
Eki setelah ngobrol serius dengan Rangga tadi, langsung memutuskan ke rumahnya Nando bersama Rangga karena hari ini Marsya yang ke kantor.
" Baik lah, jika memang bisa ketemu Anisa sekarang lebih baik semuanya selesai lebih cepat" Ucap Rangga yang tidak merasa keberatan langsung ketemu Anisa hari ini.
" Jika respon Anisa marah ke anda, bearti ucapan anda benar, saya mengerti posisi anda dimasa lalu, walaupun salah ngusir istri yang lagi hamil lima bulan tanpa ada kata cerai lagi. saya rasa akan sulit Anisa terima anda kembali sebagai suaminya, karena saya tahu bagaimana perjuangan Anisa untuk bertahan hidup sampai sekarang sebelum ketemu dengan Marsya." Ucap Eki yang tahu pasti tempat kerja Anisa selama lima belas tahun dan membawa Anisa kembali pun tidak lah mudah, butuh strategis yang matang.
" Yah saya tahu, namanya asal nikah saja, pas tahu Anisa hamil dan kondisi keuangan saya belum maksimal, yah keputusan pahit nya usir Anisa, tega sih tapi tidak tega membuat Anisa sengsara selama hamil. tapi saya tahu kok apa saja yang dilakukan Anisa, sampai terakhir dengan teganya meninggalkan Marsya dipasar, dan dibawa oleh pak Nando dan istri, pantas saja saya pernah melihat mereka ternyata melihat mereka lima belas tahun yang lalu, dan siapa sangka kalian butuh tanah yang membuat kebenaran ini terungkap."Lanjut Rangga lirih saat ingat keegoisannya dua puluh tahun yang lalu, dan siapa sangka takdir mempertemukanya dengan Marsya melalui Nando dan Eki.
" Tetep saja salah, yah saya harap Anisa dan Marsya bisa bahagia didekat kamu, jika sebaliknya lebih baik mereka selamanya tinggal dirumahnya Nando dan Lusi, karena mereka bisa lebih menghargai kehadiran Anisa dan Marsya. karena saya lihat sendiri bagaimana Nando dan Lusi membesarkan Marsya, dan saya sendiri melihat sekaligus membantu perjuangan bawa Anisa kesini tidak lah mudah." Tegas Eki yang tidak ingin melihat Anisa dan Marsya sudah hidup tenang dan tiba tiba merasa kan kepahitan hidup lagi saat kembali dengan Rangga.
" Iyah saya tahu itu, jika istri dan anak saya dengan tega dan sengaja sakitin Marsya, akan saya usir dari rumah." Tegas Rangga yang tidak akan membiarkan siapapun, menyakiti Anisa dan Marsya.
Eki berusaha percaya dengan ucapan demi ucapan yang disampaikan oleh Rangga, Eki dan Rangga jalan terus sampai ke rumahnya Nando karena di rumahnya Nando ada Anisa yang bisa ketemu langsung.
__ADS_1
Dilain sisi, Marsya mendapatkan kabar kalo Eki akan telat datang ke kantor, langsung mgerjakan pekerjaan Eki yang seharusnya pagi ini selesai.
" Apa sih yang lagi dikerjakan om Eki beberapa hari ini, pas awal bulan juga sama seperti ini, eh tiba tiba pulang ke Jakarta bawa mamah ke rumah bersama ayah dan bunda, apa lagi alasan om Eki sebenernya tidak masuk kerja sekarang." Ucap Marsya heran dan kesel, karena Eki meninggalkan pekerjaannya, walaupun Marsya bisa mengerjakan nya juga tetep saja kesel.
Marsya mencoba baca dokumen yang akan dipakai Eki rapat sejam lagi, supaya mengerti apa saja yang nanti akan dibahas oleh clien nya.
Dilain sisi, Nando, Lusi, dan Anisa. duduk santai diteras rumah, sambil makan kue buatan Lusi dan Anisa kemarin. Anisa tiba tiba mematung saat melihat siapa yang turun dari mobil bersama Eki yang baru tiba.
" Mas Rangga " Ucap Anisa dengan lirih, Nando yang tahu siapa yang datang langsung melihat Anisa yang tiba tiba nangis.
" Kita bahas didalam rumah saja pak" Ucap Eki yang mengerti saat melihat Anisa nangis, Eki langsung percaya jika Rangga bener bener suaminya Anisa.
" Ada apa kerumah? kenapa ajak pak Rangga kesini?" Tanya Nando semakin tidak mengerti, sebenernya ada apa ini.
__ADS_1
"Yah sudah sekarang kita masuk kedalam rumah saja, tidak enak bicara diluar rumah." Ucap Lusi yang bisa menduga siapa laki laki didepannya dan membuat Anisa nangis seperti ini.
" Baik lah mari" Ucap Rangga nurut saja bicara serius diruang tamu.
Nando langsung ajak tamunya untuk masuk ke ruang tamu, Nando yang penasaran harus menuggu sampai tiba di ruang tamu, yang akan disampaikan oleh Rangga.
Lusi berusaha menenangkan Anisa yang nangis tiba tiba seperti ini, membuat Anisa ngangguk dan berusaha Untuk tidak nangis lagi.
" Silahkan sampaikan apa yang mau disampaikan?" Tanya Nando yang melihat Eki dan Rangga yang duduk disofa
" Baik lah pak Nando akan saya sampaikan alasan saya ke rumah anda, sepagi ini dan saya minta maaf sudah mengganggu waktu santai kalian pagi ini." Ucap Rangga yang melihat Anisa nunduk karena malas sekali melihat laki laki tega seperti Rangga, tiba tiba muncul kembali.
" Tadi pak Rangga ada di kantor, dan tiba tiba ajak saya bicara yah sudah saya ajak saja kesini langsung." Ucap Eki terus terang.
__ADS_1
" Yah sudah lah, tidak masalah bertamu jam segini, yah sudah basa basinya, tolong kasih tahu maksud kedatangan pak Rangga ke rumah saya untuk apa?" Tanya Nando yang langsung minta ke inti pokok pembicaraan dan sudah tidak ingin basa basi terlalu lama lagi.