Kembalinya Cinta

Kembalinya Cinta
kenangan


__ADS_3

Chan sangat bersyukur ketika melihat Cinta yang masih tidur , Chan mengusap rambut Cinta yang masih terurai , membelai wajahnya dengan lembut , dan mengecup bibirnya dengan hati - hati .


Cinta merasa geli dan terbangun oleh ulah Chan . Chan tersenyum dengan lembut , melihat Cinta yang membuka matanya dengan sedikit bingung dan terlihat menggemaskan oleh muka bantalnya .


Chan memeluknya dan terus mencium wajah Cinta terutama pipinya yang terlihat makin tembem dan lucu .


Cinta tersenyum dan sedikit mendorong tubuh Chan yang membuatnya sedikit pengap dengan terus mendekap tubuh Cinta .


Chan segera beranjak dan membantu membangunkan Cinta , sekarang Chan sudah terduduk dipinggir tempat tidur , begitupun dengan Cinta .


Cinta mendengar suara Adzan Shubuh , kemudian mengajak Chan untuk segera membersihkan diri dan mengajaknya menunaikan sholat Shubuh berjamaah .


Chan mengangguk dan tersenyum , Setelah selesai mengerjakan shalat shubuh Chan mengajak Cinta jalan - jalan santai pagi disekitar rumah Candra .


Saat keluar kamar , Chan dan Cinta melihat Candra yang sudah bersiap untuk mengantar Zura ke Bandara .


Zura harus segera pulang dan masuk kerja kembali di Rumah Sakit , karena masa Cutinya telah habis .


Sementara Zura menghampiri Cinta dan Chan untuk pamit pulang ke kota A , Cinta pun memeluk Zura dan berterima kasih kepada Zura atas bantuannya selama ini yang selalu menemaninya disaat Cinta sedang bersedih dan merasa kesepian .


Zura memeluk Cinta kembali sambil memberikan semangat kepada Cinta agar Cinta menghadapi semua kenyataan ini dengan kuat dan sabar .


Cinta mengangguk dan mengatakan akan selalu semangat karena Zura dan orang - orang terdekatnya selalu memberinya semangat .


Chan juga memberi semangat kepada Zura agar sedikit lebih bisa menahan diri karena masih harus jauh dengan Candra , Zura langsung mendelik dan kesal pada Chan , tapi tersenyum dengan penuh rasa malu .


Candra pun mengajaknya segera naik mobil agar tidak terlambat sampai di Bandara .


Zura melambaikan tangannya kepada Chan dan Cinta sampai mobil mereka pun tidak terlihat.


Cinta dan Chan meminta izin pada bibi untuk jalan - jalan sekitar komplek .


Di perjalanan Cinta mengajak Chan untuk pergi ke rumahnya , Cinta sangat rindu pada rumah tersebut .


Chan sengaja tidak menjawab permintaan Cinta , bukannya apa - apa , Chan hanya ingin mendapat kepastian dari pihak kepolisian tentang proses penyelidikan di rumahnya .


Cinta langsung diam karena tidak mendapat tanggapan dari Chan .


Chan langsung menghubungi pihak kepolisian , dan menanyakan mengenai penyelidikan di rumah Cinta , sudah bisakah rumah Cinta kembali digunakan .

__ADS_1


Tidak lama kemudian pihak berwajib pun langsung membalas dengan jawaban yang membuat Chan tersenyum .


Chan memeluk Cinta dan mengajaknya segera pulang , dan bersiap untuk segera pergi ke rumahnya .


Cinta segera bersiap setelah pulang dari jalan - jalan paginya . Tidak lagi terlihat murung dan cemberut malah Cinta tampak bersemangat dan ceria saat Chan memenuhi permintaannya untuk pergi ke rumahnya Cinta .


****************


Setibanya di rumah orang tua Cinta , Cinta merasa tidak kuat menahan rasa sedihnya .


Sejak menginjakkan kakinya dihalaman depan rumah , Cinta merasa berat untuk melangkah , pikiran Cinta penuh dengan rasa rindunya terhadap mendiang ayah dan ibunya juga bi Minah .


Kenangan yang tersimpan di rumahnya terlalu banyak , sehingga membuat Cinta merasa berat meninggalkan kota B .


Saat dirinya lahir , dan tumbuh besar sampai merasakan manis pahitnya kehidupan , dari senang sampai sedih , rumah ini menjadi saksi bisu dari peristiwa demi peristiwa yang menimpa dirinya dan keluarga .


Cinta mulai masuk ke dalam ruang tamu , melihat foto keluarga yang terlihat manis dan bahagia .


Cinta meraba foto tersebut , mengusap fotonya yang sedikit berdebu , Cinta terduduk lemas dan hampir terjatuh , namun Chan dengan sigap menahan tubuh Cinta .


Cinta melihat kucing yang kini terlihat kurus dan tidak terurus , padahal dulu kucing tersebut merupakan kucing kesayangan ayahnya .


Cinta merasa sesak saat mengingatnya dan tidak tahan untuk tidak menangis .


Kemudian Cinta melihat ke ruang makan dimana ibunya selalu menggodanya , dan mengejek Cinta saat Cinta terburu - buru , lupa menggunakan hijab dengan penuh tanda kiss mark yang ditinggalkan Chan .


Chan menggenggam tangan Cinta dan menguatkan serta memberinya kekuatan dengan selalu mendampingi kemana pun Cinta pergi .


Bi Minah yang selalu saja memperhatikan dirinya dan selalu memahami Cinta , membuat Cinta tak kuasa menahan rasa sakit dan sedih mengingat semua kenangan indahnya di rumah itu .


Chan segera bertindak dengan cara membujuk Cinta agar Cinta tidak terlalu hanyut dalam kesedihan dan mengingat kenangan yang membuatnya semakin sakit dan sedih .


Chan mengingatkan Cinta untuk mengontrol emosinya , agar Cinta sadar bahwa dirinya kini tengah mengandung bayi kembar , yang sedikit menguras tenaganya , untuk menjaga kesehatan bayi dan dirinya .


Chan mengajak Cinta untuk pulang dan istirahat , Chan juga menenangkan Cinta agar Cinta tidak khawatir dengan kondisi rumahnya .


Karena Chan telah memberikan tugas pada anak buahnya , agar anak buahnya menjaga dan merawat kondisi rumah Cinta .


Selain mempersiapkan rumahnya tersebut untuk panti asuhan , Chan juga berencana menambah bangunan untuk pesantren , kebetulan ayah Cinta memiliki tanah kosong yang belum dikelola sekitar satu hektar , dibelakang rumahnya .

__ADS_1


Cinta sangat terharu mendengar penuturan Chan yang mengingatkannya pada amanah yang ditinggalkan almarhum .


Cinta langsung memeluk Chan dan berterima kasih teehadap Chan , karena membantunya memenuhi amanah terakhir dari almarhum .


Cinta kemudian pamit pada anak buah Chan juga kedua orang polisi yang bertugas untuk berjaga - jaga di rumah Cinta sampai perampoknya ditemukan .


Chan segera meninggalkan rumah orang tua Cinta , dan membawa Cinta ke mall terdekat sebelum kembali ke rumah Candra .


Chan ingat bahwa Cinta suka sekali ice cream , yang ada di Mall tersebut , dan Chan ingin Cinta mengurangi rasa sedihnya dengan memakan ice cream .


Cinta tersenyum dan menghargai usaha Chan untuk membuat Cinta senang dan tidak bersedih .


Chan sangat terpukul bila Cinta terus menerus merasa bersedih , dan tidak bahagia mengingat peristiwa yang sangat menyakitkan .


Chan takut kesedihan Cinta membuatnya merasa tidak tenang dan nyaman sehungga membuat perkembangan bayi kembarnya menjadi terganggu .


Cinta sangat senang saat melihat kedai ice creamnya yang sudah dekat . Cinta berusaha untuk tidak bersedih demi kesehatan bayi kembarnya .


Chan juga senang bila Cinta merasa senang , Cinta langsung memesan ice cream favoritnya , sejujurnya rasanya berubah tidak lagi seenak dulu , apakah yang membuatnya berbeda , entah itu perasaannya atau memang racikannya berubah sehingga rasanya menjadi berbeda .


Chan pun merasakan kalau Cinta masih merasa sedih dan berpura - pura senang dihadapannya , serta memaksakan diri untuk memakan ice creamnya ke dalam mulut .


Chan tersenyum bercampur sedih , Chan pun menghentikan suapan Cinta , Chan minta maaf telah memaksa Cinta , namun Cinta justru yang meminta maaf kepada Chan .


Cinta menjelaskan kepada Chan agar tidak terlalu khawatir pada Cinta karena Cinta dapat menjaga dirinya dan akan berusaha kuat serta sabar menghadapi kenyataan .


Chan merasa tenang , dan mengajak Cinta kembali ke rumah Candra .


Cinta pun setuju , kemudian mereka meninggalkan


Mall tersebut dengan penuh kenangan yang indah saat bersama kedua orang tua , dan kini mereka bergegas menuju rumah Candra untuk istirahat .


*****


* Selamat membaca , semoga terhibur *


" Semoga kita yang masih berada dalam situsi PPKM , reader tetap diberi kesehatan. "🤲🙏😇


* Jangan lupa like , komen , vote , hadiahnya *

__ADS_1


**** Terima kasih ****🙏🙏😊


__ADS_2