
Marsya melanjutkan pekerjaannya setelah Satria pamit untuk pulang, karena Satria juga harus melanjutkan pekerjaaannya juga, membuat Marsya tidak bisa melarang Satria terlalu lama di kantornya.
" Bunda, sekarang Marsya sudah punya pacar yang selalu mengerti Marsya, sabar, dan selalu bisa memberikan saran yang selalu bisa bikin Marsya merasa lebih tenang dan tidak sedih lagi." Ucap Marsya melihat baju masa kecilnya, dan langsung dimasukin lagi kedalam tasnya, Marsya langsung melanjutkan pekerjaannya setelah puas melihat baju masa kecilnya.
Dilain sisi, Nando, Lusy, dan Ucok. ikut ke rumahnya Lucky untuk mengatur rencana ajak Anisa keluar dari tempat itu, tanpa menimbulkan masalah baru.
"Saya mendapatkan informasi jika tempat itu selalu kena razia, dan jalan satu satunya yah dengan adanya razia cuman itu saja yang bisa kita lakukan, karena Anisa sekarang di rumah sakit jadi bisa kita lakukan razia besok, dan saya tahu mereka ada kelemahan yang bikin bosnya akan menyerah dan mau mempertanggung jawabkan kesalahannya." Ucap Lucky yang diam diam cari informasi soal cafe milik Citra
" Ya sudah lakukan saja Lucky, supaya besok kita bisa langsung bawa Anisa dari sini, walaupun tanpa barang barang pribadi Anisa tidak masalah." Ucap Nando yang tidak masalah Anisa pergi tanpa barang barangnya, karena Nando dan Lusi akan membelikan barang barang baru untuk Anisa
" Baik lah kalo begitu, besok saya akan atur semuanya yah, dan saya akan usahakan besok berjalan dengan lancar, dan Citra bisa mempertanggung jawabkan kesalahanny, supaya dengan mudah kita membawa pergi Anisa dari sini." Lanjut Lucky yang akan membantu Nando semaksimal mungkin.
" Terimakasih banyak yah Lucky, sudah mau membantu kita semua yah, bearti kita semua besok sudah ada di rumah sakit dan bisa membawa Anisa ke bandara, oh yah Lucky kalo boleh besok temen kamu tolong ada di rumah sakit yah, untuk temani kita bawa Anisa ke bandara supaya takut ada masalah bisa langsung dibantu" Ucap Lusi takut besok ada gangguan selama perjalanan ke bandara
" Tenang saja, akan saya bantu soal itu Lusy, tapi kita jalannya sore yah karena kan saya dan tim harus mengadakan rapat mendadak untuk melakukan razia di cafe itu, tidak bisa seenaknya juga kan." Lanjut Lucky yang ingin semua rencana berjalan dengan lancar, dengan persiapan yang matang.
" Itu tidak masalah, kita akan tunggu perintah dari kamu dan temen temen kamu, demia semuanya berjalan dengan lancar." Ucap Ucok yang nurut saja apapun perintah dari Lucky dari pada salah salah mereka yang akan kena masalah.
__ADS_1
Lucky setuju dengan Ucok, Lucky langsung telefon temennya untuk minta bantuan buat besok, dan rencananya beberapa jam lagi Lucky akan ketemu temennya dan membahas soal besok, membuat Nando, Lusy, dan Ucok. merasa lega karena sudah dibantu oleh Lucky.
Dilain sisi, Citra masuk kedalam kamar perawatannya Anisa, ternyata Anisa sudah sendirian didalam kamar perawatannya, Anisa yang melihat Citra datang membawa bajunya merasa senang sekali, karena akhirnya ada baju ganti untuk Anisa.
" Maaf saya lama, oh yah Boby sudah pulang? Untungnya tadi ada Boby yang temani kamu disini, oh yah saya sudah bayar biasa pengobatan kamu disini, pakai uang kamu yah, soalnya saya tidak ingin pinjamin kamu selama sakit" Ucap Citra paling tidak suka pinjamin anak buahnya uang, karena Citra malas nagihnya.
" Tidak masalah madam, terimakasih sudah mau temani saya disini yah madam, terus kata dokter saya kapan boleh pulang?" Tanya Anisa tidak sabar mau masakin untuk Marsya, Putri yang selama ini dirindukan oleh Anisa.
" Katanya tiga hari lagi, soalnya tensi darah kamu rendah, kamu masih harus mendapatkan penangan dari dokter." Lanjut Citra langsung kasih tas berisi baju ke Anisa
" Oh tiga hari, yah tidak masalah, tapi maaf yah madam karena saya sakit jadinya saya tidak bisa bekerja selama sakit" Lanjut Anisa pura pura sedih, karena selama sakit, Anisa bisa istirahat lebih banyak lagi, dan tidak merasa kelelahan sama sekali.
Dilain sisi, Marsya siap siap untuk pulang karena sudah sore dan Marsya berusaha untuk tidak sedih karena malam ini tidak ada kedua orang tuanya di rumah.
" Satria sudah dijalan, enaknya kemana yah bersama Satria sekarang, mumpung di rumah tidak ada bunda dan ayah?" Tanya Marsya yang langsung pakai tasnya dan jalan ke luar ruangannya
Dilain sisi, Nando ngajak Lusi, dan Ucok. untuk nginep di kontrkannya Boby karena Nando malas ke hotel karena jaraknya sangat jauh dari cafe tempat tinggalnya Anisa.
__ADS_1
" Yah sudah Lucky, kita pergi sekarang, dan sampai ketemu besok ya, pagi kita akan kesini yah sebelum ke rumah sakit" Ucap Nando yang bingung mau kemana besok sebelum ke rumah sakit
" Boleh deh kalian besok ke sini, kalian besok akan ditemani temen saya yah selama ada disini takut ada apa apa nantinya ke kalian" Ucap Lucky yang tidak merasa keberatan jika Nando dan yang lainnya datang ke rumahnya
" Oke deh, kalo begitu sampai ketemu nanti" Ucap Lusi yang langsung jalan duluan keluar dari rumahnya Lucky
Nando, Lusi, Ucok, dan Boby. langsung masuk kedalam mobil dan meninggalkan rumahnya Lucky, karena Nando dan yang lain butuh istirahat untuk besok perjuangan panjang untuk bisa membawa Anisa pergi.
Dilain sisi, Citra yang merasa bosan di rumah sakit, memutuskan untuk kembali ke cafe, membuat Anisa dengan senang hati ditinggal oleh Citra di rumah sakit.
" Kamu yakin Anisa tidak masalah jika saya kembali ke cafe?" Tanya Citra ragu untuk meninggalkan Anisa sendirian di rumah sakit.
' Yakin madam, disana pasti lebih banyak yang membutuhkan madam, disini kan ada suster jaga yang bisa menjaga saya disini." Ucap Anisa santai, tidak masalah jika ditinggal oleh Citra, karena Anisa ingin ketemu lagi dengan Lusi selama Citra ada di cafe.
" Yah sudah kalo begitu, besok pagi saja yah saya kesini, sekalian bawain kamu makanan atau saya suruh yang lain untuk jagain kamu besok, soalnya di cafe lagi rame ramenya, oleh karena itu saya sendiri yang menjaga kamu" Lanjut Citra merasa lega karena Anisa mau sendirian di rumah sakit, jadi tidak terlalu lama menyusah kan Citra
" Hati hati dijalan madam" Lanjut Anisa bahagia, karena akhirnya Anisa sendirian di rumah sakit, dan bisa ketemu dengan Lusi.
__ADS_1
Citra langsung jalan keluar dari ruangannya Anisa, membiarkan Anisa sendirian di rumah sakit, Citra paling malas jika harus tidur di rumah sakit.