
Citra perintah kan anak buahnya untuk ke rumah sakit, Citra tidak ingin sepenuhnya turutin keinginan Anisa untuk sendirian di rumah sakit.
" Kamu tungguin Anisa di rumah sakit, jika Anisa butuh apa apa bisa kamu bantu." Ucap Citra melihat Eli karyawan nya Citra
" Dengan senang hati madam, saya temani Anisa di rumah sakit." Ucap Eli bahagia, karena Eli bisa terbebas dari job malam ini dan Eli bisa ikut istirahat di rumah sakit.
" Kamarnya Anisa sudah saya kirim chat ke kamu yah, dan kamu tidak usah banyak tanya ke siapapun di rumah sakit." Lanjut Citra yang tidak ingin, Eli terlalu basa basi dengan orang luar.
" Beres madam, yah sudah saya pamit kalo begitu." Lanjut Eli langsung keluar dari ruangannya Citra, dan langsung siap siap untuk temani Anisa di rumah sakit sampai besok siang.
Dilain sisi, Anisa minta vidio call dengan Marsya, membuat Lusi mau turutin keinginannya Anisa.
" Malam anak cantik, kok belum tidur sayang?" Tanya Lusi saat saluran telefon terhubung
" Belum bunda, lagi siap siap tidur bunda, oh yah bunda dimana itu? seperti ada dirumah sakit?" Tanya Marsya diseberang telefon dan melihat Lusi lagi di kamar perawatan di rumah sakit.
" Iyah sayang, oh yah bunda ada surprise untuk Marsya, apa Marsya mau lihat sayang?" Tanya Lusi sambil melihat Anisa yang sudah tidak sabar melihat Marsya
" Surprise apa bunda?" Tanya Marsya sambil duduk di kasur, sambil melihat layar hanphone nya
Lusi minta Boby untuk pegangin hanphone nya selama vidio call, Nando dan Ucok pergi ke kantin karena merasa lapar sekali.
__ADS_1
Anisa dan Lusi terlihat jelas di layar hanphone nya Marsya, membuat Marsya langsung nangis bahagia, karena tidak menyangka akhirnya ibu kandungnya ketemu juga, yang ketemu justru Lusi dan Nando.
" Mamah? Bunda kok bisa ketemu seperti itu? mamah sakit apa sampai dirawat di rumah sakit? ini alasannya bunda dan ayah ke luar kota?" Tanya Marsya bener bener tidak menyangka akhirnya bisa ketemu lagi dengan ibu kandungnya, Marsya nangis bahagia karena akhirnya bisa lihat langsung wajahnya Anisa yang sudah lima belas tahun menghilang begitu saja.
" Besok akan kita ceritakan sayang, setelah kita semua tiba di Jakarta yah sayang, selamat istirahat Marsya kecil kesayangan mamah." Ucap Anisa bener bener tidak menyangka akhirnya bisa melihat wajahnya Marsya lagi
" Kenapa tidak sekarang saja? Marsya mau susul kalian? kalian sekarang ada di kota mana?" Tanya Marsya tidak sabar mau ketemu langsung dengan Anisa
" Sudah malam sayang, besok sore kita pulang kok, dan kita akan ceritakan semuanya yah sayang, mamah rindu Marsya oleh karena itu mamah minta telefon Marsya sekarang sebelum tidur sayang, sekarang Marsya tidur yah sayang, supaya besok ke kantor tidur kesiangan, tidak ngantuk, dan fokus bekerjanya, sore baru kita ketemu yah sayang" Lanjut Lusi yang tidak tega seperti ini, melihat Marsya nangis karena tidak bisa ketemu langsung dengan Anisa
" Yah sudah deh, selamat isirahat mamah dan bunda, sampai ketemu besok yah mamah dan bunda" Lanjut Marsya yang diam diam screenshot, momen pertama kali bisa melihat Anisa lagi sekian lama penantian panjang Marsya, akhirnya kesampian bisa melihat Anisa lagi
" Yah sayang, kita juga mau istirahat sayang, selamat istirahat Marsya kecilnya mamah" Lanjut Anisa dengan lirih, Anisa minta Lusi mematikan telefonnya
Dilain sisi, Temennya Boby merasa kaget karena melihat Eli keluar dari taxi online, membuat temennya Boby menghampiri Eli sebelum Eli masuk ke rumah sakit.
' kamu ada disini, ada yang sakit?" Tanya Temennya Boby berusaha santai
" Iyah nih, Anisa sakit dirawat disini, kamu ngapain disini? ada yang sakit juga?" Tanya Eli melihat cowok yang beberapa kali datang kecafe
" Iyah, client saya sakit, oh yah bagaimana kalo kita jalan jalan yuk, dari pada di rumah sakit tidak enak tahu." Lanjut Temennya Boby sengaja pegang kedua tangannya Eli, untuk ajak Eli jalan dari pada di rumah sakit karena masih ada rombongannya Ucok, didalam kamarnya Anisa
__ADS_1
" Mau sih, tapi bagaimana jika madam tahu jika saya tidak temani Anisa disini? saya mau sih apa lagi, uang dari kamu sepenuhnya untuk saya." Lanjut Eli bingung karena takut ketahuan,mendapatkan job tapi tidak bilang ke Citra, pasti dimarahin habis habisan oleh Citra nantinya.
" Tenang saja, saya akan menjaga rahasia ini sebaik muungkin tidak akan membuat kamu dalam masalah sama sekali, bagaimana? mumpung diluar cafe loh dan saya akan bayar seperti biasanya?" Bujuk Temennya Boby, berusaha keras untuk ajak Eli sekarang
" Yah mau dong ganteng, tapi tidak sampai pagi kan? karena saya tetep harus jagain Anisa sampai besok siang?" Tanya Eli yang takut terlalu lama
" Baik lah, kita olahraga senam selama dua jam saja oke, yang penting olahraga sebelum saya pulang dan saya akan anterin kamu sampai sini lagi" Lanjut Temennya Boby sengaja, minta dua jam supaya rombongannya Ucok bisa siap siap pulang sebelum Eli muncul lagi.
Eli ngangguk terima ajakan temennya Boby untuk olahraga senam selama dua jam, diam diam temennya Boby kirim chat ke Boby dan Ucok, jika ada Eli datang ke rumah sakit, orang suruhannya Citra untuk temani Anisa sampai siang, dan Eli akan kembali ke rumah sakit dua jam lagi untuk temani Anisa sampai besok siang.
Temennya Boby langsung ajak Eli untuk masuk kedalam mobil, dan meninggalkan rumah sakit demi bisa menghambat waktunya Eli untuk ketemu dengan Anisa sekarang.
Dilain sisi, Marsya tidak bisa tidur karena rasa bahagia yang dirasakan, karena besok akan ketemu dengan Anisa lagi, Marsya langsung keluar dari kamar dan jalan ke kamar tamu, Bik Sumini melihat Marsya malam malam ke kamar tamu langsung menghampiri Marsya.
" Nona lagi ngapain disini? bukannya nona tidur sudah malam?" Tanya Bik Sumini penasaran dan heran melihat Marsya jalan sendiri ke kamar tamu
" Bunda dan ayah akhirnya ketemu dengan ibu kandung saya bik, dan besok mereka akan ke Jakarta sore sampai sini bik, saya mau sedikit merapihkan kamar ini untuk besok ibu saya bisa langsung tempati kamar ini."Ucap Marsya bahagia, karena akhirnya kamar kosong yang selalu Marsya bayangkan terwujud juga, Anisa sebentar lagi akan tempati kamar kosong ini
" Kata siapa nona? subhanallah saya ikut senang jika ibu kandung nona sudah ditemukan, biar saya saja yang bersihkan besok pagi nona, lagian besok nona kan ke kantor nanti kesiangan jika harus merpihkan kamar ini pasti lama nona" Lanjut Bik Sumini ikut bahagia mendengar kabar jika ibu kandungnya Marsya ketemu
" Tadi bunda vidio call dan disebelahnya mamah, bunda tidak jelasin lengkapnya bik, katanya besok saja dijelaskan saat tiba di rumah, apa besok saya tidak masuk ke kantor yah, membersihkan rumah ini dan masak untuk menyambut kedatangan mamah bik? Satria juga besok dikasih tahu jika mamah akan kesini bik?" Tanya Marsya yang memutuskan akhirnya tidak berangkat kerja, supaya bisa masak dan bersihkan kamar kosong untuk Anisa, Marsya mau siapkan semuanya sendiri
__ADS_1
" Yah itu lebih baik nona, sekarang kekamar dan istirahat nona, besok bisa mulai merapihkan kamar ini, dan besok kita bisa belanja untuk masak menyambut kedatangan ibu kandungnya nona bagaimana?" Tanya Bik Sumini yang tidak tega melihat Marsya bergadang, sedangkan Anisa datang sore hari.
" Yah deh bik, saya tidur dan besok tidak ke kantor bik." Lanjut Marsya pasrah dan langsung jalan kekamarnya untuk istirahat.