marsya, Nando merasa jika Anisa selalu berusaha ada didekat Marsya walaupun Marsya sibuk dengan pekerjaan dikantornya.


__ADS_2