KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
saya ikut senang akhirnya


__ADS_3

Lusi dan Anisa setelah selama berbicara dan mendapat kan keputusan jika Anisa dan Lusi sama sama menolak keinginan Rangga untuk ajak Marsya tinggal bersama.


" Kalian kompak sekali matanya sama sama bengkak" Ucap Nando senyum bangga dan salut karena Anisa dan Lusi bisa kompak, jika sudah membahas soal Marsya membuat Nando bahagia kerena Lusi ada temen ngobrolnya selama ada di rumah.


" Harus dong ayah, harus kompak kita kan orang tuanya Marsya yang tahu apa yang membuat Marsya bahagia, dan tidak akan membiarkan siapapun yang sakiti Marsya." Ucap Lusi yang tidak rela Marsya disakiti oleh saudara tiri dan ibu tirinya.

__ADS_1


' Biarin tidak ada yang tega menyakiti Marsya karena Marsya masih ada ibu ibu yang mampu melindungi anaknya, tidak akan rela kedua pipinya basah karena air mata sakit hati." Ucap Anisa yang tidak rela Marsya tinggal bersama orang orang yang tidak baik.


" Power of emak emak yah, yah sudah kalian siap siap, katanya mau ke kantor kan, kita pesan makanan pas kita sudah dijalan, supaya sampai sana kita tinggal makan saja bersama Marsya." Lanjut Nando yang tidak ragu dengan power of emak emak, jika sudah marah laki laki sekuat apapun akan lemah jika sudah melihat orang yang dicintai nya marah besar.


" Beres deh, yuk lah ganti baju supaya kita bisa temani Marsya di kantor, sampai Marsya pulang kerja, sedangkan ayah bisa kerja bantuin Marsya supaya tidak merasa sendirian sayang." Lanjut Lusi, langsung gandeng tangannya Nando untuk masuk kedalam kamar untuk ganti baju supaya lebih rapih saat ke kantor nanti.

__ADS_1


Dilain sisi, Rangga menceritakan ke Rudi jika hari ini Rangga ketemu langsung dengan Anisa, walaupun mendapatkan penolakan dari Anisa yang penting bisa ketemu langsung dengan istri yang tega Rangga usir saat hamil.


" Wajar pak Rangga, jika anda tidak diterima baik oleh Anisa pak, karena perjalanan hidup membesarkan anak sendirian tanpa suami itu tidak mudah dijalani pak, dan anda minta mereka tinggal bersama juga bukan pilihan terbaik karena ada dua perempuan yang menolak kehadiran mereka, apa lagi Lusi dan Anisa tidak akan membiarkan anak satu satunya mereka menderita saat anda perkenalkan ke Iis dan Natalia, sekaligus tinggal Bereng itu hal mustahil untuk diterima dengan baik oleh mereka." Ucap Rudi terus terang, karena perasaan yang tersakiti selama bertahun tahun tidak akan sembuh dengan kata janji dan kata maaf saja.


" Yah saya tahu itu, yang penting sekarang saya lega karena bisa ketemu dengan mereka dan saya pasrah jika ditolak oleh Marsya, itu hal yang wajar bagi anak benci dengan kesalahan orang tua. tapi anak punya hak untuk tahu siapa ayah kandungnya sendiri walaupun tidak tinggal bersama." Ucap Rangga dengan pasrah jika ditolak, yang penting bahagia karena bisa melihat Marsya secara langsung.

__ADS_1


" Yah saya ikut senang akhirnya anda bisa melihat langsung Anisa dan Marsya pak, berjuang lah untuk Marsya mau ketemu anda terus pak walaupun tidak tinggal bareng pak." Lanjut Rudi yang tidak ingin memberikan harapan untuk Rangga, supaya bisa dimaafkan oleh Marsya dan minta orang tuanya rujuk kembali.


" Saya mengerti Rudi, saya sudah ikhlas apapun keputusan yang diberikan Marsya nanti." Lanjut Rangga yang tidak mau egois kembali, karena akan ada hati yang tersakiti jika Rangga egois dan memaksakan kehendaknya tapi membuat orang orang yang dicintainya saling merasa tersakiti.


__ADS_2