
Anisa yang menunggu giliran dipanggil oleh Citra, iseng iseng main handphone nya dan melihat story' yang dibuat oleh Boby, yang sebenernya atas perintah Lusi.
" Sebenernya anak ini siapanya Boby? sepertinya sering dijadikan story oleh Boby dari kemarin?"Batin Anisa penasaran, tapi Anisa merasa tidak asing melihat rambut anak perempuan yang ada di storynya Boby.
" Anisa, ada yang minta ditemani makan oleh kamu, sana temani dia makan." Ucap Citra tiba tiba datang dan menghampiri Anisa yang lagi duduk.
" Iyah madam, permisi" Ucap Anisa berusaha santai, dan tidak kasih tahu apa yang dilihat nya tadi.
Anisa langsung jalan meninggal kan Citra, Anisa tiba tiba jadi kangen Marsya kecil, Anisa selalu sisiran Marsya kecil setiap habis mandi dan temani Marsya didalam kamarnya.
Flashback on:
Anisa melihat jam di dinding sudah menunjukkan jam tiga sore, Anisa ajak Marsya kecil untuk mandi karena Anisa sudah selesai merapihkan rumah dan masak.
" Marsya sayang, mandi yuk sudah sore, bunda sudah selesai beberes dan masak sayang." Ucap Anisa simpan sapu didapur rumah.
" Iyah bunda, Marsya sudah gerah juga bunda. oh yah apa malam ini bunda kerja lagi? memangnya pekerjaannya bunda apa sih? kenapa setiap malam selalu pergi?dan Marsya selalu di rumah sendirian bunda?" Tanya Marsya kecil penasaran, dan heran karena bunda nya setiap malam pasti pergi dan selalu pulang jam satu malam.
" Jangan banyak tanya yah sayang, bunda cari uang untuk kita makan dan beli mainan untuk Marsya sayang, hayo mandi sayang, setelah mandi kita main sebentar habis itu bunda pergi yah sayang, ingat yah pas bunda lagi pergi jangan pernah keluar rumah yah sayang, jangan pernah percaya dengan orang lain, Marsya pakai pemperes yah selama bunda pergi dan makanan akan bunda simpan dikamar Marsya yah, ada mainan dan televisi supaya Marsya tidak merasa sepi dirumahnya." Lanjut Anisa mulai memandikan Marsya kecil, sejujurnya Anisa selalu sedih setiap kali Marsya kecil tanya Anisa kemana setiap malam.
Anisa menahan sedih dan berusaha senyum tetep memandikan Marsya, setelah selesai Anisa langsung ajarin Marsya untuk membersihkan badannya setelah Marsya buang air besar dan kecil, membuang Perpres di tempat sampah.
__ADS_1
" Sayang, jangan keluar rumah yah, sebelum bunda pulang kerja yah, jika Marsya nekat bunda akan titip kan Marsya ke panti asuhan lagi. apa Marsya mau jauh dari bunda lagi? dan membuat bunda sedih? jadi anak penurut yah sayang?" Tanya Anisa, Anisa menitip kan Marsya dari baru lahir sampai usia empat tahun lebih, dan Marsya baru tinggal bersama Anisa baru beberapa bulan, selama ini Anisa selalu bulak balik ke panti asuhan untuk urusin Marsya, jika malam hari Anisa pura pura pulang ke rumah padahal bekerja sebagai kupu kupu malam.
" Bunda jangan bicara seperti itu bunda, Iyah bunda Marsya akan nurutin apapun keinginan bunda, supaya seutuhnya Marsya tinggal bersama bunda, dan tidak jauh lagi dari bunda karena Marsya sayang bunda. Iyah bunda Marsya sudah bisa bersihkan badan setelah buang air besar bunda. yah sudah hati hati dijalan yah bunda dan semangat kerjanya" Lanjut Marsya langsung peluk Anisa, walaupun tinggal di panti asuhan sangat menyenangkan tapi tinggal jauh dari orang tua tentu lah tidak enak.
Anisa ngangguk dan janji tidak akan titipin Marsya lagi ke panti asuhan, Anisa melanjutkan sirin rambutnya Marsya setelah mandi, dan pakaikan pemperes untuk Marsya selama Anisa pergi kerja.
Flashback off.
Dilain sisi, Marsya ajak Satria untuk makan ketoprak dipinggir jalan, Membuat satria setuju dengan ajakan Marsya untuk makan di pinggir jalan.
" Sayang, tadi siang bunda dan ayah bawain aku gado gado, kamu tahu tidak aku merasa pernah makan gado gado yang dibawa oleh ayah dan bunda" Ucap Marsya langsung pesen gado gado yang tidak pedes.
" Apa om dan Tante sering beliin gado gado untuk kamu? apa mungkin kebetulan sayang, sudah duduk yuk disana?" Tanya Satria, yang merasa aneh denger ceritanya Marsya
" Nah seperti itu jauh lebih baik untuk kamu sayang, aku tidak ingin kamu sedih karena praduga saja sayang. ingat selalu bahagia dan lupakan masa lalu yang bikin kamu sedih, kamu cukup ibadah dan berdoa saja, jangan memikirkan apapun yah sayang." Lanjut Satria yang mengerti namanya, ingatan tiba tiba muncul, tapi Satria tidak ingin melihat Marsya sedih dan sakit karena ingat masa lalu bersama Anisa, tapi sampai sekarang tidak ketemu sama sekali.
Marsya langsung menikmati makanannya, dan berusaha tidak memikirkan apapun yang tidak penting, dan Marsya membuat obrolan santai bersama Satria.
Dilain sisi, Citra rebut kertas yang lagi Anisa pegang dan langsung baca tulisannya , membuat Citra merasa heran karena Anisa besok mau cape cape masak untuk orang lain.
" Yang penting bayarannya mahal madam, dan dikamar tetep menjalan kan pekerjaan saya madam." Ucap Anisa berusaha santai, dan tidak kasih tahu keanehan Boby dua hari ini.
__ADS_1
" Yah terserah sih, tapi ingat yah Anisa jangan pernah kecewakan saya, apapun alasannya yah, karena selama ini kamu menjadi anak emas saya." Tegas Citra yang tidak ingin, anak emasnya bikin kesalahan apapun, dan membuat Citra kecewa.
" Siap madam, tenang saja soal itu, saya tidak akan pernah membuat madam kecewa dengan saya." Tegas Anisa akan berusaha jadi anak buah penurut dan baik, supaya tidak mendapat kan siksaan dari Citra
Anisa langsung masukin kertas yang dipegangnya, kedalam kantong bajunya, dan langsung pamit untuk ketemu dengan pelanggannya yang Citra maksud
Dilain sisi, Marsya melihat anak jalanan lagi ngamen, membuat Marsya pesan gado gado untuk anak jalanan supaya bisa makan gratis hari ini.
" Beneran ka, beliin kita makanan?" Tanya anak jalanan, bahagia karena ada orang yang mau beliin makanan gratis.
" Beneran, sudah pesan yang kalian ingin kan, kalo mau minuman segar juga boleh kok" Ucap Marsya, Marsya semenjak tinggal bersama Nando dan Lusi tidak pernah tidak berbagi dengan orang lain.
" Hore makan gratis, mau ka" Teriak anak jalanan bahagia sekali, karena mendapatkan makanan gratis
" Kalian mau makan disini atau dibawa pulang?" Tanya Satria yang ikut senang melihat anak jalanan, yang merasa bahagia dikasih makanan gratis oleh Marsya
" Dibawa pulang saja ka, soalnya enakan makan di rumah." Lanjut Anak jalanan, yang tidak mungkin bilang, jika mereka ada bosnya.
" Yah sudah pesan lah, Kaka yang akan bayarin. oh yah pak tolong bungkus untuk mereka yah, tolong layani keinginan mereka." Lanjut Marsya melihat tukang gado gado
" Baik mba, kalian mau dibuat kan berapa?" Tanya tukang gado gado, merasa pengamen anak kecil beruntung
__ADS_1
" Lima pak" Teriak pengamen anak kecil bersamaan
Marsya yang mendengar ucapan pengamen anak kecil, tidak merasa keberatan membelikannya, dan langsung minta penjual gado gado untuk membuat kan lima bungkus gado gado.