
Marsya merasa bahagia sekali karena Satria menjemput berangkat kerja lagi, Marsya menyambut kehadirannya Satria yang jalan kepintu rumah.
" Pagi sayang, cantik sekali pakai baju formal seperti ini." Ucap Satria ramah, Satria mulai seneng melihat Marsya pakai blezer dan kemaja seperti ini, terlihat lebih dewasa dan lebih cantik
" Terimakasih pujianya sayang, sarapan bareng yuk bersama ayah, bunda, dan mamah. makanan sudah siap sayang" Ucap Marsya bahagia karena masih pagi sudah ketemu dengan Satria
" Woah, sarapan bersama tiga calon mertua aku, aku bahagia sekali sayang." Lanjut Satria merasa bahagia, karena bisa menikmati sarapan bersama lagi, karena Marsya mulai aktif berangkat kerjanya
Marsya mempersilahkan Satria untuk masuk kedalam rumah, dan gabung bersama orang tuanya untuk sarapan bersama.
Dilain sisi, Rangga bener bener bingung bagaimana caranya bisa ketemu dengan Anisa dan Marsya, Rangga pasrah jika Anisa menolak diajak rujuk, tapi Rangga berharap Marsya bisa menerima kehadirannya sebagai ayah kandungnya.
" Apa sebaiknya ketemu dengan pak Eki dan pak Nando yah? supaya mereka bisa bantuin saya untuk bisa ketemu langsung dengan istri dan anak saya?" Tanya Rangga yang sudah kehabisan ide, untuk ketemu dengan Anisa dan Marsya dengan kondisi santai dan private supaya tidak ada yang tahu apa saja yang dibahas oleh Rangga bersama Marsya dan orang tua angkatnya.
Rangga tidak sabar ingin secepatnya sampai kantornya Nando, untuk melihat langsung Marsya kerja, dan pertemuan pertama kalinya setelah Marsya dibawa pergi oleh Nando dan Lusi.
Dilain sisi, Iis mulai mencari barang barang pribadinya Rangga, Iis berharap ada petunjuk foto istri pertamanya Rangga dan melarang keras Anisa mempertemukan Marsya dengan Rangga, karena Iis tidak ingin membagi hartanya Rangga sama sekali.
" Apa mas Rangga tidak punya foto istrinya? dari tadi mencari tidak ketemu juga, apa lagi foto anaknya, astaga bisa bahaya jika terlambat melarang perempuan itu untuk menolak ajakan Rangga untuk rujuk kembali?" Tanya Iis mulai panik, karena tidak menemukan apapun didalam kamarnya,
Iis yang mulai lelah memutuskan untuk tidur, dan pasrah jika Rangga memaksakan diri untuk tetep ketemu dan ajak anak kandungnya tinggal bersama.
Dilain sisi, Marsya turun dari mobilnya Satria sebelum masuk kedalam kantornya.
__ADS_1
" Sayang, nanti siang semua orang tua aku, mau makan siang disini, apa mau ikut gabung?" Tanya Marsya yang berharap Satria mau ikut gabung makan bersama Nando, Lusi, dan Anisa dikantor.
" Boleh sayang, nanti aku kesini yah pas jam makan siang sayang, yah sudah semangat kerja yah Marsya sayang ku, dan sampai jumpa nanti siang" Ucap Satria, yang sebenrnya masih betah berlama lama dengan Marsya, tapi Satria juga sadar, jika Satria harus kerja juga
" Kamu juga semangat kerja dan hati hati dijalan yah" Lanjut Marsya dan mulai masuk kedalam kantornya untuk meninggalkan Satria diparkiran kantor
Diam diam Rangga memperhatikan Marsya turun dari mobil dan jalan masuk kedalam kantornya, membuat Rangga merasa bersyukur karena Marsya dibesarkan oleh Nando membuat Marsya seperti sekarang, bisa menjadi CEO sukses dan terlihat sangat cantik.
" Harus pura pura ketemu pak Nando supaya pak Nando dan pak Eki mau bantu bagaimana caranya bisa ketemu langsung dengan Marsya dan Anisa,sangat rindu dan bener bener ingin tinggal bersama dengan mereka." Ucap Rangga yang semakin yakin, untuk rujuk dengan Anisa dan kasih tahu langsung ke Marsya jika Rangga adalah ayah kandungnya, yang selama ini Marsya cari.
Rangga keluar dari mobil, dan jalan menuju lobi kantornya Marsya, Rangga melihat Eki baru datang langsung ajak Eki pergi, membuat Eki penasaran tiba tiba cline nya datang ke kantor dan ajak Eki peergi.
" Ada urusan penting yang mau saya bahas bersama anda, tapi tidak disini apa mau sebentar saja pak Eki?" Tanya Rangga berharap Eki mau diajak pergi, karena Rangga bener bener bingung, bagaimana caranya bisa ketemu langsung dengan Anisa dan Marsya.
" Nanti juga anda tahu sendiri pak, mari ikut saya" Lanjut Rangga mempersilahkan Eki untuk masuk kedalam mobilnya
Eki yang penasaran berusaha tenang, dan mau ikut kemana pun Rangga ajak, karena Eki berusaha menghargai Rangga yang pernah menjadi clien nya.
Dilain sisi,Anisa dan Lusi menanam bibit cabe, bibit mangga, dan bibit bunga mawar, Anisa ingin sekali memiliki kegiatan yang sama ke Lusi, selain kegiatan masak dan jalan jalan.
" Lumayan juga yah, melelahkan dan seru juga bisa menanam seperti ini." Ucap Lusi yang baru pertama kalinya berkebun seperti ini, karena selama ini Lusi selalu membantu pekerjaan Nando dari rumah, selama Marsya sekolah dan disaat pulang sekolah Lusi akan ajak Marsya jalan jalan supaya tidak bosan dirumah bersama Nando setiap harinya.
" Memang sangat menyenangkan Lusi, apa lagi jika tanaman kita banyak, dan lagi panen seperti merasa bahagia dan lega, karena setiap hari kita siram memberikan hasil panen yang banyak" Ucap Anisa, Anisa muda sering sekali menanam seperti ini, demi mengurangi pengeluarannya saat Anisa berjuang membesarkan Marsya sendirian tanpa ada Rangga disampingnya.
__ADS_1
" Apa kita beli tanah saja? sekalian kita punya kebun sendiri? sepertinya seru kita menghabiskan waktu liburan dengan berkebun?" Tanya Sulis yang ingin merasakan berkebun bersama Anisa, Marsya, dan Nando setiap Marsya libur kerja
" Kalo saya sih setuju saja Lusi, tapi nanti kita bahas saja ke Nando dan Marsya jika mereka setuju yah kita bisa punya kebun sendiri, dan hasil panennya untuk konsumsi anak anak panti asuhan, katanya kan tahun depan Marsya mau punya panti asuhn sendiri, bisa tuh berguna dan bergai untuk anak anak asuhnya Marsya" Lanjut Anisa yang punya ide, perkebunan yang diingin kan Lusi hasil panennya untuk anak anak pantinya saja
" Ide yang bagus, baik lah nanti siang kita bahas bersama mereka dikantor yah" Lanjut Lusi merasa bahagia karena Anisa mau diajak berkebun dan kasih saran hasil panennya untuk anak anak asuhnya Marsya nanti
Dilain sisi, Rangga melihat sekelilingnya sangat mendukung, untuk Rangga menyampaikan rahasia besar yang selama ini Rangga simpan baik baik
" Apa yang mau anda bahas ke saya? ini masih pagi dan anda sendiri tidak kerja?" Tanya Eki menatap heran melihat Rangga tiba tiba datang ke kantor, dan mau bahas hal penting bersama Rangga.
" Baik lah pak Eki, akan saya kasih tahu hal penting yang saya maksud" Ucap Rangga yang mulai serius
Eki mendengarkan dengan fokus, apapun yang Rangga sampaikan, sampai akhirnya Eki tahu jika Marsya adalah anak kandungnya.
" Buktinya apa jika anda suaminya Anisa? anda kan sudah menikah dan punya anak? apa mungkin mereka bisa menerima kehadiran Anisa dan Marsya dalam kehidupannya? Saya tidak ingin Marsya menderita saat tinggal bersama saudara tirinya? karena selama lima belas tahun Marsya hidup dalam kebahagiaan walaupun tanpa kehadiran orang tua kandungnya?" Tanya Eki yang ingin memastikan jika Rangga bener bener suaminya Anisa, yang tega usir Anisa karena lagi hamil lima bulan dan tanpa memberikan nafkah sama sekali.
" Anak dan istri saya menolak kehadiran Anisa dan Marsya, karena mereka menolak berbagi harta saya, tapi saya sudah tidak peduli soal itu, yang penting bagi saya bisa menembus kesalahan saya selama ini mengabaikan Anisa dan Marsya, membuat Marsya tidak tahu siapa ayah kandungnya dan sempet tinggal di panti asuhan selama empat tahun.maksud saya ketemu anda sekarang, minta bantuan pak Eki dan pak Nando, bagaimana caranya bisa nembus kesalahan saya dan bisa kumpul bersama Anisa dan Marsya. Walaupun ditolak oleh anak dan istri saya?" Tanya Rangga dengan serius, siapa sangka Nando beli tanah membuat Rangga tahu dimana Anisa tinggal sekarang bersama Marsya.
" Baiklah nanti siang akan saya bahas bersama pak Nando dan Bu Lusi, soal keinginan anda untuk ketemu lagi dengan Anisa dan Marsya, saya tidak bisa melarang anda untuk kumpul bersama keluarga anda, tapi jika Marsya menolak kehadiran anda, saya harap anda tidak paksa Marsya, untuk tinggal bersama anda, karena Marsya punya ibu kandung dan orang tua angkat yang punya hak untuk tinggal bersama Marsya, begitu juga dengan Anisa jika dia menolak anda yah anda jangan paksa Anisa untuk rujuk, karena anda kehidupan Anisa hancur dan Anisa harus tega meninggalkan anaknya diusia Lima tahun." Tegas Eki yang tidak ingin melihat keluarga kecilnya Nando sedih dan ada masalah baru karena Rangga memaksa untuk ketemu lagi dengan Anisa dan akhirnya ketemu dengan Marsya .
" Baik lah pak Eki, saya setuju dengan rencana anda, bagi saya kebahagian Marsya segalanya, setelah saya ketemu langsung dengan Marsya, saya pasrah apapun keputusan yang diberikan oleh Anisa dan Marsya setelah ketemu saya lagi." Lanjut Rangga yang tidak ingin memaksa dan tidak ingin membuat Anisa dan Marsya sedih lagi karena Rangga terlalu memaksa keinginannya.
Eki setuju, dan akan membantu Rangga untuk ketemu Anisa lagi dan ketemu Marsya yang tidak tahu siapa ayah kandungnya sebenarnya.
__ADS_1