KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
Aku ingin besok


__ADS_3

Rangga melihat Iis, Natalia, Marsya, dan Anisa. makan bersama seperti ini, membuat Rangga kegiatan seperti ini bisa dilakukan jika Rangga resmi rujuk bersama Anisa.


" Iis dan Natalia ini bener bener menguji kesabaran orang terus, memandang rendah Marsya terus, mereka tidak sadar apa jika mereka dibawa Marsya menyebalkan sekali melihat kesombongan yang mereka tunjukkan buat Anisa dan Marsya." Batin Rangga kesel, Karena Iis dan Natalia memandang rendah Anisa dan Marsya, karena masa lalu bukan karena seorang mereka lebih bisa bangkit dari hidup sederhananya.


" Kamu mau menikah? calonnya kerja apa?" Tanya Iis melihat Marsya tampak tenang sambil nenikmati makanannya, padahal pertanyaan demi pertanyaan yang disampaikan Iis dan Natalia lumayan memancing emosi


" Kerja di perusahaan abjad Tante, Alhamdulillah dia sama seperti Marsya pengganti jabatan orang tua soalnya dia mau berkarir sama seperti Marsya." Ucap Marsya bangga, karena lawan bicaranya selalu berusaha merendahkan Marsya, terpaksa Marsya harus membanggakan diri sendiri.


" Anaknya pak Hendru, sering satu proyek bersama ayah sampai tahun kemarin, tadi siang ketemu dengan anaknya pak Hendru makan siang bersama eh ternyata calon suaminya Marsya dan proyek yang dijalaninya pak Hendru ternyata proyek buatan calon suaminya Marsya." Ucap Rangga terus terang, Rangga tahu sendiri dari Satria tadi.

__ADS_1


" Oh anaknya pak Hendru, yang ayah pernah diundang di acara ulang tahunnya dan perayaan ulang tahun karena keberhasilan anaknya mengerjakan proyek pertamanya bersama pacarnya itu?" Tanya Iis baru ingat kalo Rangga pernah diundang di acara ulang tahunnya Satria dulu.


" Iyah bunda, dan pacar yang kita lihat dulu Marsya ternyata, keren juga nak masih kuliah bisa bikin proyek besar berhasil." Lanjut Rangga baru ingat, anak perempuan disampingnya Satria dulu adalah Marsya


" Alhamdulillah pah, karena Marsya mau membuat ayah bangga, walaupun masih kuliah udah bisa bikin satu proyek berhasil, apa lagi pas Satria ulang tahun, bahagia rasanya bikin orang tua bangga dengan prestasi anak anaknya." Lanjut Marsya yang tidak harus menjawab hinaan demi hinaan yang diberikan Iis dan Natalia dengan emosi, tapi cukup dengan membanggakan prestasi sendiri, membuat lawan bicara jadi minder sendiri


" Pasangan yang sempurna, oh yah ayah dan Tante Anisa kapan nih kembali rujuk? Natalia tidak sabar kita menjadi satu keluarga, Natalia senang sekali karena akhirnya punya Kaka juga, jadi ada temen berbagi dan bergosip bersama nih " Ucap Natalia yang kali ini, ekspresinya tidak sepeti tadi, Natalia berusaha ramah supaya bisa menaklukan hati Marsya supaya bisa dimanfaatkan oleh Natalia.


" Apaan apaan sih Natalia ini, kenapa dia tiba tiba jadi tidak sabar ayah nya rujuk." Batin Iis kesel, tapi biarin lah jika rujuk membuat jatah nya tetep aman, Iis tidak peduli sama sekali.

__ADS_1


" Tante sih terserah ayah kamu saja mau rujuknya kapan, terimakasih yah kamu mengijinkan Rangga untuk bisa rujuk dengan saya demi anak." Ucap Anisa terlihat santai, walaupun dari tadi sepertinya dipancing emosi oleh Iis dan Natalia.


" Sama sama, saya rasa tidak ada salahnya kalian rujuk, yang penting Rangga bisa bersikap adil dan bisa membahagiakan kita semua yah tidak ada salahnya kita menjalankan rumah tangga poligami ini, dan bisa berbagi segalanya." Lanjut Iis santai, Iis harus menunjukan ekspresi Santai dan tidak emosi karena membahas pernikahan.


" Alhamdulillah makanan selesai, kita lanjut di ruang keluarga yuk, mau kan?" Tanya Rangga yang malas sebenernya membahas masalah pribadi disaat lagi makan seperti ini.


" Boleh ayah, lebih santai ngobrolnya." Lanjut Natalia yang setuju ngobrolnya di ruang keluarga, supaya bisa ngobrol bersama Marsya lebih leluasa.


Marsya dan Anisa setuju saja diajak ngobrol dimana saja, Marsya dan Anisa merasa bersyukur karena dari tadi bisa menjawab pertanyaan yang diberikan Iis dan Natalia dengan santai dan tidak emosi, membuat acara makan malam tidak dengan keributan tapi menahan untuk tidak ribut

__ADS_1


__ADS_2