KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
Besok bunda nya Satria


__ADS_3

Anisa melihat kamar Marsya jadi terharu kamar yang diberikan oleh Lusi, lebih baik dari kamar dulu yang bisa Anisa berikan ke Marsya.


" Mamah dan bunda tidur disini yah, Marsya sengaja tadi beli kasur yang luas supaya kita bisa tidur bertiga disini." Ucap Marsya sengaja beli kasur baru, supaya kadang kadang tidur bertiga seperti ini jadi tidak sempit.


" Pantes bunda kaget sayang, yah sudah Anisa kamu saja duluan yang mandi baru saya yang mandi, saya mau ke kamar mas Nando dulu." Ucap Lusi yang ingin ketemu Nando sebelum tidur.


" Yah bunda, nanti kesini lagi yah" Lanjut Marsya yang ingin malam ini tidur bertiga


" Iyah sayang sebentar yah" Lanjut Lusi langsung keluar kamar, Lusi tahu kebiasaan Nando sebelum tidur.


Anisa langsung ke kamar mandi, Anisa merasa yakin tidak ada barang barang dimasa lalu yang dibawa oleh Anisa ke rumahnya Nando.


Marsya merasa bahagia melihat mamah nya ada di kamarnya lagi setelah sekian lama, Marsya buka laptop sambil menunggu Anisa selesai mandi dan Lusi setelah ketemu dengan Nando.


Dilain sisi, Orang tuanya Satria ikut bahagia, mendengar ceritanya Satria jika orang tua kandungnya Marsya sudah ketemu dan ada di rumah Nando.


" Alhamdulillah Satria, akhirnya yah Marsya bisa ketemu lagi dengan ibu kandungnya, besok bunda mau ketemu dan kenalan dengan ibu kandungnya Marsya, jika kamu dan Marsya menikah kan jadi ibu kamu juga." Ucap Bunda nya Satria yang ingin sekali bisa ketemu dengan Anisa.


" Boleh Bunda, besok kita ke rumahnya Marsya dan kenal langsung dengan Tante Anisa, orangnya ramah tadi pas ketemu saat makan bersama." Ucap Satria yang ingin sekali bisa kenal lebih jauh dengan calon ibu mertuanya.


" Yah sudah, pas makan siang saja yah kita ke sananya. sekalian makan bersama" Lanjut Bunda nya Satria yang ingin makan bersama orang tuanya Marsya


Satria langsung kirim chat ke Marsya jika besok orang tuanya mau ke rumah dan makan siang bersama, karena mau kenal langsung dengan Anisa.


Dilain sisi, Marsya bantuin Anisa merapihkan baju nya Anisa kedalam lemari, Marsya merasa heran melihat bajunya Anisa seperti baju baru.

__ADS_1


" Apa ada yang mereka sembunyikan yah? kenapa baju baju ini terlihat masih bagus dan wanginya beda?" Batin Marsya yang bisa membedakan baju lama dan baju baru, tapi Marsya tidak mau banyak tanya dan membuat Anisa sedih nantinya.


" Mamah, besok bunda nya Satria ingin kesini, ngajak makan siang bersama, dan mau kenalan langsung dengan mamah. apa kita jalan jalannya setelah bunda nya Satria pulang?" Tanya Marsya melihat Anisa dan Lusi yang sibuk dengan handphone masing masing


" Iyah deh, tidak enak juga kan lagi enak enak jalan jalan, harus pulang karena ada tamu." Ucap Anisa yang tidak ingin ribet, dan tidak ingin cuman sebentar jalan jalannya.


" Selain itu kita masak kue saja yah, untuk menyambut kedatangan orang tuanya Satria kesini." Ucap Lusi, Lusi membaca chat dari orang tuanya Satria yang bilang akan membawa masakan untuk makan siang bersama.


" Iyah sudah kita buat kue besok, supaya orang tuanya Satria bisa ngobrol ngobrol sambil menikmati kue buatan kita." Lanjut Anisa yang tidak masalah membuat kue pagi Pagi.


Marsya langsung rebahan di kasur dan siap siap tidur, Marsya ngajak kedua orang tuanya untuk tidur juga karena Marsya sudah mulai ngantuk


Dilain sisi, Citra merasa lega dan bahagia karena Citra dan anak buahnya, bisa pulang kembali ke rumahnya dengan syarat ikutin aturan yang diberikannya dan membuat Citra mau turutin apapun syarat yang diberikannya.


"Akhirnya bisa pulang juga, Anisa mana kenapa dia tidak ada disini?" Tanya Citra merasa heran, karena tidak melihat Anisa sama sekali.


" Apa kabur? bener bener anak itu, padahal selama disini dia jadi anak emas yang selalu saya manjakan tapi kenapa jadi seperti ini, kabur dengan seenaknya." Lanjut Citra kesal dan tidak menyangka jika Anisa, beraninya kabur dari cafenya.


" Entah lah madam" Lanjut Eli juga tidak mengerti kenapa Anisa bisa pergi, setelah cafe nya di razia kemarin.


Citra yang kesel akhirnya jalan ke kamarnya, Citra merasa pusing karena pelanggan Anisa jauh lebih banyak, jika Anisa tidak ada otomatis pemasukan Cafe akan menurun dengan drastis.


................................................................................


Dilain sisi, Lusi bantuin Nando siap siap ke kantor, Lusi senang melihat suaminya masih mau menjalankan perusahaannya demi Marsya bisa quality time bersama Anisa.

__ADS_1


" Pulang kerja aku tidak sabar mau makan kue buatan Bunda, Marsya, dan Anisa." Ucap Nando melihat Lusi merapihkan dasinya.


" Iyah sayang, nanti aku buat lebih yah, supaya ayah bisa makan bersama kita pas malamnya setelah pulang kerja." Ucap Lusi langsung memberikan tas kerjanya Nando


Nando langsung ajak Lusi untuk keluar dari kamar dan gabung bersama Marsya dan Anisa sarapan bersama.


Dilain sisi, Anisa bantuin Marsya untuk masak buat sarapan bersama Nando dan Lusi, Marsya merasa bahagia sekali akhirnya bisa masak juga dengan Anisa.


" Mah, kita ziarah ke makam papah yuk? Marsya ingin sekali bisa ziarah kubur dan mau lihat foto papah, apa mamah masih simpan?" Tanya Marsya yang ingin sekali bisa lihat foto ayah kandungnya, karena dari kecil pun Marsya tidak pernah lihat foto papah nya.


" Maaf yah Anisa, saya tidak bantuin masak soalnya saya bantuin mas Nando siap siap berangkat kerja." Ucap Lusi, Lusi dan Nando jalan menuju Marsya yang lagi nyusun lauk yang sudah selesai di buat.


" Masak apa ini?" Tanya Nando penasaran, Nando melihat meja makan penuh dengan makanan


" Masak telor, tahu, tempe, opor ayam, dan sayur nangka." Ucap Anisa, Anisa merasa lega karena Nando dan Lusi datang membuat Anisa tidak menjawab pertanyaannya Anisa.


" Banyak juga yah, yuk makan semuanya." Lanjut Lusi yang langsung ambilin nasi dan lauk untuk Nando.


" Mah, belum jawab pertanyaan Marsya tadi" Ucap Marsya sedikit kesel, karena Anisa seperti menutupi sesuatu


" Pertanyaan apa sayang?" Tanya Anisa pura pura lupa, sejujurnya Anisa sengaja tidak menjawab pertanyaan Marsya, karena Anisa sendiri tidak tahu siapa ayah kandungnya Marsya.


" Memangnya kalian bahas apa sih tadi?" Tanya Lusi penasaran, karena Marsya terlihat kesel melihat Anisa yang tidak menjawab pertanyaannya.


" Marsya tanya foto papah dan makamnya dimana? karena Marsya mau ziarah kubur bunda, karena dari kecil Marsya tidak pernah tahu siapa papah kandung Marsya?" Tanya Marsya yang mulai curiga, fikiran negatif kini Marsya rasakan.

__ADS_1


Nando dan Lusi melihat Anisa yang nunduk, Lusi mengerti perasaan Anisa sekarang perasaan bingung bagaimana harus jujur soal ayah kandungnya Marsya yang sebenarnya dan Lusi Bener tidak sanggup melihat Marsya syok saat tahu jika Marsya lahir bukan lah dari hubungan resmi orang tuanya.


__ADS_2