
Satria masuk kedalam ruangan asistennya, untuk membahas pembelian rumah untuk Satria jadikan tempat tinggal bersama Marsya.
" Apa kamu sudah mendapatkan rumah yang cocok untuk saya dan Marsya tempati setelah menikah?" Tanya Satria melihat asistennya yang lagi merapihkan meja kerjanya
" Memangnya Marsya setuju untuk tinggal jauh jauh dari orang tuanya?" Tanya Boy melihat Satria yang semangat sekali memiliki rumah sendiri
" Entah lah, tapi menurut saya tinggal bersama mertua setelah menikah kurang bebas sih, oleh karena itu saya ingin sekali ajak Marsya hidup Mandiri." Ucap Satria terus terang, Satria melihat kedua orang tuanya saja bisa hidup mandiri, tanpa harus bergantung dengan orang tua masing masing
" Yah sudah terserah kamu saja, saran saya jangan memaksa kehendak apa lagi Marsya baru tinggal bersama tante Anisa, masa harus tinggal jauh lagi walaupun kali ini karena diajak nikah. dan apa tidak kasihan dengan om dan tante Lusi yang akan kesepian tidak ada Marsya, tahu sendiri kan, Marsya selalu menjadi kebahagiaan mereka." Lanjut boy yang mengerti keinginan Satria mau hidup mandiri, tapi akan sulit ajak Marsya tinggal sendiri tanpa ada orang tua sama sekali.
" Apa menunggu sampai kita sudah punya anak setelah menikah? setidaknya anak sampai usia dua tahun?" Tanya Satria yang mau mengalah, tapi tidak selamanya tinggal bersama mertua.
__ADS_1
" Bagus juga tuh, umur segitu sudah bisa hidup mandiri, memangnya kapan mau ajak Marsya nikah?" Tanya Boy melihat Satria, perasaan Satria belum melakukan persiapan apapun.
" Bulan depan? saya tidak akan melarang Marsya kerja, selama kita belum punya anak, tapi setelah punya anak baru kerja dirumah saja, jika untuk mengisi waktu santainya." Lanjut Satria yang sudah tidak sabar mau menjalankan rumah tangga bersama Marsya
" Yah sudah lamar secara pribadi dulu baru resminya didepan orang tuanya." Lanjut Boy yang sudah mencium bau bau akan direpotkan, untuk bantuin Satria untuk persiapan pernikahannya.
Satria setuju, Satria sudah tidak sabar untuk melamar Marsya dan bisa membahagiakan Marsya selamanya.
Dilain sisi, Anisa, Lusi, Eki, dan Nando. masuk kedalam ruangannya Marsya untuk makan siang bersama, Anisa rasanya ingin sekali peluk Marsya.
" Ke US? jika belum halal, Marsya tidak mau om, selama ini jika mau jalan jalan bersama Satria harus ajak bunda untuk temani Marsya, dan takut hilaf tanpa ada orang tua.jadi kalo mau tiket pesawat, yah harus kasih empat dong untuk Marsya, Satria, bunda, dan mamah juga. harus ikut temani jalan jalan om, apa mau?" Tanya Marsya yang sudah tahu proyeknya Eki berhasil, Marsya bisa menebak Eki kasih tiket pesawat untuk tanda terimakasih ke Marsya.
__ADS_1
' Biar pakai pesawat pribadi saja kalo begitu,jangan pakai pesawat umum,supaya om Eki yang menanggung penginapan dan kalian jalan jalan bagaimana?" Tanya Nando yang tidak ingin Eki terlalu membiayai, liburan anak dan istrinya
" Nah itu lebih bagus tuh, bagaimana apa mau?" Tanya Eki melihat Marsya yang lagi asik ngobrol bersama Lusi dan Anisa
" Yah sudah setuju saja deh, yang penting bisa jalan jalan gratis" Lanjut Marsya yang malas komentar, bagi Marsya hasil kerja kerasnya meggantikan pekerjaannya Eki mendapatkan teraktiran jalan jalan gratis.
Eki merasa lega karena Nando mau bantuin Eki untuk teraktir Marsya bersama Satria, Anisa, dan Lusi. Eki tidak keberatan membiayai jalan jalannya Marsya karena nilai proyek yang didapat jumlahnya sangat fantastis, membuat Eki tidak akan pelit ke Marsya yang sudah mau bersedia menggantikan Eki setiap ada urusan pribadi
bersama Nando.
Dilain sisi, Iis sengaja datang ke kantornya Rangga supaya Rangga tidak ada waktu untuk ketemu dengan Anisa dan Marsya tanpa sepengetahuannya Iis.
__ADS_1
" Kesempatan rujuk karena tidak diawasi langsung, Saya tidak ingin Rangga berhasil deketin Anisa dan ajak Anisa rujuk, perempuan kampung tidak pantas balikan bersama Rangga cowok tajir yang terkenal." Ucap Iis dengan sombongnya dan tidak ingin berbagi apapun untuk Anisa dan anaknya.
Iis sengaja bawa mobil sendiri dan tidak ingin ajak Natalia supaya Rangga tidak kesal urusan orang tua tapi anak dibawa bawa.