
Makan malam sudah siap , dan tersedia bermacam - macam lauk pauk kesukaan Chan.
Sengaja Cinta memasak makanan kesukaan Chan karena Cinta tahu Chan sedang dalam suasana hati yang tidak baik.
Cinta juga berusaha membujuk Chan agar memaafkan sikapnya yang salah terhadap Chan.
Bi Minah selesai menata meja makan dan siap memanggil kedua orang tuanya untuk mencicipi hidangan special masakan Cinta.
Sementara Cinta segera masuk kamar dan menghampiri Chan untuk segera makan bersama kedua orang tuanya.
Chan yang masih bermalas - malasan di tempat tidur masih belum mau beranjak juga.
Cinta mengambil inisiatif mengelus punggungnya dan memanjakan Chan dengan lembut.
Chan pun berbalik dan cemberut terhadap Cinta , Chan masih kesal dan tidak suka Cinta disentuh laki - laki lain selain dirinya apalagi sampai dipeluk.
Cinta menjelaskan pada Chan bahwa yang Chan lihat tidak sama dengan yang difikirkannya.
"Cinta juga langsung mendorong dr.Candra saat tiba - tiba memeluk dirinya dan menepis genggamannya." Jelas Cinta.
Chan masih ngambek dan tetap tidak mau bangun , akhirnya Cinta mencium bibir Chan dan memeluk erat tubuh Chan.
Chan yang kaget sekaligus senang dicium dan dipeluk istri tercinta langsung bangun dan balik menyerang Cinta dengan ciuman mautnya , menghukum ringan cinta dengan penuh rasa sayang.
Chan meminta Cinta , berjanji untuk tidak dekat - dekat dengan laki - laki selain ayah dan dirinya.
Cinta pun berjanji pada Chan begitu juga dengan Chan berjanji tidak dekat - dekat dengan perempuan lain kecuali Cinta dan ibu juga kakak dan keponakannya.
Cinta pun kembali memeluk Chan , sedangkan Chan menggendong Cinta dan membawanya ke kamar mandi dan menjatuhkannya ke dalam bath tab yang sudah terisi air hangat dengan wewangian mawar.
Chan telah mempersiapkannya , saat mendengar kalau Cinta sengaja memasak sendiri khusus untuk dirinya , apalagi masak makanan kesukaannya.
Cinta yang terkejut dengan pakaiannya yang basah membuat Chan bersemangat untuk mencumbunya .
Cinta sudah terbiasa dengan sikap Chan , demi sebuah penyelesaian masalah dengan Chan berakhir begini seperti yang sudah - sudah.
Tapi dalam hati Cinta , tidak memungkiri bahwa dirinya pun sangat menikmati setiap Chan menyentuhnya.
__ADS_1
Cinta ketagihan kalau ada masalah pasti berakhir dengan penyatuan diri yang sungguh mereka nikmati dengan hati.
Mereka asyikkkkk bercengkrama dan lupa bahwa di meja makan kedua orang tua dan bi Minah sedang menunggunya makan malam bersama.
****************************
Di meja makan telah menunggu kedua orang tuanya dan bi Minah hampir setengah jam , bi Minah segera beranjak dengan maksud ingin memberitahu nona mudanya ke kamar.
Namun dicegah oleh bu Karsih , dan menyuruhnya duduk kembali , pak Karta pun menyuruh segera makan jangan menunggu Cinta dan Chan yang entah berapa lama keluar bila menunggu mereka bisa - bisa pingsan.
Bu Karsih pun mengambilkan nasi dan lauk pauknya untuk pak Karta dan dirinya kemudian disusul bi Minah.
Mereka bertiga menikmati hidangan makan malamnya tanpa Cinta dan Chan.
Selesai makan malam , bu Karsih dan pak Karta berbincang di ruang tengah sementara bi Minah membereskan piring kotor dan mencucinya.
Bu Karsih memulai obrolan dengan pak Karta tentang masalah yang dihadapi Cinta dengan Chan.
Bu Karsih : " Ibu rasa Cinta dan Chan sedang berselisih pendapat."
Bu Karsih : " Iya pak , ibu cuma heran sebenarnya apa yang terjadi di rumah dr. Candra setelah kepulangan kita , sampai membuat Chan terlihat menahan emosi dan bersikap dingin terhadap Cinta.
Pak Karta : " Hemmm , bapak juga tidak tahu , biarkanlah percayakan pada mereka , biar penyelesaiannya mereka yang atur. "
Bu Karsih diam dan tidak berani membicarakan masalah itu lagi karena suaminya sudah malas menanggapinya.
***************************
Cinta dan Chan segera keluar kamar , dan menuju meja makan.
karena rambutnya yang masih basah tidak sempat menggunakan hair dryer dan terburu - buru oleh perutnya yang sudah lapar , ditambah tidak enak takut kedua orang tuanya terlalu lama menunggu , Cinta lupa mengenakan kerudungnya.
Chan juga tidak mengingatkannya karena di rumah hanya ada ayahnya saja yang laki - laki selain dirinya jadi Chan rasa masih aman.
Bi Minah yang melihat kedatangan mereka segera menyiapkan piring dan terkejut melihat leher Cinta yang penuh kiss mark .
Cinta yang sadar bi Minah memperhatikannya merasa malu , namun bi Minah pun segera menyelesaikan tugasnya dan memberitahu mereka bahwa bu Karsih dan pak Karta telah makan duluan.
__ADS_1
Cinta dan Chan mengangguk mengerti , bi Minah pun pamit meninggalkan mereka berdua di meja makan .
Chan menyuapi Cinta dengan mesra dan tersenyum bahagia melihat istrinya yang makin cantik dan mempesona saat sedang kelelahan dan lapar.
bu Karsih hendak mengetuk pintu kamar Cinta namun diurungkan niatnya karena melihat Cinta dan Chan telah berada di meja makan.
Bu Karsih pun bahagia melihat kemesraan mereka kembali dan bersyukur dan percaya pada penyelesaian masalah yang telah mereka tuntaskan dengan baik dan cepat tanpa harus saling menyakiti.
**********************
Chan dan Cinta selesai makan , kemudian Chan beranjak masuk kamar kembali berniat membawa kerudung untuk Cinta.
Sedangkan Cinta membersihkan piring kotor bekas mereka makan.
Tiba - tiba bu Karsih menghampiri Cinta , dan tanpa sengaja bu Karsih melihat jejak yang ditinggalkan Chan dileher Cinta , membuat bu Karsih tersenyum.
Bu Karsih mengatakan kepada Cinta agar Cinta tidak mencuci bekas makan biarkan bi Minah yang mencucinya , karena bu Karsih tahu kalau Cinta pasti sudah kelelahan.
Cinta yang tersipu malu , menjelaskan pada bu Karsih bahwa dirinya baik - baik saja.
Chan yang hendak memberikan kerudung kepada Cinta merasa malu bertemu dengan ibu mertuanya yang mengetahui perbuatan dirinya yang meninggalkan kiss mark dilehernya Cinta.
Bu Karsih menepuk pundak Chan dan bangga pada Chan sambil bu Karsih berbisik untuk segera memberinya cucu.
Cinta yang sedang memakai kerudung pun berlonjak kaget mendengar penuturan dari ibunya yang seketika diam karena malu.
Chan tersenyum dan semakin bersemangat untuk mewujudkan keinginan mertuanya untuk segera menimang cucu.
Chan merangkul Cinta mengikuti bu Karsih dari belakang untuk menghampiri pak Karta yang sedang santai di ruang tengah sambil menonton TV.
Chan dan Cinta ingin meminta izin pada bu Karsih dan pak Karta untuk kembali ke kota A besok , karena dua hari lagi Cinta segera masuk untuk mengajar kembali di kampus sementara dirinya telah habis masa cuti dan harus segera kembali bekerja.
Chan dan Cinta mengajak kedua orang tuanya untuk ikut dan membujuk mereka tinggal di kota A , namun mereka menolak dan bersikeras untuk tetap tinggal dikota B.
***Mohon dukungan like , komen ,votenya ya ***
*****terima kasih *****
__ADS_1