
Eki melihat Rangga masuk kedalam kantor bersama Marsya ada rasa bahagia melihatnya, karena Marsya akhirnya bisa akrab bersama ayah kandungnya, tidak benci karena keegoisan masa lalunya membuat Marsya sempet menderita dan jauh dari Anisa selama bertahun tahun.
" Anak yang selalu bisa bikin orang bangga, tidak ada rasa benci yang ditunjukin oleh Marsya dari awal ketemu dengan Rangga, bahkan sekarang ajak Rangga masuk kedalam kantor bareng lagi" Batin Eki bangga melihat Marsya yang bisa jalan santai masuk kedalam kantor
" Selamat pagi pak Eki, kenapa seperti itu menatap saya jalan bersama ayah saya sendiri?" Tanya Marsya merasa heran, karena Eki senyum melihat Marsya jalan berdua dengan Rangga
" Pagi juga Marsya, tidak kenapa kenapa kok, saya cuman bangga saja sama kamu, karena kamu tidak benci sama sekali dengan pak Rangga, bahkan dengan santainya ajak pak Rangga masuk kekantor segala?" Tanya Eki heran dan bangga
" Oh seperti itu, walaupun papah jahat dimasa lalu, tapi masa kini mau menebus kesalahannya tidak ada salahnya diberikan kepercayaan untuk papah, buktikan ucapannya, jika tidak baik yah tinggal dijauhi saja." Ucap Marsya cuek dan tidak mau ambil pusing, bagi Marsya yang disakiti Marsya saja tidak masalah, yang penting jangan Anisa ikut ikutan disakit lagi oleh Rangga.
" Hahahaha, dengerin tuh pak Rangga, jika anda macem macem maka Marsya akan tinggalin anda lagi, jadi dijaga baik baik yah pak, anak cantik ini jangan sampai marah dengan anda" Lanjut Eki ketawa puas, tidak menyangka jika Marsya memiliki perasaan seperti itu,
" Tenang saja pak Eki, saya tidak akan biarkan air mata membasahi kedua pipinya lagi, cukup masa lalu saja saya menyakiti anak saya sendiri pak" Ucap Rangga berusaha tidak tersinggung karena diketawain oleh Eki barusan, Rangga harus bisa kontrol emosinya demi membuat Marsya nyaman didekat Rangga.
" Yah sudah pak, saya ke ruangan saya kalo begitu, ngobrolnya nanti kita lanjut lagi yah" Lanjut Marsya, Marsya merasa lega karena Eki akhirnya kembali ke kantor dan tidak pergi pergi tidak jelas lagi
__ADS_1
" Siap bu bos, silahkan keruangan anda" Lanjut Eki, Eki salut dengan Rangga rela meninggalkan pekerjaannya demi temani Marsya kerja, walaupun Eki tidak tahu sampai jam berapanya.
Marsya mempersilahkan Rangga untuk ikut jalan menuju ruangannya, Rangga yang sudah pernah ke kantornya Nando berusaha santai, walaupun awal kesini karena clinet dan sekarang ke kantor lagi dengan status ayah kandungnya Marsya.
Dilain sisi, Rudi melihat pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh Rangga pagi ini, karena Rangga pagi ini tidak ke kantor tapi main ke kantor anaknya, membuat Rudi harus super sibuk sampai siang hari.
" Tidak masalah deh pak Rangga seperti ini, ini juga pertama kalinya pak Rangga bisa ketemu dengan Marsya setelah kemarin kenalan langsung, tapi alhamdulillah sekali respon positif yang diberikan Marsya ke Rangga bener bener anak baik dan patut dipuji,mungkin tidak semua anak akan seperti Marsya dengan mudah memaafkan ayah kandungnya, yang menyebabkan kehidupannya sangat pahit apa lagi dimasa remajanya. didikan pak Nando dan bu Lusi memang luar biasa, membuat Marsya sebijaksana ini menghadapi orang yang pernah membuat hidupnya sempet menderita" Ucap Rudi bangga dan salut, bahkan Rudi jika diposisi Marsya akan sulit memberikan kata maaf apa lagi mau akrab dengan ayah kandungnya sendiri.
Rudi langsung melanjutkan pekerjaannya yang harus dikerjakan semuanya sampai siang hari, Rudi yang biasanya protes kalo Rangga tidak masuk kerja, tapi buat hari ini Rudi membiarkan Rangga pergi lama demi bisa kenal lebih jauh dengan anak kandungnya sendiri.
" Papah mau kenal dengan calon suami kamu langsung apa boleh? sebelum kalian resmi menikah nanti?" Tanya Rangga penuh harap, diijinkan oleh Marsya untuk kenal secara langsung dengan Satria
" Nanti saja yah pah, kalo papah sudah mempertemukan Marsya dengan tante Iis dan Natalia yah, pasti dikenalin langsung kok,untuk sementara tahu namanya saja, oh yah kegiatan Natalia apa pah selama ini?" Tanya Marsya penasaran dengan kegiatan adik tirinya selama ini
" Dulu Natasya kerja di kantor papah, cuman tiga tahun saja, tidak betah kerja katanya lelah sekali, akhirnya nganggur deh sampai sekarang, kegiatannya jalan jalan terus, dan calon suaminya karyawan biasa disalah satu perusahaan swasta sih, tapi papah salut dengan kamu, kamu sendiri yang minta kerja dan membiarkan pak Nando tidak kerja lagi, mau membuktikan bakti kamu untuk pak Nando dan bu Lusi yah." Ucap Rangga bangga sekali, karena Marsya tahu terimakasih dan memanjakan ayah angkatnya supaya tidak perlu terlalu cape kerja lagi,.
__ADS_1
" Pantas anaknya menolak keberadaan Marsya dirumah, sepertinya takut jika saya merebut harta papah, perempuan aneh mau hidup enak tapi tidak mau kerja sama sekali, kalo begitu terus papah lama lama bangkrut perusahaannya, karena tidak ada penerusnya" Batin Marsya tidak bisa membayangkan membiarkan anaknya tidak kerja apa tidak takut jatuh miskin karena ikutin gaya hidup anaknya
" Betul sekali pah,Apa lagi waktu Marsya awal tinggal dirumah ayah dan bunda, ayah pasti setiap pulang kerja selalu ajak Marsya keluar rumah untuk jalan jalan supaya tidak merasa dirumah saja, begitu juga dengan bunda dari pagi sampai sore selalu ajak Marsya main ke taman, tidak pernah mengeluh sama sekali,sampai lulus kuliah juga begitu, ayah dan bunda selalu ajak Marsya pergi dan jarang sekali sehari dirumah saja. oleh karena itu setelah Marsya lulus kuliah langsung bilang ke ayah jika Marsya siap megganti jabatan ayah, karena Marsya mau membuat ayah santai dan tidak kerja sama sekali, karena selama lima belas tahun Marsya rasa sudah cukup melelahkan kerja sambil ngurus anak, oleh karena itu Marsya mau sungguh sunguh kerja untuk bisa membanggakan dan beliin apapun yang mereka inginkan" Lanjut Marsya,Marsya tahu sekali bagaimana rasa lelahnya Nando harus kerja dari pagi sampai sore,dan sore sampai malam temani Marsya jalan jalan sampai terlelap tidur.
" Pantasan saja bu Lusi melarang Marsya tinggal bareng, karena takut Marsya sedih dengan ucapan Iis dan Natalia, karena selama ini bu Lusi berjuang membuat Marsya tidak sedih karena memikirkan keberadaan kedua orang tuanya ada dimana"Batin Rangga bener bener bangga dengan kebaikan yang diberikan Lusi dan Nando selama ini ke Marsya begitu luar biasa.
" Pantasan saja, papah lihat pak Nando sudah tidak kerja lagi, dan ternyata sudah diganti oleh kamu Marsya, kamu anak keren dan berbakti ke kedua orang tua nak, dan mau gantian cape kerja seperti ini.' Lanjut Rangga bener bener tidak menyangka jika Marsya ingin membuat Nando menikmati masa tuanya dirumah saja bersama Lusi selama Marsya kerja.
" Yah dong pah keren, apa lagi ayah juga keren bisa menemukan mamah yang selama ini hilang pah, dan mau mengijinkan mamah tinggal bersama lagi, bagaimana Marsya mau seenaknya coba ke ayah dan bunda, jika mereka saja masih baik luar biasa ke Marsya dan mamah. tidak pernah mempermasalahkan mamah tidak kerja sama sekali lagi." Lanjut Marsya yang tidak ingin mengecewakan Nando dan Lusi orang yang selama ini baiknya sungguh luar biasa untuk Marsya.
" Ketemu dengan Anisa? penasaran juga mereka bisa ketemu dimana dan perjuangan apa yang sudah dilakukan Nando dan Eki untuk bawa Anisa kesini, karena Eki penah bilang kalo Eki tahu bagaimana perjuangannya Nando membawa Anisa untuk ketemu Marsya lagi sekian lama?" Batin Rangga bertanya tanya, sepertinya Marsya tidak tahu apa yang dilakukan Nando untuk bisa bawa Anisa kembali.
" Alhamdulillah yah nak, rezeki kamu bagus dibesarkan oleh orang orang baik yang luar biasa seperti pak Nando dan bu Lusi, jika mamah mau rujuk dengan papah, kamu masih boleh tinggal dirumahnya pak Nando dan bu Lusi, ayah tidak mempermasalahkan kamu tinggal disana" Lanjut Rangga tidak akan melarang Marsya tinggal dirumahnya Nando, karena kebaikan yang luarbiasa yang diberikan ke Marsya sungguh tulus, mereka punya hak memiliki waktu bersama dengan Marsya lebih banyak.
" Nah begitu dong, Marsya juga tidak ingin membuat mereka kesepian karena tidak ada Marsya dirumah, karena mereka saja berjuang membuat Marsya tidak merasa kesepian dirumah waktu masih kecil" Lanjut Marsya bahagia, karena Rangga sama sekali tidak egois dan bisa menghargai kebaikan orang lain ke Marsya
__ADS_1
Rangga setuju dengan ucapannya Marsya, jika Nando dan Lusi saja berjuang supaya Marsya tidak merasa kesepian dirumah, masa disaat orang tuanya kembali, harus tega membiarkan Nando dan Lusi merasa hidupnya sepi tanpa ada Marsya dirumahnya sama sekali.