Kembalinya Cinta

Kembalinya Cinta
Undangan


__ADS_3

kembalinya Cinta ke kota A telah disambut ayah dan ibu mertuanya juga Vira , mereka sangat senang melihat Cinta sudah sehat.


Chan juga bersyukur karena keluarganya sangat perhatian terhadap Cinta dan menyayangi Cinta.


Vira mengajak Cinta yang baru saja sampai beristirahat di kamar , karena Vira dengar cerita dari Zura tadi saat sampai dirumah terlebih dahulu sebelum Cinta dan Chan sampai.


Cinta merasa malu dengan sikap Vira , namun Vira senang dengan Cinta yang sudah rukun dengan Chan , sampai melayani Chan walaupun baru saja pulih.


Vira merangkul Cinta , dan sangat memperhatikan asupan gizi Cinta dan calon bayinya.


Cinta disediakan berbagai macam makanan dan cemilan yang tidak tanggung - tanggung membuat Cinta sampai melongo dibuatnya.


kedua orang tua Chan menyarankan Cinta tinggal dirumahnya namun Cinta dan Chan menolak , mereka lebih suka tinggal dirumah mereka sendiri.


Chan ngobrol dengan ayahnya di ruang tamu , sedangkan Vira , Cinta dan ibunya Chan ngobrol santai di ruang keluarga sambil bersantai dan menonton TV.


Bi Jum datang membawa minuman segar dan sudah menyiapkan makan siang di meja makan.


Semua orang mengucapkan terima kasih pada bi Jum. Bi Jum tersenyum mendengar suara mereka yang kompak.


Ibunya Chan menyuruh suami , anak , dan menantunya segera makan dan beranjak ke meja makan.


Selesai makan Vira langsung pamit ke kantor begitu pun dengan kedua orang tua Chan.


Mereka berpesan agar Cinta selalu menjaga kesehatan dan hati - hati dalam segala hal , sedangkan Chan dinasehati kakaknya dan kedua orang tuanya agar selalu menjaga dan melindungi Cinta.


Sesaat setelah kepergian mertua dan kakak iparnya , Cinta mendapat panggilan telepon yang disampaikan bi Jum dengan membawa ponsel Cinta dan memberikannya.


Cinta langsung mengangkat telepon dari kedua orang tuanya dan Cinta meminta kedua orang tuanya mengaktifkan Vidio sekedar melepas rasa rindu Cinta.


Bu karsih dan pak karta : " Assalammualaikum,,, ."


Cinta : " Waalaikumsallam ayah , ibu ,,,."


Bu Karsih : " Sayang kamu dah sehat nak , hati - hati ya jaga kesehatan , ingat sekarang kamu sedang mengandung anakmu jadi kamu harus banyak makan makanan bergizi ."


Pak Karta : " Cinta , ayah minta kamu untuk selalu kasih kabar pada kami ya , ingat kamu jangan selalu marah - marah harus selalu happy ya , salam buat Chan ."


Cinta : " Iya Ayah dan ibu jangan khawatir Cinta akan turuti semua pesan ayah dan ibu ."


Pak Karta : " Cinta , ayah ingin bicara dengan Chan , tolong sampaikan ."


Cinta : " Baik ayah ."


Chan : " Ayah , ibu apa kabar ? "


Pak Karta : " Alhamdulillah sehat nak , Ayah mau titip Cinta , jaga dia , lindungi dia , jangan sakiti Cinta , apalagi sekarang Cinta telah mengandung anakmu , Ayah percaya kamu bisa menjaga amanah dari ayah iya kan Chan ."


Chan : " Iya ayah in sya allah , Chan akan memegang amanah dari ayah , sebelum ayah meminta pun Chan sudah berkewajiban melindungi Cinta sebagai suami . "

__ADS_1


Pak Karta dan bu Karta : " terima kasih nak ."


Chan dan Cinta : " Sama - sama ayah , ibu ."


Mereka memutuskan sambungan Vidio call nya , Chan memeluk Cinta dan mengajaknya shalat dhuhur berjamaah.


Kini Chan dan Cinta selalu Shalat di mushola yang ada di rumahnya , selain mereka bi Jum , supir dan satpam pun selalu sholat berjamaah.


Selesai shalat , mereka masing - masing kembali melanjutkan aktivitasnya.


Chan duduk santai diruang keluarga sambil membaca berkas yang akan ditanda tanganinya sambil memangku Cinta dipahanya .


Cinta selalu bermanja - manja pada Chan yang sedang mengerjakan pekerjaan kantornya , Chan tidak marah sedikit pun walaupun sibuk , namun bila Cinta berada didekatnya Chan tambah semangat melakukan aktivitasnya.


Bi Jum menghampiri Cinta dan memberikan sebuah undangan.


Cinta membuka undangan tersebut ternyata Undangan yang datang dari Via , seminggu lagi Via akan menikah dengan Adam.


Cinta terkejut dan langsung beranjak , niatnya mau mengambil ponselnya untuk menelepon Via dan menanyakan kebenarannya.


Namun Chan menahan Cinta dan menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju , Cinta pun duduk kembali menuruti Chan.


Chan tersenyum dan mengusap kepala Cinta , mencium kening Cinta dan kembali bekerja.


Cinta merasa ingin memakan kue basah berupa lapis pandan , Chan menghentikan aktivitasnya segera memegang muka Cinta karena gemas dengan pipi Cinta yang makin Cubby.


Chan beranjak dan hendak pergi mengambil kunci mobilnya namun Cinta menahannya dan merengek meminta untuk pergi bersamanya.


**************


Sesampainya di toko kue basah Chan mengambil nampan dan mencari kue yang diminta Cinta kemudian Chan menemukannya dan tersenyum.


Chan melihat Cinta yang sedang asyik menunggu dikursi tunggu , namun Chan sempat kesal melihat seorang lelaki berpakaian formal mendekatinya.


Chan langsung membayar kue lapis yang dibawanya ke kasir . Kemudian menghampiri Cinta dan laki - laki yang duduk dekat Cinta pun langsung pergi tetapi sebelum pergi laki - laki tersebut tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Cinta.


Chan langsung menggenggam tangan Cinta , dan membawanya pergi dari toko kue tersebut.


Chan menanyakan siapa laki - laki tersebut yang duduk dekat Cinta , Cinta pun menjawab tidak tahu dengan santai.


Chan kesal tidak puas dengan jawaban Cinta , namun segera Cinta memeluk Chan dan merajuk agar Chan tidak cemburu pada orang yang ngga tahu asal usulnya.


Chan pun luluh dan tersenyum mengajaknya segera pulang.


Sesampainya di rumah Cinta segera memotong kue lapis pandan yang rasanya enak banget sampai ngiler rasanya.


Cinta membagi kuenya untuk suami , bi Jum , supirnya , dan satpam.


Chan memeluknya dari belakang dan minta Cinta suapi kue yang sedang dipotongnya.

__ADS_1


Cinta pun tersenyum segera membalikkan badannya dan memberikan potongan kue nya serta menyuapi suami tercintanya.


Setelah menghabiskan kuenya bersama Cinta , Chan pamit ke ruang kerja untuk mengerjakan kerjaannya yang tadi sempat tertunda.


Cinta mengangguk menyetujuinya , Cinta pun pergi ke Kamarnya untuk beristirahat.


Di kamar Cinta , segera membuka ponselnya dan menelepon Via , menanyakan kabar Via sekalian undangan yang membuatnya penasaran.


Via yang sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya , mengangkat telepon Cinta dengan sangat senang.


Cinta : " Assalammualaikum,,,,."


Via : " Waalaikumsallam , Cinta,,,,."


Cinta : " Apa kabar ? "


Via : " Alhamdulillah baik , kamu lagi ngapain bumil ( ibu hamil )."


Cinta : " lagi penasaran dengan undangan dari sahabatku tercinta."


Via : " Maaf Cinta sayang , aku langsung kirim undangan tidak memberi kabar terlebih dahulu."


Cinta : " Via sayang , kamu yakin akan menikah dengan Adam ? "


Via : " Yakin Cinta , aku telah mencoba dan menguji Adam dengan segala cara , Adam tetap mempertahankan keinginannya untuk bersama Via."


Cinta : " kalau begitu keputusanmu aku tenang , aku ingin kamu bahagia dan menjalani rumah tangga yang SAMAWA ( Sakinah , mawadah , warohmah ).


Via : " Aamiin , makasih Cinta doain lancar ya sampai hari H ."


Cinta : " Apakah Arya kamu undang ."


Via : " Tentu saja , Arya berjanji akan menghadiri pernikahanku. "


Cinta : " Ya Syukur deh , Aku doain yang terbaik untuk sahabatku , jangan menunda momongan ya ."


Via : " Aamiin , apaaaa' an Cinta kamu ngaco deh ."


Cinta : " ya udah ya , selamat bersibuk - sibuk ria ya , wassalammualaikum. "


Via : " Waalaikumsallam.


Cinta pun menutup teleponnya sesaat setelah mendengar Chan hendak masuk kamar.


Chan kaget , ternyata Cinta belum tidur , Cinta tersenyum dan beralasan bahwa dirinya tidak bisa tidur karena tidak Chan peluk.


Chan pun meminta maaf membuat Cinta harus menunggunya.


Chan segera memeluk Cinta dan berbaring disamping Cinta sambil mengelus rambut Cinta dan mencium kening Cinta.

__ADS_1


Mereka tertidur setelah aktivitasnya yang lumayan padat yang mereka harus lalui hari tadi.


*mohon dukungan like , komen , vote , hadiah ya *


__ADS_2