KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
Terimakasih sudah


__ADS_3

Boby dengan senang hati menerima keingian Anisa untuk ketemu Nando, Lusi, dan Ucok. Sebuah kebetulan yang sangat menyenangkan bagi Nando, Lusi, dan Ucok. Bisa ketemu dengan Anisa karena Citra tidak ada di rumah sakit.


“ Kamu nanti tolong, jaga didepan rumah sakit yah, jika ada orang yang kamu kenal dari cafenya Citra kamu langsung ajak jalan jalan yah, selama kami ada di rumah sakit” Ucap Nando yang tidak ingin ada penganggu sama sekali, dan rela mengeluarkan uang demi bisa ngobrol dengan Anisa tanpa penghalang sama sekali.


“ Siap pak, dengan senang hati saya jalan kan tugas dari anda” Ucap Temennya Boby bahagia, dan merasa beruntung karena bisa jajan dibayarin oleh Nando.


“ Yah sudah yuk kesana,saya sudah tidak sabar mau bahas tentang Marsya langsung dengan Anisa, apa lagi besok ketemu Marsya langsung kan tidak jadi menunggu Marsya ulang tahun karena kondisi Anisa yang akhirnya besok ketemu Marsya” Ucap Lusi yang tidak sabar besok mempertemukan Marsya dan Anisa setelah sekian lama


terpisah.


“ Yah bener, Marsya pasti bahagia sekali dan tidak akan menyangka jika Marsya akhirnya bisa ketemu langsung dengan ibu kandungnya, kita harus cari alasan yang masuk akal alasan Anisa meninggalkan Marsya dan selama ini Anisa tinggal dimana dan kegiatan Anisa selama lima belas tahun.” Ucap Ucok yang memikirkan perasaannya Marsya, jangan sampai Marsya anggap jika bukan anak yang lahir dari pernikahan yang resmi.


“ Nanti akan kita bicarakan langsung dengan Anisa, yang penting sekarang kita bisa ketemu Anisa dulu dan nanti baru bahas soal itu pas dijalan pulang ke Jakarta” Lanjut Nando yang tidak ingin memikirkan hal itu dulu, yang penting Anisa pergi saja dulu itu yang penting.


Lusi langsung ambil jaket, hanphone, dan tasnya. Untuk ketemu dengan Anisa nanti. Lusi, Ucok, Boby, dan Temennya Boby langsung ikutin Nando keluar dari kontrakannya Boby untuk ke rumah sakit dan ketemu dengan Anisa lagi.


Dilain sisi, Satria anterin Marsya pulang ke rumahnya setelah makan malam bersama,


Satria yakin jika Marsya akan baik baik saja selama di rumah tanpa ada orang


tuanya.


“ Langsungtidur yah sayang, supaya tidak merasa sendirian di rumah, kalo kamu bergadang


pasti merasa tidak ada ayah dan bunda kamu di rumah” Ucap Satria yang ingin


memastikan Marsya langsung tidur, supaya tidak merasa sendirian di rumah.


“ Iyah sayang, aku akan langsung tidur sayang, terimakasih yah sudah ajak aku makan


malam bersama, anterin aku pulang sampai rumah, dan hati hati dijalan yah


sayang” Ucap Marsya merasa bahagia, karena disaat Marsya dirumah sendirian tapi


masih adan Satria yang temani Marsya sampai malam.


“ Iyah sayang, yah sudah aku pulang dulu ya dan sampai ketemu besok sayang” Lanjut


Satria, Satria langsung pergi meninggalkan rumahnya Marsya sejujurnya Satria


ingin sekali temani Marsya di rumah, tapi Satria sadar jika Satria dan Marsya


belum menikah jadi mana boleh nginep dirumahnya Marsya.


Marsya yang melihat Satria sudah keluar dari gerbang rumahnya, langsung masuk kedalam


rumah dan ikutin apa kata Satria jika Marsya harus langsung tidur.


Dilain sisi, Anisa senyum bahagia melihat kehadiran Nando, Ludi, Ucok, dan Boby. Masuk

__ADS_1


kedalam kamar perawatannya. Anisa merasa bahagia sekali karena orang yang


selama ini membesarkan Marsya mau mencari keberadaan Anisa sejauh ini.


“ Terimakasih sudah mau membesarkan Marsya sampai sekarang, memberikan pendidikan


yang layak untuk Marsya, memberikan kasih sayang yang sempurna untuk Marsya,


dan memberikan kehidupan yang layak untuk Marsya terimakasih banyak pak Nando


dan bu Lusi. Kalian orang baik sekali” Ucap Anisa terharu, bahagia, dan tidak


menyangka jika harapannya menjadi kenyataan.


“ Sama sama Anisa, Marsya memang layak mendapatkan kehidupan yang sekarang, Marsya


anak yang baik, penurut, dan cerdas. Saya dan suami tidak menyesal membesarkan


Marsya sampai sekarang karena keinginan Marsya untuk berprestasi pun sungguh


besar, membuat Kami tidak merasa keberatan memberikan pendidikan yang layak


untuk Marsya” Ucap Lusi sama sekali tidak merasa keberatan membesarkan Marsya


sampai sekarang


“ Bahkan baru lulus kuliah saja, Marsya mau menggantikan saya di kantor dan saya tidak


seenaknya setelah lulus kuliah, tapi mau lansung kerja dan tidak membiarkan


saya cape lagi untuk bekerja” Ucap Nando terus terang, sejujurnya Nando pun


kaget dengan keinginannya Marsya yang mau langsung bekerja.


“ Alhamdulillah sekali, bahkan karir Marsya pun jauh lebih baik sekarang, saya


ingin sekali segera ketemu dengan Marsya dan apa boleh saya lihat fotonya


Marsya?” Tanya Anisa melihat Lusi yang pegang hanphone.


“ Tentu boleh Anisa, oh yah rencananya besok kamu akan kita ajak  pulang tapi sore, setelah ada razia di tempat


kamu kerja, kamu tidak usah memikirkan barang barang kamu, biarkan saja tidak


dibawa ke Jakarta supaya tidak ada barang barang tidak baik yang kamu bawa ke


Jakarta dan Marsya pasti mau membelikan semua kebetuhan kamu” Lanjut Lusi


langsung memberikan hanphone nya ke Anisa, Lusi memang sengaja bawa foto untuk

__ADS_1


kasih lihat Foto Marsya yang sekarang


“ Marsya sayang, tumbuh menjadi gadis yang cantic, cerdas, baik, dan karirnya sangat


bagus, oh yah bagaimana caranya kalian tahu saya ada disini? Kalian kan belum


pernah ketemu saya sebelumnya?” Tanya Anisa setelah puas melihat fotonya Marsya


yang sekarang.


“ Saya melihat rekaman cctv dari pasar yang kamu datangin lima belas tahun yang lalu,


dan pemilik pasar mau memperlihatkan rekaman cctv lima belas tahun yang lalu


dan dari situ pak Nando langsung sebar semua anak buahnya ke seluruh negeri


ini, dan tidak menyangka jika Boby lah yang ketemu kamu tanpa sengaja, dan


membuat kita semua merasa lega dan bahagia karena pencarian kamu membuah kan


hasl” Penjelasan Ucok melihat Boby, yang tidak sengaja nabrak Anisa waktu itu


“ Oh pantasan saja, awalnya dia aneh karena pekerjaan, dan baru kemarin ngajak


olahraga bersama pasti karena tidak bisa cuman ngobrol biasa” Batin Anisa


memaklumi apa yang pernah Boby lakukan ke Anisa kemarin.


“ Pantesan Boby minta dimasikin gado gado dua bungkus ternyata untuk Marsya, terimakasih


yah kalian mau repot repot datang kesini untuk ambil gado gado demi Marsya. Saya


bener bener terharu sekali mendengarnya” Lanjut Anisa merasa bahagia dan tidak


menyangka, orang yang minta dimasikin ternyata untuk Marsya.


“ Yah begitu lah Anisa, soal besok, Kita semua akan jemput kamu sore, dan kita usahakan


Citra tidak akan kesini untuk ketemu kamu, dan besok juga akan banyak satpam


yang temani kita untuk membawa kamu pergi dari sini dan ketemu lagi dengan


Marsya” Lanjut Nando kasih tahu strategis untuk besok.


“ Berharap besok tidak ada penghalang apapun, untuk kita semua bisa membawa kamu pergi


dari sini.’ Lanjut Lusi berharap besok berjalan dengan lancar tanpa ada


penghalang dari siapapun dan apapun.

__ADS_1


Anisa mengamin kan harapannya Lusi, karena Anisa berharap besok bisa ketemu dengan


Marsya lagi dan bisa kumpul bersama Marsya seperti dulu lagi


__ADS_2