
Marsya merasa lega karena Nando, Lusi, dan Anisa. semuanya sudah dibelikan baju, Marsya merasa lega dan bahagia karena bisa bersikap adil ke orang tuanya.
" Ayah, bunda, dan mamah. masih mau apa lagi? mumpung kita masih ada di mall?" Tanya Marsya yang bawain belanjanya Lusi dan Anisa
" Sudah cukup banyak sayang, kita pulang saja yah, ayah sudah lelah keliling buat beli baju dan sepatu" Ucap Nando yang merasa bangga, karena Marsya membelikan baju dan sepatu untuk Nando
" Alhamdulilah Marsya sudah bisa teraktir kita belanja, terimakasih yah sayang. belanjanya banyak lagi untuk kita semua" Ucap Anisa merasa bahagia karena Marsya hari ini belanja banyak untuk Anisa, walaupun ada untuk Lusi dan Nando juga.
" Insya allah ayah, bunda, dan mamah. setiap hari Marsya akan ajak kalian jalan jalan dan belanja. karena Marsya kerja untuk memanjaakan kalian, karena Marsya sayang kalian." Lanjut Marsya yang ingin gantian membelikan apapun yang diingin kan oleh Nando, Lusi, dan Anisa.
" So sweet sayang, tidak harus setiap hari juga tidak masalah sayang, ingat yah Marsya harus punya tabungan juga, jangan terlalu boros yah sayang, karena tabungan itu penting sayang" Ucap Lusi yang tidak pernah bosan ingatin Marsya untuk menyisikan uangnya, untuk nabung karena Lusi tidak akan tahu kedepannya seperti apa, kondisi fisik dan kondisi keuangan jika tidak punya tabungan, akan sulit menyelesaikan cobaan yang ada.
" Siap bunda, alhamdulillah soal tabungan, Marsya selalu nabung bunda karena Marsya sudah belajar nabung karena bunda selalu ingetin Marsya" Lanjut Marsya tidak pernah lupa, karena dari kecil Lusi selalu ajarin Marsya untuk berhemat walaupun kondisi keuangan sekarang masih bagus dan belum menghadapi masalah apapun
Anisa merasa bangga, karena Anisa bisa berhemat karena sarannya Lusi bahkan sampai sekarang Marsya rajin nabung, membuat Anisa merasa malu karena dari kecil sampai dewasa Anisa tidak punya tabungan sama sekali, membuat kondisinya Anisa seperti ini, hidup dalam kekurangan karena tidak pandai mengatur keuangannya.
__ADS_1
Marsya akhirnya nurut diajak pulang oleh Nando, Marsya senang melihat senyum orang tuanya, setelah diajak belanja banyak hari ini, dan Marsya selalu berusaha keras untuk bekerja dan selalu bisa memberikan apapun yang diinginkan Nando, Lusi, dan Anisa.
Dilain sisi, Iis membahas soal anak kandungnya Rangga ke Natalia, Iis minta pendapatnya ke Natalia, soal Rangga ingin rujuk dengan istri pertamanya dan anak kandungnya Rangga akhirnya ketemu dengan istri pertamanya sekian lama.
" Kalo anak ayah ketemu dengan ayah, otomatis ayah akan bagi uangnya ke anak kandungnya dong bunda? jadi Natalia tidak setuju ayah rujuk dengan istri pertamanya dan Natalia tidak ingin berbagi apapun dengan saudara tiri Natalia, apapun yang ayah miliki sekarang yah milik kita berdua bunda?" Tanya Nalia yang tidak rela berbagi harta ayahnya dengan saudara tirinya, Natalia tidak ingin jatahnya berkurang walaupun sebentar lagi Natalia akan menikah.
" Kamu bener, bunda juga tidak rela berbagi harta dan berbagi segalanya, enak saja diajak rujuk setelah ayah sukses, pas ayah masih sengsara istrinya dibuang begitu saja, dan seenaknya Ayah minta bunda ikhlas untuk dimadu oleh istri sebelumnya" Ucap Iis, Iis tidak akan membiarkan Rangga rujuk dengan Anisa, setelah sekian lama diabaikan dan sekarang mau rujuk begitu saja.
" Kalo rujuk juga bukan karena cinta, pasti karena harta soalnya sekarang kan ayah sukses, dan punya perusahaan besar, Natalia akan bilang ke ayah nanti, untuk membatalkan niatnya, enak saja istrinya mau hidup enak setelah diajak rujuk" Protes Natalia, yang tidak ingin Iis dimadu dan apapun alasannya Rangga pasti akan Natalia tolak, demi menjaga perasaan Iis dan demi harta Rangga tidak dibagi oleh siapapun.
Dilain sisi, Nando melihat Lusi terlihat sedih, saat melihat Anisa masuk kedalam kamarnya Marsya, membuat Nando menduga kalo Lusi merasa cemburu karena Anisa akhirnya tidur bersama Marsya, bukan dikamar tamu yang sudah dirapihkan oleh Marsya.
" Kalo bunda tidur bersama Marsya juga, terus ayah bagaimana sayang? masa ayah tidur sendirian setiap malam? harus ikhlas sayang, mau bagaimana pun Anisa ibu kandungnya Marsya, lagian Anisa kan tidak ada suami sayang, jadi bisa bebas tidur bersama anaknya, jika ada suami juga Marsya pasti akan tidur sendirian juga bunda. kalo bunda bersama Marsya terus, ayah juga akan cemburu sayang sama saja" Ucap Nando berusaha membujuk Lusi, untuk tidak cemburu karena Marsya lebih banyak waktu bersama Anisa tidak terlalu banyak waktu bersama Lusi
" Iyah sayang, aku mengerti sayang, bearti selama ini ayah juga merasa cemburu, jika bunda lebih banyak waktu bersama Marsya?" Tanya Lusi melihat Nando yang merangkul bahunya
__ADS_1
" Iyah dong sayang, apa lagi setiap malam, sudah ke kamar yuk istirahat, tidak usah ada rasa cemburu segala sayang, bunda kan ada suami yang harus selalu bunda temani sayang." Lanjut Nando, yang langsung ajak Lusi masuk kedalam kamar, dari pada berdiri didepan kamarnya Marsya dengan perasaan cemburu segala, padahal Lusi punya suami yang punya hak tidur bersama bukan tidur bersama anak terus tapi mengabaikan suami setiap malam.
Dilain sisi, Marsya merapihkan barang belanjaannya dan mengeluarkan boneka yang dibeliin oleh Anisa, Marsya simpan boneka doraemon disebelah boneka panda pemberian Lusi waktu Marsya masih kecil.
" Akhirnya boneka panda ada temennya juga" Ucap Marsya merasa bahagia sekali, dari sekian banyak boneka pemberian Lusi cuman boneka panda yang menjadi teman tidurnya Marsya
" Maksud ada temennya apa sayang?" Tanya Anisa tidak mengerti maksud Marsya
" Boneka panda pemberian bunda awal Marsya datang ke rumah ini, dan Marsya selalu berharap ada boneka pemberian mamah yang akan Marsya simpan disini juga, dan alhamdulillah kesampian juga, punya boneka pemberian mamah, oleh karena itu Marsya bilang boneka panda ada temennya juga" Lanjut Marsya yang merasa senang punya dua boneka yang bearti bagi Marsya
" Astaga sayang, tapi alhamdulillah yah boneka panda jadi tidak sendirian lagi, sekarang ada saudaranya yah sayang" Lanjut Anisa yang anggap boneka doraemon saudaranya boneka panda yang diberikan oleh Lusi.
" Oh iyah bener, Marsya lupa mah, yah sudah istirahat mah, karena besok Marsya kembali kerja, mamah harus lihat betapa cantiknya Marsya pakai baju kerja besok mah" Lanjut Marsya siap siap tidur
" Anak mamah, pakai apapun selalu cantik sayang, karena Marsya princess nya mamah, selamat tidur princess" Lanjut Anisa, langsung rebahan dan menunggu Marsya selesai membersihkan makeup nya sebelum tidur, Anisa melihat boneka pemberian Lusi yang sudah pudar tapi masih dipajang oleh Marsya, membuat Anisa mengerti dan memaklumi Marsya mau simpan boneka awal diberikan oleh Lusi, karena Marsya anggap Lusi orang tua pengganti Anisa, yang luar biasa bagi kehidupan Marsya,membuat Marsya menyukai boneka pilihannya Lusi.
__ADS_1