
Cinta masih belum sadar , sementara Chan sudah sadar , Chan masih terlihat bingung dengan keadaan sekeliling , kepalanya masih terasa pusing dan tubuhnya masih terasa lemas .
Chan langsung menanyakan kondisi Cinta kepada orang tuanya dan Vira .
Vira pun menjelaskan bahwa Cinta berada diruangan sebelah ditunggu oleh Candra dan Zura serta orang tuanya.
Chan memaksakan diri untuk bangun dan menemui Cinta , namun ditahan Vira karena Chan masih lemah dan jangan banyak bergerak dulu .
Chan malah keras kepala dan terus berusaha bangun dengan sekuat tenaga , Vira langsung memanggil dokter karena kesal melihat Chan yang tidak menuruti perintahnya.
Dokter segera datang memeriksa Chan dan memberikannya izin menemui Cinta dengan menggunakan kursi roda .
Chan tersenyum dan berterima kasih kepada dokter yang telah memberinya izin menemui Cinta .
Chan segera menemui Cinta diruangan sebelah dengan menggunakan Kursi roda yang didorong Vira .
Betapa sakitnya hati Chan melihat Cinta yang masih terbaring dan belum sadar juga .
Chan menghampiri dan menggenggam tangan Cinta serta tidak kuasa menahan tangis , sedih melihat kondisi Cinta.
Chan terus berbicara pada Cinta mengenang masa - masa indahnya saat mereka bersama .
Chan terus menerus memberi Cinta semangat setiap harinya .
Candra , Zura dan yang lainnya terharu melihat kegigihan dan kesabaran Chan menunggu Cinta sadar .
Hingga suatu saat , dihari ke tiga , Cinta mulai membuka matanya perlahan dan melihat sekelilingnya , Chan sangat bersyukur , membuat usaha Chan menunggunya berhari - hari tidak sia - sia .
Chan mencium tangan Cinta dan segera memanggil dokter agar segera memeriksa kondisi Cinta .
Dokter segera datang dan memeriksa Cinta , dokter pun tersenyum pada Chan , kondisi Cinta dan bayinya dalam keadaan baik .
Semua bersyukur dan mengucapkan alhamdulillah , dengan hasil pemeriksaan yang menyatakan bahwa Cinta dan bayinya sehat .
Cinta tersenyum pada Chan , dan Chan memeluk Cinta dengan penuh kasih sayang .
Begitu juga dengan orang tua dan yang lainnya yang selalu menunggu Cinta selama Cinta tidak sadarkan diri .
Cinta merasa haus dan lapar , Candra segera pergi untuk membelikannya bubur .
Chan memberi Cinta minum , dan Zura membenahi Cinta agar bersandar ditopang oleh bantal yang ditumpuk .
Chan melihat tubuh Cinta yang mengeluarkan banyak keringat dan bajunya basah karena mandi keringat .
Chan minta bantuan Zura untuk mengambilkannya handuk , air hangat , untuk mengelap keringat Cinta .
Chan yang sudah berangsur membaik lebih cepat dari Cinta , sudah bisa sedikitnya merawat Cinta dengan tangannya sendiri .
Cinta merasa malu seperti anak kecil yang dimandikan ayahnya .
__ADS_1
Setelah selesai semuanya , Zura baru menyuruh Candra masuk sambil membawa bubur ditangannya .
Candra sudah menyuruh ibu dan ayah pulang dan tinggal di rumah Chan , sementara kedua orang tua Chan dan Vira harus kembali mengurus perusahaan karena banyak sekali rapat - rapat penting yang harus dihadiri .
Semakin hari kondisi Chan dan Cinta semakin baik . Namun masih harus tinggal di Rumah Sakit beberapa hari lagi sampai benar - benar pulih .
****************
Seminggu kemudian,,,,,,,,,,
Chan dan Cinta sudah benar - benar terlihat lebih segar mereka bersiap dijemput seluruh keluarga baik dari keluarga Chan maupun Cinta telah menunggunya dan membantunya pulang .
Dokter memberi bukti secara administratif bahwa kondisi Chan dan Cinta sudah jauh lebih baik .
Chan dan Cinta sebelum pulang diperiksa kembali , dan dokter menanyakan kepada mereka apabila terasa pusing maupun mual mungkin itu pengaruh dari obat dan harus segera dihentikan mengkonsumsi obat tersebut .
Chan dan Cinta mengerti dengan apa yang dikatakan oleh dokter , dan berterima kasih kepada dokter yang telah merawat dan menanganinya selama sakit .
Chan , Cinta dan keluarga pun pamit kepada dokter dan pihak Rumah Sakit .
Mereka segera meninggalkan Rumah Sakit tersebut , menuju ke kediaman Chan .
Sesampainya di rumah Chan , bi Jum dan Zura memberikan sedikit sambutan hangat dengan menghias pintu masuk dengan ucapan selamat datang kembali di rumah , yang hurufnya terbuat dari balon yang tersusun rapih dan indah .
Namun siapa sangka balon tersebut ada yang meletus membuat Cinta menggenggam erat tangan Chan , menunduk dan menangis serta menjerit - jerit ketakutan .
Chan yang melihat sikap Cinta langsung menerka bahwa Cinta trauma dengan suara yang nyaring , sambil mendekap Cinta .
Cinta langsung digendong Chan masuk ke dalam rumah dan menenangkannya dengan cara memberinya haedset yang disambungkan dengan musik favorit kesukaannya .
Chan merasa tenang , melihat Cinta kembali merasa nyaman , dan tersenyum kembali.
Sementara Zura merasa sangat bersalah dan menyesal dengan sikapnya yang ternyata menjadi petaka untuk sahabatnya .
Zura menangis dan lari ke halaman belakang , karena merasa bersalah .
Padahal semua keluarga tahu kalau Zura sangat menyayangi Cinta , kejadian tadi tidak sengaja dilakukannya karena Zura tidak mengetahui kalau Cinta trauma dengan suara - suara keras atau terdengar nyaring .
Chan segera meminta Candra untuk membujuk Zura dan menenangkannya .
Chan juga menjelaskan kepada Candra supaya Zura jangan terlalu merasa bersalah karena kejadian tadi .
Candra pun mengerti dan akan menjelaskannya kepada Zura agar Zura juga mengerti dan tidak menyalahkan dirinya sendiri .
Candra menghampiri Zura yang sedang melamun , sambil menangis , Candra pun mendekatinya dan menggenggam tangan Zura , membujuk Zura supaya tidak bersedih lagi .
Zura menunduk dan bersandar pada Candra , membuat Candra lega , Candra mengelus rambut Zura , membuat Zura tenang dan merasa nyaman .
Candra mencium kening Zura dan membawanya masuk untuk bergabung kembali dengan yang lain .
__ADS_1
Saat melihat Zura , Cinta langsung memeluknya dan bersikap manja pada Zura , Zura tersenyum dan memeluknya kembali .
Semua bersyukur dan terlihat senang karena keadaan keluarganya yang selalu kompak dan saling membantu .
Bi Jum telah memasak banyak dan tersedia berbagai macam menu untuk dihidangkan pada makan malam bersama .
Semua tersenyum dan berterima kasih kepada bi Jum , karena telah membantu memenuhi isi perut keluarga yang hadir di rumah Chan .
Kini semua telah berada di meja makan dan mencicipi hidangan yang tersedia , tidak menyangka ternyata masakan bi Jum sangat enak .
Vira yang baru datang menjelaskan bahwa bi Jum saat jadi TKW di Thailand bekerja menjadi asisten koki selama empat tahun lamanya .
Semua keluarga bengong dan takjub pada bi Jum , Vira juga mengatakan bi Jum lebih cocok tinggal bersama Cinta dari pada dirinya.
Bi Jum tersipu malu juga terharu karena bekerja pada orang - orang yang menganggapnya keluarga bukan orang rendahan .
Bi Jum juga senang bekerja di Vira maupun Cinta , karena majikannya sama - sama baik dan perhatian .
Saat sedang asyik menikmati hidangan makan malam terdengar bel berbunyi menandakan bahwa ada tamu diluar .
Bi Jum pamit dan membuka pintu , menyuruh tamu tersebut masuk , dan dipersilahkan duduk .
Kemudian bi Jum kembali untuk memberi kabar bahwa majikannya telah kedatangan tamu dari jauh .
Chan dan Cinta segera beranjak dari meja makan dan pamit pada semua untuk menemui tamu .
Sesampainya diruang tamu Chan dan Cinta tersenyum melihat kedatangan Via dan Adam yang baru mengetahui bahwa sahabatnya terkeba musibah .
Via yang baru pulang bulan madu dari lombok , langsung terbang ke kota A , setelah Zura memberi kabar mengenai Cinta .
Via marah dan kesal pada Zura yang baru memberitahunya , dan menyesal baru datang sekarang .
Mereka pun saling berpelukan melepas rasa yang bercampur , baik kesal , marah , rindu , sayang .
Chan dan Adam tersenyum dan saling merangkul satu sama lain melihat tingkah istri - istri mereka , kemudian muncul Zura dan Candra yang menyuruh Via juga Adam untuk bergabung mencicipi hidangan makan malam bersama .
*********************
Semoga reader yang budiman,,,,,
Dalam keadaan sehat dan tetap semangat,,,,
Membaca kembalinya Cinta .
Jangan lupa like , komen , Vote , juga hadiah ya,,
Terima kasih,,,,
Sentuhan jari reader bagi author,,,,
__ADS_1
Membuat makin semangat UP,,,,,
Salam hangat Author bagi reader dimanapun berada ,,,,