
Cinta mempersiapkan bingkisan untuk para tamu yang hadir mengikuti tahlil , 7 harinya wafat ayah juga ibunya Cinta .
Zura pun membantu Cinta membereskan bingkisannya supaya terlihat rapih .
Sementara Chan , Candra dan Azam mempersiapkan kedatangan tamu undangan yang hadir untuk pengajian .
Yang hadir lumayan sudah banyak , Chan dan Candra juga Azam merasa senang dengan banyaknya yang datang pengajian berarti berkah dan banyak yang mendoakan almarhum dan almarhumah .
Azam menjadi pembuka acara dengan mengaji kemudian dilanjutkan oleh pa kiai yang memberikan ceramah dan penyampaian tentang menghadapi kematian dan kesabaran keluarga yang ditinggalkan .
Bi Jum , Tono , dan Dewi , yang sengaja datang membantu Cinta , sedang mengemas makanan yang akan diberikan kepada para tamu yang hadir untuk pengajian .
Setelah menyusun kotak nasi untuk di bagikan kepada orang yang menghadiri pengajian , maka Chan dan Cinta pun membagikan bingkisan dan kotak nasi juga amplop kepada seluruh orang yang hadir dalam pengajian tersebut .
Karena pengajiannya sudah mau berakhir dengan ditutup doa oleh pak Kiai , barulah Cinta memberikan bingkisan makanan secara teratur , Azam dan Candra memberikan souvenir sejadah , Qur 'an dan tasbih , Chan giliran memberikan amplop .
Akhirnya acara pengajian tahlil tujuh harinya kedua orang tua Cinta telah selesai , Cinta segera membereskan dan membersihkan rumah Candra dibantu oleh yang lainnya .
****************
Setelah semuanya selesai , Cinta dilarang Chan untuk tidak mengangkat barang , Cinta disarankan untuk istirahat .
Namun saat Cinta hendak duduk , Cinta merasa sakit dibawah perutnya dan mengeluarkan plek sampai tembus ke baju gambisnya .
Chan pun panik dan langsung segera menggendong Cinta , ke dalam mobil untuk segera pergi menuju Rumah sakit .
Candra membantu Chan untuk mengemudikan mobil ditemani Zura , khawatir terjadi apa - apa dijalan .
Zura menenangkan Chan dan Cinta yang terlihat sangat panik , Zura juga mengatakan sepertinya Cinta kelelahan , makanya terjadi plek.
Candra juga mengira seperti yang Zura katakan .
Mereka berdoa semoga tidak terjadi hal serius pada kehamilan Cinta .
***************
Sesampainya di Rumah Sakit , Cinta langsung menuju dokter kandungan dan segera ditangani .
Chan dan Candra , menunggu di luar dengan rasa penuh khawatir , hanya Zura yang masuk mendampingi Cinta .
Karena Zura diminta mendampinginya oleh Cinta , Chan disuruh menunggu dengan Candra diluar agar tidak merasa canggung .
__ADS_1
Dokter memeriksa kandungan Cinta dengan teliti dan mengatakan kepada Zura agar Cinta istirahat total dan tidak boleh melakukan aktivitas gerak berlebih .
Zura mengerti , namun sebelum Zura sempat menanyakan pada dokter kondisi bayi dalam kandungan Cinta , dokter menjelaskannya terlebih dahulu .
Cinta mengandung bayi kembar , dan Cinta harus sering kontrol dan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas berlebih .
Zura mengangguk paham , pantes Cinta selalu merasa lelah yang berlebih karena bayinya kembar .
Cinta juga suka ngeyel kalau disuruh periksa , tidak pernah mau dan suka marah bila Chan mau membawanya periksa .
Untung saja hari ini cepat terkontrol bahwa bayinya kembar dan Cinta harus istirahat total .
Dokter pun memberikan resep kepada Zura untuk segera di tebus di Apotek .
Sementara Cinta sudah boleh pulang , dan hati - hati dalam beraktivitas .
Saat keluar Cinta memeluk Chan dan memberi kabar bahagia kepada Chan bahwa bayinya kembar .
Chan menitikkan air mata dan bersyukur bahwa istrinya baik - baik saja dan mengandung bayi kembar , benih dari cinta mereka .
Zura menjelaskan kepada Chan agar Chan benar - benar menjaga Cinta tidak melakukan aktivitas berlebih .
Dan Cinta juga disarankan agar istirahat sebanyak - banyaknya di rumah .
Zura juga menyarankan Cinta untuk mengajar secara online , dan Zoom metting saja .
Zura yang diantar Candra , pun segera ke apotek menebus obat dan menyelesaikan administrasi ke pihak Rumah sakit .
Sementara Cinta dan Chan berjalan pelan dan hati - hati menuju parkiran mobil .
sambil menunggu Zura dan Candra , Chan menyuruh Cinta duduk dikursi tunggu , sementara Chan membeli susu hangat di kantin rumah sakit juga kue lapis pandan kesukaan Cinta .
Cinta pun tersenyum dan berterima kasih kepada Chan yang selalu menjaga dan melindunginya .
Tidak lama kemudian Candra dan Zura menghampiri Cinta dan Chan yang menunggunya dan bergegas untuk segera pulang ke rumah .
****************
Di rumah Candra , masih menunggu kabar dan kedatangan Cinta , mereka semua berdoa semoga tidak terjadi apa - apa dengan Cinta .
Azam yang duduk dekat pintu terlihat begitu mempesona , membuat Dewi merasa tertarik .
Dewi tidak sadar telah memperhatikan Azam yang nampak khawatir saat menunggu kedatangan Cinta .
Saat Azam melirik Dewi , karena Azam merasa dari tadi Dewi memperhatikannya , membuat Dewi gelagapan dan merasa malu .
Azam kembali menunduk dan tersenyum , begitupun dengan Dewi yang wajahnya langsung memerah .
__ADS_1
Tono dan bi Jum yang melihat kejadian , mereka langsung menggodanya , ngga tanggung - tanggung Tono menyampaikan rasa suka Dewi pada Azam , membuat Dewi geram dan memukul punggung Tono .
Azam merasa terkejut , Dewi langsung menyukainya padahal baru bertemu dua hari yang lalu .
Namun seringnya mereka bertemu , entah dari kapan perasaan itu muncul , walaupun Dewi tetap menyangkal karena merasa malu oleh Azam .
Dengan suasana yang terasa canggung , tiba - tiba mobil Candra telah masuk halaman rumah , mereka semua berlari dan segera menyambut kedatangan Cinta .
Mereka semua mengucapkan alhamdulillah , ketika mereka mengetahui bahwa Cinta dalam keadaan baik .
Mereka sangat bahagia saat Zura menyampaikan berita baik bahwa Cinta mengandung bayi kembar .
Zura juga berpesan pada bi Jum agar selalu menjaga Cinta karena Cinta tidak boleh banyak melakukan aktivitas dulu untuk sementara .
Cinta tersenyum bersyukur memiliki orang - orang yang baik dan selalu menjaga dirinya .
Chan menggendong Cinta ke kamar dan membaringkannya agar Cinta segera istirahat .
Chan membawakan baju tidur untuk Cinta , dan mengganti baju Cinta , layaknya anak kecil , Cinta sudah pasrah dan tidak merasa malu lagi oleh Chan .
Chan senang melihat Cinta lebih tenang dan merasa sedikit nyaman , mudah - mudahan ke depannya Cinta pun bisa menerima sepenuhnya kenyataan bahwa kedua orang tuanya telah tiada .
Chan pun menyuruhnya segera tidur , sementara Chan membuka laptopnya dan mengambil ponselnya untuk membalas email yang masuk dan menanyakan keadaan perusahaannya .
Diluar Candra dan Zura masih ngobrol dengan Azam , Dewi , Tono , dan bi Jum .
Bi Jum senang melihat Candra dan Zura yang semakin hari semakin kompak juga mesra , membuat Candra dan Zura jadi sedikit malu .
Azam dan Dewi juga ikut mendoakan semoga mereka lekas melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat ini .
Candra tersenyum dan menjelaskan bahwa Candra akan melamarnya nanti setelah semua urusannya selesai .
Candra pun menyuruh semuanya istirahat agar besok tidak kesiangan melakukan aktivitasnya .
Mereka semua langsung beranjak menuju kamarnya masing - masing .
Sementara Candra masih bermanja - manja dipelukan Zura .
Candra ingin cepat melamar Zura namun belum juga mendapat waktu yang pas dan tepat .
Candra ingin menyelesaikan urusannya terlebih dahulu agar saat dirinya menikah nanti , merasa tenang dan nyaman .
Candra pun beranjak menyuruh Zura , istirahat ke kamarnya begitupun dengan dirinya mengingat malam yang semakin larut .
******
* jangan lupa like , komen , hadiah dan favorit ya*
__ADS_1
***** terima kasih *****