
Satria, Boby, dan Ucok. pamit pulang setelah selesai makan malam bersama keluarganya Nando membuat Nando mempersilahkan tamu tamunya untuk pulang.
" Terimakasih semuanya untuk hari ini dan hati hati dijalan semuanya." Ucap Nando, Nando sudah menitipkan bonus untuk Boby atas kerja kerasnya beberapa hari ini, membantu menemukan Anisa sampai menjamin kepulangan Anisa dengan aman sampai rumah.
" Sama sama bro, selamat menikmati kebahagiaan keluarga kamu bro, dan saya ikut bahagia melihat Marsya bahagia seperti ini." Ucap Ucok merasa lega, karena kerja kerasnya berhasil dan bisa membuat Marsya bahagia seperti ini.
" Saya juga pamit pulang om, saya juga ikut senang melihat Marsya bahagia seharian ini om, tidak henti hentinya membahas kepulangan om, Tante Lusi, dan Tante Anisa. Marsya sampai rela bangun subuh untuk membersihkan sendiri kamar untuk Tante Anisa om" Ucap Satria, yang mendapat cerita dari bik Sumini saat membukakan pintu tadi.
" Biasanya siap siap untuk berangkat kerja, ini siap siap merapihkan kamar yang selama ini kosong." Lanjut Nando bangga, karena Marsya mau cape demi ibu kandungnya sendiri.
Ucok dan Boby sudah masuk kedalam mobilnya, pamit untuk jalan duluan, sedangkan Satria baru masuk kedalam mobil setelah selesai ngobrol bersama Nando.
Nando melihat orang orang yang berjasa atas kebahagiaannya Marsya, sudah pergi meninggalkan rumahnya langsung jalan ke halaman belakang rumah, untuk gabung bersama Lusi, Marsya dan Anisa.
Dilain sisi, Marsya penasaran bagaimana Lusi dan Nando bisa ketemu dengan Anisa, yang selama lima belas tahun menghilang. Lusi menceritakan awalnya karena Ucok yang berhasil mendapat kan fotonya Anisa dari rekaman cctv yang ada dipasar, dan mulai pencarian dimana Anisa berada.
__ADS_1
" Ayah, perintah kan semua anak buahnya untuk cari mamah ke semua kota yang ada di Indonesia, nyamar jadi pedagang keliling supaya dengan mudah mencari dimana mamah berada." Ucap Lusi hati hati cerita ke Marsya, karena Lusi tidak akan menceritakan semuanya ke Marsya.
" Akhirnya om Boby yang berhasil ketemu dengan mamah waktu itu Marsya, mamah jatuh dari motor yang akhirnya dibawa ke rumah sakit. karena Om Boby yang sudah tahu foto mamah, yah sudah om Boby telefon ayah, bunda, dan om Ucok. untuk nyusul dan ketemu langsung dengan mamah di rumah sakit." Ucap Nando yang baru muncul, langsung ikut gabung bersama Marsya, karangan ketemu dengan Anisa dengan hati hati menyampaikannya ke Marsya takut ketahuan bohong.
" Ya ampun, kok bisa jatuh dari motor? terus mamah selama ini kerja apa? dan dimana? kenapa mamah tinggalin Marsya sendirian di pasar lima belas tahun yang lalu?" Tanya Marsya mulai bertanya kenapa Anisa dengan teganya meninggalkan Marsya di pasar, alasan belanja ternyata ditinggalin sampai sekarang.
" Maafin mamah sayang, karena mamah kerjanya tidak mampu memberikan kehidupan yang layak untuk Marsya, dengan terpaksa mamah meninggalkan Marsya dipasar sayang, mamah kerjanya sebagai ART sayang, jadi mamah dulu berfikirnya jika Marsya tinggal bersama mamah, Marsya tidak akan mendapatkan kehidupan yang enak seperti sekarang sayang. maafin mamah yang dulu terlalu egois" Ucap Anisa sambil nangis, menyesalinya keegoisannya tapi jika Marsya tidak ditinggalin di pasar, sekarang kehidupan Marsya akan sama seperti Anisa hancur dan tidak akan menjadi perempuan hebat seperti sekarang.
" Astaga mah, apapun kehidupan yang mamah berikan ke Marsya, insya Allah Marsya terima dengan ikhlas mah, terus papah kandung Marsya ada dimana? apa sudah meninggal dunia?" Tanya Marsya bingung, karena seingat Marsya dari kecil tidak pernah melihat ayah nya sama sekali.
" Sudah malam sayang, kita masuk kedalam rumah yuk sayang, ngobrol bertiga yah dikamarnya Marsya bagaimana? ngobrol khusus perempuan, besok ayah yang akan gantikan Marsya di kantor karena besok mamah dan bunda mau ajak Marsya jalan jalan apa mau?" Tanya Lusi sengaja, Lusi berusaha membuat Marsya tidak tanya soal ayah kandungnya. Lusi menghargai Anisa yang tidak ingin mencari tahu ayah kandungnya Marsya.
" Dengan senang hati besok ayah kembali ke kantor, selama Marsya menikmati jalan jalan bersama bunda dan mamah. ayah tidak akan tanyakan kapan Marsya kembali ke kantor, karena ayah tahu Marsya pasti mau quality time bersama bunda dan mamah kan?" Tanya Nando yang faham dengan ucapan Lusi, Nando bangga melihat Lusi mengalihkan pembicaraannya Marsya.
" Beneran boleh ayah? asik terimakasih ayah, memang Marsya ingin sekali menghabis kan banyak waktu bersama mamah dan bunda, jalan jalan sampai puas" Lanjut Marsya yang merasa bahagia sekali, karena Nando mau menggantikan Marsya di kantor selama beberapa hari.
__ADS_1
" Beneran dong sayang, yuk masuk kedalam rumah, mamah dan bunda pasti mau istirahat didalam rumah, mereka akan tidur dikamarnya Marsya malam ini yah." Lanjut Nando sengaja gandeng bahunya Marsya, untuk jalan duluan kedalam rumah. membuat Marsya nurut dengan ajakan Nando.
" Terimakasih yah Lusi, mau karang cerita seperti tadi, jujur saya bingung mau memberikan alasan apa. tapi berkat Nando yang mendapat kan ide, akhirnya bisa disampaikan ke Marsya terimakasih banyak yah" Ucap Anisa merasa lega, karena yang Marsya tahu cerita karangannya, bukan cerita yang sebenarnya.
" Sama sama Anisa, kita kan satu keluarga jadi harus saling tolong menolong untuk menjaga perasaannya Marsya dan supaya Marsya tidak malu karena tidak tahu siapa ayah kandungnya." Ucap Lusi, yang mulai anggap Anisa sebagai saudaranya juga, karena Marsya sudah diangkat sebagai anaknya secara resmi.
Anisa bahagia sekali mendengar ucapannya Lusi yang anggap dirinya keluarga, Anisa langsung ajak Lusi untuk masuk kedalam rumahnya Lusi, dan jalan menuju kamarnya Marsya untuk tidur bertiga dengan Marsya.
Dilain sisi, Boby teraktir Ucok untuk minum sebelum pulang ke rumah, merayakan keberhasilan mereka karena bisa menemukan Anisa dalam kondisi sehat dan tidak ada kekurangan apapun.
" Kalo Anisa ketemu dengan ayah kandungnya Marsya, akan menjadi aib untuk Marsya sekarang bro, kasihan akan menjadi bahan Bullyan orang orang karena kesalahan orang tuanya sendiri kan." Ucap Ucok yang tidak tega melihat Marsya nangis karena hinaan demi hinaan yang akan Marsya terima karena pekerjaan orang tuanya sendiri.
" Selain itu juga, jika tahu siapa ayah kandungnya Marsya, Marsya pasti akan dibawa pergi jauh, kasihan pak Nando dan Bu Lusi yang sudah tulus membesarkan Marsya eh dibawa pergi begitu saja kan." Ucap Boby yang tidak tega melihat orang sebaik Nando dan Lusi, sedih kehilangan Marsya karena dibawa pergi oleh orang tuanya.
" Salah satunya itu juga sih, sekarang bersyukur saja Marsya tidak tahu siapa ayah kandungnya, supaya Anisa bisa tinggal bersama Marsya, Nando, dan Lusi. mereka bisa sama sama merasakan kebahagiaan, menjalan kan kegiatan bersama, dan bisa saling memberikan kasih sayang orang tua ke Marsya, tanpa merasa tidak enak diantara mereka kan." Lanjut Ucok yang tidak tega membayang kan Nando dan Lusi sedih karena kehilangan anak seperti Marsya.
__ADS_1
Ucok langsung melanjutkan minumnya, sambil membahas keluarga kecilnya Nando, dan membahas hal hal yang tidak penting bersama Boby.