
Natalia yang mendengar orang tuanya berantem saat didapur, langsung jalan ke dapur dan mau tahu apa yang membuat orang tuanya ribut didapur jam segini.
" Ada apa sih? kenapa ngobrolnya didapur sih? dan ribut ribut segala, memangnya tidak bisa didalam kamar saja?" Tanya Natalia kesal karena orang tuanya ribut seolah tidak kenal tempat sama sekali.
" Bagaimana tidak ribut sama ayah kamu,besok ayah akan ajak mantan istri dan anaknya untuk datang kesini,buat kenalan langsung dengan kita, makan malam bersama, lebih parahnya lagi ayah kamu mau melamar mantan istrinya disini juga besok" Ucap Iis kesel, karena Rangga semakin nekat untuk menjalankan rumah tangga poligaminya, ingin memiliki dua istri dan dua anak.
" Apa besok? yang bener saja sih bunda, Natalia tidak akan membuat dua perempuan itu betah tinggal disini, Natalia akan cari cara usir mereka dari sini, enak saja saat susah ibu nya pergi dan saat sukses ayah ajak rujuk kembali," Lanjut Natalia kesal,karena keinginan Rangga akan dijalankan besok dan Natali semakin tidak rela bergai segalanya dengan Marsya.
" Kita tidak bisa melakukan itu sayang, ayah sudah ancam bunda, jika kita dengan sengaja menyakiti Anisa dan anaknya,dibelakang ayah dan membuat mereka tidak betah disini, hari itu juga ayah akan menceraikan bunda dan akan membuat kita kehilangan kemewahan ini sayang, jadi kita dipaksa untuk menerima kehadiran Anisa dan anaknya, katanya ayah akan bersikap adil dan hak bunda tidak akan dikurangi sama sekali jika bunda terima dengan ikhlas poligami ini sayang" Lanjut Iis yang merasa tidak punya pilihan sama sekali, dengan keputusan Rangga.
" Apa? ih ayah bener bener maksa sekali sih, yah biarin lah mereka tinggal disini dan kita diemin mereka saja, jangan diajak bicara sama sekali, lama lama juga mereka akan risih sendiri kok bunda, jangan kita yang pergi dari istana ini bunda, tapi mereka saja yang pergi dengan sendirinya" Lanjut Natalia yang akhirnya bisa mendapatkan solusi untuk masalah orang tuanya.
" Bunda setuju sayang, jika itu cara yang terbaik untuk kita, yah baik lah bunda setuju dan dijalanin bersama, dan kita harus kompak demi usir benalu dari istana kita" Lanjut Iis merasa lega karena akhirnya mendapatkan solusi juga, biarin lah diduakan seperti ini, yang terpenting tidak kehilangan kemewahan yang selama ini Rangga berikan.
" Sudah selesaikan bunda, sekarang ke kamar dan bersikap manis didepan ayah, supaya ayah merasa dihargai keputusannya oleh bunda, demi kesejahteraan kita berdua bunda" Lanjut Natalia yang ingin secepatnya istirahat setelah diganggu oleh orang tuanya tadi.
" Terimakasih yah Natalia sudah memberikan solusi untuk bunda, yah sudah selamat istirahat sayang" Lanjut Iis merasa lega,akhirnya bisa mendapatkan solusi juga, dan Iis setuju untuk kembali ke kamarnya dan bersikap biasa saja didepan Rangga demi mempertahankan haknya sebagai istri.
..........................................................................................................................................
__ADS_1
Marsya melihat kedua orang tuanya sudah sibuk didapur untuk masak sarapan pagi ini, Anisa yang mendapatkan kabar jika Rangga ingin sarapan bersama, membuat Anisa bingung ingin menolak atau menerima keinginan Rangga.
" Lagi pada masak apa ini? aromanya wangi sekali?" Tanya Marsya, Marsya melihat Anisa dan Lusi sama sama sibuk dikompor
" Nasi goreng sayang, oh yah papah kamu mau sarapan disini apa boleh?" Tanya Anisa yang melihat Marsya merapihkan meja makan, dan susun piring kosong dan nasi dipindahkan keatas meja makan
" Memangnya dibolehkan oleh istrinya? Marsya takut ganggu mah?" Tanya Marsya ragu jika mengiyakan keinginan Rangga
" Bener juga Anisa, kita juga harus bisa menjaga perasaan istri dan anaknya juga, walaupun Rangga lagi berjuang untuk ajak kalian kembali, tapi kita jangan membuat anak dan istrinya kehilangan kebersamaannya dengan Rangga, sebelum kalian resmi menikah lagi" Ucap Lusi yang takut ada masalah, jika terlalu turutin keinginannya Rangga, bisa bisa tidak akan pernah rujuk dan tidak akan pernah kompak antara Iis dan Anisa
" Kita ketemu dengan ayah, pas makan sore bersama saja, atau siang juga bisa kan, pas papah dikantornya juga, jadi tidak ada salahnya kita yang ketemu diluar, biarin saja sarapan pagi khusus untuk anak dan istrinya dirumahnya" Lanjut Marsya berusaha tidak egois, karena jika Marsya diposisi anaknya yang ada dirumahnya juga akan marah, karena merasa waktu kebersamaannya dengan Rangga berkurang
" Baik lah, mamah akan menolaknya, mamah ikutin saja apa yang terbaik untuk semuanya" Lanjut Anisa yang setuju dengan keinginannya Marsya.
Dilain sisi, Rangga berusaha tidak kesal, karena sarapan bersama Anisa dan Marsya ditolak alasannya tidak enak dengan Iis dan Natalia, taoi Rangga tidak sabar makan malam bersama nanti dirumahnya.
" Enaknya masak apa yah, supaya mereka suka makan disini, Iis saja tidak bisa masak sama sekali, apa lagi Natalia anak itu mana pernah masak walaupun deket dengan cowok selalu saja maunya beli dan beli"Batin Rangga bingung, Rangga ingin sekali memberikan kesan yang harmonis dan berjuang masak demi menyambut kedatangan Anisa dan Marsya nanti malam.
" Ayah, hayo makan dulu,kata bik Ijah masakan sudah siap didapur" Ucap Iis yang baru selesai dari kamarnya Natalia
__ADS_1
" Iyah sayang, ini juga ayah sudah selesai, oh yah kasur dan lemari akan ayah ganti yang lebih lebar, karena saat menikah Anisa akan tidur satu kamar dengan kita" Ucap Rangga yang tidak sabar ingin tidur bertiga dengan Anisa didalam kamar yang sama.
" Astaga sayang, yah sudah lah terserah ayah saja, bagaimana enaknya untuk ayah" Lanjut Iis berusaha tidak marah, karena jika marah terus lama kelamaan Rangga bener bener bisa menceraikannya demi dengan mudah kembali dengan Anisa dan menjadikan Anisa satu satunya istri Rangga
Iis mengambilkan tas kerjanya Rangga dan ajak Rangga keluar dari kamar dan jalan ke dapur bersama.
Dilain sisi, Nando melihat Marsya sudah berangkat kerja, membuat Nando bangga dan sekaligus kangen dengan masa masa dimana Nando sibuk dengan pekerjaannya bersama Eki, dan sering berantem dengan Eki jika tidak satu jalan.
" Kapan lagi sih, Marsya tidak kekantor lagi, kangen sekali rasanya kembali ke kantor dan sibuk lagi" Batin Nando yang terus melihat mobilnya Marsya pergi ke kantor pagi ini
Nando langsung nyusul Lusi yang ada dihalaman belakang rumah, Lusi dan Anisa punya hobi yang baru yaitu berkebun bersama, demi mengurangi kebosanan dirumah.
Dilain sisi, Marsya melihat Rangga turun dari mobil, membuat Marsya bahagia sekali, karena Rangga pagi pagi sudah ke kantornya Marsya.
" Selamat pagi anak papah, mau kerja yah sayang?" Tanya Rangga yang sengaja datang ke kantornya Marsya pagi sebelum berangkat ke kantornya
" Pagi juga pah, iyah pah mau masuk kedalam kantor, papah sendiri ngapain disini? apa ada proyek bersama ayah?" Tanya Marsya berusaha santai dan tidak menunjukan rasa bahagianya dengan berlebihan didepan Rangga
" Tidak sayang, papah kesini memang mau ketemu dengan Marsya, papah sudah bilang ke om Rudi jika papah ada disini sampai siang sayang, mau lihat Marsya kerja apa boleh?" Tanya Rangga yang ingin banyak waktu bersama Marsya sebelum berangkat ke kantor, karena Rangga sudah mengecek pekerjaan hari ini tidak terlalu banyak yang dikerjakan oleh Rangga dikantor
__ADS_1
" Boleh saja sih pah, mari ikut Marsya ke ruangan Marsya" Lanjut Marsya bener bener bahagia, karena Rangga mau temani Marsya kerja, Marsya membayangkan kedua orang tuanya ada di kantor sambil ngobrol bersama Marsya didalam ruangannya.
Rangga ikut Marsya masuk kedalam kantornya Marsya, Rangga bener bener tidak menyangka jika Marsya menyambut baik kehadiran Rangga dan mau ditemani kerja sampai siang.