
Lusi membantu Marsya menata rambutnya karena hari yang ditunggu tunggu tiba juga, membuat Marsya bahagia sekali karena hari pernikahannya tiba tiba.
" Alhamdulillah yah dua pengantin ini, terlihat sangat cantik pagi ini, terbalut kebaya yang sama lagi, sama sama cantik." Ucap Lusi ikut bahagia karena akhirnya Anisa jadi rujuk dengan Rangga
" Bisa saja Lusi ini, saya jadi gugup rasanya karena berasa kembali muda lagi, jika menikah seperti ini." Ucap Anisa bahagia sekali, seperti mengenang dua puluh tahun yang lalu, disaat Rangga pertama kalinya melamar Anisa ke rumahnya.
" Sama mah, Marsya juga gugup sekali, akhirnya menikah juga dengan Satria, dan bisa melihat langsung papah ucap ijab Kabul nya mah. semoga kita bisa bahagia dengan pasangan kita masing masing yah mah" Ucap Marsya, berharap bisa selalu bahagia bersama Satria selama menjalani rumah tangga berdua.
" Saya yakin kok, Anisa dan Marsya pasti bisa merasa kan kebahagiaan selama menjalankan rumah tangga masing masing, yang penting bisa saling mengerti, memahami, dan melengkapi saja. pasti bisa selalu bahagia dan romantis kok" Lanjut Lusi berharap yang terbaik untuk masa depan Marsya, Lusi berharap Satria bisa membahagiakan Marsya selamanya
Dilain sisi, Iis nangis melihat Rangga siap siap untuk menikah hari ini, walaupun Iis berusaha kuat dan ikhlas tapi hatinya perih berbagi suami.
" Kamu ngapain nangis sih? aku kan mau nikah masa mata kamu Bengkak seperti ini? katanya ikhlas dan rela dimadu, asal saya bisa bersikap adil ke kamu kan jadi sekarang ngapain nangis seperti itu?" Tanya Rangga heran melihat Iis nangis bukannya bahagia, karena Rangga akhirnya bisa rujuk kembali bersama Anisa.
" Istri mana yang rela di madu, walaupun bersikap adil tapi tetep saja sedih pernikahannya dikhianati seperti ini" Ucap Iis dengan lirih dan tidak menyangka, jika pernikahan Rangga dan Anisa bener bener terjadi
" Dihianati? memangnya saya selama ini selingkuh dengan Anisa? memangnya kita pacaran diam diam yang akhirnya minta restu? jangan sembarangan bicara kamu ini, saya menikah lagi karena rujuk dengan Anisa, perempuan yang masih saya cintai sampai detik ini. saya memang mencintai kamu, tapi rasa cinta saya ke kamu tidak sebesar ke Anisa, dan saya mempertahan kan pernikahan kita karena Natalia, saya tidak mau Natalia bernasip seperti Marsya kekurangan kasih sayang dari saya. sudah lah jangan lebay, rapihkan riasan kamu karena sebentar lagi kita jalan ke masjid " Tegas Rangga yang tidak mau ada drama sama sekali, Rangga selama ini sudah cukup sabar menghadapi Iis yang seenaknya dan selalu berfoya foya
" Jahatnya, istri merajuk bukannya dibujuk ini justru dimarahin. apa istimewanya perempuan kampung itu, sampai Rangga bisa seperti ini." Batin Iis kesel, karena Rangga semenjak ketemu dengan Anisa sikapnya berubah total tidak seperti dulu yang manis ke istri.
" Iyah saya akan siap siap" Lanjut Iis berusaha tenang dan tidak terpancing emosi sama sekali.
Iis langsung merapihkan makeup nya sebelum ikut Rangga ke masjid untuk melakukan ijab kabul
Dilain sisi, Satria senyum bahagia melihat Marsya, masuk kedalam masjid bersama Nando, Lusi, dan Anisa.
" Cantiknya calon istri aku, mana calon papah mertua?" Tanya Satria tidak melihat Rangga sama sekali.
" Katanya masih dijalan, terjebak macet." Ucap Anisa yang penasaran alasan sebenarnya Rangga datang terlambat.
" Yah sudah duduk dulu, soalnya kan yang ijab kabul pertama mamah dan papah" Lanjut Satria berusaha santai, dan berusaha menghafalkan ijabnya nanti
Marsya ajak Anisa untuk duduk, sambil menunggu Rangga tiba.
Dilain sisi, Rangga kesal sekali, karena ban mobil tiba tiba kempes dan membuat Rangga keluar dari mobilnya
__ADS_1
" Bagaimana bisa ban mobil kempes di hari penting saya?" Tanya Rangga penuh amarah melihat supirnya, yang sudah ketakutan.
" Sabar ayah,biar dia yang ganti ban nya." Ucap Iis berusaha santai, Iis merasa bahagia karena acara ijab kabulnya berhasil ditunda.
" Enak saja sabar, saya naik ojek online saja, kalian nyusul pas mobil ini sudah selesai dibenerin." Lanjut Rangga yang tidak mau menunggu, bisa bisa pernikahannya gagal.
" Memangnya bisa menikah tanpa kehadiran kita?" Tanya Natalia bingung, karena Rangga nekat mau tetep nikah padahal Iis dan Natalia tidak ikut
" Kenapa tidak bisa? semuanya bisa karena penghulu dan Anisa sudah ada di masjid, tidak ada penghalang untuk menuju kebahagiaan, kalian nyusul saja jika mobilnya sudah bisa jalan." Lanjut Rangga langsung naik motor ojek online, Rangga tidak peduli dengan nasipnya Iis dan Natalia, yang penting hari ini jadi nikah dan resepsi pernikahannya jalan.
" Mas jalan"Sambung Rangga yang sudah duduk diatas motor
" Baik pak" Ucap Driver ojek online.
Iis tidak bisa berkata apa apa melihat Rangga nekat jalan, tanpa peduliin Iis dan Natalia sama sekali, Iis sengaja kempesin ban mobil dan bensin cuman sedikit, supaya menggagalkan pernikahannya Rangga dan Anisa.
Dilain sisi, Anisa dan Marsya merasa lega karena akhirnya Rangga tiba juga di masjid, Rangga langsung lari kedalam masjid.
" Hayo dimulai ijab kabulnya." Ucap Rangga berusaha santai, karena selama diperjalanan sudah tegang dan takut gagal.
" Kenapa terlambat?" Tanya Anisa melihat Rangga yang kelelahan
" Iyah pah" Ucap Marsya yang nurut saja tidak ikut tanya, walaupun penasaran, tapi membiarkan Rangga sendiri yang nanti akan cerita.
Rangga langsung ajak Anisa dan Marsya masuk kedalam masjid, penghulu langsung nikahin Rangga dan Anisa setelah selesai, baru Rangga yang menikahi Marsya dan Satria.
" Aku akan membuat kamu selalu bahagia sayang" Ucap Satria mencium keningnya Marsya penuh dengan cinta
" Aku akan menjadi istri yang baik untuk kamu sayang" Ucap Marsya bahagia karena akhirnya, acara ijab kabul berjalan dengan lancar juga
" Terimakasih atas kepercayaan nya sayang, dan mau kembali bersama aku untuk kita bisa bahagia bersama walaupun dengan pernikahan poligami ini sayang" Ucap Rangga bahagia, karena penantian panjang untuk rujuk jadi kenyataan.
" Sama Sama sayang, aku masih mencintai kamu dan aku mau anak kita memiliki orang tua lengkap lagi sayang " Ucap Anisa bahagia karena mau menerima ajakan rujuk, dari. pada mendepannya rasa ego, akan kehilangan orang yang dicintainya yang kedua kalinya
" Alhamdulillah yah, Anisa dan Marsya bisa mendapatkan orang yang bener bener mencintai mereka." Ucap Lusi bahagia, karena bisa menjadi saksi kebahagian Anisa dan Marsya
__ADS_1
" Ayah ikut bahagia melihatnya sayang" Ucap Nando bisa santai, saat Rangga menikahkan Marsya dan Satria tadi.
" Sekarang kalian siap siap untuk acara resepsi pernikahan kalian nanti" Ucap Heru ayah nya Satria, ikut bahagia melihat anak dan menantunya bahagia.
" Tapai bagaimana dengan Iis? masa kita tinggal?" Tanya Anisa merasa tidak tega, meninggalkan Iis dan Natalia yang lagi ngurusin mobil mogok tiba tiba
" Baik lah kita jemput mereka dan kita bisa ajak mereka istirahat, pak Nando saya pinjem mobilnya yah." Lanjut Rangga, Rangga berusaha tidak egois karena hari ini hari bahagianya, tidak ingin dirusak karena Iis dan Natalia.
" Saya antar saja, biar anda duduk di kursi belakang bertiga." Ucap Nando yang ingin Rangga bersikap adil
" Boleh" Lanjut Rangga pasrah
" Ada ada saja, nikah tapi istri pertama, ditinggal karena mobil mogok astaga aneh aneh saja." Batin Satria merasa heran, karena bisa bisanya mertuanya ditinggalin begitu saja.
Dilain sisi, Iis dan Natalia melihat Anisa dan Rangga turun dari mobil disusul oleh Nando, merasa heran seharusnya kan mereka menikah.
" Ijab Kabul nya gagal karena tidak ada aku?" Tanya Iis percaya diri, Iis sengaja membuat mobilnya Rangga mogok
" Alhamdulillah sudah sah, sekarang istri aku ada dua dan anak aku ada dua. bagaimana sayang mobilnya?" Tanya Rangga melihat mobilnya lagi dibenerin
" Kok bisa sah? kan tidak ada aku disana? kalian tidak menghargai aku sama sekali?" Tanya Iis pura pura sedih
" Maaf, tapi mas Rangga yang paksa tetep menjalankan ijab Kabul nya." Ucap Anisa merasa bersalah
" Sudah lah, sekarang Natalia duduk di kursi depan bersama ayah Nando dan bunda bersama ayah dan mamah dikursi belakang. kita istirahat sebelum acara resepsi dimulai." Lanjut Rangga dengan cueknya, Rangga sama sekali tidak peduli dengan protesnya Iis sama sekali.
" Ayah jahat, ayah sama sekali tidak menghargai perasaan kita sama sekali, kita ditinggalin disini menunggu mobil mogok, sedangkan ayah tetep menjalankan ijab Kabul nya." Bentak Natalia kesal, karena Rangga sama sekali tidak peduli dengan Natalia dan Iis sama sekali.
" Mau disini atau ikut ke hotel untuk istirahat?" Tanya Rangga semakin malas berdebat seperti ini
" Sepertinya Rangga memang sengaja meninggalkan mereka, tapi aneh mobil bisa mogok seperti ini? sebenarnya ini ulah siapa?" Batin Nando yang mulai curiga melihat pertengkaran Rangga dengan anak dan istrinya
" Sayang masuk kedalam mobil yah, kita harus istirahat sebelum acara resepsi nanti." Lanjut Rangga manis sambil melihat Anisa
" Iyah" Lanjut Anisa yang tidak berani banyak tanya
__ADS_1
Rangga pegang tangannya Iis untuk masuk duluan kedalam mobil, baru Rangga dan terakhir Anisa. Natalia terpaksa duduk dikursi depan bersama Nando.
Perjalanan ke hotel tidak ada yang buka obrolan sama sekali, Rangga sengaja diam tapi tangannya membuat Anisa menahan geli, karena Rangga malas ngobrol bersama Iis.