KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
Ternyata dia kerja disini


__ADS_3

Anisa melihat orang yang tadi tabraknya langsung menghampiri Anisa, membuat Anisa merasa heran karena tadi disaat ditabrak Anisa cuman lecet sedikit saja.


" Saya antar kamu pulang boleh? sebagai bentuk rasa tanggung jawab saya dan minta maaf, karena saya tidak sengaja tabrak kamu tadi, jadi apa boleh saya antar kamu pulang?" Tanya orang yang tabrak Anisa, yang belum diketahui namanya


" Boleh saja" Ucap Anisa, Anisa mau memanfaat kan pekerjaannya, untuk mendapatkan pundi pundi rupiah


Anisa langsung naik motornya pelan pelan, Orang suruhan Ucok, senyum lega karena nabrak orang ternyata orang yang dicarinya beberapa hari ini. Anisa langsung kasih tahu alamat tempat tinggalnya, Anisa sama sekali tidak curiga dengan orang yang mau anterinnya pulang.


Dilain sisi, Ucok ngajak Nando, Lusi, Marsya, Satria, orang tuanya Satria.untuk foto bersama sebelum pulang ke rumah masing masing, Satria memberikan kado untuk Marsya membuat Marsya menerimanya dengan senang  hati.


" Ya ampun bagus sekali, terimakasih yah sayang, aku suka sekali tasnya." Ucap Marsya setelah keluarin tas pemberian Satria


" Sama sama, besok pakai itu yah dihari pertama kamu kerja sayang" Ucap Satria senyum lega karena Marsya suka dengan tas pemberiannya


" Pasti dong" Lanjut Marsya, Marsya bahagia sekali dikasih tas oleh Satria


" Cie, so sweet sekali sih kalian ini, berasa dunia milik berdua saja" Ledek Nando melihat Marsya dan Satria ngobrol berdua saja


" Yah dong om, orang pacaran kan selalu seperti itu, berasa dunia milik berdua kan" Lanjut Satria dengan percaya diri


" Terimakasih yah jeng, sudah ajak kita kesini untuk menikmati masakan dari warung jeng" Ucap ibu nya Satria, merasa merepotkan karena ikutan acara peresmian warung untuk Marsya


" Sama sama jeng, jangan lupa sering makan kesini yah, bersama Satria juga makan siang di warung ini" Ucap Lusi yang ingin semakin deket dengan keluarganya Satria


" Itu sih pasti jeng, kalo Satria sih tanpa kita ajak juga, pasti kesini duluan untuk ajak pacarnya makan siang bereng" Ledek ibu nya Satria melihat anaknya, suka pergi tiba tiba

__ADS_1


" Itu sih pasti, masa mau makan bersama pacar selalu ngajak orang tua sih" Lanjut Satria dengan santainya


" Dasar anak ini" Protes ibu nya Satria mendengar jawaban Satria yang ada ada saja, membuat Marsya yang dengernya malu, Marsya matanya melihat orang orang yang lewat warungnya, selalu berharap jika Anisa lewat warungnya.


Dilain sisi, Orang suruhannya Ucok kaget melihat tempat tinggalnya Anisa, yang dia tahu itu adalah cafe dua puluh empat jam non stop, Orang suruhannya Ucok melihat Anisa dari ujung kepala sampai ujung kaki, dan langsung faham kenapa dia meninggalkan Marsya lima belas tahun yang lalu.


" Ternyata dia kerja ditempat seperti ini, astaga akan sulit mengajaknya keluar dari sini." Batin Orang suruhannya Ucok, yang faham karyawan yang kerja di cafe dua puluh empat jam seperti itu, tidak akan mudah untuk keluar


" Mampir dulu yuk saya bisa siap kan makanan yang enak enak dari cafe ini" Ucap Anisa dengan manja


" Tidak usah terimakasih banyak, lain kali saja saya mampirnya yah, kalo begitu permisi"  Ucap Orang suruhannya Ucok, lebih memilih pulang, dari pada mengambil kesempatan daalam kesempitan


Anisa melihat orang menabraknya, langsung pergi merasa heran tapi Anisa tidak mau terlalu memaksakan keinginannya, Anisa langsung masuk kedalam Cafe untuk kembali kerja.


Dilain sisi, Ucok ngajak Nando untuk pergi berdua, membiarkan Marsya dan Lusi pulangnya diantar oleh Satria, membuat orang tuanya Satria dengan senang hati, untuk pulang bersama.


" Tidak masalah tante, jadikan Satria masih ketemu lagi dengan Marsya, setelah ini memang Satria mau ngajak Marsya jalan jalan kok." Ucap Satria yang ingin punya banyak waktu bersama Marsya, sebelum sama sama sibuk dengan pekerjanan masing masing


" Anak muda sekarang, bisa saja memanfaatkan keadaan yah dasar" Protes ayah nya Satria mendengar ucapan anaknya, bikin malu saja, terlalu bucin sama pacarnya


"Awas kebablasan yah kalian, pacaran boleh tapi jangan  kontak fisik yah, sebelum halal mengerti" Tegas Ibu nya Marsya yang tidak ingin Marsya rusak sebelum waktunya


" Siap calon bunda mertua kesayang aku" Ledek Satria melihat Lusi melotot kearahnya


" Dasar yah, iseng sama orang tua tidak baik sayang" Ucap Marsya yang merasa malu, setiap bareng orang tua pasti ada saja yang dibahas dan membuat Marsya malu mendengarnya

__ADS_1


" Tidak masalah sayang, iseng tapi masih sopan yah masih diboleh kan sayang, beda jika aku iseng tapi tidak sopan baru mereka akan murka sayang'Lanjut Satria dengan sengaja gandeng tangannya Marsya dengan santainya


Orang tuanya Satria geleng geleng kepalanya melihat anaknya, terlalu cuek mengumbar kemesraannya, membuat Marsya nahan malu karena Satria tidak malu mengumbar kemesraan didepan orang tuanya.


Dilain sisi, Ucok ngajak Nando untuk melakukan vidio call, ke bodyuardnya yang berhasil menemukan dimana keberadaannya Anisa ibu kandungnya Marsya, membuat Nando yang mendengarnya merasa bahagia dan lega karena perjalanan menemukan ibu kandungnya Marsya tidak lah sulit untuk dilakukan.


" Apa yang sekarang saya lakukan  pak, apa saya paksa perempuan itu untuk ikut saya pergi?" Tanya orang suruhan Ucok, diseberang telefon


" Jangan, biarkan dia bekerja disana, saya akan kasih tahu istri saya, apa yang akan dia rencana kan untuk bawa ibu kandungnya Marsya, kamu lihatin saja kegiatan dia selama disana, jika terjadi sesuatu baru kamu tolong dia dan bawa ketempat yang lebih aman, jika ada razia atau apapun yah." Ucap Nando saat saluran telefon terhubung, yang belum tahu mau bagaimana caranya ngajak pergi, tanpa membuat masalah sama sekali


" Baik tuan, kita akan pantau dari sini tuan, tapi apa boleh kita bermain main dengan temennya tuan? sekalian lihat keseharian perempuan itu selama ada didalam cafe?" Tanya bodyguard diseberang telefon, sekaligus aji mumpung, ada yang akan bayarinnya


" Dasar yah kamu ini, baik lah, akan saya ijin kan kalian masuk kesana, tapi cuman empat kali saja yah, supaya perempuan itu hafal dengan wajah kalian, soal perempuan itu, akan saya kasih tahu apa saja yang harus dibahas yah, dan ajak dia pergi jalan jalan." Lanjut Nando tidak masalah mengeluarkan banyak uang, demi maksimal menolong Marsya.


" Dengan senang hati tuan, ditunggu transferan untuk masuk kedalam cafe itu" Lanjut bodyguard semakin merasa bahagia, karena akhirnya bisa merasakan masuk kedalam cafe itu dan gratis  pula karena dibayarin oleh Nando


" Yah sudah kalian harus tetep waspada yah, mengawasinya, jangan melakukan kesalahan apapun." Tegas Nando yang tidak ingin kehilangan jejak orang tuanya Marsya lagi


" Siap komandan" Lanjut Bodyguard nya Ucok bahagia, karena mendapatkan pekerjaan yang sangat menyenangkan


Nando langsung mematikan telefonnya, dan perintah kan Ucok untuk ajak semua karyawannya untuk kembali ke Jakarta, karena orang tua kandungnya Marsya sudah ketemu.


"Siap bro, alhamdulillah sekali yah, tidak sia sia pencarian kita, selama beberapa hari ini" Ucap Ucok merasa bahagia dan lega, karena pencarian ibu kandungnya Marsya tidak terlalu lama


" Yah bener Ucok,alhamdulillah sekali yah, niat baik kita berjalan dengan baik, kita harus fikirkan cara untuk membawa ibu kandungnya ke sini, dan kasih tahu Marsya nya juga, harus dalam kondisi baik baik, jangan biarkan Marsya tahu, jika ibu nya bukan perempuan baik baik, karena kasihan Marsya pasti drop sekali kan. sekarang kita pulang supaya Marsya tidak curiga dengan kepergian kita yang terlalu lama." Lanjut Nando yang ingin menjaga perasaannya Marsya, karena Marsya akan malu jika tahu alasan sebenarnya ibu nya meninggalkannya karena pekerjaanya yang tidak layak diketahui oleh Marsya

__ADS_1


" Iyah hayo pulang bro, saya juga sudah lelah sekali" Lanjut Ucok, yang langsung menjalan kan mobilnya dengan kecepatan sedang, Ucok dan Nando merasa lega karena pekerjaannya akhirnya berjalan dengan lancar, dan memberikan kabar baik dimana keberadaan ibu kandungnya Marsya, tinggal menunggu waktu untuk mempertemukan Marsya dengan ibu kandungnya.


__ADS_2