Kembalinya Cinta

Kembalinya Cinta
Pergi ke dokter kandungan


__ADS_3

Cinta dan Chan bersiap untuk pergi ke dokter kandungan , tetapi seperti biasa Chan merasa mual dan ingin muntah , Chan memuntahkan semua isi perutnya keluar sampai Chan terlihat pucat.


Cinta yang merasa khawatir dengan keadaan Chan menyuruh Chan kembali berbaring dan istirahat kembali.


Cinta membawa air putih hangat dan buah melon yang sudah dipotong , kemudian memberikan obat untuk diminum Chan.


Chan merasa sedih karena dirinya , Kepergian Cinta ke dokter kandungan jadi terhambat.


Setelah meminum obat Chan kembali tertidur dan seperti biasa sebelum tidur Chan minta Cinta memeluk dan menciumnya , barulah memejamkan matanya dan tertidur.


Setelah Chan benar - benar tertidur , Cinta menelepon pihak kampus dan meminta izin beberapa hari ini tidak bisa masuk untuk mengajar.


Cinta merasa tenang setelah pihak kampus mengizinkannya barulah Cinta menutup teleponnya.


Kini Cinta mengambil ponsel Chan dan menelepon Roy juga Boy agar keduanya dapat bekerja sama menangani masalah kantor dan tetap waspada karena Chan masih sakit dan harus istirahat sementara waktu untuk tidak pergi ke kantor.


Semuanya telah selesai dan Cinta menyimpan ponsel Chan dekat ponsel miliknya dimeja nakas samping tempat tidur.


Cinta juga memanggil bi Jum agar membuatkan bubur ayam yang seperti tadi malam agar Chan bisa memakannya.


Bi Jum mengangguk mengerti dan segera ke dapur untuk membuatkan majikannya bubur.


Entah siapa yang mengabarkan bahwa Chan sakit , tiba - tiba Vira datang dengan membawa suster untuk merawat Cinta dan juga Chan.


Cinta yang kaget melihat dua suster yang dibawa Vira .


Vira langsung masuk ke kamar Chan dan menyuruh suster yang berjenis kelamin laki - laki merawat Chan.


Sementara Vira juga memerintahkan suster perempuan untuk merawat Cinta.


Mereka berdua mengangguk dan mengerti serta mematuhi perintah dari Vira.


Cinta yang masih bengong , bingung dengan sikap Vira yang berlebihan .


Sebenarnya Cinta tidak memerlukan kedua suster tersebut namun bila Cinta menolak , Vira akan marah dan ngomel - ngomel.


Tujuan Vira baik karena rasa sayang Vira kepada Chan dan Cinta begitu besar jadi Vira mengirim suster dirumahnya.


Cinta berterima kasih kepada Vira karena telah menunjukkan rasa sayangnya kepada Chan dan Cinta.


Vira tersenyum dan menanyakan keadaan Cinta , Cinta pun tersenyum dan merasa sudah baik.


Cinta menjelaskan kepada Vira bahwa Cinta akan pergi ke dokter kandungan memeriksakan diri bersama Chan , namun melihat kondisi Chan , Cinta tidak jadi pergi dan memutuskan untuk merawat Chan di rumah saja.


Mungkin nanti setelah Chan mulai membaik Cinta akan mengajaknya periksa ke dokter kandungan.


Vira mengangguk tanda setuju dengan keputusan Cinta.

__ADS_1


Karena waktu sudah mulai siang Vira sudah terlambat masuk kantor , akhirnya Vira pun pamit pada Cinta dan meminta agar Cinta menjaga dirinya dan keponakan kecilnya yang masih didalam perut.


Deg,,,,,,,,,


Cinta kaget karena ternyata Vira sudah tahu kalau dirinya tengah mengandung , Cinta tersenyum dan mengangguk kepada Vira.


Vira pun segera beranjak dan meninggalkan Cinta serta dua orang perawat yang bisa menjaga Cinta dan Chan dirumah.


Chan yang sudah bangun kaget melihat seorang laki - laki yang berada disampingnya sambil membereskan obat yang berceceran.


Chan membentak laki - laki tersebut dan menyuruhnya keluar dari kamar.


Cinta yang sedang santai nonton TV kaget mendengar Chan berteriak dan memarahi perawat.


Tanpa menunggu lama Cinta langsung menghampiri Chan dan menjelaskan dengan lembut bahwa Vira yang mengirim perawat itu dan bukan hanya satu melainkan dua perawat.


Chan bengong dan tidak percaya kalau kakaknya sudah mulai ikut campur urusan rumah tangganya.


Chan langsung menelepon Vira dan ngomel - ngomel , namun Vira menyikapinya dengan santai.


Cinta berusaha meredakan emosi Chan ,,dengan menggenggam tangan dan memeluk Chan.


Chan cepat luluh bila dipeluk Cinta , dan berusaha bersikap tenang .


Setelah amarah Chan reda , Cinta menyuruh Chan makan bubur dan Chan menuruti perintah Chan , dengan sigap Cinta segera menyuapi Chan dengan lembut.


Sementara perawat yang seorang lagi membantu bi Jum , soalnya takut melihat Chan saat marah.


Chan merasa jauh lebih baik dan terasa lebih segar dibandingkan tadi pagi.


Chan mengajak Cinta untuk periksa ke Rumah sakit dan menyuruh perawat laki - laki menemani mereka.


Chan juga masih belum kuat menyetir jadi Cinta memanggilkan supir yang biasa mengantarnya ke kampus.


Cinta duduk bersama dengan Chan dan disamping supir duduk perawat laki - laki.


Sesampainya di Rumah sakit , Chan dan Cinta turun namun Supir dan perawat menunggunya di lobby Rumah sakit.


Chan mengambil nomor antrian dan duduk bersama Cinta di ruang tunggu.


Chan tidak melepas sebentar pun tangan Cinta , membuat pasutri yang berada di ruang tunggu iri dengan kemesraan mereka.


Disekelilingnya terlihat perempuan yang hamilnya sudah terlihat bahkan besar.


Cinta ikutan meringis ketika melihat seorang perempuan hamil besar yang mau beranjak dari duduknya saja kesusahan harus dibantu suaminya dan sedikit meringis kesakitan sambil memegang pinggangnya.


Chan yang melihat peristiwa itu pun mengalihkan pandangan Cinta agar tidak melihatnya dan merasa khawatir.

__ADS_1


Suster memanggil namanya , mereka beranjak dan segera masuk ke ruangan dokter.


Ternyata dokter kandungannya laki - laki , Chan cemberut dan kesal , Chan tidak memeriksakan jadwal dokter kandungan dengan baik , jadinya ya begini tidak sesuai keinginannya.


Cinta menggandeng Chan dan memberi kode supaya tidak cemberut dan kesal lagi karena sikapnya tersebut terlihat jelas.


Dokter Indra nama dokter kandungannya , tersenyum melihat Chan yang seperti itu jelas terlihat oleh dr indra bahwa Chan sedang cemburu.


" Bolehkah saya memeriksakan bu Cinta , pak Chan ? "


Tanya dokter Indra.


" Ya . "


Jawaban singkat Chan sambil ketus.


" Tenang pak Chan kami sebagai dokter telah di sumpah untuk tidak melakukan macam - macam terhadap pasien. "


Kata dokter Indra sambil menyuruh Cinta berbaring.


Cinta telah berbaring dan diberikan jel oleh suster , Cinta merasakan dingin diatas perutnya dan dokter Indra memakaikan alat untuk melihat posisi janin berada.


Terlihat dilayar monitor janin Cinta yang masih kecil sebesar biji kacang , yang terlihat jelas dan ditunjukan oleh dokter Indra.


Chan sangat bahagia melihatnya dan meneteskan air matanya dan mengucapkan syukur , begitupun dengan Cinta.


Dokter juga sekalian menjelaskan sakit yang dialami Chan merupakan bagian dari hormon yang Cinta harusnya alami.


Namun biasanya tidak akan lama nanti juga normal kembali.


Chan dan Cinta mengangguk mengerti tentang penjelasan dokter Indra.


Chan pun pamit setelah dokter memberikan resep obatnya pada Chan dan aturan pakainya.


Chan juga menanyakan masalah boleh dan tidaknya berhubungan saat hamil muda.


Dokter indra tersenyum dan mengatakan tidak masalah bila dilakukannya dengan hati - hati dan lembut.


Chan tersenyum dan berterima kasih pada dokter Indra.


Setelah menebus obat , mereka segera menghampiri supir dan perawat yang menunggunya dilobby Rumah Sakit.


Akhirnya mereka segera pulang ke rumah dengan perasaan yang begitu bahagia dan mereka bersyukur telah diberi kepercayaan dengan tumbuhnya benih cinta mereka dalam rahim Cinta.


\*\*\*Ditunggu ,jangan lupa \*\*\*


**jejak like , komen dan vote juga hadiahnya**

__ADS_1


__ADS_2