
Seperti biasa, sepulang Cinta dari restorannya dia selalu disibukkan dengan kegiatan pemotretan. Selain dia pandai mengelola usaha restoran yg sudah banyak cabangnya, dia juga tidak meninggalkan hobinya sebagai photograper.
" Semuanya udah siap sen?" tanya Cinta pada Sensen asistennya di studio.
" Udah semua, tinggal nunggu modelnya aja. Tadi udah dicalling ko cin" jawab sensen dengan gayanya yg gemulai.
Tidak lama modelnya pun datang.
"Eh Selin sayang udah dateng, yu kita touch up dulu. Barusan Cinta udah nanyain lo" jelas Sensen yg hanya dijawab anggukan oleh Selin
Selin memang terkenal model yg jarang bicara, tapi bukan berarti dia sombong. Hanya saja dia tidak suka banyak bicara.
Pemotretan pun dimulai, dan diselesaikan tanpa hambatan apapun. Selesai pemotretan, Cinta langsung melajukan mobil mini coopernya untuk pergi ke mansion orang tuanya sebelum pulang ke apartemen.
Sebenarnya Cinta adalah anak dari pasangan pengusaha yg sangat disegani. Tapi dia tidak mau memanfaatkan keadaan bahwa dia adalah anak orang kaya. Dia selalu ingin mandiri dan sukses dengan usahanya sendiri. Termasuk restoran dan studio yg dia dirikan semua hasil jerih payahnya sendiri.
Sesampainya dimansion, Cinta disambut oleh Bi Sukma. "Selamat siang non, non sudah ditunggu tuan dan nyonya di ruang keluarga" sambut Bi Sukma.
__ADS_1
"Oke bi, aku langsung kesana yah. Oh ya bi, nanti tolong turunin barang yg dibelakang yah. Dan bagikan semua ke pegawai yg ada disini, kebetulan kemarin Cinta abis ke luar kota ada sedikit oleh oleh" tutur Cinta dengan senyumnya yg indah.
"Baik non, terima kasih sebelumnya" jawab Bi Sukma.
"Mom, Dad apa kabar?" sapa Cinta yg membuat kedua orang tuanya langsung menoleh. "Hallo sayang mama kangen banget sama kamu" peluk mama dan kemudian papa. "sini duduk sayang"
"Ada apa mom dad panggil aku kesini? Kok tumben?" tanya Cinta. Memang semenjak dia tinggal diapartemen, Cinta sangat jarang pulang. Dengan alasan selalu ditanya soal pernikahan. Dan hari ini pun dia yakin, mereka akan membahas itu.
"Sayang, kami kangen. Kamu sih jarang pulang. Kamu itu anak kami satu satunya sayang, masa mau nelantarin mama papa sih" sulut mama pada Cinta.
"iya iya mom, aku juga kangen" peluk Cinta. Tidak bisa dia pungkiri. Cinta pun merasakan hal yg sama dengan mamanya.
Saat dimeja tidak ada ucapan sedikitpun hanya suara sendok dan garpu saja yg terdengar. Aturan dirumah tersebut memang seperti itu, tidak boleh ada percakapan saat sedang makan. Setelah makan malam, mereka kembali ke ruang keluarga. Disitu daddynya memulai obrolan terlebih dahulu.
"Cinta, gimana usaha kamu sayang? Apakah lancar?" tanya daddy. "Lancar ko dad, rencananya bulan depan Cinta mau buka cabang lagi di paris. Kebetulan surat surat yg dibutuhkan hampir selesai. Mungkin 2 atau 3 harian lagi Cinta mau berangkat ke Paris, mau survey tempatnya dulu dad" Cinta yg begitu antusias menjelaskan kepada daddynya, terselip rasa bangga dan ingin membanggakan kedua orang tuanya.
"Baguslah kalo begitu sayang. Tapi sebelum kamu berangkat, papa mau kenalin kamu sama anak temen papa. Dia baru pulang dari Belanda. Dan daddy harap kamu tidak menolaknya. Karena daddy mau kamu segera menikah Cinta" tukas daddy halus. Membuat Cinta tidak bisa berkutik. Ntah kenapa untuk sekarang dia hanya cukup menganggukan kepalanya saja tanpa harus debat terlebih dahulu. Mungkin aku harus coba biar daddy senang, ucapnya dalam hati.
__ADS_1
"Oke Cinta mau, kapan dad?" tanya Cinta dan membuat kedua orang tuanya senang.
"Kamu ga keberatan kan sayang?" tanya mamah. "Engga mah, mungkin saatnya Cinta untuk mencoba. Tapi jika gagal, maka Cinta ga mau yah dijodoh jodohin lagi" jawab Cinta
"Iya sayang. Kalo kamu setuju, besok kamu bisa ketemu dia yah. Besok daddy kasih tau tempatnya dimana yah" jawab daddy
Cinta hanya menganggukkan kepala tanda bahwa dia mengerti akan keadaan sekarang. Keadaan yg harus dia terima.
Semoga aja besok hujan gede ada petirnya juga biar ga usah ketemu. Males sih sebenernya hhuuhh, gerutu Cinta
"Oke kalo gitu dad, mom aku pulang yah ke apartemen. Soalnya besok aku harus pagi pagi ke studio.
"Iya sayang. Hati hati yah" peluk mama sambil mengantarkan anak semata wayangnya kedepan
"Akhirnya yah dad, Cinta mau. Semoga aja dia cocok yah"
"Iya mom" jawab daddy yg kemudian masuk kerumah sambil melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.
__ADS_1
Sesampainya di apartemen, Cinta langsung bersih bersih dan tidur karena dia sudah menghadapi hari yg sangat melelahkan.