
Boby dengan senang hati menerima keingian Anisa untuk ketemu Nando, Lusi, dan Ucok. Sebuah kebetulan yang sangat menyenangkan bagi Nando, Lusi, dan Ucok. Bisa ketemu dengan Anisa karena Citra tidak ada di rumah sakit.
“ Kamu nanti tolong, jaga didepan rumah sakit yah, jika ada orang yang kamu kenal dari cafenya Citra kamu langsung ajak jalan jalan yah, selama kami ada di rumah sakit” Ucap Nando yang tidak ingin ada penganggu sama sekali, dan rela mengeluarkan uang demi bisa ngobrol dengan Anisa tanpa penghalang sama sekali.
“ Siap pak, dengan senang hati saya jalan kan tugas dari anda” Ucap Temennya Boby bahagia, dan merasa beruntung karena bisa jajan dibayarin oleh Nando.
“ Yah sudah yuk kesana,saya sudah tidak sabar mau bahas tentang Marsya langsung dengan Anisa, apa lagi besok ketemu Marsya langsung kan tidak jadi menunggu Marsya ulang tahun karena kondisi Anisa yang akhirnya besok ketemu Marsya” Ucap Lusi yang tidak sabar besok mempertemukan Marsya dan Anisa setelah sekian lama
terpisah.
“ Yah bener, Marsya pasti bahagia sekali dan tidak akan menyangka jika Marsya akhirnya bisa ketemu langsung dengan ibu kandungnya, kita harus cari alasan yang masuk akal alasan Anisa meninggalkan Marsya dan selama ini Anisa tinggal dimana dan kegiatan Anisa selama lima belas tahun.” Ucap Ucok yang memikirkan perasaannya Marsya, jangan sampai Marsya anggap jika bukan anak yang lahir dari pernikahan yang resmi.
“ Nanti akan kita bicarakan langsung dengan Anisa, yang penting sekarang kita bisa ketemu Anisa dulu dan nanti baru bahas soal itu pas dijalan pulang ke Jakarta” Lanjut Nando yang tidak ingin memikirkan hal itu dulu, yang penting Anisa pergi saja dulu itu yang penting.
Lusi langsung ambil jaket, hanphone, dan tasnya. Untuk ketemu dengan Anisa nanti. Lusi, Ucok, Boby, dan Temennya Boby langsung ikutin Nando keluar dari kontrakannya Boby untuk ke rumah sakit dan ketemu dengan Anisa lagi.
Dilain sisi, Satria anterin Marsya pulang ke rumahnya setelah makan malam bersama,
Satria yakin jika Marsya akan baik baik saja selama di rumah tanpa ada orang
tuanya.
“ Langsungtidur yah sayang, supaya tidak merasa sendirian di rumah, kalo kamu bergadang
pasti merasa tidak ada ayah dan bunda kamu di rumah” Ucap Satria yang ingin
memastikan Marsya langsung tidur, supaya tidak merasa sendirian di rumah.
“ Iyah sayang, aku akan langsung tidur sayang, terimakasih yah sudah ajak aku makan
malam bersama, anterin aku pulang sampai rumah, dan hati hati dijalan yah
sayang” Ucap Marsya merasa bahagia, karena disaat Marsya dirumah sendirian tapi
masih adan Satria yang temani Marsya sampai malam.
“ Iyah sayang, yah sudah aku pulang dulu ya dan sampai ketemu besok sayang” Lanjut
Satria, Satria langsung pergi meninggalkan rumahnya Marsya sejujurnya Satria
ingin sekali temani Marsya di rumah, tapi Satria sadar jika Satria dan Marsya
belum menikah jadi mana boleh nginep dirumahnya Marsya.
Marsya yang melihat Satria sudah keluar dari gerbang rumahnya, langsung masuk kedalam
rumah dan ikutin apa kata Satria jika Marsya harus langsung tidur.
Dilain sisi, Anisa senyum bahagia melihat kehadiran Nando, Ludi, Ucok, dan Boby. Masuk
__ADS_1
kedalam kamar perawatannya. Anisa merasa bahagia sekali karena orang yang
selama ini membesarkan Marsya mau mencari keberadaan Anisa sejauh ini.
“ Terimakasih sudah mau membesarkan Marsya sampai sekarang, memberikan pendidikan
yang layak untuk Marsya, memberikan kasih sayang yang sempurna untuk Marsya,
dan memberikan kehidupan yang layak untuk Marsya terimakasih banyak pak Nando
dan bu Lusi. Kalian orang baik sekali” Ucap Anisa terharu, bahagia, dan tidak
menyangka jika harapannya menjadi kenyataan.
“ Sama sama Anisa, Marsya memang layak mendapatkan kehidupan yang sekarang, Marsya
anak yang baik, penurut, dan cerdas. Saya dan suami tidak menyesal membesarkan
Marsya sampai sekarang karena keinginan Marsya untuk berprestasi pun sungguh
besar, membuat Kami tidak merasa keberatan memberikan pendidikan yang layak
untuk Marsya” Ucap Lusi sama sekali tidak merasa keberatan membesarkan Marsya
sampai sekarang
“ Bahkan baru lulus kuliah saja, Marsya mau menggantikan saya di kantor dan saya tidak
seenaknya setelah lulus kuliah, tapi mau lansung kerja dan tidak membiarkan
saya cape lagi untuk bekerja” Ucap Nando terus terang, sejujurnya Nando pun
kaget dengan keinginannya Marsya yang mau langsung bekerja.
“ Alhamdulillah sekali, bahkan karir Marsya pun jauh lebih baik sekarang, saya
ingin sekali segera ketemu dengan Marsya dan apa boleh saya lihat fotonya
Marsya?” Tanya Anisa melihat Lusi yang pegang hanphone.
“ Tentu boleh Anisa, oh yah rencananya besok kamu akan kita ajak pulang tapi sore, setelah ada razia di tempat
kamu kerja, kamu tidak usah memikirkan barang barang kamu, biarkan saja tidak
dibawa ke Jakarta supaya tidak ada barang barang tidak baik yang kamu bawa ke
Jakarta dan Marsya pasti mau membelikan semua kebetuhan kamu” Lanjut Lusi
langsung memberikan hanphone nya ke Anisa, Lusi memang sengaja bawa foto untuk
__ADS_1
kasih lihat Foto Marsya yang sekarang
“ Marsya sayang, tumbuh menjadi gadis yang cantic, cerdas, baik, dan karirnya sangat
bagus, oh yah bagaimana caranya kalian tahu saya ada disini? Kalian kan belum
pernah ketemu saya sebelumnya?” Tanya Anisa setelah puas melihat fotonya Marsya
yang sekarang.
“ Saya melihat rekaman cctv dari pasar yang kamu datangin lima belas tahun yang lalu,
dan pemilik pasar mau memperlihatkan rekaman cctv lima belas tahun yang lalu
dan dari situ pak Nando langsung sebar semua anak buahnya ke seluruh negeri
ini, dan tidak menyangka jika Boby lah yang ketemu kamu tanpa sengaja, dan
membuat kita semua merasa lega dan bahagia karena pencarian kamu membuah kan
hasl” Penjelasan Ucok melihat Boby, yang tidak sengaja nabrak Anisa waktu itu
“ Oh pantasan saja, awalnya dia aneh karena pekerjaan, dan baru kemarin ngajak
olahraga bersama pasti karena tidak bisa cuman ngobrol biasa” Batin Anisa
memaklumi apa yang pernah Boby lakukan ke Anisa kemarin.
“ Pantesan Boby minta dimasikin gado gado dua bungkus ternyata untuk Marsya, terimakasih
yah kalian mau repot repot datang kesini untuk ambil gado gado demi Marsya. Saya
bener bener terharu sekali mendengarnya” Lanjut Anisa merasa bahagia dan tidak
menyangka, orang yang minta dimasikin ternyata untuk Marsya.
“ Yah begitu lah Anisa, soal besok, Kita semua akan jemput kamu sore, dan kita usahakan
Citra tidak akan kesini untuk ketemu kamu, dan besok juga akan banyak satpam
yang temani kita untuk membawa kamu pergi dari sini dan ketemu lagi dengan
Marsya” Lanjut Nando kasih tahu strategis untuk besok.
“ Berharap besok tidak ada penghalang apapun, untuk kita semua bisa membawa kamu pergi
dari sini.’ Lanjut Lusi berharap besok berjalan dengan lancar tanpa ada
penghalang dari siapapun dan apapun.
__ADS_1
Anisa mengamin kan harapannya Lusi, karena Anisa berharap besok bisa ketemu dengan
Marsya lagi dan bisa kumpul bersama Marsya seperti dulu lagi