
Satria minta Rangga ajak Iis dan Natalia untuk ikut makan siang bersama Marsya, Anisa, Lusi, dan Nando. Satria sudah sewa restoran yang akan dipakai untuk acara makan siang nanti.
" Semuanya beres deh, tinggal nunggu nanti siang saja sambil makan siang keluarga besar, supaya bisa membahas pernikahan papah dan mamah, mau kapan diadakan baru pernikahan saya dan Marsya. semoga Ayah dan bunda juga mendapatkan hak yang sama, bisa duduk diatas pelaminan selama acara resepsi pernikahan saya dimulai." Ucap Satria yang ingin semuanya mendapatkan hak dan bahagia, karena bisa duduk mendampingi Marsya diatas pelaminan selama acara resepsi pernikahan berlangsung.
Satria langsung melanjutkan pekerjaannya, setelah telefon Rangga, Nando, dan memesan meja untuk acara makan siang hari ini.
Dilain sisi, Iis pertama kalinya merasa kesepian di rumah, biasanya ada Natalia yang selalu temani Iis dirumahnya.
" Anak itu kenapa tidak kasih kabar yah, lagi ngapain Di kantor sih, masa tidak bisa pegang handphone sama sekali, seperti ayah saja anak itu." Ucap Iis penasaran tapi takut ganggu Rangga dan Natalia yang lagi kerja hari ini.
Iis luluran sendiri yang biasanya ditemani oleh Natalia, sambil nonton televisi tayangan favorit Iis dan Natalia.
Dilain sisi, Rudi berusaha sabar setiap kali Natalia melakukan kesalahan, Rudi berusaha memaklumi Natalia yang baru pertama kalinya mengerjakan pekerjaannya Rangga.
__ADS_1
" Hayo Natalia semangat, saya yakin kamu bisa kok, jadi calon pemimpin perusahaan ini, jangan menyerah, dan fokus dengan pekerjaan kamu pasti bisa mengerjakan pekerjaan ini, jangan membuat orang tua kamu kecewa pak Rangga dan Bu Iis." Ucap Rudi yang berusaha memberikan semangat untuk Natalia, supaya tidak menyerah dalam mengerjakan pekerjaannya Rangga.
" Cape pak, saya pusing melihat dokumen ini pak, kenapa tidak anda yang kerjain saja sih pak, dan diakui hasil karya saya pak, bantuin saya kenapa sih pak Rudi." Ucap Natalia yang tidak mau cape tapi mau dipuji bisa mengerjakan proyek yang diberikan oleh Rangga.
" Enak sekali kamu ini Natalia, bahkan seorang pemimpin negara saja harus bekerja keras Natalia jika ingin memiliki banyak uang, tidak ada yang memberikan uang secara cuma cuma untuk diri kita." Tegas Rudi berusaha santai dan tidak terpancing emosi, Rudi saja sudah mengalah untuk tidak bekerja demi ajarin Natalia supaya bisa kerja.
" Huh pelit, sini lah saya ulang lagi" Protes Natalia kesel, karena Rudi tidak bisa diajak kerjasama sama sekali.
Rudi tidak peduli dengan protes yang diucap kan Natalia, Rudi berusaha profesional dalam mengajarkan Natalia supaya bisa mengerjakan pekerjaan kantor dan menjadi pemimpin besar perusahaan.
" Alhamdulillah Satria bersikap adil, bagus anak itu, tidak membedakan orang tuanya Marsya, dan semuanya diajak makan bersama siang ini" Ucap Anisa merasa bangga karena Satria mengajak semua orang tuanya Marsya.
" Alhamdulillah sekali, lagian kita berdua juga mau kenal langsung dengan Iis dan anaknya. supaya kalian resmi menikah kan kita tidak canggung saat ketemu mereka nantinya " ucap Nando yang tidak merasa keberatan untuk menerima ajakan Satria untuk makan siang bersama orang tuanya Marsya.
__ADS_1
" Betul namanya juga keluarga pasti akan ketemu, mau sering atau jarang ketemu pasti ada saja waktu untuk ketemunya." Lanjut Lusi yang langsung kunci pintu rumah, dan langsung ajak Nando dan Anisa ke mobil.
Dilain sisi, Akhirnya bikin desain bangunan yang harga proyeknya cukup besar, selesai juga perjuangan sekali, tinggal dikirim dan berharap diterima lumayan buat tambahan biaya pembangunan panti asuhan, bismillah lancar lancar, niat baik pasti ada saja jalannya " Ucap Marsya optimis jika niatnya berhasil dan mendapatkan kemudahan, karena Marsya tidak main main dengan pembangunan panti asuhan ini.
Dilain sisi, Rangga melihat hasil kerjanya Natalia sebelum makan siang, berusaha sabar dan memaklumi karena Natalia sudah lama tidak bekerja jadi harus dari awal lagi.
" Dokumen ini dikerjakan sampai pulang kerja kantor yah, sekarang ikut ayah karena kita akan makan siang bersama Satria calon suaminya Marsya." Ucap Rangga yang berusaha tidak kesal, karena satu dokumen tidak selesai dalam waktu empat jam.
" Cowok tampan dan tajir itu, astaga akhirnya ketemu lagi, andaikan bisa saya rebut cowok sempurna seperti itu rasanya." Batin Natalia yang merasa Marsya beruntung sekali bisa memiliki Satria.
" Iyah ayah" Ucap Natalia langsung merapihkan meja kerjanya, Rangga cek komputernya Natalia bener bener tidak ada yang bener apa yang dikerjakan oleh Natalia.
Natalia yang sudah selesai merapihkan meja kerjanya, langsung ajak Rangga untuk pergi makan siang bersama Iis, Satria, Marsya, Anisa, Nando, dan Lusi.
__ADS_1
Dilain sisi, Satria merapihkan meja kerjanya, untuk siap siap makan siang perdana bersama lima orang tuanya Marsya dan Natalia adik tirinya Marsya.
" Berarti jika mau mengadakan acara makan makan harus semuanya diajak sepeti ini, semakin seru rasanya, tidak menyangka akan punya banyak mertua dulu dikirain cuman ada bunda dan ayah saja, ternyata nambah tiga orang tua dan satu adik perempuan." Ucap Satria yang tidak merasa keberatan jika ngajak semua keluarga nya Marsya untuk makan bersama.