
Marsya heran melihat Rangga pagi pagi sudah datang ke rumahnya, padahal tidak ada janji sama sekali dengan Rangga
" Ada apa pah, kenapa ke sini?" Tanya Marsya heran, padahal Rangga pun tidak kasih tahu alasan datang ke rumahnya Nando.
" Papah mau ajak kamu ke kantor, buat tahu kantor papah sampai siang, mau kan?" Tanya Rangga sengaja, Rangga ingin membuat Natalia lebih semangat lagi kerjanya dan tidak seenaknya terus.
" Yah sudah Marsya ikut saja ke kantor papah, karena mau bagaimana pun kamu juga harus tahu kantor papah kamu " Ucap Nando senang, karena hari ini bisa ke ruangannya lagi selama Marsya ada di kantornya Rangga
" Yah sudah kalo begitu boleh deh, nanti Marsya bilang om Ucok jika hari ini Marsya tidak masuk kerja" Lanjut Marsya tidak mau membantah keinginan Rangga untuk ajak Marsya
" Pak Nando terimakasih sudah berhasil membujuk Marsya." Lanjut Rangga bahagia, Rangga langsung ajak Marsya ke mobilnya supaya Marsya nanti pulangnya bareng Rangga.
" Tumben sekali Rangga minta Marsya ke kantornya yah, padahal tidak ada proyek kerjasama kan?" Tanya Lusi penasaran, karena Rangga tidak bilang apa apa ke Nando, Lusi, dan Anisa.
" Apa ini ada hubungannya dengan Natalia yah, anak itu lagi belajar ngerjain pekerjaan kantor dan katanya Natalia yang akan menjadi pengganti Rangga." Ucap Anisa yang baru ingat soal Natalia di kantornya Rangga
" Bisa jadi karena itu, dan feeling saya sih, supaya Marsya bisa memberikan motivasi untuk Natalia bagaimana menjadi pemimpin yang baik dan benar, tapi salut sih Marsya sama sekali tidak menuntut haknya sama sekali. sampai sekarang biasa saja Marsya" Ucap Nando yang tidak pernah denger Marsya protes sama sekali, justru Marsya membahas perusahaannya Nando terus.
" Mungkin, ya sudah ayah mau ke kantor? siap siap yuk, mumpung tidak ada Marsya jadi ayah bisa kerja kembali." Lanjut Lusi yang tahu suaminya masih mau kerja, tapi tidak mau bilang langsung ke Marsya.
" Mau dong" Lanjut Nando bahagia, Nando tidak terbiasa diam saja di rumah tanpa melakukan apapun.
Anisa melihat Nando bahagia bisa ke kantor lagi ikut seneng, tapi Anisa lebih seneng karena Nando tidak banyak melarang ke Marsya justru membiarkan Marsya tetep bekerja dengan baik.
Dilain sisi, Natalia yang lagi berusaha kerjain dokumen yang diberikan oleh Rangga, langsung melihat pintu ruangannya Rangga yang kebuka.
" Ayah dan Marsya? ngapain Marsya kesini? bukannya ini masih jam kerja?" Tanya Natalia bingung, tadi Rangga bilang mau pergi sebentar tapi datang ke kantor lagi sambil bawa Marsya.
" Ayah mau Marsya tahu kantor ayah, mau bagaimana pun Marsya kan anak ayah juga, masa Marsya tidak pernah kesini sama sekali." Ucap Rangga pura pura, padahal tujuannya supaya Natalia tidak malas kerja lagi.
__ADS_1
" Oh papah kerja di bagian jual beli tanah, dan pembangunan gedung juga yah? Marsya baru tahu pah." Ucap Marsya sambil melihat ruangannya Rangga
" Iyah sayang, ayah perusahaan jual beli tanah dan pembangunan gedung juga, pekerjaan ayah hari ini lagi banyak, Marsya duduk sebentar yah disini setelah selesai ayah temani ngobrol" Lanjut Rangga mulai melancarkan aksinya untuk memancing ke pedulian Marsya, apa Marsya cuek atau kepo soal pekerjaannya Rangga
" Oh yah pah, Marsya mau dong kerjain pekerjaan papah, apa boleh? yang membangun gedung saja pah, soalnya kan sama seperti kantornya Marsya, sambil menunggu papah selesai kerja?" Tanya Marsya yang tidak ingin membuang waktu untuk santai saja.
" Tentu boleh dong sayang, sama seperti Natalia juga lagi kerja tuh di mejanya." Lanjut Rangga bahagia, karena Marsya tanpa diminta pun menawarkan diri.
" Ngapain sih cari muka segala, semakin bahaya nih jika saya gagal, kesempatan Marsya semakin besar disini.' Batin Natalia semakin takut karena Marsya mau kerjain pekerjaannya Rangga.
" Dengan senang hati sayang" Lanjut Rangga, Rangga sudah siap kan dokumen untuk Marsya pakai kerjain.
Marsya langsung ambil dokumen yang diberikan oleh Rangga dan mencoba untuk kerjain langsung
Natalia melihat Marsya langsung kerjain dokumen yang diberikan Rangga, membuat Natalia berusaha untuk mengerti jangan sampai Rangga membandingkan dirinya didepan Marsya
Dilain sisi, Satria melihat handphone nya dan senyum bahagia, ternyata Marsya ada di kantornya Rangga bersama Natalia.
" Hallo pah, apa papah mau makan siang di kantor papah? di sana ada Marsya kan?" Tanya Satria saat saluran telefon terhubung
" Iyah ada Satria, tentu boleh kamu makan di kantor, papah tunggu kedatangan kamu yah, disini juga ada Natalia." Ucap Rangga diseberang telefon, Rangga senyum bahagia, karena rencananya semakin berjalan dengan lancar.
" Oke pah, nanti Satria ke sana bawa makanan yah.jadi kita langsung makan di kantor papah" Lanjut Satria yang tidak ingin membuat Rangga repot
" Siap membantu papah" Lanjut Rangga langsung mematikan teleponnya.
" Semoga dengan kehadiran Marsya dan Satria sekarang membuat Natalia semakin bisa kerja, jika dia mau hidup dalam kemewahan yah harus bisa cari uang, bukannya minta saja yang dia bisa" Batin Rangga berharap Natalia bisa berubah, lebih rajin dan pekerja keras.
Dilain sisi, Ucok melihat Nando datang ke kantor, ikut bahagia, karena Marsya tidak ada di rumah dan tiba tiba Rangga ajak Marsya pergi ke kantornya
__ADS_1
" Kebetulan sekali pak, proyek yang waktu itu anda kerjakan, berhasil dan sekarang saya mau rapat pak, apa anda mau ikut?" Tanya Ucok melihat Nando yang duduk di kursi kebesarannya.
" Boleh juga, yah saya mau ikut kamu. mumpung hari ini Rangga ajak Marsya perginya lama sekali. sepertinya ada hubungannya dengan Natalia yang lagi diajarin jadi pemimpin di perusahaannya Rangga" Ucap Nando yang mendapatkan cerita dari Anisa tadi pagi.
" Sepertinya sih, Pak Rangga sudah memikirkan siapa yang menjadi penggantinya kan, kalo Marsya kan sudah menjadi pengganti anda secara resmi kan, nah kalo pak Rangga kan belum ada sama sekali, mungkin harapan nya ke Natalia anak yang selama ini tinggal dirumahnya." Lanjut Ucok
"Yah sepertinya begitu, tapi saya bangga sih dengan Marsya, anak itu tidak merasa iri sama sekali, dan tidak protes lagi. tapi membiarkan Rangga melakukan apapun yang menurut Rangga tepat" Lanjut Nando, Nando bahagia sekali, karena selama ini selalu mengajarkan Marsya untuk tidak pernah iri dengan milik orang lain, supaya tidak ada sifat iri dan pemarah Sama sekali
Ucok mendengar ucapan Nando, langsung puji atasan sekaligus sahabatnya Nando, karena Nando selalu mengajarkan hal hal baik ke Marsya, membuat Marsya tidak pernah iri dengan orang lain.
Dilain sisi,. Marsya bantuin Satria untuk menyiapkan makan siang di kantornya Rangga.
" Papah dan Natalia hayo makan dulu, kerjanya nanti lagi " Ucap Marsya memberikan tempat makan ke Rangga
" Iyah Marsya" Ucap Rangga melihat Marsya di sofa bersama Satria
" Sedikit lagi, kamu pasti bisa koreksi, ingat jangan gagal lagi." Tegas Rangga melihat Natalia yang menahan kesal
" Iyah ayah, nanti Natalia koreksi lagi" Ucap Natalia berusaha tidak menunjukan rasa sedihnya
Natalia langsung keluar dari mejanya untuk ikut Rangga ke sofa, supaya bisa makan siang bersama Marsya dan Satria.
" Sayang, ternyata kantor papah dan kantor aku sama sayang, sama Sama membuat proyek membangun gedung sayang. tadi aku kerjain satu proyek sayang dan nanti lihat desain aku yah" Ucap Marsya bahagia, karena hobi gambarnya sekarang Marsya bisa mengerjakan pekerjaan Nando dengan lancar.
" Oh yah, kebetulan yang menyenangkan sekali sayang." Ucap Satria yang tidak menyangka jika perusahaannya Rangga sama seperti Nando
" Hasil gambar Marsya bagus sekali, kapan kapan papah minta buat kan gambar, apa Marsya mau buatkan?" Tanya Rangga yang ingin beberapa proyek membuat desain dibuat oleh Marsya.
" Dengan senang hati pah, tentunya boleh dong, masa dilarang sih." Lanjut Marsya, walaupun tidak bekerja di kantornya Rangga tapi Marsya mau membantu Rangga dengan karyanya sendiri.
__ADS_1
" Terimakasih Marsya." Lanjut Rangga merasa lega, setidaknya ada bantuan yang bisa Marsya lakukan untuk Rangga, dan tidak sepenuhnya bergantung dengan Natalia.
Natalia kesal mendengar Rangga minta bantuan Marsya untuk dibuat kan desain sesuai pesanan client, Natalia merasa tidak dihargai oleh Rangga sama sekali, sampai Rangga minta bantuan Marsya.