
Cinta mengawas UAS dengan semangat walaupun disilang antar jurusan , begitupun dengan mahasiswanya yang lebih bersemangat mengerjakan UAS karena hari ini merupakan hari terakhir .
Cinta berkeliling mengawasi mahasiswanya dan melihat sesekali kelengkapan biodata para mahasiswanya , Cinta khawatir ada yang terlewat dan tidak terisi , karena biodata mahasiswa dalam UAS sangat penting.
Salah satu mahasiswa jurusan teknik yang sedang mengerjakan tugas UAS kehilangan alat tulisnya , padahal seingatnya semua alat dan perlengkapan UAS sudah dipersiapkan dan dibawa.
Disaat Cinta melewati mahasiswa tersebut , Cinta melihat kertas UASnya masih bersih dan kosong padahal waktu sudah berjalan selama 30 menit.
Cinta mulai memberikan perhatiannya dan menanyakan mahasiswa itu , dengan apa yang terjadi kepada mahasiswa tersebut yang bernama Ghatan.
Ghatan menjelaskan semua yang terjadi sehingga tidak bisa mengisi biodata dan mengerjakan soal UAS maka dari itu sampai sekarang kertasnya masih kosong.
Cinta pun mengerti dan segera menghubungi panitia supaya mengantarkan cadangan alat tulis yang disediakan panitia kedalam ruangan T 133 dimana Ghatan berada dengan pengawas Cinta.
Ghatan sangat berterima kasih kepada para panitia terutama Cinta sebagai pengawasnya.
Ghatan tidak membuang waktu dan segera mengerjakan soal UAS , tifdak lupa mengisi biodata.
Waktu berjalan dengan cepat , tinggal 20 menit waktu tersisa. Ghatan pun segera mengerjakan soal UAS berhubung Ghatan mahasiswa terbaik dijurusan teknik perminyakan dengan penghargaan Caumlaude.
Ghatan
Ghatan bersyukur bisa menyelesaikan soal UAS tepat waktu.
Karena waktu telah habis, Cinta pun berkeliling mengambil lembar jawaban setiap mahasiswa dan membereskannya serta merapihkannya.
Selesai sudah tugas Cinta untuk mengawas mahasiswa UAS . kini tugas Cinta hanya tinggal mengolah nilai untuk diberikan kepada ketua jurusan dan menyampaikannya kepada mahasiswa sesuai jurusannya masing - masing.
Saat keluar dari ruang panitia , Cinta sangat terkejut melihat Ghatan yang tersenyum kepadanya.
Cinta pun membalas senyumannya dan menghampiri Ghatan serta bertanya maksud dan tujuan mahasiswa yang diawasinya tersebut menunggunya.
Ghatan ingin berterima kasih kepada dosen bahasa yang terkenal Cantik dikampusnya.
"Maaf bu dosen , bolehkan saya meminta waktunya sebentar untuk sekedar ngobrol dan mentraktir bu dosen makan siang dikantin kampus." kata Ghatan.
Cinta hanya tersenyum dan menyetujui niat baik mahasiswanya dengan ramah.
Ghatan terlihat senang dan bersemangat , saat Cinta menyetujui pemintaannya.
Akhirnya mereka pergi bersama ke kantin untuk makan siang. Sesampainya di kantin Ghatan menyediakan kursi untuk diduduki Cinta dan mempersilakannya duduk.
Cinta geleng - geleng kepala dan tersenyum melihat tingkah Ghatan yang menurutnya aneh.
__ADS_1
Setelah mereka duduk berhadapan, Cinta merasa geli melihat tingkah Ghatan yang memperlakukan dirinya seperti anak kecil .
Ghatan memberikan daftar menu kepada Cinta , agar segera memesannya , Cinta pun memesan menu favoritnya , tidak menunggu lama Ghatan langsung beranjak dan memberikan menu pesanannya kepada petugas kantin.
Ghatan memberikan kupon sesuai dengan pesanan Cinta dan pesanannya setelah memberikan kuponnya Ghatan kembali duduk menghadap Cinta.
Cinta yang lupa , segera memberikan kuponnya kepada Ghatan , namun Ghatan menolaknya dan Ghatan menjelaskan kalau pesanan Cinta sudah dibayar dengan menggunakan kupon miliknya.
Heeh ,,,,,Cinta menghembuskan nafasnya pelan dan pasrah dengan sikap Ghatan yang memperlakukannya seperti dewi.
********************
Dipojok kantin , seseorang memperhatikan sikap Cinta dan tingkah Ghatan yang semakin dibakar api cemburu melihat kebersamaan mereka.
Chan sudah menunggu Cinta dari tadi dan berniat menjemputnya namun tidak disangka saat Chan beranjak dari tempat duduknya melihat Cinta dan Ghatan masuk ke kantin dan makan bersama dalam satu meja.
Chan dibuat kesal oleh tingkah Ghatan yang mencuri perhatian Cinta , begitupun dengan Cinta yang tersenyum saja melihat tingkah Ghatan.
Yang membuatnya tambah emosi ketika Ghatan mencuri pandang kepada Cinta dan memperlakukan Cinta seolah -olah Cinta adalah kekasihnya.
Chan hanya bisa menggerutu sendiri dan mengepalkan tangannya melihat tingkah Ghatan yang selalu bisa membuat Cinta tersenyum dengan tingkah konyolnya.
Chan tidak bisa tinggal diam saja melihat kebersamaan mereka, Chan pun memberanikan dirinya menghampiri dan menyapa mereka.
***********************
" Cinta menoleh dan terkejut , kemudian Cinta membalas sapaan Chan , dan melihat Chan dengan heran, Cinta tidak tahu Chan datangnya dari kapan." gumam Cinta.
Cinta mengenalkan Ghatan kepada Chan dan mereka pun saling mengulurkan tangan untuk berkenalan.
Cinta yang canggung berada diantara Ghatan dan Chan. mencairkan suasana dengan bercanda kepada Ghatan kalau Ghatan memberinya kupon gratis untuk makan siangnya.
Bukannya mencairkan suasana, malah menjadi kacau saat Chan mengenalkan dirinya sebagai calon suami Cinta kepada Ghatan.
Ghatan sempat kaget tapi mencoba bersikap tenang dan tidak peduli dengan pengakuan Chan.
Ghatan memberikan pesanan favorit Cinta dan Ghatan membersihan sendok dan menyiapkan perlengkapan makan untuk Cinta.
Chan mengambil sendok yang diberikan Ghatan untuk Cinta , kemudian membersihkannya dengan tisu , barulah diberikan kepada Cinta.
Cinta makin pusing dibuatnya , Ghatan dan Chan sama - sama bertingkah seperti anak - anak yang sedang memperebutkan suatu barang yang mereka sukai.
Cinta melihat kekecewaan dari raut wajah Ghatan , Cinta berfikir untuk mempercepat makan siangnya. Dan segera pamitan kepada Ghatan , agar tidak terjadi perang dingin lagi antara Chan dengan Ghatan.
Ghatan merasa tidak enak kepada Cinta dan segera pamit , karena dengan adanya Chan datang membuat Cinta bingung dan serba salah dalam bertingkah.
__ADS_1
Cinta dan Chan segera beranjak dari tempat duduk dan meninggalkan kantin , kemudian masuk ke asrama dan Chan menunggunya diruang tunggu karena Kamar asrama putri tidak boleh dikunjungi oleh laki - laki.
Cinta segera mengambil koper dan barang yang akan dibawanya pulang sekedar oleh - oleh untuk orang tuanya dan bi Minah.
setelah merasa lengkap , Cinta segera mengemasnya dan membawa koper tersebut keluar kamar. dan menemui Chan yang sedang menunggu nya diruang tunggu.
Chan menyambut kedatangan Cinta dengan senyuman bahagia dan penuh kasih sayang menggantikannya membawakan koper yang dibawa Cinta.
Chan memasukan kopernya Cinta kedalam mobil dan membawa oleh - oleh yang dibelinya tadi sengaja dipersiapkan untuk orang tua Cinta.
Mobil Chan sudah siap mengantarkan Cinta ke rumah orang tuanya.
Cinta duduk disebalah Chan , dan Chan sengaja tidak membawa sopir. Chan ingin mengantar Cinta sendiri tanpa bantuan orang lain.
Cinta baru pertama kalinya terlihat senang dan bersemangat didepan Chan , biasanya Cinta selalu terlihat bad mood didepan Chan.
Chan juga mulai merasa tenang dan nyaman saat berada didekat Cinta. begitupun dengan Cinta.
Jarak antara kota A ke kota B cukup jauh dan memakan waktu yang lumayan lama sekitar 8 jam bila menggunakan mobil pribadi.
Cinta merasa khawatir , pada Chan takut kecapean saat menyetir mobil sendiri . Cinta juga berfikir kalau Chan mengizinkan Cinta bisa menggantikannya untuk sesaat kalau Chan sudah mulai merasa lelah.
Diperjalanan mereka selalu saling melempar senyum , bercerita ,bercanda ,dan terlihat seperti sudah saling mengenal lama .
Cinta sudah mulai bisa menerima Chan dan melupakan sedikit - sedikit luka yang disebabkan oleh seorang laki - laki yang brengsek dan teman yang tidak setia.
Saat merasa lelah , Cinta sangat mengantuk dan tertidur di mobil samping Chan. Chan mengamati wajah Cinta yang sangat cantik dan terasa teduh bila semakin memandangnya , semakin tenang.
8 jam sudah Mereka menempuh perjalanan dan hampir sampai didepan alamat yang ditunjukan google map , Chan tidak mau mengganggu kenyamanan tidur Cinta.
Sesampainya dirumah Cinta , Chan bingung harus melakukan apa, jadi Chan hanya bisa diam menunggu Cinta terbangun.
Chan memandangi wajah Cinta begitu lama , Cinta merasa kalau dirinya seperti ada yang memperhatikan kemudian dengan rasa kantuk dan muka bantal ,Cinta mulai membuka matanya perlahan.
Cinta terkejut karena Chan terlalu dekat dengan wajahnya hampir saja bersentuhan . Chan kaget dan sempat salah tingkah dengan segera menjauhkan dirinya dari Cinta.
Mereka berdua saling mengalihkan pandang dan segera keluar mobil ,Cinta segera mengetuk rumah orang tuanya dan bertemu bi Minah terlebih dahulu , Cinta langsung memeluk bi Minah yang telah menjaga kedua orang tuanya dengan baik.
Bi Minah langsung memanggil orang tua Cinta dan mereka segera turun untuk menemui Cinta ,sesampainya dihadapan Cinta . Kedua orang tua Cinta dan bi Minah merasa penasaran dengan seseorang yang ada dibelakang Cinta. pemuda tampan , gagah , ganteng , dan tinggi sangat sempurna.
Cinta pun mengenalkan Chan kepada orang tuanya , dan mereka menyuruhnya masuk untuk beristirahat didalam.
__ADS_1
** mohon dukungan like ,komen dan votenya ya**
*kalau penasaran kita lanjut ngga nihh*