KEMARIN BUNDA ADA DISINI

KEMARIN BUNDA ADA DISINI
Saya bingung mau pakai baju apa


__ADS_3

Satria dan Rangga pamit pulang karena keduanya akan melanjutkan pekerjaannya, dan Marsya masuk sendirian kedalam kantor setelah makan siang bersama Satria dan Rangga.


" Waktu berjalan dengan cepat sekali sih, padahal baru saja tadi bersama papah dan Satria sekarang harus sendirian lagi buat melanjutkan pekerjaan" Batin Marsya yang masih belum puas waktu kebersamaannya bersama Satria dan Rangga.


Marsya melanjutkan jalannya ke ruangannya, untuk melanjutkan pekerjaannya sampai sore hari


Dilain sisi,Natalia melihat ada beberapa orang yang sibuk membawa masuk lemari dan kasur baru, dan jalan ke kamar orang tuanya.


" Siapa yang beli ini?" Tanya Natalia heran, karena Iis tidak ajak belanja sama sekali, tiba tiba ada yang bawa lemari dan kasur baru


" Ayah kamu, soalnya ayah kamu kan mau ajak rujuk tante Anisa, dan ayah mau tante Anisa tidur dalam satu kamar bersama bunda juga, jadi akhirnya ayah kamu beliin kasur lebih lebar dan lemarinya juga, supaya muat baju bajunya dimasukin kedalam kamar" Ucap Iis yang baru keluar dari kamarnya, baru selesai merapihkan baju bajunya supaya nanti dipindahkan kelemari baru.


" Oh pantasan saja beli yang baru, terus buat kamar anaknya juga dibelikan seperti ini juga? atau pakai barang bekas?" Tanya Natalia yang merasa iri dan kesel, karena istri muda ayah nya dibelikan barang baru sedangkan dikamarnya Natalia barang barang lama semua.

__ADS_1


" Belum tahu sayang, belum ada pembahasan soal itu sih, cuman bilang kasur dan lemari ini saja, bekas ayah dan bunda disimpan dikamar tamu yang masih kosong, kan ada beberapa kamar kosong disini" Lanjut Iis yang sudah perintahkan ART nya untuk membersihkan kamar kosong supaya bisa simpan lemari dan kasur didalam kamar yang sudah dibersihkan.


Dilain sisi, Nando temani Ucok untuk rapat ketemu dengan cline, Nando merasa lega dan bahagia karena bisa merasakan kerja lagi walaupun cuman sebentar.


' Saya memang senang melihat Marsya yang bekerja, dari pagi sampai sore, membuat saya bangga melihatnya, tapi kelamaan dirumah tanpa melakukan kegiatan apapun terasa bosan sekali saya jalaninnya, terutama yah sudah mengijinkan saya untuk ikut kerja beberapa kali" Ucap  Nando merasa bahagia karena asistennya tidak pelit dan tidak melarang Nando untuk bekerja kembali


" Sama sama pak, anda tidak harus berterimakasih ke saya pak, kantor itu kan milik anda, kapan pun anda mau ikut kerja juga tidak masalah pak, sejujurnya saya juga rindu kerja bersama anda pak, mungkin karena sesama laki laki yah mau kemana pun bersama tidak jadi masalah,tapi beda saya bekerja bareng Marsya sedikit canggung karena dia perempuan kan dan saya takut suka dengan Marsya bagaimana pak jika keseringan bersama" Ucap Ucok jujur, karena Ucok takut imannya lemah,kalo keseriangan bersama Marsya dan takut tidak profesional didekat Marsya terus.


" Sial dikatawain lagi, walaupun saya sudah tua tapi masih tampan pak, masih cocok jadi suaminya pak" Lanjut Ucok yang tidak mau menyerah menggodain Nando, Ucok juga tidak mungkin jatuh cinta dengan anak atasannya sendiri dan tidak mau merebut Marsya dari Satria.


"Sudah lah saya mau pulang, sebelum Marsya sampai dirumah duluan, nanti Marsya sedih lagi melihat saya masih mau bekerja seperi ini, dan merasa tidak enak ke saya nantinya" Lanjut Nando yang ingin pulang lebih cepat dari pada Marsya karena jika Marsya duluan yang pulang, tidak tega melihat Marsya sedih dan merasa bersalah karena membiarkan Nando kerja diam diam seperti ini.


" Anda bener juga pak, baik lah kalo begitu saya kembali ke kantor kalo begitu."  Lanjut Ucok langsung jalan ke mobilnya dan membiarkan Nando pulang sendirian, jika Ucok anterin Nando pulang pasti akan terlambat sampai kantor.

__ADS_1


Dilain sisi, Anisa melihat baju baju yang dibelikan Marsya, merasa bingung baju mana yang akan dipakai untuk kerumahnya Rangga nanti, Anisa tidak ingin terlihat biasa saja saat ketemu dengan Iis nanti.


' Duh kenapa bingung seperti ini, padahal kan cuman ketemu dengan Iis  dan anaknya saja, kenapa sampai pusing memilih baju yang cocok dipakai pas ketemu mereka sih" Ucap Anisa merasa bingung, takut salah pilih baju akhirnya diledek oleh Iis dan anaknya.


' Kamu lagi ngapain Anisa? seperti lagi bingung?" Tanya Lusi yang masuk kedalam kamarnya Marsya, dan melihat Anisa berdiri didepan lemari bajunya.


' Saya bingung mau pakai baju apa? padahal cuman makan malam saja tapi pusing seperti ini sih, padahal kan makan malam bersama Iis dan Natalia saja kan?" Tanya Anisa yang masih lihat lihat bajunya memilih baju yang cocok untuk nanti malam.


"Baju kamu bagus bagus semua Anisa, kamu harus makeup, pakai anting, dan kalung. supaya  tidak direndahkan karena penampilan dianggap sederhana dan jangan sampai dianggap kamu mau rujuk karena mau hartanya Rangga dan mau hidup enak." Lanjut Lusi yang tidak ingin Anisa direndahkan karena penampilan yang sederhana,


" Kamu bener Lusi, saya juga tidak mau dianggap cewek matre mau diajak rujuk karena suami sudah kaya dan sukses, untungnya kemarin Marsya membelikan kita perhiasan jadi bisa saya pakai hari ini untuk ketemu dengan Iis, biar penampilan saya tidak direndahkan oleh Iis dan Natalia nantinya." Lanjut Anisa, sejujurnya Anisa paling tidak suka belanja perhiasan tapi sekarang merasa bersyukur karena perhiasan yang dibelikan Marsya bisa dipakai untuk ketemu istri tuanya Rangga.


" Nah betul itu, yah sudah sekarang mandi dan siap siap lah untuk ketemu dengan Rangga, karena dia kan yang akan jemput kamu dan Marsya kesini, supaya Rangga kagum melihat kamu tampil cantik dan berbeda dari biasanya" Lanjut Lusi yang akan bantuin Anisa makeup dan menata rambutnya, supaya tidak terlihat biasa saja.

__ADS_1


__ADS_2