Kembalinya Cinta

Kembalinya Cinta
KC4


__ADS_3

Kehadiran Richard membuat Cinta mengenang semua kenangan manis dan pahit itu teringat kembali. Heningnya suasana kamar restoran miliknya membuat air matanya terus berlinang hingga tidak sadar Cinta pun terlelap. Sore pun tiba, Cinta yg merasa tidak nyamana pada tubuhnya pun perlahan membuka matanya. Begitu berat kepalanya seperti ada batu yg menimpanya.


Setelah cukup sadar, Cinta pun beranjak ke kamar mandi untuk sekedar cuci muka, namun dia kehilangan kesadarannya dan pingsan. Tidak ada yg tau Cinta pingsan dikamar pribadinya.


Siska yg sibuk melayani pengunjung tersadar dengan kehadiran Alvin


"Dimana Cinta? Ini sudah waktunya aku bertemu dengannya" ucap Alvin


"Oh iya sebentar, anda bisa menunggu Cinta di ruang VIP. Mari saya antarkan" ajka Siska "Tunggu sebentar, saya panggilkan dulu. Mungkin Cinta sedang bersiap" Siska pun meninggalkan Alvin.


Tok..tok..tokk


"Cinta, aku masuk yah. Cintaa kamu dimana? Itu Alvin udah dateng" Siska yg masih diambang pintu pun tidak mendengar sautan Cinta. Dia pun masuk mencari keberadaan Cinta. Betapa terkejutnya saat melihat temannya terbaring lemas didepan pintu kamar mandinya.


"Cinta" Teriak Siska dengan nyaringnya. Ruang pribadi Cinta memang aga jauh dari tempat ramainya restoran, hanya dekat dengan ruang VIP. Teriakannya membuat Alvin yg mendengar pun berlari


"Ada apa? Kenapa dengan Cinta?" tanya Alvin cemas dengan langsung masuk kamar tanpa permisi. Melihat Cinta pingsan, langsung digendongnya dan ditidurkannya di ranjang.


"Hallo, Rendi tolong kamu segera datang ke restoran Amore. Tolong secepatnya" titah Alvin yg langsung menghubungi dokter pribadinya.


"Tolong kamu bawakan kain dan air hangat" pinta Alvin. Siska pun menurutinya dan menyerahkannya ke Alvin.


Dengan telaten, Alvin menyeka dan mengompres dahi Cinta. Terasa begitu panas menurutnya.


Ada apa dengan dia, bukannya tadi dia baik baik saja. Apa ada hubungannya dengan laki laki yg baru saja dia temui. curiga Alvin


"Saya kedepan dulu, takutnya dokter yg anda hubungi sudah datang" ucap Siska membuyarkan lamunan Alvin. Dia hanya mengangguk saja


Tidak lama dokter pun datang


"Akhirnya kamu datang juga, cepat periksa calon istriku" Alvin yg tiba tiba langsung memberikan perintah


"Oke okee bro, tenang dulu baru juga dateng" dengan santainya Rendi menjawab. Rendi adalah dokter pribadi sekaligus salah satu sahabat Alvin.


Rendi pun memeriksa Cinta


"Gimana?" tanya Alvin waswas, begitupun dengan Siska yg dari tadi memperhatikan temannya itu

__ADS_1


"Dia hanya kelelahan saja, mungkin dia terus menangis dan tidak makan. Sehingga keadaannya seperti ini" tutur Rendi " Ini obat yg harus kamu kasih ke dia, suruh istirahat jangan terlalu lelah dan banyak pikiran. Besok juga dia akan baik baik saja Vin" lanjut Rendi mencoba menenangkan. Terlihat di raut mukanya tersirat kecemasan terhadap wanita tersebut


Sebenarnya siapa wanita ini, bisa bisanya dia membuat Alvin secemas itu. Sudah lama aku tidak melihat dia begitu perhatian terhadap wanita. Pada Vina pun tidak pernah seperti itu. batin Rendi


"Syukurlah, kamu boleh pergi. Nanti aku trf jika Cinta udah sadar. Kalo ga sadar jangan harap kamu menerima bayaran dariku" ancam Alvin. Dia memang seperti itu, dan untungnya Rendi sudah paham dengan sikapnya karena bukan sebentar mereka bersahabat melainkan dari mereka kecil.


"Okeee, kabarin kalo ada apa apa. Tapi aku yakin dia baik baik aja" ucap Rendi dan berlalu.


Laki laki aneh, mau maunya dia diperlakukan seperti itu. batin Siska


Kemudian dia tersadar dan berencana membelikan obat untuk Cinta.


"Biar saya antar, sekalian saya mau membeli obat untuk Cinta" tawar Siska


"Oke, ini uang dan resepnya"


"Baik, mari dok" ajak Siska


****


"Tidak perlu dok, saya bawa motor sendiri. Sebelumnya terima kasih." tolak Siska secara halus dan berlalu meninggalkan Rendi.


Baru kali ini ada wanita yg menolakku. batin Rendi


Dia pun langsung beranjak dan mulai menghidupkan mobilnya. Tidak menunggu lama dia pun pergi.


****


"Shunsine ayo bangun" bisik Alvin ditelinga Cinta. Tak lama Cinta pun sadar, dia sedikit sedikit membuka matanya.


"Kenapa aku? Siapa kamu? Ngapain kamu disini?" tanya Cinta sambil mengerutkan dahinya menahan rasa pusing


"Baru sadar sudah banyak pertanyaan. Bisa ga kalo kamu nanya itu satu satu?" gerutu Alvin "Oke aku Alvin, kamu itu tadi pingsan. Aku disini tadinya mau ketemu kamu buat ngobrolin masalah perjodohan kita" jelas Alvin


"Oh perjodohan" dengan santainya Cinta menjawab, seketika dia pun "Perjodohan kamu bilang?" teriak Cinta kaget


"Gila siapa yg mau dijodohin sih? Aww.." keluh Cinta

__ADS_1


"Hati hati, kamu masih lemah. Jangan terlalu bersemangat ngomongin perjodohannya, pelan pelan aja yah" tutur Alvin sambil menyelipkan rambut Cinta ke telinga.


"Kamu kenapa ga makan siang dan terus saja menangis?" tanya Alvin lembut. Tidak sadar air mata Cinta terjatuh.


Alvin yg melihatnya merasakan sakit yg ntah kenapa bisa ia rasakan.


Kenapa, ada apa ini? Kenapa sakit begini. Alvin


"Akuu..aku ga kuat Alvin" tutur Cinta dengan terbata bata


"Coba ceritakan jika kamu ingin menceritakannya, tapi jika kamu belum siap jangan kamu katakan. Itu akan membuat kamu merasakan sakit lagi"pinta Alvin dengan lembut dan mengecup kening Cinta. Cinta hanya diam karena kaget.


Tidak lama Siska datang membawa bubur air dan obat yg sudah dibelinya. Dia harap Cinta sudah sadar dan langsung makan agar cepat pulih. Dugaan Siska pun benar saat akan masuk dia melihat cinta sedang bercengkarama dengan laki laki yg disebut calin suaminya itu.


"Cinta kamu udah sadar? Ini kamu makan dulu terus minum obat yah" pinta Siska


Cinta hanya mengangguk saja, masih lemas yg dia rasakan. "Kalo gitu aku kedepan yah, soalnya masih banyak pelanggan" Siska pun berlalu meninggalkan keduanya.


"Ini minum, setelah itu kamu makan yah. Aku suapin"


"Biar aku aja, aku bisa sendiri" pinta Cinta. Namun Alvin tidak menghiraukannya. Dia langsung menyendokkan buburnya dan menyuapi Cinta. Cinta yg enggan berdebat pun menerima perlakuan Alvin padanya.


Hanya beberapa sendok yg masuk, perut Cinta sudah penuh. Alvin hanya pasrah, setidaknya ada makanan yg masuk walau sedikit. Selang beberapa menit obat yg dianjurkan oleh dokter pun diminum oleh Cinta.


"Setelah ini kamu istirahat, aku mau ke kantor dulu sebentar nanti kesini lagi. Ada hal penting yg harus aku lakukan terlebih dahulu" ucap Alvin. Cinta hanya menganggukan kepalanya.


Setelah melihat Cinta benar benar terlelap, Alvin langsung beranjak dan keluar restoran.


"Siska saya titip Cinta, nanti setelah urusan saya selesai. Saya kesini lagi. Oh iya, restoran ini tutup jam berapa?" tanya Alvin


"Iya siap, restoran tutup jam 9 tapi pegawai benar benar keluar dari restoran jam 10" jelas Siska


"Oke terima kasih"


Alvin langsung memasuki mobil sportnya, dan menelpon seseorang.


"Tolong selidiki kejadian tadi siang yg menimpa Cinta di restorannya" Alvin pun menutup telponnya dan melajukan mobilnya dengan kencang.

__ADS_1


__ADS_2