
Zura telah menanti Candra dengan rasa cemas dan gelisah , Zura khawatir dan takut tidak bisa menikah dengan Candra .
Sudah dua hari ini Candra sengaja tidak memberinya kabar , Zura takut kalau Candra tiba - tiba berubah fikiran , dan membatalkan semua rencana pernikahan , membuatnya semakin malu terutama keluarganya .
Zura pun berusaha menghubungi Candra setelah selesai acara siraman dan pengajian .
Candra langsung mengangkat telepon Zura , Zura sangat senang mendengar suara Candra yang semakin membuatnya rindu .
Zura menanyakan kabar Candra dengan rasa penasarannya yang selama ini dipendamnya .
Candra menjelaskan bahwa Zura tidak usah khawatir mengenai kedatangannya besok , karena Candra akan menepati janjinya .
Zura merasa bahagia setelah mendengar penuturan dari Candra .
Zura pun segera menutup teleponnya , karena sekarang perasaannya sudah merasa sedikit lega mendengar kata - kata dari Candra.
*************
Candra sudah menyusun rencananya dengan rapih , sungguh ini merupakan pengkhianatan Candra terhadap Zura yang begitu menyakitkan .
Candra benar - benar sudah dibutakan oleh perasaan obsesinya terhadap Cinta .
Candra ingin segera beristirahat karena merasa lelah , setelah menjalani acara demi acara yang membuatnya sedikit kesal .
Namun Candra sangat pintar menyembunyikan kebusukannya oleh sifat yang kalem dan etitudnya yang hampir sempurna .
*********
Bibi yang mengetahui sifat dari majikannya membuatnya sedih , karena bibi tahu Candra dulu sangat pintar , ceria , dan selalu berusaha membuat keluarganya bahagia .
Mungkin Candra merasa tertekan , dan menyesali penolakan dari dirinya , terhadap perjodohan yang telah direncanakan orang tuanya , dengan orang tua Cinta .
Bibi mengingat kejadian , dimana Candra sangat mencintai Rosi kekasihnya , yang bunuh diri karena harus menanggung rasa sedih dan malu , ketika mendengar Candra akan dijodohkan dengan Cinta .
Bibi juga membayangkan kejadian itu kembali , saat Candra mengenalkan Rosi kepada orang tuanya , dan orang tua Candra menolaknya , karena Rosi hanya sekedar perawat biasa .
Kini bibi adalah saksi yang masih ada , melihat Candra yang sifatnya berubah , menjadi seperti bukan dirinya .
Bibi tidak terasa meneteskan air matanya , sedih karena majikannya yang dulu lembut , tidak pernah menyinggung orang , namun jadi berubah saat orang - orang terdekatnya , telah meninggalkannya satu persatu .
Bibi segera meninggalkan Candra , karena bibi takut ketahuan kalau Candra melihat dan mengetahui bibi menangis , pasti mencurigainya .
********
Keesokan harinya,,,,,,,,,
Candra telah siap menikahi Zura dengan segala rencana yang telah disusunnya .
Candra terus berdiri didepan cermin dan terus tersenyum , Candra juga berbicara sendiri , dan menyebut nama Rosi.
Candra mengatakan bahwa dirinya berdandan tampan demi membalaskan rasa sakitnya Rosi yang Candra lampiaskan terhadap Zura .
Candra yang terus berdiri depan cermin .
Chan dan Cinta mengetuk pintu kamarnya Candra , mengajaknya segera keluar , dan bersiap untuk pergi , karena para sahabatnya telah menunggunya .
__ADS_1
Candra segera keluar dan tersenyum juga meminta maaf kepada semuanya .
Mereka semua segera pergi ke Bandara , untuk segera pergi ke kota A menuju rumahnya Zura .
*********
Sementara di kediaman Zura , telah menyiapkan kedatangan Candra , yang telah diatur oleh para panitia WO yang dipercaya oleh Zura dan keluarga .
Zura tidak mengundang banyak orang , karena Candra tidak terlalu suka , Candra juga ingin Zura membatasi acara pernikahannya .
Kini Zura sudah bersiap dan tersenyum didepan cermin , menyambut sang pujaan hati yang akan segera menjadi suaminya .
Zura semakin bersemangat dan bertekad , bahwa Zura akan menerimanya apapun yang terjadi pada rumah tangganya kelak dengan Candra .
Zura tampak anggun dan cantik.
Zura sangat bahagia menyambut kedatangan Candra dengan keluarganya .
Ibunya Zura segera menuntun Zura , didampingi oleh sahabat Zura .
Candra yang telah menunggunya duduk didepan penghulu , sedikit terkesiap melihat betapa cantik dan anggunnya Zura .
Cinta sangat bahagia melihat Zura , yang terlihat cantik dan anggun .
Cinta dan Chan ikut bahagia setelah para saksi mengatakan " SAH " , semua berdoa untuk calao mempelai agar pernikahannya , sakinah , mawadah , warohmah .
Tidak terasa acara akad nikah Zura dan Candra telah selesai , kini mereka menyambut tamu undangan yang hadir untuk memberikannya ucapan selamat .
Chan dan Cinta , pamit terlebih dahulu pada kedua mempelai , serta keluarga Zura .
Chan menjelaskan bahwa Cinta merasa sedikit pusing , dan mulai terasa mual , mungkin masuk angin .
Candra terlihat begitu khawatir terhadap Cinta , yang terlihat jelas oleh Zura , begitu sayangnya Candra terhadap Cinta .
Zura juga merasa Candra kembali dingin saat Cinta telah pergi meninggalkan acara resepsi pernikahan mereka .
Tapi Zura harus terima , karena Zura yang memilih Candra dan menerima Candra sebagai suaminya .
Padahal Zura tahu kalau sebenarnya Candra , tidak pernah menganggap Zura sebagai belahan jiwanya melainkan saudara saja .
**********
Malam harinya,,,,,,,,
Zura dan Candra meminta izin kepada orang tua Zura , untuk langsung menempati apartemen milik Candra yang berada di kota A .
Terlihat jelas kekecewaan orang tua Zura , karena mereka langsung meninggalkan kediamannya , tanpa menginap satu hari pun .
Ayah Zura memberikan ketenangan kepada ibunya Zura , dan menjelaskan bahwa Zura kini telah menjadi milik suaminya , bukan milik kita lagi .
Ibunya Zura langsung memeluk Zura dan berbisik pada Zura bahwa keluarganya akan selalu menyambutnya kapan pun Zura akan pulang , pintunya selalu terbuka .
Candra pun segera menggenggam tangan Zura , Zura pun menyusut air matanya yang jatuh , agar tidak terlihat oleh orang tuanya .
__ADS_1
Mereka pun pamit meninggalkan kediaman Zura .
Dijalan Candra tidak mengatakan apapun , dan hanya diam .
Zura merasa ditusuk hatinya , yang terasa begitu sakit melihat Candra yang bersikap dingin .
Zura sadar ini akan terjadi namun tidak menyangka secepat ini .
Diperjalanan menuju apartemen , Candra menelepon Chan , menanyakan keadaan Cinta , Chan menjelaskan bahwa Cinta baik - baik saja .
Chan menyarankan pada Candra untuk tidak khawatir pada Cinta , fokuslah pada malam pertama pernikahan Candra dan Zura saja .
**********
Sesampainya di apartemen , Candra langsung membuka bajunya dan langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya .
Zura diam terduduk , membuka gaunnya yang lumayan ribet , Sambil meringis kesakitan karena harus menekannya , membuatnya terduduk lemas .
Candra yang melihat keadaan Zura sedikit luluh , dan membantunya membuka gaun yang dipakai Zura .
Saat gaun Zura terbuka , nampaklah kulit mulus , putih , bersih Zura , yang sempat membuat Candra tergoda .
Candra ingin sekali menyentuhnya , namun Candra menepisnya dan menarik kembali keinginannya untuk menyentuh Zura .
Zura sangat sedih ketika sikap Candra terhadap dirinya malah semakin dingin padahal kini Zura telah halal untuk disentuhnya .
Zura segera melepas gaunnya dan masuk ke kamar mandi .
Didalam kamar mandi Zura menangis , meratapi nasibnya yang sungguh merana , ternyata Candra telah melakukan pengkhianatan yang begitu kejam terhadap Zura .
Zura membuka kran air dan terus mengguyur tubuhnya , Zura tidak sadar bahwa dirinya sudah berada sangat lama didalam kamar mandi .
Zura pun merasa kepalanya pusing dan penglihatannya mulai terasa samar dan gelap kemudian pingsan .
Candra yang masuk ke kamar , aneh melihat Zura yang masih belum keluar dari kamar mandi .
Candra pun panik , kemudian mencoba mengetuk pintu kamar mandi dan memanggil Zura , namun tidak ada jawaban .
Candra semakin khawatir , tiba - tiba teringat kembali kejadian saat Rosi bunuh diri , setelah kepergiannya dan meninggalkan Rosi sendiri di kamar mandi .
Candra langsung mencari duplikat kunci kamar mandi , setelah membukanya Candra terkejut , melihat Zura tergeletak , tidak sadarkan diri , tanpa penutup kain sedikit pun .
Chan langsung memakaikan anduk pada Zura , dan membaringkannya diatas tempat tidur dan menyelimutinya .
Candra mengeluarkan alat medisnya , memeriksa keadaan Zura , Candra khawatir Zura menjadi demam .
Malam semakin larut , Candra tidur disamping Zura , tanpa sadar Candra telah memeluk Zura dan tidur bersama didalam satu selimut , mereka sama - sama hanya menggunakan handuk kimono .
************
Sahabat reader yang budiman,,,,
Semoga reader tetap semangat membacanya,,,
Jangan lupa like , komen juga favorit ya,,,
terima kasih reader,,, 🙏
__ADS_1