
Usia kandungan Cinta memasuki 7 bulan , Cinta sudah mulai merasa tidak nyaman dengan banyaknya yang berubah pada tubuhnya .
Cinta sudah mulai lambat saat berjalan menuju ruang kelasnya untuk mengajar , namun Dewi dengan sigap dan selalu setia , mendampingi Cinta kemana pun Cinta pergi .
Chan selalu saja protektif pada Cinta karena Chan khawatir keadaan Cinta yang semakin terlihat mudah lelah .
Semua orang mengkhawatirkan keadaan Cinta , namun Cinta bersikap santai , mengingat Cinta tidak boleh stress dan harus selalu happy .
Nie , mahasiswi yang selalu menggantikannya memberi tugas , bila Cinta sudah merasa kelelahan dan beristirahat sejenak untuk sekedar makan dan minum di kantin didampingi Dewi .
Saat Cinta dan Dewi hendak keluar dari kantin , mereka melihat mobil Chan yang terparkir .
Cinta mengira mungkin hanya salah lihat , namun Dewi membenarkan dengan apa yang Cinta lihat , karena Chan terburu - buru dan setengah berlari mengejar Cinta dan menghampirinya .
Cinta ikut panik melihat Chan yang panik , Chan menyuruh Dewi untuk meminta izin kepada pihak kampus karena Cinta dan Chan harus terbang sekarang juga ke kota B .
Chan juga menyuruh Dewi pulang bersama Tono , karena Cinta akan pulang bersamanya .
Cinta digendong Chan ke mobil , karena Chan tidak mau melihat Cinta jalan terburu - buru dan mempengaruhi perkembangan si janin .
Cinta masih bingung dan bertanya - tanya sebenarnya apa yang terjadi , sampai Chan terlihat panik , dan sedikit terlihat sedih .
Sesampainya di rumah Chan menggendong Cinta dan langsung mendudukannya di pinggir tempat tidur .
Chan mengambil koper , kemudian memasukan pakaiannya dan pakaian Cinta serta barang yang dibutuhkan . Setelah selesai dikemas , Chan menghampiri Cinta yang kebingungan serta menggenggam tangan Cinta menguatkannya , dan menyuruhnya berjanji agar tetap tenang .
Cinta pun mengangguk , dan mengerti serta berjanji menuruti apa yang Chan katakan .
Chan memeluk Cinta dan memberitahu Cinta bahwa orang tua Cinta kerampokan , ayah dan ibu jadi korban penusukan .
Sementara bi Minah meninggal ditempat , dan kini kita harus pulang dan menuju Rumah sakit melihat keadaan mereka .
Cinta menjerit , dan menangis sejadi - jadinya , Bi Jum segera memberinya air putih hangat untuk menenangkan Cinta .
Bi Jum merasa kasihan melihat nasib Cinta , yang selalu saja diuji kesabarannya , sambil menangis bi Jum mendoakan Cinta supaya kuat dan sabar .
Mereka pun pamit setelah Cinta lumayan tenang , kedua orang tua Chan telah menunggunya dan menyuruhnya pergi bersama menggunakan Jet pribadi mereka .
Vira tidak boleh ikut dulu karena perusahaan sedang membutuhkannya dan besok Vira menyusul ditemani Roy .
Vira pun hanya mengantar mereka sampai dihalaman , dimana Jet pribadi keluarganya telah dipersiapkan .
Vira berdoa semoga tidak terjadi apa - apa yang lebih serius terhadap orang tua Cinta .
**********
Di kota B , Candra yang sedikit stress melihat keadaan rumah orang tua Cinta , mengkhawatirkan saat - saat perampokan terjadi di rumah orang tua Cinta , betapa sakit hatinya membayangkan teradinya peristiwa itu pada ayah dan ibu Cinta .
Candra langsung memakamkan bi Minah dan menyantuni keluarga bi Minah serta turut berbela sungkawa .
Keluarga bi Minah , tidak menyalahkan keluarga Cinta karena ini musibah yang tidak satu orang pun akan mengetahuinya .
Candra mengurus semua yang harus diurus terlebih dahulu , dengan keluarga bi Minah .
__ADS_1
Tidak lama setelah selesai pemakaman bi Minah , Candra pun mengurus tanggung jawabnya dengan pihak berwajib .
Kini Candra bersiap kembali untuk pergi ke Rumah Sakit mengurus pak Karta dan bu Karsih yang masih dalam kondisi kritis .
*************
Cinta yang terus gelisah , selalu ditenangkan oleh Chan dan ibu mertuanya yang sangat menyayangi Cinta .
Mereka sampai dengan cepat , kemudian mobil yang menjemput pun sudah menunggu , mereka langsung pergi menuju Rumah Sakit .
Sesampainya di Rumah Sakit , Cinta berlari melupakan dirinya yang tengah mengandung , membuat Chan dan orang tua Chan khawatir dengan keadaan Cinta .
Sesaat melihat ayah dan ibunya terbaring dengan banyak alat ditubuhnya , membuatnya terjatuh lemas , untung ada Candra yang langsung sigap menahan tubuh Cinta yang hampir pingsan .
Cinta dipapah oleh Candra mendekati ayah dan ibunya yang berdampingan , Cinta menahan rasa ingin menangisnya , menggenggam tangan rapuh ibunya juga ayahnya .
Cinta tak kuasa memendam kesedihannya , membuatnya merasa pusing , penglihatannya kabur dan berubah menjadi gelap , Cinta pun pingsan ditahan oleh Chan dan Candra .
Candra menyuruh Chan membawa Cinta ke ruangannya untuk beristirahat dan membaringkan Cinta disana .
Chan mengangguk dan berterima kasih kepada Candra .
Chan membaringkan Cinta dan menyelimutinya , serta menunggu Cinta sampai sadar .
Candra mengambil minyak kayu putih , dan memberikannya pada Chan untuk di usapkan pada hidung Cinta , supaya Cinta cepat sadar .
Benar kata Candra , kini Cinta telah sadar dan menangis melihat keadaan ayah dan ibunya berbaring dengan banyak alat ditubuhnya .
Cinta berusaha kuat dan tegar , kini Cinta ingin kembali menemani orang tuanya .
Ayah Cinta telah sadar dan meminta Cinta untuk lebih mendekat lagi , Ayahnya mengatakan untuk menjaga diri dan kandungannya serta menuruti nasehat Chan juga Candra .
Cinta mengangguk sambil menangis , kini ayahnya memanggil Chan untuk mendekat , dan mengatakan agar Chan menjaga , melindungi , dan tidak menyakiti Cinta , ayah titip kepadamu Chan .
Chan berjanji dan menggenggam tangan Ayah mertuanya itu sambil menangis .
Kini ayah memanggil Candra dan membisikkan sesuatu sampai membuat Candra menangis , ayah juga menyampaikan permintaan maafnya kepada besannya .
Ayah dan ibunya Chan pun menangis , tidak lama Zura datang dengan Vira dan Roy , Zura langsung menghampiri ayah Cinta dan meminta maaf , ayah Cinta mengusap rambut Zura dan menitipkan Candra .
Semua orang yang berada diruangan tersebut menangis tersedu , Candra berusaha keras mencari dokter terbaik untuk ayahnya .
Namun semua itu terlambat , ayahnya Cinta telah menghembuskan nafas terakhirnya sambil menggenggam tangan Cinta dan Chan .
Cinta menjerit dan terus menangis mengguncang tubuh ayahnya dan terus tidak sadarkan diri .
Chan mengangkat Cinta dan membaringkannya di tempat istirahat Candra ditemani Zura , Vira dan ibunya Chan .
Sementara Chan , Candra , dan Ayahnya Chan juga Roy , segera mengurus segala keperluan dan pemakaman .
Candra yang tidak fokus , disuruh tenang dulu oleh Chan biar Chan yang bertanggung jawab akan semuanya .
Candra menangis sendiri , dilorong menangisi jenazah ayahnya , yang terkujur kaku .
__ADS_1
Zura meminta izin Vira dan ibunya Chan untuk menemui Candra dan menenangkannya untuk sementara .
Saat Zura hendak masuk ruangan , Zura menghampiri Candra yang sedang menunduk dan menangis dilorong .
Zura tak kuasa melihatnya dan langsung berlari serta mendekapnya , Candra semakin menangis dengan keras dan menyebut dirinya tidak berguna , karena tidak bisa menjaga orang tua dan bi Minah , yang telah dianggapnya keluarga sendiri .
Zura memeluknya dan menenangkan Candra , agar Candra lebih tabah dan kuat menghadapi kenyataan .
Chan memanggil ustad untuk membantunya memandikan jenazah ayah mertuanya , kemudian mereka semua shalat jenazah , Cinta yang baru sadarkan diri terus menerus menangis .
Pemakamannya berlangsung dengan lancar , Cinta dipapah Chan , begitu pun dengan Candra dipapah oleh Zura , meninggalkan pemakaman karena waktu sudah mulai petang .
Chan terus berusaha menenangkan Cinta , begitupun dengan Zura yang menenangkan Candra .
Mereka mengadakan tahlilan di rumah Candra yang rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah Cinta hanya beda komplek .
Semua telah selesai dan mereka segera kembali ke Rumah sakit untuk menunggu bu Karsih yang masih belum sadar .
Sesampainya di Rumah sakit , Cinta terus menerus berdoa supaya ibunya cepat sadar , Chan dan yang lainnya terus mendampingi karena takutnya Cinta drop atas sikapnya .
Tidak lama kemudian alat pendeteksi yang menempel di tubuh bu Karsih langsung berhenti , Cinta dan semuanya panik memanggil dokter .
Chan terus berusaha mencari dokter terbaik begitupun dengan Candra , Cinta dan yang lainnya berdoa supaya tidak terjadi sesuatu pada bu Karsih .
Bu Karsih ditangani beberapa dokter , mereka masih bekerja keras , sekitar dua jam lebih akhirnya dokter keluar dan meminta maaf pada keluarga bu Karsih .
Cinta benar - benar shock dengan kejadian hari ini yang terus menerus mendapatkan kabar buruk .
Cinta benar - benar lelah dan terkulai lemas , tidak sadarkan diri .
Zura dan Candra langsung menanganinya , sementara Chan mengurus pemakaman kembali untuk bu Karsih .
Pemakaman bu Karsih telah selesai , tanpa Cinta karena Cinta masih belum sadarkan diri .
Semua keluarga sangat terpukul dengan peristiwa buruk yang terus menerus menghampiri Cinta .
Setelah semua selesai Chan dan keluarga kini menunggu Cinta yang masih belum sadar .
* Selamat membaca reader , semoga terhibur *
* Jangan lupa like , komen juga hadiah ya *
*jadikan kembalinya Cinta favorit ya reader*
* Terima kasih *
__ADS_1