
Seminggu kemudian,,,,,,,,,
Cinta sedang bingung memilih baju yang pantas untuk dipakai ke acara pernikahan Via .
Chan yang melihatnya terus berada didepan kaca sedikit pusing tapi hanya bisa pasrah dari pada membuatnya jadi lebih bad mood tambah masalah.
Cinta hampir sepuluh kali mengganti pakaiannya yang terus saja tidak cocok menurutnya , ujung - ujungnya ya nangis kaya anak kecil.
Cinta mengalami krisis pede (percaya diri) , semenjak kehamilannya sudah mulai terlihat .
Chan melihat waktu yang terus berjalan , hingga harus menghampiri Cinta untuk membujuknya segera memberi keputusan memakai baju .
Cinta menanyakan warna yang pantas dan Chan memilih warna purple yang soft , membuat Cinta terlihat lembut dan menawan.
Cinta segera memakainya dan mengemas beberapa baju untuk dipakainya diacara pernikahan Via.
Zura terus mondar mandir menunggu Chan dan Cinta yang begitu lama didalam kamar dan masih belum keluar .
Saat menunggu Chan dan Cinta keluar , Candra menghubungi Zura dan akan menunggunya di Bandara , Zura tersenyum sambil mengucapkan terima kasih .
Candra heran mendengar suara Zura yang seperti sedang kesal.
Zura mengaku memang sedang kesal menunggu Cinta dan Chan yang masih berada di kamar dan belum keluar , kalau tahu mereka lama sekalian saja tadi pergi bareng Vira dan kedua orang tuanya Chan yang sudah pergi duluan.
Candra mengatakan kepada Zura untuk bersabar supaya Zura tidak kesal dan Candra siap untuk menemani Zura dengan setia sampai Zura happy kembali.
Zura merasa malu dan teesenyum mendengar penuturan Candra dan mengatakan kalau Candra sedang menggodanya.
Candra semakin menarik perhatian Zura dengan kata - kata manjanya dan menenangkan perasaannya membuat Zura merasa nyaman dan merindukan Candra.
Yang ditunggu telah datang dan menghampiri Zura yang sedang asyik teleponan dengan Candra.
Ekhem,,,,ekhem,,,
Zura langsung mengakhiri dan menutup teleponnya serta memasukan ponselnya dalam tas.
Zura tersenyum kepada Cinta dan Chan . Cinta membalas senyuman Zura dan meminta maaf atas sikapnya yang membuat Zura harus menunggu lama.
Cinta merasa tidak enak kepada Zura yang selalu menunggu mereka saat pergi bersama.
Zura tersenyum dan mengatakan tidak masalah karena Zura memaklumi perubahan emosi dari perempuan yang sedang hamil.
__ADS_1
Chan langsung menyuruh supirnya mengantarkan mereka ke Bandara setelah pamit pada bi Jum .
*******************
Setelah sampai di Bandara mereka langsung menduduki tempat sesuai tiket yang mereka pesan , tidak terlalu ramai dan berdesakan karena Chan memesan tiket yang sengaja lebih mahal supaya Cinta merasa nyaman.
Chan duduk bersebelahan dengan Cinta , sementara Zura duduk dengan lelaki yang berambut plontos.
Awalnya Zura minta tukar dengan Chan , agar Chan duduk disamping lelaki itu dan Cinta duduk dengan Zura , namun melihat Chan yang selalu manja terhadap Cinta begitu juga dengan Cinta yang selalu bermanja - manja pada Chan membuat Zura tidak tega untuk memisahkan mereka.
Zura duduk disamping lelaki tersebut yang mukanya terhalang topi.
Zura tidak dapat duduk dengan tenang dan nyaman , takutnya Zura mengantuk dan tanpa sengaja bersandar pada lelaki tersebut.
Saat lelaki tersebut membuka topinya dan melirik Zura ternyata lelaki tersebut sangat tampan membuat Zura senyum - senyum sendiri.
Lelaki tersebut bingung melihat sikap Zura yang terlihat aneh dan kembali melihat kearah luar jendela pesawat sambil membetulkan topinya.
Zura pun malu karena tidak dapat menahan dirinya bila melihat lelaki tampan dan gagah.
Lelaki tersebut berbalik melihat Zura dan tersenyum , mengulurkan tangan dan memberitahukan namanya David.
Zura membalas uluran tangan David dan mengenalkan diri dan menyebut nama Zura.
Zura mengangguk dan menceritakan kedatangan dirinya kekota B juga sama menghadiri acara pernikahan seorang sahabat.
Tidak terasa obrolan mereka terhenti saat mendengar pengumuman bahwa mereka telah sampai ditempat tujuan.
Sesampainya di Bandara Chan dan Cinta semakin terlihat mesra dengan sikap manja Cinta terhadap Chan yang ngga ada habisnya membuat Zura merasa jadi nyamuk.
Zura berpisah dengan David , mereka saling tukar nomor telepon .
Kejadian itu terlihat oleh Candra dan membuat Candra cemburu terhadap Zura karena lelaki tersebut.
Chan , Cinta , dan Zura , menghampiri Candra yang sedang ngelamun.
Chan memukul pundak Candra agar Candra segera sadar dari lamunannya.
Candra tersenyum dan sedikit malu ketahuan sedang melamun oleh mereka.
Zura yang sedang asyik melihat ponselnya membuat Candra kesal dan membanting pintu mobil membuat Chan dan Cinta terkejut.
__ADS_1
Chan menanyakan sesuatu telah terjadi pada Candra , namun Candra menggeleng dan fokus menyetir.
Zura menyimpan ponselnya dan duduk disamping Candra , merasa heran dengan sikap Candra yang tiba - tiba begitu dingin padanya tidak seperti biasa.
Chan dan Cinta memcium hubungan mereka ada yang tidak beres.
Chan dan Cinta saling adu pandang dan berniat menyatukan mereka supaya mereka bisa bersama.
Akhirnya mereka sampai dirumah kedua orang tua Cinta , Candra dan Zura turun sebentar untuk menemui kedua orang tua Cinta namun segera pamit untuk mengantar Zura ke penginapan.
Chan dan Cinta sudah menyuruh Zura menginap dirumahnya namun Zura menolak dan hendak pergi ke penginapan yang sudah dipesan Vira dan keluarga Chan.
Kepergian mereka membuat tanda tanya kedua orang tua Cinta , terutama ibu Karsih yang berdoa supaya Zura berjodoh dengan Candra.
Begitu pula dengan Chan dan Cinta yang sangat mengharapkan Zura bisa bersama dengan Candra.
**************
Dijalan Candra selalu diam dan fokus menyetir membuat Zura bosan dan menanyakan ada apa dengan Candra yang sikapnya sedikit berbeda dari biasanya.
Candra hanya menjawab dengan sindiran , dan merasa kesal saat dirinya melambaikan tangan ke Zura di Bandara tadi di cuekin Zura , malahan Zura asyik tukeran nomber handphone dengan lelaki lain.
Zura kaget mendengar penuturan Candra ternyata Candra sedang cemburu , " apa Candra punya perasaan yang sama terhadapnya , " gumam Zura.
Zura jadi merasa tidak enak hati pada Candra , Zura meminta maaf pada Candra atas kesalahannya.
Candra tersenyum bahagia dan memaafkan Zura , dan mengajaknya mampir ke restoran jepang kesukaan Zura sebelum mengantarnya ke penginapan.
Zura diperlakukan bak putri oleh Candra , dan Candra sedikit manja pada Zura.
Walau Zura bersikap sedikit kaku , Zura pun memanjakan Candra dengan menyuapinya makan dan mengelap mulutnya yang belepotan dengan tisu.
Candra dan Zura beradu pandang sangat dekat , saat Zura hendak mengelap mulut Candra dengan tisu , membuat Zura malu dengan wajah yang memerah.
Zura menunduk dan melanjutkan makannya sementara Candra yang melihat tingkah Zura semakin terlihat menarik dan yakin bahwa Zura orang yang tepat mengisi kekosongan dihatinya.
Mereka berdua bertingkah canggung dan segera mengakhiri makannya dan kembali mengantar Zura ke penginapan.
Zura disambut hangat oleh Vira dan Gava keponakan Chan.
Candra pamit pada Vira dan Zura kemudian meninggalkan mereka dengan perasaan yang sangat senang , tenang , dan bahagia.
__ADS_1
*Ayo dukung like , komen , vote , dan hadiah ya*
***** terima kasih reader yang tercinta *****